
Pamella, kaisar dan elvareta sudah kembali ke aula dansa. Sekejap saja Pamella menghilang bersama elvareta dan kaisar semua orang sudah panik, mencari terutama kakak dan ayah Pamella.
“Kesejahteraan menyertai kaisar dan tuan Puteri negeri alpensha.” semua orang pun menunduk lagi.
Pamella juga ikut menunduk pelan, bagaimanapun posisinya masih sebagai nona atau lady bangsawan, belum menjadi permaisuri.
“Berdirilah,” ujar kaisar dan elvareta serempak, meskipun begitu kaisar tetap datar.. entahlah semua orang termasuk elvareta sendiri tak bisa mengerti pemikiran kaisar.
Kecuali jika kaisar sedikit memberi bocoran, disaat itulah elvareta baru bisa tanggap, namun sayangnya hal itu juga tidak terjadi pada bangsawan lain.
“Mohon maaf yang mulia, kaisar kemana saja? Hamba mencari yang mulia,” tanya salah satu bangsawan yang berkedudukan Duke, sama seperti kedudukan ayah Pamella.
Duke itu terlihat bertanya pada kaisar namun melirik pada puterinya yang memakai gaun kurang bahan.
C*h, be*****.
“Bukan urusanmu, lagipula aku menghabiskan waktu bersama calon permaisuri ku dan adik ku.” elvareta makin merasakan bahwa pipi panas kakak iparnya itu bertambah.
Diam-diam elvareta tersenyum menatap para bangsawan yang terkejut dengan kata-kata ‘Calon permaisuri.’
Duke yang bertanya tadi menatap ke arah Pamella yang pipinya bersemu merah, jelas sekali bahwa yang dibicarakan itu si nona Thomson.
“Lady Thomson sepertinya sangat bahagia ya? Selamat lady,” ucap Duke itu sedikit menyindir Pamella.
Pamella hanya tersenyum seanggun mungkin dan berusaha agar tak terbawa emosi, ia harus bisa menguasai emosinya seperti di masa depan dahulu.
“Terima kasih tuan duke, saya juga bersyukur karena ternyata yang mulia sangat mencintai saya,” balas Pamella yang sengaja menambah bubuk cabai di akhir kalimatnya untuk memanas-manasi para bangsawan yang terlihat meremehkannya.
Duke Thomson dan Yudha yang sedari tadi melihat pun hanya saling memandang dengan bingung, Pamella tak menolak ucapan kaisar? Selain itu ada apa dengan kalimat Pamella? Kalau sekedar takut.. lalu kenapa pipi Pamella Semerah tomat?
“Psst, ayah.. Pamella itu kenapa?” tanya Yudha berbisik sepelan mungkin.
Biasanya ia tak akan sekompak ini dengan ayahnya.. hanya jika mereka berbicara tentang Pamella maka mereka akan menjadi orang terakrab di dunia.
“Entahlah, kita harus membawanya ke istana pengobatan setelah ini,” balas ayahnya dengan berbisik pula.
__ADS_1
“Ayah benar,” sahut Yudha mengangguk setuju dengan ucapan sang ayah.
Elvareta hanya memandang datar pada Duke yang berani-beraninya menyindir Pamella secara terang-terangan.
Untung saja sang kakak sudah membalas sindiran si Duke, kalau tidak sudah pasti elvareta yang akan membuat Duke itu membayar dengan harga yang sedikit mahal.
Kaisar sendiri terdiam dengan fikirannya yang entah apa, hmm.. mengerikan!
“Sudah kan? Ayo lanjutkan acaranya.” elvareta langsung menggamit tangan Pamella menunjukkan kedekatannya dengan sang kakak gadisnya ini.
“Baik tuan Puteri,” sahut semua bangsawan sedikit menunduk pada elvareta yang sudah berjalan dengan Pamella.
“Ayo kak, kakak mau keliling dulu atau langsung ke keluarganya kakak?” tanya elvareta melirik ke ayah dan kakaknya Pamella.
“Langsung ke kakak dan ayah saja, kamu juga harus kesana,” jawab Pamella menggiring elvareta ke tempat dimana keluarganya berada.
***
“Kenapa aku dibawa kesini kak, ayah?” Pamella yang masih dibalut gaun bernuansa gelap di seret kakak dan ayahnya menuju istana pengobatan.
“Ya... Kamu aneh dari tadi, kakak dan ayah mengira bahwa kamu terkena penyakit,” balas kakaknya, Yudha yang tetap kompak menyeret adik tersayangnya itu.
“Hah? Kok gitu? Aku tidak sakit kak! Udah kita pulang saja,” rengek Pamella manja.
Namun Yudha dan sang ayah tidak menghiraukannya, mereka tetap menyeret Pamella ke istana pengobatan.
Tetapi Pamella masih saja terus memberontak sampai-sampai ketua tabib di sana keluar karena keributan yang dibuat oleh Pamella.
“Ah maaf tabib, ini anak saya tidak ingin di periksa padahal saya yakin bahwa dia tengah sakit,” ujar ayahnya sedikit membungkuk dengan ramah.
“Tidak apa-apa tuan, lady mari ikut saya. Tidak akan sakit jika anda menurut,” balas tabib itu ramah juga.
‘Loh bukan begitu! Tapi aku memang tidak sakit’ Pamella hanya bisa berbatin sebab akan sangat tak sopan jika ia berteriak seperti itu.
“Mari masuk,” ujar tabib itu melirik ke Pamella, tuan besar Thomson alias ayah Pamella dan kakak Pamella.
__ADS_1
“Baik tabib,” balas ayah Pamella menggeret Pamella masuk.
“Kenapa ayah ikut-ikutan?” tanya Pamella geram, namun suara Pamella terlalu pelan untuk di dengar orang lain selain ayah dan kakaknya.
“Ini demi kebaikan kamu,” jawab ayahnya singkat, padat nan jelas.
“Tapi kan ayah, aku tidak sakit kakak hanya mengada-ada,” balas Pamella pelan.
Namun Duke hanya menggelengkan kepalanya pelan seolah tak setuju dengan ucapan Pamella sebab dirinya juga berfikir demikian.
Anaknya yang bungsu ini biasanya keras kepala, tak mau mengalah dan.. manja?
Lalu tiba-tiba saat Pamella dituduh (di eps-eps awal) ia terlihat sangat bijaksana seolah-olah gadis itu pernah mengalami yang lebih berat dari kejadian penuduhannya.
Lalu.. Pamella yang biasanya tak bisa di atur dan tidak bisa membanting setir (berubah fikiran) namun kali ini?
Nah! Ini yang membuat Duke dan anak lelaki sulungnya merasa bahwa Pamella itu sakit dan perlu dibawa ke istana pengobatan.
“Lady, mari duduk di sana. Saya akan memeriksa anda,” tabib itu berucap sambil melirik ke ranjang di kamar itu.
Maklum si tabib bersikap biasa sebab kabar tersebarnya Pamella yang di akui oleh kaisar akan menjadi permaisuri belum sampai padanya.
Dan.. yah Pamella nyaman seperti ini.
“Baik tabib.” mau tak mau Pamella pun menuruti perkataan ayah dan kakaknya, toh kalau tabibnya bilang kalau ia baik-baik saja semuanya akan selesai kan?
Lagipula.. ayah dan kakaknya itu hanya mengkhawatirkan dirinya dan Pamella benar-benar tidak masalah.
Hanya saja, kalau mengkhawatirkan ini jadi kayak gini kan Pamella sendiri yang susah!
Dahlah, tak perlu di bahas lagi.
Bisa-bisa episode ini berjibun dengan omelan Pamella yang nyatanya sangat cerewet di dalam tetapi anggun di luar.
_______________________________
__ADS_1