Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
64. Sah dan racun ular


__ADS_3

“Kesejahteraan menyertai kaisar dan permaisuri negeri alpensha” Pamella malu sendiri ketika mendengar hal ini.


Benar sekali, sekarang ia resmi menjadi seorang permaisuri. Namun yang harus ia fikirkan itu.. bagaimana cara untuk mengatasi agar para selir tak akan muncul?.


Ini zaman kerajaan para suami bejat disini jelas sangat suka memupuk isteri. Ini yang harus ia cegah agar tak terjadi juga pada kaisar.


^^^(Sengaja, author tidak sertakan gaun yang dikenakan Pamella. Kalian bayangkan saja sesuai ekspetasi kalian sendiri.)^^^


Ah, ya sedikit informasi. Pamella tadi sudah makan dan minum.


“Mau berdansa?” tanya kaisar dengan dingin, Pamella pun mendongak menatap seorang penguasa yang kini sudah terikat pernikahan dengannya.


Baru saja Pamella ingin mengiyakan namun suatu kabar membuatnya tercengang kaget.


“Tuan puteri elvareta hilang!.”


Seketika seluruh bangsawan menghentikan tarian mereka dan saling berpandangan satu sama lain, bagaimana bisa sang Puteri hilang dalam kerumunan?.


Baru saja kepanikan terasa, kepala Pamella tiba-tiba menjadi pusing ia bahkan tidak bisa melihat dengan baik, tubuhnya mulai goyah.


Kaisar lalu menyangga tubuh Pamella, raut wajahnya datar seperti ia sudah menduganya namun.. “Jangan pernah meninggalkanku.”


Kata itu.. sebuah kata terakhir yang di dengar oleh Pamella sebelum ia terlelap dan tidak sadarkan diri. Ah lebih tepatnya, Pamella pingsan.


***


“Kau yakin kita akan mudah membawanya?” tanya seorang lelaki pada rekannya, mereka sudah keluar dari area istana negeri alpensha dengan membawa sebuah karung berisi seorang bumil.


Benar, elvareta berada di dalamnya yah setidaknya itu yang mereka fikirkan.


Kenapa author bilang ‘mereka fikirkan?’ sebab mereka terlalu b*doh untuk menculik si cerdik elvareta.


“Pasti pesta sedang panik karena kalian.”


“Yaiyalah! Kan kita mencuri tuan Puteri mereka, bagaimana kamu ini” namun rekannya hanya merajut alis bingung.


“Kenapa kau menyahut ucapan mu sendiri?” si rekan pun bertanya dengan bingung.


“Kamu bercanda? Bukankah kamu yang mengatakannya tadi?” balas pria tadi menatap ke rekannya.


“Aku tidak mengatakan apapun!.”

__ADS_1


Seketika kedua pria itu mematung dan melihat ke belakang, “Aaaaaa.”


“Bagaimana pengalaman kalian dalam menculik saya? Apa menyenangkan? Atau menegangkan?” tanya elvareta dengan santainya, makanya! Kalau mau menculik seseorang yang jelas berkedudukan tinggi itu harus punya rencana yang matang.


Bukan asal datang seperti ini.


Ketika dua pria itu ingin berlari mereka serasa terhantuk dinding padahal tidak ada apapun disana, it’s a magic yeah.


“Hey, kenapa ini?” kedua pria itu mulai panik ketika mendengar suara kaki mendekat.


“Makanya, kalau mau menculik lihat dulu identitas orang yang mau diculik, bukan asal seperti ini” ucap elvareta dengan datarnya.


“Tuan Puteri!” baru saja elvareta ingin memberi hukuman secara pribadi pada kedua pria b*jingan ini namun ren sudah terlebih dahulu menemukannya.


Diam-diam elvareta mendengus kesal, moodnya turun kembali padahal tadi ia mau sedikit bermain dengan mantan penculiknya.


“Sudahlah! Bereskan mereka aku ingin kembali ke aula.”


Ren pun mencegah elvareta, seketika mata tajam menghunus bagai pedang menghampiri pandangan ren.


“Maaf tuan Puteri, bukannya saya ingin menghentikan keinginan anda, namun yang mulia dan permaisuri tidak ada disana. Pesta sudah dibubarkan sebab permaisuri tiba-tiba tidak sadarkan diri.”


Kaisar ini terlalu protektif pada isterinya, jadi.. kalau ke istana pengobatan jelas kaisar tak mau. Dia pasti mengundang tabib di kamarnya, biasalah penguasa bebas melakukan apapun.


“Langsung pingsan katanya? Apa ada sesuatu yang tercampur pada minuman atau makanan kakak?” gumam elvareta bingung.


Namun ia tak menuju aula untuk membereskan bahan bukti sebab kakaknya juga cerdas dan.. pasti sudah melakukannya.


BRAK


Tanpa memperdulikan sopan santun elvareta langsung masuk ke dalam, para tabib sudah pergi menyisakan permaisuri dan kaisar negeri alpensha itu sendiri.


“Bagaimana keadaan kakak?” elvareta mendekat sambil bertanya pada kaisar.


“Racun.”


Satu kata untuk menjawab elvareta.


DEG


Jantung elvareta berdetak dengan kencang, setidak beruntung itukah kakaknya hingga pada saat penobatan pun ada saja yang ingin mencelakainya?.

__ADS_1


“Racun jenis apa? Lalu.. bagaimana dengan aula? Keluarga Thomson dimana?” pertanyaan beruntut elvareta ajukan pada kaisar.


“Racun ular langka, sudah dibereskan keluarga thomson” jawab kaisar singkat, pria itu lalu berdiri dan melirik elvareta.


Elvareta mengangguk, lalu kaisar pergi. Elvareta yakin kaisar akan membereskan segalanya dan ia hanya perlu menemani sang kakak.


Huh, padahal elvareta mau memberikan keinginan kakaknya tentang menjelajah waktu agar Pamella tak terlalu keras berfikir.


Namun lagi-lagi terjadi hal yang serupa, hanya tokohnya yang berbeda seolah-olah memang benar ada yang mengatur segalanya.


Pertanyaannya, siapa dia?.


Tak mau banyak berfikir elvareta mendekat dan menyebarkan sihir ungu menyilaukan, itu.. sihir untuk masa lalu.


Racun ular langka yang di derita Pamella tidak berbahaya namun itu akan membuat gadis ini tak sadar untuk beberapa waktu. Seolah-olah mereka memang tak mau menyakiti Pamella, mereka seperti ingin memanfaatkan kakaknya.


Selain itu.. elvareta jelas tak bisa berada di sini terus-menerus, jadi ia memberikan pengalaman menjelajah waktu pada Pamella yang sedang tertidur. Padahal ia mau mengajak kakaknya dan melakukannya di kekaisarannya.


Yah mau bagaimana lagi?.


Alhasil masa lalu itu yang akan menemani Pamella.


‘Setidaknya kakak tetap mendapatkan apa yang kakak inginkan’ batin elvareta menghela nafasnya susah.


“Ugh” elvareta menekan dadanya sendiri, tenaganya cukup terkuras. Ingatkah yang dikatakan kaisar setelah si pak tua morgen pergi?.


Ya, elvareta kehabisan tenaga jika menggunakan sihir yang membutuhkan energi besar di wilayah orang lain.


_________________________________


Wahh, musuhnya udah mulai menunjukkan tanda-tanda tuh! Sengaja banget tuh pasti membuat elvareta dan Pamella bergantian peran!.


Tapi sayang sekali, tujuan utamanya tak tercapai.


Sebentar lagi! Pamella akan bahagia bersama kaisar, setidaknya.. author nanti tidak akan menambah beban hidup Pamella lagi.


Oh ya, menurut kalian, Pamella akan sadar dalam berapa hari?. Baiklah, sampai ketemu di chapter selanjutnya.


See u~


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2