Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 49


__ADS_3

Hari ini seperti biasa aku masih dinas ke Rumah Sakit dianter Stanley yang masih memutuskan WFH untuk kantornya.


"Selamat bertugas yank, APDnya jgn lupa dipakai. Jangan lupa sempetin makan bekal yang tadi Mami siapin. Ga lupa bawa kan?"


"Kamu cerewet banget hari ini ya Stan hehehe. Iya aku udah bawa semua bekal Dari Mami, Kamu juga baik baik di apartment ya. Jangan lupa makan juga Dan kerja yang bener biar cepet Kaya bisa nikahin aku." jawabku sambil tertawa terbahak.


"Eits nakal ya, aku udah Kaya kalau mau nikah sekarang juga udah bisa yank. Ini kalau ga da wabah Corona udah Tek bawa Kamu ngadep pastor biar dikawinin Kita." balasnya sambil mengusak usak rambutku gemas.


"Atulah Stan, udah dibilang aku ga kuat Kamu usak usak rambutku, deg deg duar jantungku nih." balasku lagi yang langsung dihadiahi cubitan gemas dipipiku.


"Udah sana turun yank, jangan sampe aku brubah pikiran dan kurung Kamu di apartment ga boleh dinas!"


Aku bergegas turun Dan Tak lupa mengecup pipi kanan kirinya lalu berlari masuk. Aku menyapa Sam yang sedang menggunakan APDnya, "Ganteng banget sih!"


Sammy terkekeh sambil meletakkan jari telunjuk posisi miring ke dahinya, meledekku. Aku membalas dengan memeletkan lidahku, interaksi kami membuat para perawat tertawa dan lebih bersemangat melayani pasien.


Aku iseng memfoto Sam Dan mengirimkannya ke Dicta dengan caption : Garda terdepan Dan terganteng dr. Samuel Zein.


Karena IGD masih sepi, aku bisa sedikit santai menyapa spupu terkasihku itu.


Tring..... tring....


Ada WA masuk Dari Stanley ternyata bukan balasan Dari Dicta.


Stanley : yank Ganteng ga? (mengirim for selfinya)


Gaby : ganteng donk 😘😍 kalau semua pasien Kaya Kamu gantengnya fffiiiuuhhhh rame dah IGD perawatnya maunya dinas disini semua hahahaha.


Stanley : haduh sayangku ini lagi kenapa Si gombal mulu ....., ya udah aku kerja dulu ya 😘. Nanti nebeng Sammy aja lagi ya.


Tring...... tring.....


Dicta : (mengirim for editan antara dia Dan Sammy digabung dengan caption menyentuh) Dokter Cantik Dan Ganteng siap melayani Anda 😘


Wakakakaka aku langsung tertawa ngakak......


"Dok korban kecelakaan 2orang dewasa , perempuannya lagi hamil besar, bed 2, suaminya bed 3 udah sama Dokter Sam."


Aku bergegas ke bed 2, "Segera kontak ObGyn sus!"


Di bed 2 kulihat pasien sudah mulai hilang kesadaran akibat perdarahan hebat, kucek Nadi ditangannya, dia menggenggam erat tanganku, "Selamatkan bayiku tolong!"


Aku tertegun sesaat mendengar permohonan Dan remasannya ditanganku mulai mengendur. Segera kupasang selang oksigen untuk membantu pernafasannya Dan para perawat laki bersiap mendorong bed pasien ke unit ObGyn.


"Dokter Bowo sendiri yang turun tangan dok." lapor suster yang tadi kusuruh urus ke ObGyn.


Aku menghampiri Sammy Dan berbisik bahwa aku akan ikutin pasien ke unit ObGyn sebentar, Dan Sammy mengangguk Tanda mengijinkan.


-----------------------------


"Eh, Kamu ikut kesini Gab?" Tanya Dokter Bowo saat melihatku mendekat.


"Saya lagi persiapan secsio, hasil USG memperlihatkan bayi sudah 38 minggu jadi aman, ketuban juga sudah pecah Dan perdarahan hebat dialami ibunya. Saya ga janjiin bisa selametin mereka berdua tapi apapun akan Kita lakuin yang terbaik. Kamu tenang aja ok?"


Aku tersenyum mengangguk Dan berpamitan kepada dokter Bowo untuk kembali ke IGD.


Pasien berdatangan dengan berbagai riwayat penyakit, kami para petugas bahu membahu berpindah dari satu bed ke bed lainnya berusaha memberikan pertolongan secepat mungkin kepada setiap pasien yang datang.

__ADS_1


"Dok pasien bed 3 yang tadi kecelakaan dok tiba tiba sesak nafas."


Segera aku berpindah ke bed3, kucek denyut nadi pasien melemah, sepertinya pasien mengalami serangan jantung selain luka luka kecelakaanya.


Kurasakan tanganku yang mengecek denyut nadi dipergelangan tangannya dipegang, bapak in berusaha bicara. Aku perhatikan dengan seksama gerakan bibir dengan suara yang amat lemah, "Tolong....... jaga...... anakku...... tit......tit........tit...... alat monitoring berdering nyaring tanda pasien kehilangan detak jantungnya.


Pupil sudah melebar Dan tidak bereaksi terhadap cahaya, tidak ada lagi denyut Dan nafas. Aku meminta perawat yang Muslim untuk berdoa sebelum petugas membawa jenasah.


"Dok pasien perempuan hamil yang tadi kirim ke ObGyn sudah selesai secsio tapi nyawanya tidak tertolong, bayinya lahir dengan selamat dok." ujar suster yang mendapat info Dari unit ObGyn aku memberi tanda menangkupkan tangan di dada sebagai ucapan terima kasih.


Aku menghela nafas, Tak terbayang nasib baby baru lahir harus jadi yatim piatu. Sebagai seorang dokter aku tidak boleh terlarut dalam emosi kesedihan atas kematian pasien, sekuat tenaga aku mengolah emosiku agar stabil kembali.


Aku kembali ke meja kerjaku untuk menulis status pasien pasien karena sudah tidak Ada lagi pasien yang harus ditindak. Tiba tiba seorang nenek datang sambil menangis, "Neng dokter, saya mohon tolong saya, saya bingung."


Kulihat pak Rudi, satpam pintu IGD masuk dan membujuk nenek itu untuk keluar. Sang nenek keukeuh tidak mau pergi dan ingin bicara padaku, begitupun pak Rudi keukeuh mau bawa si Nenek.


Aku memijat pelipisku, "Ada apa ini pak Rudi?


Pak Rudipun menjelaskan bahwa sang nenek adalah satu satunya kerabat Dari suami istri yang meninggal kecelakaan, dan dia ga Tau harus gimana mengatasi biaya yang harus dibayarkan untuk operasi dan penanganan IGD serta pengurusan jenasah, jadi pak Rudi berinisiatif mengantar beliau ke ruang petugas administrasi keuangan. Namun sang nenek bersikeras ingin bicara padaku.


Aku paham maksud Dari sang nenek, mungkin dia mengira dengan bicara padaku bisa mendapat keringanan biaya, nenek tersebut tidak paham prosedur administrasi keuangan RS bukan urusan seorang Dokter.


Setelah memahami situasinya, aku meminta pak Rudi untuk kembali ke tempatnya Dan meninggalkan sang nenek disini dulu. Aku memberi kode pada Sam untuk mendekat ke meja kerjaku Dan menceritakan semuanya.


"Ok, aku akan menjadi penjaminnya, nenek tenang aja ya, silahkan kembali ke unit anak untuk mengurus cucu nenek yang Hari ini menjadi yatim piatu."


Aku tersenyum mengangkat jempolku untuk Sam, ya bukan tanpa alasan aku selalu meminta Sam jadi penjamin untuk pasien yang terdeteksi kesulitan biaya, yah..... Yayasan pengelola Rumah Sakit ini adalah milik keluarga Zein, tepatnya milik ayah Sammy.


--------------------------


"Makasih ya Sam, lu mau mampir ga? Ntar biar Dicta susulin Kita disini, lu bawa baju ganti kan di Mobil? Gimana?"


Dia menelpon Dicta Dan tampaknya spupuku itu setuju dengan ideku.


Aku memasukkan tanggal lahirku Dan pintu terbuka, kali ini Stanley sedang menungguku dengan duduk di ruang tamu jadi ga akan Ada hal konyol lagi hehehehe......


"Halo yank, eh lu mampir juga Sam. Kalian Mandi dulu gih, gue lagi delivery sushi tei nih."


Aku langsung sumringah mendengar Stan memesankan makanan kesukaanku, "Makasih ya Stan, aku mandi dulu ya biar bisa cium kamu hahahaha."


------------------------


Aku sengaja ingin berendam merilekskan tubuhku, mumpung Ada Sammy yang bisa nemenin Stan jadi aku bisa berendam lamaan dikit pikirku.


Seketika aku teringat mamiku, ya Tuhan aku sampe lupa menanyakan kondisinya Hari ini.


"Halo mi..... maaf Gaby seharian cukup padat sampe lupa cek kondisi Mami."


"Mami baik baik Aja kok sayang, ini lagi dirumah sama mama kamu. Kamu di Apartment ya? Tadi Stan telpon katanya kalian mau double date jadi kayaknya nginep."


"Hehehehe iya mi, boleh kan? kataku basa basi meminta persetujuan Mami.


"Idih basa basi kamu mah, biasa juga mau nginep atau kmana Mana main selonong aja kamu mah."


Wakakakaka aku tertawa terbahak bahak melihat wajah kesal mamiku, yah saat ini aku sedang dalam mode video call jadi puas dapat melihat wajah kesal Mami.


"Wuiihh enak kamu ya Gab rendaman gitu."

__ADS_1


"Iya mi biar rileks, ehm............. Mami masih utang penjelasan lho, belum ngaku lho sebenernya kemarin kenapa ketakutan sampe pingsan."


Seketika wajah mamiku pias pucat, kepalanya menggeleng geleng, "Maaf ya Gab, Mami belum siap, bisa ga utangnya ditangguhkan dulu tunggu Mami siap yaa please!"


Huft ........ tampaknya dipaksa dengan cara apapun mami ga akan jujur tentang apa yang jadi beban batinnya. Lebih baik aku mengalah tidak mencari tahu lagi Dan menunggu saja Mami cerita dengan sendirinya.


Pikiranku melayang kembali ke Surat yang pak Gun tulis, aku masih ga percaya kalau nenekku sendiri yang merencanakan semua ini. Memang disaat terakhir hidupnya beliau sempat meminta maaf tapi itu juga karena, Mami sempat menyelamatkan nenek, jadi bukan karena perasaannya sudah berubah padaku.


Flashback On


"Ok sampai sini dulu pertemuan Kita, besok says akan memberi kami bank soal Dan Kita coba ujian ya." aku hanya mengangguk pada guru homeschoolingku dan mengantarkan beliau kepintu luar.


"Terima kasih ya pak." kataku sambil melambaikan tangan saat guruku mulai melajukan motornya.


Bersamaan dengan itu kulihat Mobil nenek memasuki gerbang rumah jadi aku menunggu dipintu untuk menyambutnya.


"Selamat sore Nek." sapaku sambil mengulurkan tangan untuk salim, tapi seperti biasa nenekku menepiskan tanganku sebelum menyentuh tangannya.


Dia langsung masuk Dan berteriak teriak memanggil Mami Dan papiku. Aku hanya tertegun melihat kelakuan Nenekku yang tampaknya dikuasai oleh amarah.


Dengan cepat Mami Dan papi turun Dari lantai Dua dan bergegas menemui nenek yang sudah masuk ke ruang kerja papi.


Aku masih tertegun Dan heran melihat kelakuan mereka, apa yang orang tuaku perbuat sampai nenek semarah itu. Tapi bukankah sudah biasa nenek bersikap arogan seperti itu jadi buat apa juga aku pikirin, batinku.


Ketika aku sedang membereskan alat tulisku, tiba tiba nenek keluar Dan mencengkeram lenganku. Dia menyererku, "Kau bukan cucuku, aku akan mengembalikanmu ketempat seharusnya!"


Aku yang masih kaget Dan bingung hanya diam dan menurut saja ketika nenek menyeretku masuk ke mobil. Sesampainya di sebuah gedung, nenek menyeretku lagi keluar Dari Mobil, Dan tiba tiba ada pencopet menyambar tas nenek, tapi nenek mempertahankannya Dan pencopet itu menusuk nenek dengan pisau kemudian kabur membawa tas nenekku.


Aku yang melihat tas nenek dibawa kabur refleks langsung berlari mengejar. Dan saat aku berhasil menarik kaos yang dipake pencopet, seketika pencopet itu berbalik Dan hendak menusukku, aku refleks menutup mata Dan menjerit ketakutan, tapi sepersekian detik aku tidak merasakan apapun.


Ketika kubuka mata ternyata mamiku sudah berada didepanku dengan pinggang berlumur darah tertusuk pisau. Orang orang yang berada disekitar situ dengan sigap memberi pertolongan, Ada yang menangkap pencopet, Ada yang memanggil ambulance.


Aku Tak sadarkan diri, lelah sekali rasanya Dan Tak kuat untuk membuka mataku, maka kuputuskan untuk tidur saja. Nenekku dalam kondisi kritis Dan Mami terluka cukup parah di bagian pinggang untung tidak mengenai ginjalnya.


Saat aku siuman, aku langsung mencari Mami yang ternyata dijadikan satu kamar rawat beramaku. Rasanya sangat bahagia melihat mamiku masih hidup.


Berbeda dengan nenek mungkin karena faktor usia, beliau masih kritis. Ketika sadar, nenek sempat mengucapkan Maaf tanpa sempat menjelaskan lebih jauh kepada Mami, kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.


***Flashback off


Took..... took ..... took*** .....


Hehh...... aku tersentak, terkejut mendengar suara pintu yang diketok cukup keras. Ternyata Dari tadi aku melamun sampai Tak sadar berendam sangat lama.


"Gab, are you oke? Selebar apa badanmu Gab sampe lama banget kamu mandi." omel Dicta sambil terkekeh.


Aku bergegas membilas tubuhku Dan menggunakan bathrobe, lalu melangkah keluar kamar Mandi. Didepanku sudah berdiri spupu tersayangku dengan tampang cemberut membuatku gemas.


"Sorry aku ketiduran Dict." kataku ngasal sambil nyengir.


Segera kuganti bajuku Dan merangkulnya mengajak ke ruang makan. Aku memutuskan untuk bersantai ria tanpa memikirkan persoalan terkait pak Gun atau rahasia mamiku.


-------------------------


Rahasianya belum terkuak nih gaes, Mami belum siap katanya.


Semoga Mami Segera bisa menyiapkan hati ya readers biar Kita ga penasaran lagi hehehe

__ADS_1


Biar Mami siap gimana kalau Kita Bantu gaes caranya klik like, vote, koment Dan kirim.kritit serta sarannya.


Author mohon dukungan Dan semangat Dari readers supaya bisa tetep punya soul menamatkan cerita ini. Makasih 🙏


__ADS_2