
SRING
Elvareta menatap butiran cahaya yang berada di sekitar alezha, Azra, triela dan zelion.
Dapat elvareta rasakan bahwa senyum kecut terbit di bibir Azra, seketika keningnya mengernyit heran. Seharusnya, Azra bisa merasakan aura angelina. Dia pasti juga tau bahwa niat Angelina datang, sebab ia akan membawa alezha pergi ke dimensi mereka.
Lantas, mengapa Azra berekspresi begitu?. Elvareta menghela nafasnya lelah ketika lagi-lagi rasa bersalah itu menyerang hatinya. Iblis dan peri tak pernah diperbolehkan bersatu di aturan dunia.
“Alezha” suara lembut Angelina menyapa pendengaran alezha.
Angelina menatap pada sisa-sisa pertarungan, juga.. kaisar yang terlihat beradu argumen dengan ayah Hery.
Angelina pun memberi salam pada elvareta yang terlihat santai, setelahnya Angelina mengalihkan pandangannya ke arah alezha.
“Alezha, ayo pulang” ajak Angelina mengulurkan tangannya, namun alezha justru terdiam.
“Alezha?” elvareta memanggil alezha dengan penuh tanda tanya, jangankan elvareta, Angelina teman terdekat alezha pun terkejut saat alezha melamun.
Peri tumbuhan itu, melamun untuk pertama kalinya di hadapan publik!.
CTAK
Elvareta mencoba menjentikkan jarinya, bukan untuk menciptakan sihir lagipula sihirnya ditawan. Melainkan, untuk menyadarkan alezha.
Tetapi, sayang beribu sayang. Alezha malah semakin terhanyut dengan lamunannya.
“ALEZHA!.”
***
“Kau fikir, dirimu begitu hebat? Kau bahkan meyerahkan semua kesalahan mu pada putra mu sendiri, tuan besar mor— ah maksudku wallaran” kaisar memandang tajam pada wallaran, pedang kaisar sudah terjulur di leher musuhnya itu.
Tinggal sekali hentakan, jelas jika kaisar bisa menghabisi wallaran kapan saja.
“Apa maksud anda, yang mulia? Anda tahu kan?! Dia itu pewaris kegelapan! Dia memang harus menghancurkan dunia ini” Pamella menatap Hery yang masih terdiam di tempatnya.
“Hidup atau ma ti, Pamella?” lirih Hery menatap ke Pamella, ucapan lirih itu tak terdengar oleh elvareta yang sedang mencoba menyadarkan alezha dan kaisar, trio bayangan plus ren yang sedang mendengar pembelaan wallaran.
“Maksudnya?” tanya Pamella tak mengerti.
”Aku bertanya padamu. Hidup atau ma ti?” Hery bertanya sekali lagi, sorot matanya terlihat menatap lekat ke Pamella.
“Untuk diriku? Jelas aku memilih hidup. Anak-anak ku harus lahir, Hery” Pamella mencoba menjawab dengan normal. Pamella untuk pertama kalinya memanggil Hery dengan namanya, sesekali Pamella berniat menghibur pria itu.
Bagaimanapun, ia mengira bahwa Hery tak akan mampu mengeluarkan kekuatannya lagi, mengingat bahwa tenaganya habis?.
Yah selain itu, Hery hanya pion.
“Aku mengerti Pamella, terima kasih karena sudah mencoba menghibur ku. Semoga kau bahagia” Pamella lagi-lagi kebingungan mendengar ucapan Hery, apa-apaan dia?.
“Yah, sudah seharusnya begitu kan? Tapi... Kenapa anda berucap demikian?” akhirnya Pamella kembali ke bahasa formalnya agar Hery tak salah faham, takutnya Hery menyangka bahwa Pamella menghiburnya karena Pamella memiliki rasa terhadapnya.
Sedangkan, Pamella mencoba menghibur Hery hanya karena rasa kemanusiaannya saja.
“Entahlah?” Hery mengangkat bahunya acuh, ia berdiri lalu menatap nyalang pada ayahnya. Yang jelas, wallaran bukanlah ayah kandungnya.
Hery memang pewaris kekuatan kegelapan, namun... Ia tak pernah mencoba menggunakan kekuatannya, karena itulah ia kabur dari istananya.
Lalu, yah ia bertemu wallaran, mendengar identitas hery jelas wallaran tertarik.
Meskipun anak angkat, Hery tentunya menginginkan kasih sayang, itulah akar permasalahan disini.
Sementara, dari sisi Pamella dkk. Hery itu seorang pengguna sihir yang harus dilenyapkan.
Hery tersenyum penuh kemenangan, padahal dia jelas-jelas kalah.
“I don't care, pamella” mendengar ucapan ini mata Pamella terbelalak.
“Hah?! Bagaimana bisa kau...” sejauh yang Pamella tahu, bahasa Inggris belum digunakan di dunia ini!.
“See?” Hery tersenyum penuh kemenangan ketika semua orang menatapnya dengan penasaran.
‘Wait! Itu artinya, dia tau bahasa yang kugunakan saat pertama kali bertemu dengannya kan?!’ batin Pamella melotot pada Hery.
Ingatkah? Pamella menyebut Hery playboy cap badak? Jadi.. ekspresi tak tahunya itu hanya pura-pura?.
__ADS_1
“Hey, kau.. berasal dari dunia mana? Bagaimana bisa begini huh?!” Pamella menuding hery, Pamella fikir tak ada yang dari masa modern kecuali dirinya.
Namun nyatanya, Hery membuatnya terkejut di saat terakhir.
“Entahlah? Mungkin.. saat aku terlempar kemari, disaat semuanya hampir berakhir. Aku baru tahu, bahwa si bungsu keluarga xxx juga ada disini” Pamella makin kaget saat Hery mengucapkan nama keluarganya dulu.
Yah, Pamella memang dari keluarga yang ternama. Namun, darimana Hery bisa tahu hal ini?!.
“HEY, KAU—!” Pamella kehabisan kata-kata, Hery ini.. berapa rahasia yang disembunyikan semua orang yang berada di sekitarnya?.
Jangan-jangan, sunnie juga punya rahasia!. Duh, mulai melantur.
“MA TI AJA SENDIRIAN, SIAPA TAU KAU BISA KEMBALI KE MASA MODERN” Pamella yang agak kesal pun mengeluarkan teriakannya.
Kaisar dkk yang tak tahu apapun terpaksa diam, namun meski begitu kaisar tetap beradu argumen dengan wallaran, padahal mata kaisar selalu mengarah ke permaisuri kecilnya.
Takut jika Hery tiba-tiba memutuskan untuk menyerang istri dan calon anaknya, meskipun kaisar belum memberi penjelasan pada Pamella siapapun pasti tahu, bahwa kaisar juga terluka disini.
Huh, di dunia ini tak ada yang mudah. Semuanya perlu perjuangan, entah itu dalam hal karir, percintaan ataupun pendidikan.
Di masa purba eh maksudnya masa yang di datangi Pamella dan Hery, para rakyat harus bekerja keras sebab disini tergolong kasta masing-masing. Sementara, di dunia modern banyak sekali kasus-kasus kriminal.
Dan, seringkali para mahasiswa/mahasiswi menyerah hanya karena pelajaran yang tak mampu ia serap. Padahal, di dunia ini memang tak ada yang instan. Semuanya butuh usaha.
Lantas, bagaimana bisa mereka menyerah begitu saja? Banyak masalah di biduk rumah tangga yang seringkali masyarakat jumpai, namun rumah mereka masih kukuh dengan beribu kasih sayang.
Mengapa? Sebab, mereka sama-sama berusaha untuk saling terbuka, saling mempercayai dan saling menyayangi.
“DASAR ANAK HA RAM, KAU MEMBIARKAN MUSUH MU MENANG?! KAU TAK INGIN MENDAPATKAN KASIH SAYANG DARI KU?!” teriak wallaran padahal kaisar masih berdebat dengannya.
“Hey, memang begitu. Namun, aku bodoh untuk kali ini, harusnya aku berfikir apa kau akan melakukan itu ketika aku menang? Kau itu orang serakah. Pastinya, kau tak akan melakukan itu walau aku menang sekalipun. Lagipula, aku juga tak akan menang, kau tahu mengapa?.”
“Sebab, mereka memiliki banyak bala bantuan, dari iblis, peri, pengawal rahasia ah atau.. bayangan? Maupun seseorang yang memberi arahan dalam wujud roh sekalipun, di sisi mereka terdapat orang-orang yang gigih.”
Elvareta yang tak sengaja mendengar penjelasan Hery merasa tertohok. Enak-enak ia berbincang dengan alezha dan Azra eh malah telinganya mendengar sesuatu yang cukup tak mengenakkan. Si hery-hery itu jujur juga.
Ah, biar elvareta ceritakan. Saat alezha melamun yang bisa menyadarkannya hanya azra.
Oleh karenanya, elvareta memutuskan untuk mewawancarai dua bawahannya ini. Triela, zelion dan Angelina ia perintahkan untuk kembali terlebih dahulu. Walau pada akhirnya hanya Angelina yang kembali sebab triela dan zelion itu keras kepala.
Sejujurnya, elvareta sudah merasa aneh ketika Azra kembali dari hukuman yang diberikan olehnya.
“Kenapa kalian tak mau menceritakannya padaku? Alezha, Azra? Ada apa dengan kalian? Jangan-jangan keputusan ku yang saat itu tidak tepat? Jangan bilang bahwa dugaanku benar. Kalian tahu kan? Apa resikonya?.”
Elvareta menatap Azra dan alezha dengan tatapan intimidasinya, mereka berbeda klan! Tak seharusnya di antara mereka berdua ada yang menyimpan rasa.
Azra melirik ke arah alezha yang terlihat tegang, bisa Azra pastikan bahwa ini pertama kalinya alezha di tatap elvareta dengan pandangan seperti itu.
“Permaisuri, ini hanya permintaan hamba. Berikan kami waktu, kami akan membuat semuanya terulang seperti awal. Kami tak akan menyapa maupun mengenal satu sama lainnya.. mungkin” alezha mendelik pada Azra.
Pria itu mengucapkan kata-katanya dengan begitu lantang, elvareta pun memijat pelipisnya pusing.
“Kalian berbeda klan, seharusnya kalian sadar itu. Iblis dan peri tak bisa bersatu di bawah aturan dunia” alezha hanya menunduk sementara Azra dengan beraninya melihat mata berlian elvareta secara langsung.
“Hamba tahu permaisuri, oleh karenanya. Berikan kami waktu untuk ini, namun hamba juga memiliki pertanyaan” elvareta melirik Azra saat pria itu berbicara dengan sendu untuk pertama kalinya di hadapan elvareta.
Biasanya, Azra akan cenderung angkuh. Bahkan ketika di beri hukuman maupun di interogasi seperti dulu pun Azra akan tetap berani.
“Apa itu?” elvareta akhirnya membalas, mata berliannya juga tak lepas dari alezha, meskipun menunduk elvareta tahu bahwa alezha sedang mencoba untuk menahan tangisannya.
Elvareta jadi makin penasaran, kisah apa yang terjadi di antara mereka?.
Sayangnya, elvareta dulu mengira bahwa alezha dan Azra tak akan pernah melampaui batas seperti ini, ia kira dengan kepribadian keduanya yang terbalik cerita seperti ini tak akan terjadi.
Elvareta salah perkiraan. Justru, karena kepribadian berbeda-lah mereka semakin dekat sebab mereka itu saling melengkapi.
“Katakan alasan mengapa iblis dan peri tak bisa bersatu permaisuri? Mengapa aturan itu di tetapkan?” elvareta terpaku ketika Azra bertanya sambil memalingkan wajahnya.
Menolak menatap siapapun yang ada.
“Hey.. kalau kalian ingin menangis maka menangis saja! Jangan membuat ku merasa bahwa diriku makin jahat. Dan untuk pertanyaan mu Azra... Apakah kau pernah tahu bahwa aku sendiri tercipta dari ayah ku yang putra mahkota iblis sedangkan ibuku yang seorang putri mahkota peri?.”
Elvareta bahkan begitu datar ketika membicarakan ini, ibu dan ayahnya juga ikut ma ti saat pembantaian, namun.. elvareta tahu, bahwa mereka tak mengalami kehidupan seperti bangsawan normal lainnya.
Meskipun mereka berdua memilih untuk menjadi bangsawan biasa di dimensi yang biasa pula.
__ADS_1
Azra kembali menatap elvareta, ia mengangguk perlahan.
“Kalian tahu apa yang terjadi pada diriku kan? Aku memiliki dua kekuatan itu, hal ini membuatku sulit untuk mengambil kontrol atas tubuhku sendiri. Selain itu, banyak yang mengincar ku karena diriku mempunyai darah gabungan.”
“Itu akibat yang akan di tampung oleh anak kalian nantinya, terlebih jika anak kalian hanya memiliki satu kekuatan antara cahaya atau kegelapan mereka akan merasa canggung dengan salah satu diantara kalian yang tak se-klan dengannya.”
“Dan, jika kalian memiliki dua anak dengan klan yang berbeda (Satu peri, satu iblis) mereka akan bertengkar lalu akhirnya kalian juga pasti memiliki perbedaan pendapat maupun sikap. Disinilah, pertarungan akan tercipta.”
Alezha dan Azra nampak mendengarkan dengan seksama.
“Pertengkaran ini, juga pasti akan berdampak pada klan peri dan iblis lainnya. Selain itu, apa kalian tahu bahwa sejatinya iblis dan peri tak bisa hidup di atap yang sama dalam waktu sebulan?” alezha kini ikut menatap elvareta.
Itulah mengapa, dirinya dan Azra hanya bersama selama dua Minggu.
“Tapi.. mendiang ibu suri dan..” kali ini Alezha terlihat ragu untuk bertanya.
“Itu hanyalah cerita yang tidak kalian ketahui di antara ibunda dan ayahanda. Mereka sejatinya kesakitan saat malam hari, mereka hanya menahannya di hadapan ku dan kakakku” elvareta menghela nafasnya ketika menceritakan tentang ibu dan ayahnya.
Ia pun kembali menatap alezha dan Azra secara bergantian.
“Kalian bahkan baru mengetahui sedikit akibatnya, lantas.. dari semua itu, masihkah kalian ingin bertahan?.”
***
Pamella menatap Hery dengan penasaran, “Dalam.. wujud roh? Apa maksud anda?” ia menoleh ke S dan L yang masih terdiam.
Tak terdapat raut tegang atau apapun itu, seketika Pamella menghela nafasnya pelan. Mana bisa ia menyimpulkan dari raut wajah datar si bayangan itu?.
“Siapa lagi menurut mu Pamella?” tanya Hery dengan senyum sejuta wattnya.
“Ck, memang buaya! Jika anda berasal dari dunia yang sama dengan ku tolong berperilaku sewajarnya saja! Jangan membuat sedunia malu karena tingkah tak normal mu ini!” gertak Pamella.
“Tak normal? Nyatanya banyak sekali spesies seperti ku di dunia itu” Hery terlihat berbincang santai dengan Pamella yang mana membuat trio bayangan makin gerah dengan tingkah Hery.
Mereka tentunya sangat ingin membasmi si hery Morgen ini, namun mereka belum di perintahkan. Selayaknya bayangan, mereka hanya akan bergerak jika diperintahkan.
Jika mereka di perintahkan menyerang maka mereka akan menyerang, nah untuk saat ini trio bayangan alias Y, S dan L diperintahkan untuk menyerang tanpa mem-bu nuh.
“Semuanya akan segera berakhir sesuai ‘pilihanmu’ pamella.”
Pamella terlihat kaget dengan ucapan Hery yang terlampau misterius, entah kini apa yang ada di fikiran bocah yang berada di hadapan Pamella itu.
Sontak, elvareta yang tadinya masih menginterogasi alezha dan Azra langsung menoleh ke arah dimana Pamella dan Hery berdiri.
Matanya nyaris keluar ketika melihat sedikit aura sihir di sekitar Hery.
“S, L! tarik kak Pamella menjauh!, suruh yang lain untuk menjauh juga!.”
Alezha plus Azra yang sedang terdiam pun ikut menoleh, seketika alezha bangkit secara spontan.
“Permaisuri, itu..” elvareta melirik alezha yang nampak tergugu, ia pun mengangguk dengan singkat.
“Benar, sihir itu.. tak menutup kemungkinan bahwa sihir itu bisa memecahkan perisai yang ku buat di tubuh kak Pamella. Kau tahu? akan sangat berbahaya jika kak Pamella terluka. Terkadang, aku mengetahui bahwa banyak kesamaan antara kakak kaisar dan george.”
“Tak menutup kemungkinan bahwa kakak kaisar akan melakukan hal yang sama jika kak Pamella terluka, aku tak ingin melihat kejadian itu.”
”Dan.. alezha, Azra saat ini bukan lah waktu yang tepat untuk membicarakan ini! Aku akan bertanya pada kalian nanti.”
S dan L langsung melaksanakan perintah elvareta dan meminta semua orang menjauh.
Dan...
DYAR
_________________________________
Clear yaa! janji author sudah terlaksana walau harus mengingkari sedikit...
Aslinya, author berniat untuk mengupdate tiga bab ini sekaligus di hari yang sama, namun nyatanya realita tak sesuai ekspektasi.
Maafkan author untuk itu 🙏😫.
Baik, semoga besok author bisa update agar novel ini segera tamat ya bestie!.
Oke, thank you~.
__ADS_1