
“Permaisuri, seluruh bangsawan sudah menunggu anda” Pamella yang awalnya melamun tentang Yudha dan jackson seraya meredakan rasa sakit di pinggangnya.
Akhirnya tersadar ketika mendengar suara garang sunnie, seketika Pamella menghela nafasnya kasar.
“Memangnya aku harus datang kesana? Kau tahu kan? Mereka hanya akan memasang wajah seolah-olah mereka baik padaku padahal mereka itu bagaikan rubah!” mendengar Omelan sang permaisuri sunnie pun menggelengkan kepalanya pelan.
Mau menyangkal tapi perkataan Pamella benar adanya, mau menyetujui nanti Pamella malah tak mau datang kesana.
“Tentu ini harus permaisuri, membangun hubungan sosial di antara bangsawan itu salah satu kewajiban seorang permaisuri di suatu negara termasuk menghadiri pesta seperti ini” sebenarnya ini hanyalah alasan sunnie semata.
Sebab sunnie melakukan ini agar Pamella tak mendapatkan scandal yang buruk ‘lagi.’
“Huh, iya-iya tidak perlu menceramahi ku tentang hal itu lagi” gerutu Pamella bangkit dari meja riasnya.
Permaisuri itu pun menggesek pinggangnya lembut dalam beberapa detik lalu lanjut berjalan bersama sunnie di belakangnya.
“Terkadang aku bingung, bagaimana kau bisa mengetahui hal sedetail ini tentang tugas permaisuri? Kan enak jika kamu tidak mengetahui hal seperti ini!” omel Pamella di perjalanannya menuju taman istana untuk menjamu para bangsawan.
‘Lagian nih! Bangsawan-bangsawan ini tak akan pernah akur padaku, mereka pasti akan merekomendasikan Puteri mereka untuk dijadikan selir kaisar padaku. Huh benar-benar orang yang tak berperasaan, baiklah apa boleh buat? MARI KITA BERMAIN DENGAN CANTIK LAGI’ batin Pamella.
Maksud kata bermain itu adalah.. Pamella ingin membuat para bangsawan itu menunjukkan wajah yang sebenarnya, taktik seperti ini sangat sering digunakan Pamella dulu untuk menjatuhkan lawannya.
‘Biasanya orang yang tipikalnya seperti orang brngsk di masa depan itu sangat sombong padahal di atasnya masih ada langit. Yah mari kita ajarkan mereka untuk mendongak’ batin Pamella lagi.
Sunnie yang di belakang Pamella pun tidak bersuara sama sekali, sepertinya pelayan pribadi Pamella ini sedang memikirkan sesuatu.
***
“Kesejahteraan menyertai permaisuri negeri alpensha.”
Seluruh lady bangsawan menundukkan kepalanya hormat ketika Pamella datang, Pamella pun mengangguk singkat dan menyuruh mereka duduk kembali.
“Apa para lady sekalian sudah lama menunggu saya?” tanya Pamella basa-basi.
“Tidak permaisuri, perkenalkan hamba adalah viscountess loyra.”
Pamella pun mengangguk dan menebar senyumnya pada viscountess tersebut, Pamella tahu viscountess loyra ini adalah orang yang membuat pertemuan ini.
Nah ini nih, tanda-tanda bahwa ada udang di balik batu.
__ADS_1
“Baik, senang berkenalan dengan anda.. viscountess loyra” mau tak mau pamella menanggapi dengan hangat.
“Permaisuri hamba adalah baronnes....”
“Hamba adalah saintess..”
“Hamba adalah duches...”
“Kalau hamba adalah...”
Pamella hanya menampilkan senyum terpaksa, ia bahkan tak bisa mendengar nama orang-orang ini dengan baik sebab mereka bersahut-sahutan untuk memperkenalkan diri mereka.
Wah pasti mau cari wajah.
“Baiklah lady, seperti yang kalian tahu saya adalah Pamella Thomson PERMAISURI negeri ini. Senang mengenal anda semuanya.”
“Kami juga senang bisa berkenalan secara langsung dengan permaisuri.”
Pamella pun membalas ucapan mereka dengan senyuman, wah paran sungguhan sih ini! Pamella tak betah padahal ia baru disini beberapa menit yang lalu.
‘Tolong! Apa ada yang bisa menyelamatkan aku dari para lady ber-racun ini?!.’
Tuh kan, Pamella bilang juga apa pasti si loyra-loyra ini mengenalkan putrinya dengan harapan bahwa putri semata wayangnya itu akan menjadi selir.
“Saya sih ingin-ingin saja namun yang mulia pasti tak mengizinkan hamba mengingat bahwa yang mulia SANGAT MENCINTAI HAMBA” balas Pamella sengaja menyebar bensin.
“Bahkan saya sampai dilarang pergi ke kediaman Thomson sebab yang mulia tak ingin berjauhan dengan saya” sambung Pamella lagi.
Permaisuri itu terlihat puas ketika melihat wajah para lady bangsawan ini, yah yang dikatakan Pamella ini benar adanya sebab kaisar sendiri memang begitu.
Kemarin saja Pamella harus memohon agar kaisar membiarkannya untuk menghubungi blues.
Bisa sunnie lihat viscountess loyra terlihat mengepalkan tangannya di bawah meja, seketika sunnie menggelengkan kepalanya pelan. Pamella sengaja menebar keromantisannya bersama kaisar agar para lady ini tahu kedudukan Pamella di hati penguasa tersebut.
Dengan kata lain, Pamella membuat para bangsawan ini sadar bahwa Pamella juga tak akan ingin sebuah Harem masuk kedalam pemerintahan kaisar.
‘Entah darimana permaisuri mempelajari teknik ini namun aku sangat senang melihat wajah pias mereka’ batin sunnie yang nyatanya se-sekte dengan Pamella.
Sunnie juga tidak menyukai para bangsawan.
__ADS_1
“O—oh begitu rupanya, tidak apa-apa permaisuri. Namun hamba tetap berharap kalau permaisuri mau mengunjungi kediaman hamba.”
Pamella pun menebarkan senyumnya, “Tentu saja viscountess. Tapi saya harap anda maklum jika saya tak datang ke kediaman anda sebab sejak awal yang mulia sangat menjaga hamba.”
Sunnie hanya mampu tertawa di dalam hatinya ketika melihat perkataan Pamella yang jelas-jelas menyinggung harga diri viscountess loyra.
“Baik permaisuri, hamba akan memakluminya.”
Pamella nyaris menyemburkan tawanya ketika mendengar nada ketus dari viscountess loyra. Akan tetapi MC kita ini masih menahan tawanya demi wibawa yang harus Pamella junjung.
“Baiklah para lady, apa kalian memiliki keluhan atau apapun yang ingin ditanyakan pada saya?.”
“Tidak permaisuri.”
“Baik, kalau begitu silahkan dinikmati hidangan pertemuan kita semua kali ini.”
“Terima kasih permaisuri.”
Beberapa saat setelah itu..
Pamella kini sudah membubarkan perjamuan tersebut, permaisuri itu kini sudah ada di dalam perjalanan menuju istananya SENDIRIAN.
Mengapa? Sebab tadi ia dan sunnie mendengar tangisan Jackson dan Pamella tentunya menyuruh sunnie meninggalkan dirinya sendirian.
“Apa kabar Pamella?.”
Mendengar suara yang sudah lama tidak di dengar oleh telinga cantiknya Pamella jadi jengah sendiri, mau tak mau pamella membalikkan badannya hanya sekedar kesopanan.
“Kabar saya baik tuan, ah anda bisa memanggil saya lady Thomson ataupun permaisuri, tuan Morgen.”
Sama seperti pertemuan-pertemuan yang lalu, Pamella tentunya harus membuat si Morgen-morgen ini tahu akan kedudukannya di sudut pandang Pamella.
Sejatinya, Pamella hanya menganggap si tuan muda Morgen ini sebagai orang asing.
‘Harusnya tadi aku pergi dengan sunnie saja! Bukannya berkeliling sendiri seperti ini.’
Niat hati Pamella ingin berkeliling sebentar dengan bebas sebab penjagaan sunnie semakin ketat saat menjelang penobatannya menjadi permaisuri hingga saat ini, jadi ini kesempatan bagi Pamella untuk berkeliling bak burung.
Namun si playboy cap badak ini muncul membuyarkan mood bagus Pamella hari ini. Yah Pamella mungkin harus menjelma menjadi guru tata Krama sementara untuk si Hery Morgen, orang paling menyebalkan yang pernah dikenal oleh Pamella.
__ADS_1
_________________________________