Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
82. Pertempuran #2 (Datangnya kaisar.)


__ADS_3

Pamella menatap tak percaya pada butiran-butiran tersebut hingga ia menjadi tak waspada pada keadaan di sekitarnya.


TRAK SRET


“Anda harus lebih fokus jika tak ingin berakhir di sini dengan sia-sia, lady” Pamella melirik sesosok pria misterius yang menebas bagian jantung musuh yang ingin menyerangnya.


“Siapa kau huh?” Pamella langsung tersadar dan balas menyerang pada musuhnya, kondisinya ia sedang berada di Medan perang. Namun mulut pria itu juga pedas, yah ini salahnya bagaimana Pamella bisa bersantai seperti ini?.


TRAK TANG BRUK


“Memangnya penting siapa saya? Yang penting, saya berada di pihak anda. Bersyukurlah karena permaisuri elvareta menyayangi anda” Pamella mendengus mendengar pernyataan ambigu dari pria itu.


“Elvareta? Kau.. kau mengenal elvareta?!” meskipun berteriak Pamella tetap fokus pada musuh-musuh yang berusaha menghabisi dirinya plus bayi yang ia kandung.


***


Ren memandangi dua bayangan elvareta yang saat ini sedang merafalkan mantra untuk membuka portal dimensi.


Terkadang ren bingung sendiri, ia seperti pernah melihat wajah bayangan-bayangan itu. Hanya saja, dimana?.


Akhirnya ren senantiasa menatap lekat pada bayangan elvareta hingga..


SRET


“Kau sudah datang?” ren tersadar ketika kaisar mengeluarkan suara dinginnya.


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha. Hamba menjawab, hamba sudah datang yang mulia. Tuan besar Thomson sudah berada dalam kendali kita, dia tidak akan bisa kabur dalam waktu dekat” pria misterius yang baru datang itu memberi salam hormat pada kaisar.


Kaisar pun hanya mengangguk, sebenarnya peran ayah Pamella juga sangat penting. Yunusha, dia menyembunyikan fakta selama bertahun-tahun lamanya.


Apalagi yang disembunyikan ini pelaku sihir hitam, kemungkinan kaisar akan menghukum gantung kepala keluarga Thomson itu.


Pria itu, bayangan kaisar bangkit dari salamnya ketika ia sudah melihat anggukan kaisar. Matanya melirik pada salah satu bayangan elvareta.


Wajahnya datar namun sorotan matanya terlihat sendu.


“Sudah?” tanya kaisar pada dua gadis di depannya.


“Kami menjawab, sudah yang mulia” dua gadis itu menjawab dengan serempak.


Gadis-gadis itu bahkan tak menatap pengawal bayangan kaisar sama sekali, yang satu terlihat enggan dan yang satu sama sekali tidak terbaca.


Bahkan, oleh author sekalipun 🤣.

__ADS_1


Oke-oke, mari serius lagi.


“Kalau begitu, ayo kita masuk untuk menyelamatkan permaisuri!.”


Di sisi lain...


“Terluka.. setiap luka pasti akan menimbulkan penderitaan, seperti tabib yang menyembuhkan segalanya.. jadilah perisai agar kakakku tidak terluka.”


Kata-kata elvareta tentu selalu berdenging di telinga triela dan zelion, perintah elvareta adalah prinsip hidup mereka, dan bagi mereka orang-orang yang elvareta sayang harus tetap hidup.


Setiap saat, iblis-iblis itu tahu bahwa elvareta masih menyimpan lukanya sendiri.


Namun, semuanya berubah ketika elvareta bertemu Pamella. Gadis itu berhasil membuat elvareta lebih ceria dan ‘hidup’ oleh karena ini, triela dan zelion selalu mengawasi Pamella.


TRASH KRETEK KRETEK


Tubuh Pamella menegang ketika mendengar suara di belakangnya.


And.. one two three!.


BRUK


Pamella langsung menendang kepala orang di belakangnya, benar saja, salah satu musuh itu berada di belakang Pamella.


SRET TRASH


Pamella tercekat ketika sebuah pedang melintas di hadapannya, ia menoleh dan mendapati bahwa pedang tersebut ditujukan pada seseorang yang terselip di antara banyaknya pasukan sihir.


Bola mata Pamella melebar ketika mendapati bahwa orang itu manusia! Seketika setelah manusia itu ambruk seluruh pasukan hilang.


Pamella menoleh ke arah lain yakni sumber datangnya pedang tersebut, butiran-butiran hitam masih berterbangan di sekitar Pamella membuat pandangan Pamella sedikit bermasalah.


Namun, meskipun jauh. Meskipun berkabut, Pamella masih tetap bisa melihat sosok tersebut dengan jelas.


“... Yang mulia?” lirih Pamella melihat kaisar, jika mereka sedang tak dalam situasi perang dingin pastinya ia akan langsung memeluk kaisarnya itu. Akan tetapi, situasi tidak demikian.


Bahkan sekarang, Pamella mulai meragukan kasih sayang yang selama ini dicurahkan kaisar padanya.


Sama seperti elvareta yang juga sedang ragu pada curahan perhatian George.


Sejatinya, jika elvareta dan Pamella digabungkan maka mereka sama-sama senasib. Dan yah, mereka juga akan sangat berbahaya.


Oleh karenanya, apabila keduanya digabung maka akan terjadi duet yang sangat mencengangkan.

__ADS_1


“Permaisuri!” ketika ren berteriak sambil menghampiri Pamella, butiran-butiran tersebut sudah hilang menuju angkasa.


Pria misterius yang membantu Pamella kini sudah menyingkir dan menuju tempat dimana pertempuran utama berlangsung.


Triela, zelion vs Hery dan ayahnya.


Ah atau mungkin ini akan menjadi peperangan satu lawan satu?.


Dengan kata lain, kaisar vs Hery.


***


“Permaisuri, entah mengapa namun saya memiliki firasat buruk tentang lady Pamella kali ini” blues mengucapkan kekhawatirannya.


Elvareta yang sudah selesai mengirimkan segala sihir perlindungan untuk Pamella pun menoleh dan menatap blues.


“Jangan berfikir begitu blues, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Setelah sekian lama aku baru menemukan seorang lady berdarah bangsawan yang begitu tak perduli pada uang. Lady itu juga yang berhasil membuatku lebih baik saat ini, lagipula aku yakin bahwa dia bukan orang yang lemah.”


Blues hanya bisa mengangguk, ia juga berharap bahwa ucapan elvareta benar adanya.


Mata blues melirik ke secercah surat yang tak bisa dibalas oleh elvareta, mengapa? Sebab kertas itu diisi sihir oleh George, entahlah. Mengapa pria itu melakukannya?.


Blues terkadang hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat tingkah George, bukannya membuat elvareta merasa lebih baik dia malah menambah beban perasaan elvareta.


Sekian dari banyaknya surat yang diterima elvareta, blues tau bahwa surat itu diistimewakan oleh permaisuri itu.


Yah, ingatkah kalian? Surat terakhir yang ditulis Pamella untuk elvareta? Elvareta masih belum membalasnya. Yups benar sekali, surat yang sedang kita bicarakan ini ialah surat tulisan tangan Pamella.


Blues bahkan berani bertaruh bahwa elvareta sangatlah menyayangi Pamella dengan sepenuh hatinya, “Permaisuri.. hamba hanya berfikir apakah bawahan tabib yang menyembuhkan anda dulu adalah bayangan anda?.”


Elvareta menoleh dengan senyuman manisnya, “Menurutmu bagaimana blues? Identitas mereka tak boleh diketahui oleh semua orang. Kau pasti tahu itu kan? Aku juga tidak bisa menjawab pertanyaanmu.”


“Hanya saja, aku masih sangat berharap bahwa dua orang itu bisa menyelesaikan tugasnya yakni ‘Membantu’ dengan sempurna.”


_________________________________


I am so sorry readerss, author masih tidak bisa menuntaskan janji... Namun untuk kali ini author akan up normal? Lalu mungkin di hari Minggu/Senin author akan up seperti janji author 3 bab 2000 kata dalam sehari.


Nyatanya, saat ini author masih dibanderol beberapa tugas untuk seminggu kedepan, namun sekali lagi author akan usahakan untuk up normal. (Curhat.)


Anggap saja chapter ini merupakan bunga yang harus ditanggung author karena sudah tidak lama mengupdate cerita.


Baik see you in next time readers!.

__ADS_1


-Nadira


__ADS_2