
Pamella pun melihat ke arah kakak dan ayahnya, ia jelas tidak mau memberikan harapan palsu.
Namun.. jika diungkapkan sekarang apa ayah dan kakaknya bisa menerima hal ini? Yang ada nanti ayah dan kakaknya akan mendemo ke kaisar!
“Ayah, kakak aku masih tidak tahu apakah aku benar-benar mencintai kaisar atau aku hanya sekedar kagum padanya atau bahkan ini bisa saja rasa sesaat,” jawab Pamella setelah memikirkan semuanya.
Jawaban yang di berikan Pamella adalah solusi di antara kebingungannya.
Lagipula nih ya, kenapa Pamella dulu menyukai kaisar kulkas? Apa ada sesuatu? Tapi apa? Oh.. andai ia mempunyai ingatan masa lalunya juga pasti semuanya akan mudah, namun disini ia harus memikirkan atau bahkan menyelidiki hal yang telah di alami tubuh masa lalunya.
“Kalau begitu fikirkan lah dulu, kebahagiaan mu adalah sesuatu yang kami utamakan dari apapun Pamella,” balas kakaknya yang di beri anggukan oleh ayah.
Memang benar kebahagiaan Pamella itu prioritas mereka, tak ada yang lebih penting dari kebahagiaan si Puteri bungsu ini.
“Baiklah ayo kita makan jangan menunda-nunda lagi,” ujar ayahnya membuat Pamella semangat 45, Pamella adalah manusia yang menyukai makanan.
“Iya ayah, selamat makan,” ujar Pamella.
“Selamat makan,” balas ayah dan kakaknya serempak.
Malam itu adalah malam yang indah bagi pamella, disini ia masih bisa bersama keluarganya setidaknya itu yang ia syukuri walaupun ia belum bebas dari predikat permaisuri.
Setelah makan bermenit-menit pamella dan kakaknya pun kembali ke kamarnya masing-masing.
Sedangkan ayahnya? Ayahnya dikirim ke kerajaan lain untuk masalah politik, sekarang Pamella tahu ayahnya pasti sering bolak-balik ke kerajaan lain karena ini.
Namun bukannya tidur Pamella malah memandang bintang dari jendela kamarnya.
Sedari dulu ia suka melihat bintang ia berharap dirinya bisa seperti bintang selalu ada di langit atas dan tidak mudah tergapai oleh musuh.
Sunnie yang sedari tadi ada di belakang Pamella pun angkat bicara.
“Nona, ini sudah malam apa nona tidak mau tidur?”
‘ huh, malam apanya sunnie? Jika aku tak salah tebak maka sekarang pasti masih sekitar jam delapan malam! Aku ini dari dunia modern! Mana bisa aku tidur jam segitu?’ batin Pamella menggerutu tak karuan.
“Nanti saja tidurnya sunnie, lihatlah langit! Banyak sekali bintang. Bukankah itu indah?” balas Pamella mengalihkan perhatian sunnie dan menunjuk ke arah bintang bintang yang ada di langit luas.
“Mereka indah bukan?” tanya Pamella setelah sunnie melihatnya.
“Benar non, mereka sangat banyak, indah dan cocok untuk di pandang,” jawab sunnie memandang takjub ke langit.
Setelah lama memandang bintang sunnie pamit kepada Pamella “Ah maaf non, saya lupa ponakan saya malam ini akan berkunjung, saya harus pergi.”
“Eh, ponakan kesayangan kamu ya? Kalau aku tidak salah namanya pupu?” tanya Pamella.
“Benar non,” jawab sunnie menganggukkan kepalanya.
“Baiklah pulanglah temani ponakan mu, titip salam untuknya,” ujar Pamella tersenyum ke arah sunnie.
“Terima kasih non, jangan lupa untuk tidur dan selamat malam nona,” balas sunnie yang disambut senyuman yang lebih cerah dari senyum awal Pamella.
“Iya, aku akan tidur sebentar lagi. Tidak usah khawatir tentang diriku, bersenang-senanglah dengan ponakanmu,” Sahut Pamella lalu sunnie keluar dari kamar Pamella.
“Hum.. karena aku sudah terlanjur bilang jika aku akan segera tidur maka aku harus tidur sekarang,” gumam Pamella lalu menutup pintu jendela.
Namun ada sesuatu yang telah menarik perhatian Pamella di bawah sana.
Bukan! Bukan sunnie tapi seseorang yang ia cari hari ini, wah.. apa ini hari keberuntungannya hingga orang yang ia cari sudah ada di depan mata?
Baru Pamella ingin berlari turun namun tiba-tiba ada angin kencang menghampiri dirinya.
“Astaga! Kenapa anginnya kencang sekali?” tanya Pamella pada dirinya sendiri.
Setelah angin sudah mereda Pamella kembali melihat ke gadis itu namun.. ia hilang tanpa meninggalkan jejak.
“Hah? Dia hilang? T—tapi bagaimana bisa?” ucap Pamella lirih, bagaimana gadis itu bisa menghilang dalam sekejap?
“Pamella kamu sudah tidur belum? Tadi kata sunnie kamu belum tidur!”
Terdengar teriakan kakaknya dari luar sana Pamella pun segera menutup jendela lalu berbaring di ranjangnya.
“Iya kak! Aku akan tidur sekarang,” balas Pamella lalu memejamkan matanya tak menyadari sepasang mata yang memandanginya dari pohon di luar jendela kamarnya.
“Jadi dia yang memikat perhatian akhir-akhir ini? Sepertinya dia gadis yang baik namun penampilan tidak bisa membuktikan segalanya, aku harus bisa memastikannya sendiri,” ujar orang yang sedari tadi mengawasi Pamella.
Rambut panjang sepinggang yang berwarna biru berkilaunya berkibar mengikuti arah angin.
“nona, anda harus turun hari sudah larut.”
Terdengar suara bawahannya yang bertugas untuk mengawasi kaisar dan negeri Alpensha.
“Iya aku tau, tapi kita akan menunggu dia dulu,” ujar gadis itu lalu turun ke bawah.
Gadis itu turun dengan halus hingga tak menghasilkan suara.
“Nona maafkan saya karena saya sudah terlambat.”
Gadis itu menoleh dan mendapati pengawalnya yang bertugas untuk melindunginya dari serangan musuh.
__ADS_1
Biar di perjelas gadis ini memiliki dua orang yang berada di titah mutlaknya, yang satu bertugas mengawasi yang satu bertugas melindungi.
Namun sejatinya dua-duanya adalah combo yang benar benar hebat.
“Sudahlah tidak apa-apa, aku juga tau alasan mengapa engkau terlambat. Sekarang ayo kita pergi,” balas gadis itu lalu menghilang bersama gelapnya malam menyisakan cahaya biru di tempatnya berdiri.
Sejatinya orang yang dicari Pamella benar-benar berbahaya jika dijadikan musuh.
________________________
Keesokan harinya ayah Pamella belum juga kembali bahkan kakaknya di panggil ke pengadilan karena urusan politik.
Sunnie juga katanya mengambil cuti, entah kenapa? Alhasil Pamella sendirian, ia sendiri yang membujuk kakaknya ketika dia menolak ke pengadilan karena nanti Pamella akan sendirian.
Hingga akhirnya sang kakak terpaksa pergi.
‘Hihihi, maaf ya kak,’ batin Pamella bersuara saat Yudha benar-benar pergi ke pengadilan.
Pamella sengaja memanfaatkan kesendirian ini untuk menjelajahi negeri alpensha dan mencari gadis yang ia lukis kemarin.
“Baik, ayo kita mulai penjelajahannya,” suara Pamella terdengar sangat bersemangat.
Pamella ini tipe gadis yang tidak akan pernah menyerah, meski keras kepala Pamella selalu menjadi dirinya sendiri tak peduli tentang tanggapan orang lain padanya.
Bahkan ia tidak memperdulikan pakaian, jika wajah dan tubuhnya terawat maka apapun yang ia pakai itu akan terlihat bagus.
Ia sekarang sengaja menyamar menjadi pelayan namun baru satu langkah ia keluar dari gerbang di istana ada seseorang yang memanggilnya.
Ia terpaksa melewati gerbang istana karena kediamannya itu ada di wilayah dekat istana.
Pamella dengan terpaksa membalikkan badannya terlihat seorang pelayan menghampiri dirinya.
“hey! Kau mau kemana? Ayo bukankah kamu bertugas untuk membereskan ruang baca kaisar? Cepat!” ujar pelayan itu.
Mungkin menyamar bukanlah hal yang bagus untuk dijalani oleh seorang Pamella.
_______________________
Pamella terpaksa membereskan ruang baca kaisar, ia harus melakukan ini dengan segera atau kaisar akan mengenalinya.
“Jadi bagaimana yang mulia?”
“Selidiki.”
Terdengar percakapan dari luar tepat setelah Pamella membersihkan semuanya beruntung dulu ia sering menyamar dan mendapatkan takdir seperti ini.
Walau akhirnya pelayan yang menyuruhnya akan di hukum karena berani menyuruh dirinya.
Namun naasnya malah kursi yang dijadikan tempat sembunyi Pamella yang di duduki oleh kaisar.
DEG DEG DEG
‘ Jantung ku mohon normal lah! Aku pasti tidak akan ketahuan iya tidak akan’ batin Pamella terus merafalkan doa.
“Dia sudah datang?” tanya kaisar pada ren.
“Sudah yang mulia, yang mulia permaisuri sudah sampai disini,” jawab ren.
‘ Eh yang mulia permaisuri? Apa itu gadis yang di sukai kaisar? Wah jadi aku akan menjadi selir jika aku menikah dengan kaisar sinting ini? Tidak bisa ku biarkan!’ batin Pamella.
Sepertinya ada manfaatnya ia terjebak disini, ada banyak informasi yang dapat membantunya.
“Dimana dia?” tanya kaisar singkat, kaisar sepertinya sangat peduli dengan orang yang tengah mereka bicarakan. Meskipun begitu, kaisar terlihat mengernyit sedikit saat ren memanggil si gadis dengan gelar aneh, namun kaisar akhirnya memilih untuk tak mengungkit tentang itu.
“Sepertinya yang mulia permaisuri tengah berada di salah satu penginapan di pusat kota,” jawab ren.
“Tempatkan penjaga untuknya,” perintah kaisar.
“Baik yang mulia,” ujar ren.
‘ jadi gadis itu ada di pusat kota? Aku harus kesana secepat mungkin, tapi bagaimana agar aku bisa lolos dari sini?’ batin Pamella.
Pamella mengedarkan pandangannya, ia melihat sebuah jendela yang tak tertutup.
Mungkin ia gila namun ruang baca kaisar ada di lantai bawah jadi pasti tidak akan terlalu tinggi kan?
Pamella bergerak perlahan menuju jendela yang dekat dengan posisinya.
“Apa yang dilakukan pelayan rendahan seperti mu disini?” tanya kaisar dingin.
DEG
‘ aaa s*al! Aku ketahuan!’ batin pamella.
Tangannya sudah mencapai jendela begitu pula dengan kakinya namun dia malah ketahuan! Bukankah ini saat yang mendebarkan?
SRET
Terdengar gesekan dari pedang kaisar dan ren yang sudah keluar dari sarungnya.
__ADS_1
Akhirnya tanpa persiapan Pamella langsung terjun dan lari keluar meskipun kakinya sedikit keseleo namun ia harus menyelamatkan diri.
Kepalanya menyelinap melihat ke belakang melalui pundaknya, kaisar dan ren juga beberapa pengawal lainnya mengejarnya.
“Oh my God! Aku bukan maling eh pencuri!” tanpa sengaja Pamella berteriak dengan bahasa inggris.
“Berhenti disana!” teriak ren dari belakang.
“Pengawal tutup gerbangnya dan tangkap pelayan itu!” perintah kaisar panjang.
Mendengar titah kaisar para pengawal pun langsung menutup pintu gerbang yang menjadi jalur keluar Pamella.
“A*Jing!” umpat Pamella tanpa sengaja.
Para pengawal mengepungnya begitu pula dengan kaisar dan ren yang sudah mencapainya.
Kekuatan lari Pamella cepat entah karena faktor keturunan atau faktor usaha.
“Kenapa kau berani menguping pembicaraan kami? Kau hanya pelayan yang rendahan!” teriak ren dengan wajah memerah karena marah.
“Aku tidak menguping Kalian huh!” bantah Pamella atas tuduhan tak berdasar ren.
“Kau harusnya ingat posisimu! Kau bahkan berani membantahku!” teriak ren makin marah.
“Penjarakan dia, aku dan ren yang akan mengurusnya,” titah mutlak dari penguasa absolut di negeri itu keluar.
Seketika Pamella menelan salivanya bukannya berhasil menyelidiki gadis itu ia malah di penjara! Menyebalkan sekali.
“T-tunggu! Yang mulia Anda salah faham saya tidak menguping anda!” ucap Pamella lagi.
“Kau menyelinap di ruangan yang mulia dan mendengarkan kami bicara, apa itu bukan menguping?” tanya ren dingin.
‘wah dia bisa berperilaku dingin juga, tapi itu tak cocok bagi dia! dasar penuduh,’ batin Pamella.
“Sudah ku bilang! Aku tidak menguping dan satu lagi aku tidak ke ruangan pribadi yang mulia! Kau salah orang!” jawab Pamella tegas.
“Dan lagi aku bukan pelayan huh! Aku akan membicarakan ini dengan ayah kalau aku tidak mau tinggal disini!” ujar Pamella merengek.
Tumbuh dengan penuh kasih sayang tentu membuatnya menjadi pribadi yang manja, dibalik sikapnya yang tegas Pamella adalah pribadi yang manja.
“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha,” ujar seorang lelaki lalu memberikan penghormatan.
“Maaf yang mulia, jika saya di perkenankan tahu, ada apa disini? Kenapa ribut-ribut?” tanya lelaki itu mendekat.
Pamella yang mengenal suara itu sontak ia langsung melepas genggaman para pengawal lalu memeluk orang itu.
“Hey, siapa ka-” ucapan Yudha terpotong karena ia mengenal aroma lavender yang menguar kental dari tubuh gadis yang tengah memeluknya tiba-tiba.
“Pamella?” panggilan Yudha membuat semua orang membulatkan matanya selain kaisar yang terlalu irit ekspresi.
Jadi mereka sedari tadi menahan dan bahkan mengejek calon permaisuri kaisar?
“Tuan Thomson, apa anda tidak salah? Apa dia benar-benar nona Pamella?” tanya ren.
Jika memang benar itu Pamella maka pelaku yang sebenarnya Lolos membawa informasi penting seperti kata Pamella kalau dia tidak ke ruangan kaisar?
Meski itu bohong sih! Namun ren mana tahu kalau itu bohong? Ia juga jelas mempercayai Pamella.
“Tuan pengawal, saya tidak pernah salah mengenali adik hamba walau dia memakai apapun saya akan tetap mengenalinya, karena dia adalah adik kesayangan saya,” jawab Yudha lalu menyibak tutup kepala yang digunakan Pamella.
Dan Yudha membuktikan ucapannya, memang benar itu Pamella.
“N-nona?” panggil ren, ren sekarang panas dingin apalagi ia sempat menyebut Pamella ‘pelayan rendahan’ padahal gadis ini bukan pelayan! Melainkan bangsawan yang tinggi kedudukannya.
“Apa? Kau bahkan tidak mengenaliku huh! Aku tidak mau berbicara Dengan mu!” balas Pamella melepaskan pelukan pada kakaknya lalu pergi menghentak kakinya dengan kesal.
Kesal karena tak bisa menemukan gadis yang ia cari kesal karena ia dituduh sebagai pelayan rendahan kesal karena ren tak mengenali dirinya! Triple kill.
“Yang mulia?” panggil ren yang sarat akan kesengsaraan.
“Aku memerintahkan mu untuk mengenali dia ren, hanya agar kau bisa mengenalnya walau ia menyamar,” suara kaisar malah terdengar lebih dingin dari yang seharusnya.
“Kumpulkan dua ribu bunga lavender!” titah tak masuk akal dari kaisar keluar juga.
Ingin menolak namun tatapan tajam kaisar membuat ren terpaksa pergi, para pengawal pun membubarkan diri tanpa diminta kini hanya tinggal Yudha dan kaisar.
“Yang mulia, apa yang terjadi?” tanya Yudha pada kaisar.
“Pamella, mendengar pembicaraan tentangnya,” bukannya menjawab kaisar malah langsung ke intinya.
Kaisar jelas bukanlah orang bodoh, ia tahu jika yang menyelinap dan menguping itu Pamella, ia sengaja menyuruh ren macam-macam agar dia menyingkir dahulu, ia hanya perlu Yudha saat ini.
“Bagaimana adik hamba bisa mendengarnya? Yang mulia! Dia memiliki rasa penasaran tinggi dia pasti menyelidiki ini!” ujar Yudha Nada bicaranya terdengar khawatir namun ekspresinya terlihat datar.
“Awasi pamella,” titah kaisar singkat, namun sepertinya Yudha mengerti tentang titah kaisar.
“Baik yang mulia, hamba akan mengawasi Pamella dengan teliti,” jawab Yudha seolah-olah sangat mengerti dengan perintah kaisar yang baru saja ia terima saat ini.
Kaisar hanya melirik ke arah dimana Pamella baru saja menghilang dari pandangan mereka berdua, gadis itu.. mengapa ia seperti orang yang berbeda dari dirinya yang dulu? apa mereka memang bukan orang yang sama? tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi?
__ADS_1
Kaisar pasti hanya menghayal bukan?
_________________________