Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
09. Terkena masalah #2 (REVISI)


__ADS_3

Sang tabib terlihat bingung untuk menjawab setelah lama ia diam ia pun membalas "maaf nona? Tapi saya tidak pernah mengobati orang atas nama nona Raisa cerra, mungkin anda salah orang."


DUAR!


Bagai tersengat listrik tuan cerra dan puterinya Raisa cerra terjingkat.


Pamella dan seluruh orang di aula termasuk kaisar menoleh ke arah tuan besar dan nona keluarga cerra.


"Tuan? Anda dengar sendiri kan pengakuan dari tuan tabib jendura? Apakah kalian masih memiliki alasan lain?" Tanya Pamella tegas lalu mendekat kembali ke Raisa nona bangsawan yang menuduhnya.


Tuduhan yang membuat moodnya di pagi ini menurun drastis, tadi pagi hatinya berbunga bunga tanda jika ia gembira kenapa? Karena sang ayah masih sempat untuk sarapan bersama.


Namun sejak kedatangan kaisar ditambah tuduhan nona ini moodnya hilang entah kemana.


"T-tabib, maksud anda bagaimana? Kemarin saya dan anak saya ke kediaman anda ,untuk mengobati anak saya," bela tuan cerra yang masih menyangkal dengan keras kepalanya.


Padahal tabib itu sudah mengatakan sesuatu tentang ini.


"Tuan cerra, nona Raisa cerra, tuan tabib.. jika salah satu di antara kalian berbohong maka.." ucap gantung Yudha rahangnya sudah mengeras sedari tadi.


Ia tidak suka jika adiknya terseret ke masalah politik apalagi disini adiknya jadi terdakwa! Sejak awal Yudha dan ayahnya menutup permasalahan yang ada di kekaisaran agar Pamella bisa tenang dan bahagia.


Dapat Yudha lihat wajah datar Pamella yang tak pernah hadir di wajah cantik adiknya.


Oh.. tentu saja hal itu sudah cukup untuk membuat Yudha emosi.


"Saya tahu tuan Thomson namun saya mengatakan yang sejujurnya, saya berani bersumpah untuk pernyataan saya tadi, sebab saya memang tak mengobati nona cerra kemarin," balas tabib jendura.


"Anda dengar tuan? Tabib itu bahkan tidak mengobati anak anda, lalu tabib mana lagi yang bisa melakukan hal mustahil seperti ini?" Tanya Duke sarkas yang di dukung oleh seluruh pejabat.


"Itu benar! Tuan cerra, nona cerra, kalian sudah menuduh nona Thomson berbuat yang tidak-tidak. Tega sekali," Dukung salah satu pejabat disana yang di disambut anggukan oleh yang lain.


"Hiks ayah saya tidak berbohong hiks nona Thomson mungkin hiks sudah memberi koin kepada tuan tabib hiks agar dia berbohong," balas Raisa yang menyulut api yang awalnya sudah padam.


Kaisar sengaja diam, ia hanya ingin melihat bagaimana calon permaisuri nya ini akan mempertahankan dirinya.


Sebenarnya jika kaisar ikut campur ini akan menjadi mudah pasalnya kalau kaisar berucap "Pamella kemarin bahkan seharian bersama saya." maka seluruh orang akan tahu kebenarannya.

__ADS_1


Sebenarnya kemarin seluruh rakyat sudah menyebarkan berita jika kaisar dan Pamella seharian pergi ke pusat kota namun hal ini tidak dipercayai oleh para bangsawan. Itulah mengapa, kaisar lebih tak menyukai bangsawan daripada rakyat biasa.


Ya, Pamella tau bahwa kaisar diam-diam bersmirk ketika ia di tuduh namun sialnya sekarang Pamella sedang tidak memakai jepit yang diberikan kaisar, jika saja Pamella membawanya maka masalah ini akan selesai dengan cepat.


"Tuan tabib.. apa anda berbohong? Apa saya memberi koin kepada anda?" Tanya Pamella, suara gadis ini lebih dingin dan datar.


Pamella sudah mempelajari ekspresi dan suara seperti ini di kehidupan sebelumnya untuk menekan orang orang yang menuduhnya.


Dan sepertinya.. bakat Pamella ini juga akan berfungsi disini.


"Nona Thomson tidak memberi koin ke saya, dan saya juga tidak berbohong!" Jawab tabib jendura.


Tabib itu secara pribadi merasa kesal, tiba tiba ia disangkut pautkan di masalah ini.


Apalagi aula pengadilan tinggi ini sejak awal sudah panas seperti ada si jago merah yang tinggal di dalamnya.


"Tidak! Kalian pasti sudah bekerja sama untuk ini!" balas tuan cerra lalu menunjuk ke Pamella dan tabib itu.


"Turunkan telunjuk anda tuan," ucap tuan Duke menatap tajam ke telunjuk tuan cerra yang diarahkan ke sang Puteri.


"Anda tetap saja mengelak setelah tuan tabib mengatakan bahwa anda berbohong tuan?" Tanya Pamella membuat seluruh orang yang awalnya fokus kepada amarah ayahnya menjadi ke arah dirinya.


"Tidak! S-saya mengatakan yang sebenarnya," jawab tuan cerra.


"Baik! Jika anda masih saja mengelak saya masih punya bukti kalau saya tidak meracuni siapapun itu! Termasuk anak ULAR anda" balas Pamella menekan kata ular yang ia ucapkan.


"Jaga ucapan anda nona!" Bentak tuan cerra dengan intonasi yang tinggi.


"Jaga nada bicara anda!, Saya sudah bilang anda jangan membentak Puteri saya," balas ayahnya.


"Jangan sampai anda melupakan larangan yang sudah disampaikan ayah saya tuan!" Ucap Yudha yang juga tidak terima.


Pada akhirnya ketegangan kembali terasa kental di aula itu.


Jengah dengan ketegangan di aula pengadilan tinggi ini pamella menghela nafas kasar lalu menoleh ke arah pintu aula.


Sedari tadi ia sudah merasa jika ada orang yang melihatnya dari sana.

__ADS_1


Dan matanya menangkap sunnie yang menatap kearahnya dan pelayannya itu, sunnie terlihat khawatir padanya.


Seketika senyum sinis terbit di bibir Pamella ia pun menatap dua orang yang menuduhnya oh lebih tepatnya nona Raisa cerra.


"Tuan? Anda sudah menyangkal perkataan tuan tabib yang merupakan saksi pertama, bagaimana jika saya mempunyai saksi kedua jika saya tidak berbohong ataupun bersalah?" Tanya Pamella masih tetap tersenyum sinis ke arah Raisa.


Sontak semuanya terkejut.. saksi kedua? Pamella mempunyai saksi kedua? Hah yang benar saja?


Mendengar tak ada jawaban, Pamella langsung membungkuk anggun ke arah kaisar lalu mengucapkan "izinkan saya untuk menghadirkan satu saksi lagi yang mulia."


' aku sering melihat kejadian seperti ini di film film dengan tema persidangan! Wah pengetahuan memang menyenangkan' batin Pamella.


Memang benar ia sudah sering dituduh seperti ini namun biasanya orang yang menuduhnya tidak seberani ini.


Dan ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Pamella.


Biasanya penuduhnya hanya akan menuduhnya di mansion dirinya dan di depan keluarganya saja.


Namun yang ini? Bukankah aula pengadilan tinggi ini sudah seperti aula persidangan?.


"Izin diberikan," balas kaisar.


"Tapi yang mulia!" Bantah tuan cerra ketika mendengar keputusan kaisar.


"Saya bilang izin diberikan poerna, ingatlah. Kau tidak berhak untuk mencampuri urusanku," sahut kaisar dingin.


Hal ini membuat seluruh isi pengadilan menegang secara tiba tiba hal ini juga dirasakan oleh tuan poerna cerra dan Raisa cerra.


' wah! Aku baru tahu jika nama tuan cerra ini poerna! Sikapnya tidak sebagus namanya!' batin Pamella mendengus dingin.


"Baik, saya akan menghadirkan saksi kedua yaitu..." Ucap gantung Pamella yang membuat orang orang penasaran.


________________________


Hey! Halo readers terima kasih sudah mendukung author.


Dan.. jangan lupa letakkan jempol di tempatnya berikan komentar juga ya! Jika kalian memiliki saran maupun ide untuk alur selanjutnya silahkan disampaikan.

__ADS_1


Terima kasih!


- Nadira


__ADS_2