
"Dict, lu inget ga si kenapa dulu nenek begitu membenciku sampai bilang aku anak haram?"
Dicta menatapku Dan menggelengkan kepalanya, "Aku ga Tau Gab. Tapi kenapa kamu tiba tiba bahas Hal ini? Bukankah kamu sudah memaafkan nenek?"
"Entahlah Dict, aku bertemu kembali dengan pak Gun orang yang menculikku Dan Mami. Dia menceritakan bahwa semua yang terjadi padaku Dan Mami adalah rencana nenek untuk menyingkirkanku."
Seketika mata Dicta melotot tanda dia terkejut. "Seriously Gab? Sebenci bencinya seorang nenek Masa tega sama cucunya sendiri, ga suka sama menantu masih bisa ditolelir tapi kalau jahatin cucu kok ya kejam banget si."
Pernyataan Dicta malah bikin aku tambah sedih, "Eh sorry Gab jadi bikin lu sedih ya."
Dicta memelukku erat, "Gimana kalau Tanya sama Mami G aja, pasti dia paham.
"Nah itu masalahnya, mami sepertinya menyembunyikan sesuatu berkaitan dengan Hal ini juga, tapi keukeuh mami mah ga mau cerita."
"Coba aja lagi besok Gab, lu tempelin aja Mami mumpung lu off juga kan anggep bayar utang perhatian yang selama ini susah lu kasih ke mereka."
Aku mengangguk menyetujui usulan Dicta, siapa Tau kalau seharian dikintilin Mami jadi melunak hihihihi.
Kami menikmati makanan yang Stanley pesan dengan antusias, buat aku penghiburan banget bisa makan makanan kesukaanku dengan santai bersama orang yang disayangi rasanya udah Kaya berlibur dipantai hahahaha. Yah...... buat aku kebahagiaan memang sesederhana itu.
Stanley mengusap punggungku, "Makanya pelan pelan yank ntar kesedak kalo caranya Kaya orang ga makan sebulan hahaha. Ga da yang ngejar ngejar minta jatah kamu juga yank."
"Enak banget Stan Dan point utamanya walau makan dirumah tapi Ada kalian orang orang tersayangku jadi lahap deh." jawabku berargumen yang tentu saja dihadiahi ciuman sayang di dahiku.
"Deuh bisa aja lu Gab gombalnya, kalau yang di depan lu cuma Tempe goreng juga tetep aja lu bakal makan lahap kan emang dasarnya lu doyan makan aja." sela Dicta sambil ketawa.
"Iyaa ni anak sejak balik ama Stan bucin tau trus Kaya terobsesi jadi ratu gombal gitu yank." timpal Sam ikut meledekku.
Stanley tersenyum sumringah sambil kengacak acak rambutku membuat kehangatan menguar ditubuhku, deuh klo gada Dua makhluk asing lainnya udah aku peluk trus uwel uwel aja nih Stan batinku gemes.
"Hayo lagi mikir ngeres ya kok senyumnya gitu?" ujar Stan seakan dapat membaca pikiranku
Aku meleletkan lidahku Dan ngusruk ke dalam pelukan Stanley tanpa malu malu lagi.
Stanley langsung tertawa terbahak Dan membalas pelukanku dengan erat.
__ADS_1
"Gaby........ bucin banget si lu!" teriak Dicta yang entah kenapa beraroma iri hahahaha
Sammy langsung memeluk Dicta juga dan lebih gilanya mereka berciuman seakan membalas kelakuanku Dan Stan. Aku terpesona melihat cara mereka berciuman karena jujur aku tidak Tau banyak tentang teknik berciuman, selama ini hanya naluri Dan merespon dari stimulus yang Stanley berikan.
Waow, mereka berciuman lembut sekali, alih alih menjijikan melihat orang lain berciuman di depan kita, mereka justru menyuguhkan sesuatu yang indah, yah.... teknik berciuman Sammy sangat terasah rupanya hahaha.
Stanley berusaha menutup mataku berulangkali dengan tangannya yang langsung kusingkirkan. Dengan kesal Stan mengangkat daguku dan menciumku juga, ******* bibirku, mengigit kecil bibirku agar mau merespon ciumannya.
Aku memejamkan mata merasakan lumatan Stan dan lama lama terhanyut membalas pagutannya. Jadi aja diruang makan ini 2 sejoli beradu teknik kissing.
Stanley menghentikan ciumannya karena aku cengep cengep kehabisan nafas, duh amatiran banget si gue runtukku dalam hati. Stan menempelkan dahinya ke dahiku mengelus tengkuk dan punggungku seakan membantu aku agar dapat bernafas dengan baik.
Aku melotot ketika pasangan lain ternyata masih asyik dengan cumbuannya. OMG mereka ga nafas pa gimana ciuman bisa lama banget gitu Dan tanpa sadar tatapanku fokus pada kegiatan Dicta Dan Sammy.
Dugh terdengar tubrukan dua dahi yang disponsori oleh Stanley, ya....... Stan melakukan kejahilan yang hakiki mengadukan Dua dahi Dicta Dan Sammy karena ga brenti ciuman.
"Tega banget lu Stan, kalau iri kalah nafas bilang aja jangan main kasar gini dunk." omel Sammy sambil mengelus elus dahi Dicta yang terlihat sedikit memerah.
Dicta dengan senyum devilnya mendekat ke Stan Dan menyentil dahinya keras sampe terdengar triakan mengaduh Stanley.
Aku mengelus dahi Stanley yang memerah, "Kamu jail si jadi dibales kan. Maaf ya Stan aku ga sekuat Dicta ciumannya bahkan teknik ciuman aja aku ga punya selama ini cuma ngikutin kamu."
"Ya udah nanti Kita Belajar ya dari video yang kemarin kamu liat sekilas itu." ujarnya sambil senyum devil.
Kupukul lengannya Pura Pura ngambek karena diingatkan kembali sama kekonyolanku hahahaha.
"Video apaan Gab?" tanya Sam penasaran.
Stanley menyalakan LCD memutar rekaman cctv yang menjadi saksi kekonyolanku mempersilahkan Dicta Dan Sammy menonton. Aku manyun menyaksikan mereka menertawakanku.
"Nah gitu Gab harusnya reaksi lu tegas, bukan malah lu hibur orang yang udah khianatin lu." ledek Dicta mengingatkan reaksiku saat melihat Alva Dan Nadine dulu.
Hahahaha aku jadi tertawa sendiri mengingat kebodohanku, "Ya namanya Bru pengalaman pertama trus shocked liat adegan live yang belum pernah gue liat sebelumnya. Badan Alva aja baru pernah gue liat utuh kali it, udah gitu dianya nangis minta minta maaf ya jadi reflek reaksi gue menghibur."
"Lu emang rada out of the box Gab, reaksi lu sering tak terduga. Di Rumah Sakit juga kan lu paling sering terlibat emosi ke pasien yang susah Dan gue selalu jadi tiang penyangga lu. Tapi gue bangga si sama lu, bener bener jiwa penolong." terang Sam menjelaskan pandangan dia tentang aku.
__ADS_1
"Nah itu tu kebaikan lu yang kadang bikin orang jadi tergantung bahkan tega manfaatin elu. Contoh nyatanya tu Alva!"
Aku hanya bisa menghela nafas mendengar nama Alva, kulirik Stanley rautnya sedikit berubah tampak tidak senang. Kupeluk pinggangnya dan kurebahkan kepala di dadanya.
Sammy yang melihat perubahan spupunya malah semakin ingin membalas tentang Alva, "Ehm sorry nih bukannya mau membedah luka lama ya Gab, bukan juga mau bikin lu ga enak hati Stan. Jujur gue penasaran, seandainya Alva ga kepergok "main" ama Nadine, apakah lu bakal tetep balikan ama Stan? Ini gue cuma penasaran lho ya Stan muka lu biasa aja, lagian kalian udah bersama juga ga akan merubah keadaan kan jawaban Gaby?"
Seketika 3 pasang mata memandang ke arahku dengan berbagai makna, reflek aku mendongak menatap mata Stan, dia menganggukkan kepala seolah menyuruhku menjawab.
Sejenak aku berpikir Dan menelaah pertanyaane Sammy, "Jujur kalau ga da peristiwa itu atau peristiwa apapun yang berkaitan tentang pengkhianatan maka aku pasti masih bersama Alva. Sebesar apapun cintaku sama Stanley aku ga bisa mengabaikan kebaikan Alva yang menemani saat kamu memilih pergi Stan. Kecuali dia yang melepasku, maka aku akan pergi dari sisinya."
Stanley memegang bahuku agar berhadapan dengannya, manik matanya menatap tajam, ada cinta disana, "Dan aku rela memohon sama Alva buat melepaskanmu atau cara apapun itu bakal kulakukan yang penting dia mau melepasmu!"
Aku menghambur kedalam pelukannya, tubuh yang selalu menghangatkanku, memberiku kekuatan.
Sammy dan Dicta bertepuk tangan melihat kami, " Great brother, gue suka Gaya lu. Fiuh....... padahal tadi gue dah was was takut lu kalap sama jawaban Gaby eh ternyata so sweet banget reaksi lu Stan!"
Aku lega karena berkata jujur dan mendapat feedback yang amazing dari kejujuranku. Bodo amat dikatain BuCin karena emang aku segitu cintanya sama dia hehehehe.
"Rencana Tuhan emang bener bener ga kebaca ya, waktu Stan bilang bakal balik dan memperbaiki semua trus pas dia mohon sama Brandon buat couple an sama lu, gue pikir bakal sia sia usaha dia. Awalnya gue ga tau kan kalo lu break ama Alva, gue sempetin bilang ama Stan buat batalin niatnya ngrebut elu. Eh ternyata Tuhan kasih jalan Stan mulus banget kaya jalur tol yang baru buka."
"Kalo kamu sama aku gimana Sam? Mulus juga ga sih?" tanya Dicta dengan centil, yang membuatku heran ternyata bener kata orang cinta mengubah segala sesuatu wakakakaka.
"Dasar lu Dict, lu juga BuCin gitu ama Sammy ngatain gue lu! Gimana ceritanye jalan lu mulus orang Sam udah lama banget caper caper lunya cuek gitu. Awalnya lu bahkan ga mau mikirin cowok sama skali karena menurut lu kisah percintaan cuma bikin ribet, begitu kepanah Cupid langsung lu klepek klepek brubah jadi centil lagi."
"Iya bener dia kan manusia yang super anti sama cinta cintaan, sekarang aja lu beuh sampe ciuman aja Jago banget Dict, tiap Hari si Sammy ngelesin lu ya?" kekeh Stan meledekku Dicta.
"Yeeee sewot lu kalah set ama gue Stan. Justru itu gue bersyukur skalinya mengenal cinta langsung dapet yang klik jadi ga perlu capek menclok sana menclok sini." balas Dicta.
Aku tertawa riang, yah..... bersama mereka selalu hanya ada bahagia, rasanya sesederhana apapun yang kami lakukan selalu hasilnya bahagia. Yah..... seperti yang sekarang kualami hanya dengan berkumpul Dan menikmati makanan yang kusuka, kemudian berbincang tetapi ketika Kita bisa mensyukuri maka hasilnya Kita mendapat kebahagiaan yang luar biasa. Semoga hidup kami selanjutnya dipenuhi oleh warna warni kebahagiaan.............
--------------------------------
Hai readers , bahagia itu adalah pilihan so biar author bahagia please pilihlah aku dengan cara like, vote, koment, kritik Dan sarannya ya. Apapun aku terima karena tujuannya cuma satu yaitu bahagia bisa nulis novel 🤣.
Tetap semangat ya buat baca karyaku, detik detik rahasia akan dibuka Mami G, author dah ga sabarrrr nihhh pengen Tau reaksi Gaby ama Stan kalo Tau rahasia dari mamai G hehehehe.
__ADS_1
Terima kasih bagi yang udah mendukung author dengan kritik koment Saran like Dan votenya. Salam Sehat Dan Semangat Bahagia💪💪🙏