Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 63


__ADS_3

*Apartement*


"Pa, ma, maafin Gaby ya udah cuekin mama papa. Jujur waktu aku belum tau kebenaranya, aku nyaman aja saat bersama mama papa tapi saat kemarin aku merasakan sakit hati yang luar biasa." kataku sambil bersimpuh di hadapan mama papaku sambil menggenggam tangan mereka.


"Maka dari itu Aku mutusin menghindar dulu sampai perasaanku stabil. Dan sekarsng Aku justru bersyukur mama papa menitipkanku pada keluarga Saputra karena mungkin jika aku tetap di keluarga Zein bisa jadi nyawaku yang terancam, sebab ternyata persaingan bisnis intern keluarga aja udah panas gitu pa."


"Di keluarga Saputra aku cuma dibenci oleh nenek tapi semua menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Setelah berpikir panjang rasa sakit hatiku lenyap, gimanapun Aku darah daging kalian, Aku sayang mama papa. Toh siapapun Aku sesungguhnya tidak akan merubah apapun, baik cinta Mami papi, mama papa Dan Stanley semua tetap milikku." ujarku dengan riang, berbeda dengan mamaku yang sudah berderai air mata memelukku erat.


"Maa ini aku lagi cerita bahagia lho ma kok mama malah nangis?"


Mama langsung menyentil dahiku dan akhirnya menangis sambil tertawa.


"Hais mama kok nyontoh Mami si suka KDRT aku, niru itu yang baik donk ma." aku pura pura ngambek memanyunkan bibir sambil mengelus dahiku yang sakit.


Papa dan Stanleypun tak dapat menahan tawa mereka, sedangkan mama mengelusku sambil meminta maaf. Yes...... sebuah keluarga emang harusnya begini kan, saling melindungi dan memaafkan.


Ada perasaan hangat menyebar di dadaku melihat tawa Dan haru mereka. Diam diam aku menghela air mata yang menetes disudut sudut mataku, aku harus yakin bahwa semua akan baik baik saja.


"Setelah peenikahanmu, papa akan mengumumkan jati dirimu yang sesungguhnya Gab, kamu setuju kan? Papi Tian juga akan mengumumkan jati diri Stanley secara resmi, sebab papi papi kamu sudah sangat membutuhkan keberadaan Stan diperusahan Saputra."


Mataku Dan Stanley saling menatap, memberi isyarat siapa dahulu yang harus bicara, akhirnya aku memutuskan diriku aaja yang bicara.


"Ehm.... pa, bukan aku ga mau mengakui diriku sebagai seorang Zein tapi Aku ga terbiasa sama kehidupan keras kalian pa. Aku mohon biarkan Aku Dan Stanley tetap pada posisi sekarang supaya semuanya aman aman saja pa. Aku ga mau kehadiranku justru menjadi polemik karena secara ga langsung papa sudah memanipulasi syarat yang kakek nenek ajukan."


Kugenggam tangan papaku erat supaya beliau tidak merasa tertolak. Sungguh Aku sangat takut melihat persaingan di Zein Group dari yang Stanley ceritakan.


"Dan buatku juga rasanya Tak perlu diumumkan pa sebab kalau di Saputra diumumkan maka britanyapun pasti akan tersebar, cukup intern saja yang tahu pa. Biarkan aku bekerja di Zein seperti biasa Dan bekerja di Saputra sebagai wakil Gaby istriku. ucap Stanley membantuku memberi pengertian pada papa.

__ADS_1


Akhirnya papa mengangguk angguk tanda sepaham.


"Lagian pa kalo Stanley tetep jadi Zein maka anak anakku akan menggunakan nama belakang Zein juga Dan itu keuntungan besar kan buat papa hehehehe." ucapku sambil terkekeh dan tiba tiba pemandangan horor ada didepan mataku, yaa mamiku melotot dengan marah.


Tanpa dapat kuhindari lagi lagi dahiku jadi korban KDRT, "Tega banget kamu ya Gab sama Mami, tadi bilang apa itu anak kamu smua pake Zein trus nanti anak Dicta juga pake Zein. Mami rugi besar donk!"


Kali ini Mami marahnya beneran pake emosi sebab dahiku ga cuma merah tapi sedikit lebam Dan Stanley dengan cekatan mengokeskan thrombopop yang entah sejak kapan sudah ada ditangannya.


Mami masih berdiri berkacak pinggang dengan mata menyala, papi berusaha menjinakkan dengan mengelus elus punggungnya. Sedangkan mama papaku dengan ajaibnya tertawa tawa happy.


Stanley berinisiatif memeluk Mami dan mendudukkannya di sofa. Dalam hitungan detik Mami sudah melunak bahkan menurutku terkesan lebay agak centil gitu meluk anaknya sambil menatapku mengejek.


Aku dengan cueknya duduk disebelah papi dan memeluknya seperti mami memeluk Stanley, saat mata kami bersitatap kukeketkan lidah meledek mamiku.


"Ya ampun Gaby, ga boleh gitu sama Mami kamu nak." tegur papiku sambil membalas memelukku.


"Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi Gabrielle Angela Saputra, anak kesayangan papi Tian."


Mami menghampiri sofa yang aku dan papi duduki lalu dengan gerakan cepat menyingkirkan lenganku yang memeluk papi dengan kekuatan penuh hingga Aku terjengkang.


"Minggir sana, dilarang memeluk yang bukan miliknya, noh punyamu disana gih samperin, ingat kata Bible Gab jangan engkau mengingini milik saudaramu." kata mami meledek sambil menjulurkan lidahnya padaku.


Aku yang masih ndeprok di lantai Karena terjengkang tadi melongo takjub karena mami pake Bible wakakaka ga inget Kali ya kalau gue anaknya. Stanley menghampiriku mengangkatku agar pindah duduk disofa sambil berbisik untuk menyudahi perang lawaknya.


"Stan, kamu bisikin apa ke Gaby? Mau bersekutu sama dia ngelawan mamimu yang udah puluhan tahun baru kamu temuin?"


Hahahahahaha Aku jadi ngakak, "Udah deh mi ngalah aja sama aku, di atas kertas namaku Saputra ya itu tandanya semua yang menjadi milik Mami akan diwariskan padaku termasuk kasih sayang papi. Ga usah lebay deh mi stop ya udah. Aku dah putusin ga mau diumumin sebagai Zein jadi Stan ga boleh dibalik mama jadi Saputra!"

__ADS_1


Mami tetiba merubah strateginya, dengan lemah lembut menghampiriku menatap mataku sampe aku jengah sendiri, duh susah emang ngadepin mami drama queen gini.


"Ehm.... Mami serious Gab, kenapa kamu ga mau pake nama Zein? Kenapa kamu Dan Stanley ga mau balik ke keluarga asli kalian?"


"Bukan hanya sekedar nama lho Gab ini lebih dari itu, kamu tau kan Saputra ga da yang mau lanjutin kalian bertiga milih jadi pengabdi masyarakat. Sedangkan Zein banyak penerusnya."


Kupeluk mamiku, bukan cuma kangen tapi gimanapun beliau orang yang selama usiaku sampai saat ini, menjadi pentransfer energi setiap Kali Aku merasa lelah menghadapi hidup.


"Mi peluk yang kuat, Aku lemah butuh charge energi." kataku mengiba.


"Kamu pikir Mami colokan hape apa?" ketusnya sambil memelukku lebih erat.


"Mi, aku takut kalau smua dikembalikan seperti semula pada akhirnya justru Kita jadi korban. Zein banyak musuh mi baik internal maupun eksternal. Aku ga mau Kita semua dalam bahaya, cukup seorang Gun aja yang pernah mengacaukan hidup kita."


"Please demi Aku Stanley Dan anak anak kami, Mami ngalah ya. Nanti Aku bikinin anak lebih dari satu supaya Mami sama Mama ga kesepian ya buat temen main. Mau berapa tinggal bilang aja ama sumbernya nih." bujukku sambil nunjuk ke Stanley.


"Beneran kamu janji ya biar Mami sama Mama kamu ga rebutan cucu? Stan kamu kuatkan bikin yang banyak?" ujar Mami to the point tanpa basa basi seperti ciri khasnya selama ini.


Stanley yang belum terbiasa menghadapi kekonyolan Mami, sejenak tertegun bingung harus menjawab apa hahaha. Diapun akhirnya hanya menggangguk sambil nyengir.


"Oke jadi masalah nama sudah clear ya, Kita sepakat Tak akan merubah apapun sebab yang terpenting adalah kebahagiaan Dan keselamatan Gaby dan Stanley. Oke sekarang Kita lanjut pembicaraan tentang persiapan pernikahan kalian." tegas Papa yang disetujui kami semua.


Satu Hal yang selalu Aku pelajari dari kedua orang tua kami adalah komunikasi, walaupun bentuk dan cara kami berkomunikasi berbeda beda sesuai pembawaan dan karakter kami, namun tujuannya hanya satu, memecahkan masalah mencari solusi.


Saat Kita berkeluarga maka akan melahirkan keturunan, seiring dengan berjalannya waktu karakter anak pun akan terbentuk salah satunya melalui komunikasi. Apakah pribadinya bisa lebih terbuka, fleksibel, dan ramah. Sangatlah penting orang tua dalam memberikan komunikasi yang efektif, agar anak lebih bertanggung jawab.


Aku dibesarkan oleh Mami yang sangat ekspresif dalam mengkomunikasikan perasaannya maka karakter itulah yang membentuk pribadiku Dan sebaliknya Stanley dididik oleh mama yang begitu halus lembut Dan cenderung tertutup, maka jadilah Stanley yang dingin dan sulit mengekspresikan perasaannya.

__ADS_1


------------------------


Hai readers........ ikutin terus kisah dokter Gaby ya...... seperti biasa Author Tak kenal lelah mengingatkan para readers untuk tinggalkan Vote like Dan comments. Terima Kasih🙏😘


__ADS_2