
Esoknya Pamella lagi-lagi sendirian, sunnie? Sunnie sedang mengurus semua surat surat yang dikirimkan saintes, baroness maupun duchess.
Kenapa mereka mengirim surat? Hal itu tentu agar mereka lebih dekat dengan pamella, menurut berita new trend itu Pamella akan menjadi permaisuri. Niat mereka sungguh sangat jelas.
Jadi intinya para bangsawan itu ingin menjilat Pamella agar semata-mata mereka kecipratan atau bahkan Puteri mereka akan terpilih menjadi selir.
‘ padahal aku bakal jadi selir juga!’ batin Pamella meruntuki sifat playboy kaisar.
Pamella sendiri sekarang sudah keluar dari wilayah kekaisaran ia tengah berada di suatu tempat dimana katanya gadis berambut biru itu berada.
Namun belum sempat ia mencari..
Mata Pamella sudah membola terlebih dahulu, apa ini hari yang penuh keberuntungan bagi Pamella?.
Kenapa gadis yang ia cari bisa bisanya berada tepat di hadapannya lagi seperti dulu? Pamella harap gadis itu tak akan menghilang lagi seperti sebelumnya.
________________________
“Hum.. jadi dia akan mencari ku?” tanya seorang gadis pada gadis lainnya.
“Benar, nona Thomson akan mencari anda,” jawab penjaganya.
Bagaimana jika kita akan mulai menggunakan huruf inisial untuk memanggil kedua orang yang menjaganya.
Sebab identitas mereka masih rahasia.
“Dimana?” tanya gadis itu singkat tanpa berniat basa-basi busuk.
“Nona Thomson sudah berada di sekitar tempat ini nona,” jawab L.
“Di dekat toko mana?” tanya gadis itu lagi dan lagi.
Yah ia cukup penasaran tentang gadis bungsu keluarga Thomson yang bernama Pamella ini.
“Di dekat toko xxx,” jawab S, L dan S adalah penjaga dari gadis yang tengah dicari Pamella atau L dan S ini lebih mirip dengan seorang bayangan.
“Baik, aku kesana kalian tetap kumpulkan informasi tentang orang orang tidak berguna itu,” balas gadis cantik itu membiarkan rambutnya terurai begitu saja.
“Selidiki lalu habisi, kalian mengerti bukan?” sambung nya, L dan S segera pergi menuruti perintah sang nona.
__ADS_1
Nona misterius ini lalu mengunjungi toko xxx mencari Pamella.
Sejauh ini matanya menelisik mencari satu gadis yang seharusnya terlihat mencolok disini.
Pasalnya rambut apalagi warna mata Pamella itu benar benar langka dan sangat mencolok dari yang lain.
Tak lama mencari ia berhasil menemukan Pamella, sama seperti yang difikirkan gadis ini, Pamella itu mencolok.
Mustahil jika makhluk hidup seperti ren tidak tau jika Pamella pergi kemari, mungkin pengawal itu hanya pura pura atau bahkan kehilangan jejak Pamella.
Ren memang seceroboh itu, anehnya kaisar masih mempertahankannya.
Ketika ia melihat Pamella mendekat gadis ini mulai menjauh membiarkan Pamella berteriak dan mengejarnya tanpa berniat untuk berbalik.
Lebih dari segalanya ia harus membiarkan situasi ini terlebih dahulu.
“Nona cantik! Nona!”
Teriakan itu terdengar dari Pamella, ia bahkan nyaris menyemburkan tawanya ketika mendengar kata cantik.
“Nona! Tunggu sebentar saya ada perlu dengan anda.”
Sehingga dia tidak akan menunjukkan identitas maupun biografi nya sendiri, sampai saat itu tiba maka identitasnya sekarang akan tetap menjadi rahasia.
“Nona!”
Tepat di tempat sepi ia berlari lebih cepat, Pamella juga ikut berlari mengejar dirinya namun langkah Pamella kalah cepat dengannya.
Yah walau Pamella memang sangat cepat ia akui itu, namun ia tidak heran kenapa langkah kaki Pamella sangat cepat karena ia tau sebabnya.
_________________________
Pamella tengah mengejar seorang gadis, entah kenapa Pamella merasa bahwa gadis itu sengaja menghindar untuk bermain dengannya.
Namun bukan pamella namanya jika gampang menyerah!
Namun saat Pamella tertinggal, Pamella segera berlari secepat yang ia bisa namun lagi-lagi Pamella tidak menemukan gadis itu.
Hanya cahaya biru yang tersisa di hadapannya, Pamella mencoba memegang cahaya biru itu namun cahaya itu sama sekali tidak bisa di sentuh.
__ADS_1
Apa ini sejenis sihir?
Mengabaikan penemuan cahaya biru Pamella celingak-celinguk mencari gadis itu di sekitarnya namun ia benar benar ketinggalan jejak dengan si gadis.
“Kemana gadis itu? Bagaimana dia bisa menghilang secara tiba-tiba begini?” gumam Pamella bertanya walau jelas tidak akan ada yang bisa menjawab pertanyaan dirinya sekarang.
Namun tiba-tiba tubuh Pamella ditarik dari belakang, Pamella memejamkan matanya secara reflek.
‘ Aku akan jatuh sekarang!’ batin Pamella ingin berteriak.
Namun...
‘ Loh kenapa tidak sakit ya?’ batin Pamella lalu membuka matanya secara perlahan-lahan.
“Yang mulia..” ucap Pamella ketika ia membuka matanya.
Yang menarik plus yang memeluknya sekarang adalah kaisar negeri alpensha, orang yang bahkan Pamella tak tau siapa nama aslinya.
“Dari mana kau?” tanya kaisar, suaranya yang memang dingin menjadi semakin dingin.
“Hamba.. hamba hanya berjalan-jalan,” jawab Pamella.
“berjalan? Kau berlari,” balas kaisar singkat.
Pamella ingin mengajukan pertanyaan namun bibirnya tiba-tiba bersentuhan dengan sesuatu yang dingin.
Pamella mendongak dan melihat bahwa mata lainnya balik menatapnya, ketika sadar sesuatu pamella melotot.
Pamella berusaha memberontak namun pinggangnya sudah direbut oleh orang itu.
Malah orang itu mendudukkannya di rumput tetap menikmati bibirnya.
Sia-sia saja Pamella memberontak, tenaga Pamella masih kalah jauh dengan kaisar, sampai akhirnya tiba-tiba kaisar melepasnya begitu saja.
Pria itu berdiri nyaris mendecih lalu meninggalkan Pamella, pria itu mungkin harus memendam ‘sesuatu’ di dalam dirinya.
“Nona, anda kemana saja?”
Tiba-tiba suara bariton membuyarkan isi pikiran Pamella.
__ADS_1
________________________