Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 12


__ADS_3

Aku benar-benar tidak menyangka Nadine memiliki kebencian padaku, sampai rela memberikan tubuhnya pada Alva hanya untuk menyakitiku. Ya Tuhan benar-benar tekanan membuat orang bisa menjadi gila dan berakal pendek. Demi memuaskan hasrat akan kemewahan dia rela memberikan tubuhnya pada siapa saja.


Sebenarnya aku bukannya jijik atau tidak bisa menerima kesalahan Alva, tetapi melihat kejadian dimana Alva menikmati hubungan dengan Nadine membuatku merasa perasaannya padaku tidak cukup kuat.


Beberapa kali teman wanita atau fans yang tergila gila dengannya tidak dapat ditolak dengan tegas. Beberapa kali ajakan makan atau sekedar jalan dengan mereka diterima Alva dengan dalih tidak enak menolak terus, apalagi dia hidup di dunia entertainment.


Katakanlah aku cemburu atau apalah, dan mungkin bisa dibilang kolot, tapi itu semua karena aku berprinsip memberikan yang terindah hanya untuk pasangan resmiku, dan sekaligus lambang kesetiaanku pada pasanganku nantinya.


Menurutku sikap Alva yang kurang tegas dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, ya contoh kasusnya seperti perkara dengan Nadine ini. Sikap itu yang membuatku enggan kembali padanya. Apalagi untuk saat ini sepertinya memang lebih baik sendiri saja.

__ADS_1


"Jadi gimana sekarang hubunganmu dengan Nadine?" kataku mengulang pertanyaan karena belum Alva jawab.


"Sejak kejadian kepergok itu, nadine beberapa kali mengirim pesan ancaman kalau aku tidak bertanggung jawab, maka foto fotoku akan disebar." jawab Alva sambil mengusap kasar wajahnya tanda dia sangat kesal.


"Alv, maafkan aku, mengingat kalian saat itu mungkin berhubungan tanpa pengaman bisa saja akan ada makhluk kecil yang tumbuh, apa yang bakal kamu lakuin?" tanyaku berterus terang namun juga hati-hati.


"Kalau masalah foto dan video mungkin Nadine hanya mengancam sebab kalau beneran dia sebarin bukankah reputasi dia akan makin hancur? Kecuali kalau Nadine memang sudah tak peduli dengan karier modelingnya." jelasku sedikit menenangkan.


"Alv, kayaknya lebih baik aku ajak Nadine ketemuan, karena selama ini sebenarnya aku ga terlalu kenal dia secara pribadi, dan kalau benar dia ingin merebutmu untuk membuat aku sakit hati, maka aku harus meluruskan ini semua." jelasku sambil meminta nomer hp Nadine.

__ADS_1


"Yank, lalu kita......?" dia tidak menyelesaikan pertanyaannya dan aku tahu kmana arah pertanyaannya.


"Ehm, sorry Alv, aku masih ga mau bahas hubungan pribadi, lebih baik aku sendiri saja. Dan aku percaya kalau jodoh pasti Tuhan akan kasih cara untuk bersatu." akhirnya aku bisa memberikan penolakan secara halus, walau ada sakit juga yg aku rasakan tapi aku yakin suatu saat Tuhan bakal kasih kebahagiaan yang lebih utuh.


"Tapi.... kenapa yank, kenaoa ga mau kasih kesempatan sama aku kali ini? Apakah....... karena Stanley? Bukannya dia juga udah sakitin kamu? Kenapa kamu bisa maafin dia tapi ga mau maafin aku?" tampaknya Alva sedikit hilang kontrol sehingga dia melontarkan banyak pertanyaan sekaligus.


" Aku aja baru ketemu Stanley disini lho, dan dia ga da ngomong masalah pribadi. Aku maafin kamu kok Alv, hanya saja aku ngerasa hati kamu ga sekuat itu buat mempertahankan aku. Terbukti kamu luluh ama rayuan Nadine, itu yang bikin aku susah terima. Aku sudah maafin kamu Alv, aku hanya ga mau membahas hubungan pribadi aja." jelasku.


"Terima kasih untuk 3tahun kebersamaan kita Alv, maaf kalau akhirnya membuatmu kecewa." kataku akhirnya sambil melangkah pergi.

__ADS_1


*****To Be Continue*****


__ADS_2