Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
71. Yudha dan... Jackson?


__ADS_3

Pamella sendiri sekarang sudah berada di kamarnya yang berada di kediaman Thomson, yups benar sekali hari telah berganti.


Dan kini Pamella tengah menunggu blues datang agar ia bisa memberitahu blues.


SRAK SRAK SRAK


Mata Pamella berbinar kala mendengar suara kepakan sayap, bisa ia duga bahwa blues tengah mendekat kemari.


“Blues apakah itu kau?” Pamella bertanya dengan ragu-ragu.


“Benar, lady berada disini? Apa lady ingin mengirim surat pada permaisuri?” meskipun blues tahu bahwa Pamella sudah sah menjadi permaisuri disini, sejak awal blues adalah bawahan elvareta jadi ia akan tetap memanggil Pamella lady.


Dan sesungguhnya Pamella lebih suka gaya bicara blues.


“Akhirnya ada yang memanggilku lady, ah iya aku ingin memintamu untuk beralih lokasi jika ingin mengantar balasan suratku ini.”


Blues hanya tersenyum memaklumi sifat antusias Pamella saat ia dipanggil lady.


“Anda mau saya mengantarnya ke istana?” tebak blues dengan mudahnya dan Pamella pun mengangguk mengiyakan.


“Baiklah lady, sesuai permintaan anda. Surat ini akan saya berikan ke istana ketika permaisuri sudah membalas surat lady” balas blues dengan ramahnya seperti biasa setelah berbincang sedikit dengan Pamella blues langsung pamit untuk terbang kembali.


Pamella hanya memandang jauh ke blues yang kini sudah mulai membuka portal ke tempat dimana elvareta berada.


TOK TOK TOK


Suara ketukan mengagetkan Pamella yang tengah bersantai ria, Pamella langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu.


“Siapa ya?.”


“Pamella, ini ayah.. ayah ingin bertanya sesuatu padamu.”

__ADS_1


Pamella langsung berbalik badan dan berjalan dengan anggun ke arah pintu, sengaja.. Pamella menyuruh sunnie mengurus Jackson di istana saja.


Ia masih ingin bermain dengan Jackson.


KRIET


“Ayo ayah masuk dulu lalu kita berbicara di dalam” ajak Pamella menyebar senyum manisnya.


Ayahnya pun balik tersenyum dan masuk ke kamar Puteri kesayangannya.


Pamella pun menutup pintu dan menatap lekat mata ayahnya, “Apa yang ingin ditanyakan ayah padaku?.”


“Ayah hanya ingin bertanya.. apa Pamella bahagia bersama yang mulia? Atau Pamella terpaksa menikahi yang mulia agar keluarga kita aman?.”


Pamella tercengang ketika mendengar pertanyaan Duke yang diluar nalarnya, seketika senyum hangat Pamella tersibak kembali.. begitu sayangnya ayahnya pada dirinya.


“Ayah, percayalah pada ku. Aku tak terpaksa menikah dengan yang mulia, dan jujur aku bahagia bersama yang mulia hingga saat ini” jawab Pamella masih tersenyum lebar hingga mata hijau miliknya menyipit.


***


Pamella kini sudah berjalan dengan riang di sekitar istana, ia menuju ke ruang kerja kaisar.


“Ren, tolong kabarkan kedatanganku pada yang mulia.”


Pinta Pamella pada ren yang terlihat di pandangannya, ren pun tersenyum hangat ketika mendengar kata ‘tolong’. Pamella sama sekali tidak sombong dengan gelarnya sebab kata tolong itu artinya meminta bukan memerintah.


“Yang mulia selalu menunggu anda permaisuri, permaisuri tak perlu mengabari kedatangan anda. Silahkan masuk permaisuri” ren yang sudah masuk dahulu ke kaisar pun keluar dan menyampaikan perintah kaisar pada Pamella.


“Baik ren, terima kasih.”


KRIET

__ADS_1


Pamella pun masuk ke dalam dan alangkah terkejutnya ia saat dirinya melihat dua orang yang berada di ruang kerja kaisar.


Mencoba menetralkan rasa terkejutnya Pamella langsung mencoba memberi salam pada kaisar yah sepetinya gadis bersurai ungu itu lupa bahwa kaisar kemarin bilang kalau Pamella tak perlu memberi penghormatan pada dirinya.


“Pamella, kau mengingat perkataanku kemarin bukan?” sarkas kaisar memandang datar pada Pamella.


Pamella yang sudah hendak memberikan salam pun terbeku, huh kepanikan benar-benar merepotkan.


“Maafkan hamba yang mulia.”


Pamella pun kembali bangkit dan menatap pada salah seorang di antara dua tamu kaisar, “Kakak? Kenapa kakak kemari? Dan... Mengapa kakak membawa Jackson? Kemana sunnie?.”


Pamella mengajukan pertanyaan sepanjang kereta, sejatinya ia terkejut sebab Yudha berada disini bersama Jackson lain hal jika Yudha datang sendiri sebab Yudha memang salah satu pejabat tinggi bukan? Eh... Lalu kemana pelayan pribadinya itu?.


Kemudian.. apakah Yudha mengetahui rahasia yang ditutupi Sunnie bertahun-tahun lamanya ini?.


Beberapa pertanyaan masuk secara bersamaan di kepala sempit Pamella.


“Memangnya kenapa jika kakak membawa jackson, Pamella?.”


_________________________________


Minal aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏.


Selamat hari kemenangan bagi yang merayakan, dengan kata lain.. selamat hari raya idul Fitri 🥳🥳.


Author mau minta maaf sebesar-besarnya pada para readers apabila author ada salah pada kalian semua salah satunya apabila author pernah berjanji namun author lupa dan tidak menepatinya.


Okay, besok adalah hari raya besar bagi umat Islam semoga kita semua bisa saling memaafkan satu sama lain, see u next time readers~.


Terima kasih atas dukungannya selama ini.

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2