
Jackson memandang Daisy dan winniar yang sedang bermain, begitu riangnya dua anak bangsawan tersebut bermain.
Jackson terdiam tatkala dirinya mengingat masa lalunya yang sedikit kelam. Mengingat bahwa dirinya dulu hidup tanpa mengenal siapa ayahnya sampai-sampai dijuluki anak ha ram.
Mengingat perjuangan sang ibu saat menghidupinya. Namun tiba-tiba ibunya itu hilang bak di telan bumi.
Aneh kan perilaku ibunya itu?.
Dulu Jackson bak anak emas yang selalu dijaga sang ibu, tetapi ibunya tiba-tiba menghilang begitu saja.
Melihat Jackson yang melamun sembari menatap kosong ke arah dua anaknya Pamella pun menepuk pundak ponakannya itu.
“Ada apa? Apa ada masalah di antara kamu dan kakak?” tanya Pamella dengan lirih. Ia tak mau Daisy maupun winniar mendengarnya. Sebab jika mereka tahu, dua bocil titisan kaisar itu bisa saja menggencar jawabannya pada Pamella dan Jackson.
“Tidak ada permaisuri, hanya saja.. hamba tak sengaja teringat tentang ibu” Jackson akhirnya menjawab dengan jujur. Ia bahkan masih ingat tangisan yang ia keluarkan karena sang ibu yang tak kunjung pulang.
Apa ibunya, sunnie olian rainbow itu baik-baik saja?.
“Kamu merindukan ibu mu?” tebak Pamella, tentu saja tebakan Pamella benar.
Sayangnya, jackson tak menjawab Pamella, permaisuri itu pun menatap intens pada Jackson. Jackson ini seperti cerminan dirinya dan kakaknya yang ditinggal oleh sang ibu.
Seringkali rindu, walau Pamella lupa.. ia masih merasakan kekosongan jika berhadapan dengan kehangatan seorang ibu.
Bedanya, ibunya dan Yudha itu sudah pergi ke dimensi lain sedangkan sunnie masih tak diketahui keberadaannya.
Itu, menurut Pamella. Berbeda dengan Yudha yang mengetahui sesuatu. Namun, Yudha dan sunnie sama-sama memutuskan untuk merahasiakan hal tersebut. Demi kebaikan bersama. Terutama kebaikan Jackson.
“Jackson.. kamu harusnya tidak berse—” ucapan Pamella terpotong karena suara cempreng Daisy.
“Kak Jackson, ayo ikut main!” Daisy mengajak Jackson tanpa mengetahui bahwa saat itu Pamella dan Jackson sedang berbicara.
“Tidak perlu tuan putri, saya melihat dari sini dengan permaisuri saja” balas Jackson seraya tersenyum.
“Ayolah kak, semakin banyak semakin seru!” tawar Daisy lagi.
“Ayo kak Jackson!” sahut winniar yang mendukung keputusan adik kembarnya.
__ADS_1
Pamella menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya seraya mendorong Jackson agar ikut bergabung dengan anak-anaknya. Meski Anak-anak itu masih berusia lima tahun...
Jelas bahwa Daisy dan winniar tahu dimana mereka dilahirkan, oleh karenanya mereka jelas tahu tentang pewaris tahta. Nah, dua kembar beda jenis ini tak ingin direpotkan oleh beberapa dokumen negara yang rumit.
Jadi, mereka kenyataannya mengorbankan sang kakak tersayang mereka yakni lion king alpensheir.
Tentu saja, baik Pamella maupun kaisar mengetahui hal ini.
“Kasihan lion” gumam Pamella sambil memperhatikan tawa yang tercipta di antara Jackson, Daisy dan winniar.
***
Tahun berganti tahun, tepat disaat umur Daisy dan winniar yang ke-13 tahun, lion yang saat itu berumur 15 tahun dinobatkan menjadi putra mahkota secara resmi.
Tanpa diduga, lion merupakan lawan sifat adik kembarnya. Lion cenderung datar dan tak banyak bicara, ia lebih suka menunjukkan dengan tindakan. Persis seperti kaisar dulu.
Bahkan hingga sekarang Pamella masih bisa menghitung pernyataan cinta kaisar padanya, namun bagi Pamella tindakan berbicara lebih keras dari ucapan.
Daisy pun kini sudah mulai terjun ke kalangan sosial walau baik winniar maupun lion sama-sama tahu bahwa adik bungsu mereka itu tertekan ketika berada di antara para lady bangsawan.
Alhasil winniar bingung sebab dari awal otaknya itu lemot, sedangkan lion akan sengaja lewat di sekitar sana hingga para lady tersebut mengerubunginya.
Lion jelas dikirim ke akademi yang jauh dari istana. Namun ia masih bisa pulang ketika ada acara resmi, ah ya.. saat ini, lion resmi lulus akademi khusus pewaris.
Jadi, ia akan membantu ayahnya secara langsung.
Daisy dan winniar yang tengah berbincang setelah acara penyerahan mahkota pun melirik ke kakaknya. Sejujur-jujurnya anak kembar itu tahu bahwa kakaknya ingin bergabung dengan mereka namun lion harus menunjukkan wajah sebagai tokoh utama di acara ini.
Pamella yang juga sadar pun memandang pada lion, “Pangeran mahkota, pergilah jaga adik-adik mu.”
Mau tak mau kaisar pun mengangguk menyetujui, “Kami yang akan menemui para tamu.”
“Baik, permaisuri.. yang mulia.”
Yudha dan jackson tak bisa hadir sebab mereka sedang menjalankan misi kekaisaran, sejujurnya penobatan lion ini mendadak. Para menteri tiba-tiba mendesak kaisar ketika dua anak bapak dan beberapa pejabat lain sedang menjalankan misi.
Mengingat bahwa lion sudah harusnya naik tahta kaisar pun setuju.
__ADS_1
***
Lion meregangkan tubuhnya ketika acara tersebut sudah selesai, lion yang saat itu masih belum bisa tidur pun memilih untuk mencari udara bebas.
“Aku pasti tak akan sebebas ini besok” gumam lion melirik langit malam.
SRARAK
Mendengar bunyi semak yang tersibak lion pun menoleh. Matanya menangkap seorang gadis yang ekhem cukup cantik seumuran dengan sang adik yang terlihat berlari.
Melihat dari sebuah mahkota yang bertengger di kepalanya diperuntukkan untuk yang bergelar putri, dia jelas putri kerajaan.
“Hah hah, apa mereka sudah tak mengejar?” gadis itu terlihat menoleh ke belakang tanpa mengetahui bahwa gerakannya terlihat oleh lion.
Seketika senyum smirk axello tersungging, biasanya para putri sangat suka dijaga terkecuali adiknya, Daisy. Ah dan anak ini.
Siapa dia?.
Kemudian..
Gadis itu sekilas menoleh ke arah lion, lalu dengan perlahan dia menoleh kembali ke arah yang sama setelahnya gadis itu terlihat berdecak.
“Kesejahteraan menyertai pangeran mahkota negeri alpensha” bagaimana bisa gadis itu melupakan sosok pahatan di acara tadi?.
Tokoh utama dari acara yang mewah tadi, yah itu sebabnya tuan putri kerajaan asing ini mengetahui status lion.
”Salam diterima, silahkan berdiri. Putri, malam sudah larut. Menurut peraturan di negeri kami para lady maupun putri dilarang pergi saat malam hari sendirian tanpa pengawal.”
Sebuah pertemuan tak sengaja itu mengubah segalanya. Terkesan tak sengaja dan sederhana namun mampu membekas di ingatan. Definisi, pertemuan pertama.
“Maaf pangeran mahkota, tetapi hamba memiliki sesuatu yang penting untuk dikerjakan di luar. Sendirian” mau tak mau si gadis menyebut hamba sebab kasta lion lebih tinggi dari dirinya.
Ia hanyalah seorang putri kerajaan yang berada di naungan kekaisaran alpensha sementara lion itu pangeran mahkota sebuah kekaisaran.
Jadi yah, ia fikir hal seperti ini sudah lazim untuk dilakukan.
“Apapun urusannya, anda tidak bisa melanggar hukum itu saat masih ada di sini, putri” sahut lion dengan wajah datarnya, bukannya peduli hanya saja lion tak mau jika nantinya kekaisaran ini akan tertuduh jika ada gadis yang keluar malam-malam.
__ADS_1
Apalagi jika di luar sana dia terkena masalah, bisa gawat.
_________________________________