Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
24. Akibat kesalahpahaman yang tak berujung (REVISI)


__ADS_3

Pamella pulang ke kediamannya dalam keadaan bahagia, tak seperti perasaan saat dirinya pergi dari kediamannya itu.


Hal ini tentu mengundang tanda tanya bagi sunnie dan Yudha.


“Pamella, kau ... tersenyum lagi?” tanya yudha dengan ekspresi wajah yang aneh.


Sunnie yang mengerti jika Pamella dan Yudha akan berbicara untuk waktu yang cukup lama, pun sudah tentu pergi ke ruangan lain untuk mengurus pekerjaan nya yang belum selesai.


“Kakak.. aku murung kakak marah, aku senyum kakak heran, lalu maunya kakak aku bagaimana? Lagipula kenapa tadi kakak meninggalkanku bersama kaisar?” tanya balik Pamela dengan nada kesal.


Ia benar-benar tak mengerti dengan sifat menyebalkan kakaknya ini.


“Bukan begitu.. hanya saja kakak penasaran Pamella, ah untuk itu ... kakak sengaja,” ucap Yudha yang dibalas senyuman sinis oleh Pamella.


Namun di detik selanjutnya tiba-tiba mata Yudha melotot, sorot matanya terlihat sedang mengamati rambut adiknya.


Seketika Pamella menatap Yudha dengan horor, kenapa saudaranya itu menatap rambut Pamella seolah ada hantu yang menempel disana?


GLEK


Pamella menelan ludahnya dengan susah payah, ia pun bertanya “Kakak.. kenapa?”


Namun Yudha sama sekali tak menjawab hingga tangan pria itu bergerak menuju rambut Pamella. Tunggu, Yudha bukan seorang indigo bukan?


Pamella sendiri sudah memejamkan matanya, Pamella tak tau apa yang dilakukan Yudha namun melihat wajah serius pria siscon itu membuat pamella merinding, sama seperti saat ia berhadapan dengan kaisar tadi.


Mungkin kakak nya ini terpengaruh dengan kaisar!


TEP


Yudha mengambil sesuatu dari atas rambut Pamella, bukan jepit giok namun..


Pamella membuka matanya tanpa di suruh, gadis itu mengamati benda yang ada di tangan Yudha.


“D-daun?” ucap Pamella dengan intonasi tanya, ia tak mengerti mengapa yudha menakutinya hanya karena sebuah daun.


“Awas Pamela, jangan terkena daun seperti ini lagi” ujar Yudha membuang daun itu.

__ADS_1


“Kenapa?” satu pertanyaan yang cukup sederhana keluar dari mulut Pamella.


“Siapa yang tau jika daun itu memiliki ulat?” tanya baik Yudha dengan nada horor.


Pria itu hanya ingin menakuti Pamella agar adiknya ini lebih waspada.


“Oh hanya itu,” jawab Pamella seolah tak peduli.


“Kenapa jawabanmu begitu Pamella?” tanya Yudha tak mengerti dengan sikap ajaib Pamella.


Pamella dulu itu sangat takut dengan hewan! Terutama buaya, harimau dan ulat.


“Kakak, ulat itu hanya hewan kecil! Aku bisa memainkannya nanti, aku akan menaruh ulat itu di danau dan mengamatinya untuk mengetahui cara berenang para ulat,” jelas Pamella.


Perkataan Pamella membuat Yudha terjingkat, itu bukan memainkan tapi menyiksa ulat!.


“Jangan! Bagaimana kalau kamu gatal gatal seperti salah satu pejabat tinggi?” tanya Yudha, hal ini membuat Pamella heran.


“Gatal?” ulang Pamella heran.


‘ Ya! Kalo itu normal sih.. kan pejabat itu karena ulat bulu! Sedangkan aku? Aku tadi bicara memainkan ulat maksudku ulat kaki seribu bukan ulat bulu!’ batin pamella, namun gadis itu tak bicara apapun.


Kakaknya mengkhawatirkan dirinya, jadi... Sebaiknya Pamella jadi anak baik dahulu hari ini dan merusuh kemudian.


“Kak.. kakak mengenal gadis berambut biru pirang dan mata biru?” tanya Pamella ketika ia mengingat bahwa kakaknya ini sering dikirim kaisar ke pusat kota.


“Tidak, kakak tidak mengenalnya,” jawab Yudha, wajahnya tampak tak mencurigakan.


Seketika Pamella cemberut, harapannya hancur seketika!.


“Tapi kakak pernah melihat gadis dengan ciri ciri yang kau ucapkan.”


Ucapan Yudha berhasil membuat Pamella tersenyum kembali.


“Dimana tepatnya kak?” tanya Pamella seolah mendapatkan titik terang.


________________________

__ADS_1


“Kenapa tuan puteri tidak ke istana saja?” tanya ren.


Ren pria itu sedang berada di pusat kota, pekerjaannya bertambah karena kaisar menyuruhnya menjaga elvareta, ren sendiri sudah menjaga nona Pamella.


Jadi setelah bersama nona Pamella dan memastikan pamella sudah pulang ke kediamannya, ren langsung pergi ke pusat kota.


“Kau sudah memanggilku dengan sebutan tuan Puteri? Sudah tau mana sebutan yang benar?” sindir elvareta, gadis ini masih memendam dendam karena kesalahpahaman ren.


“Kau bilang ke istana? Para pelayan disana saja sedang membicarakan tentang ‘permaisuri tersembunyi kaisar’ lalu kau memintaku kesana?” tanya elvareta menatap tajam ke ren.


Elvareta bahkan sempat mengeluh pada kaisar, ‘Kakak! Kenapa kau menyuruh ren mengawasi ku? Tidak bisakah orang lain saja?’


Ren hanya bisa cengar-cengir tak jelas, sebenarnya elvareta bukan tipe orang pendendam namun saat ini ia digosipkan! Seolah-olah dirinya itu pelakor di antara Pamella dan kakaknya sendiri.


Itulah yang membuat elvareta marah, Elvareta ini sudah bersuami sekarang ia tengah ada sedikit masalah dengan sang suami.


Di sisi lain S dan L seperti nya punya laporan penting disini sekaligus mereka membutuhkan arahan, itu sebabnya ia memutuskan untuk disini terlebih dahulu eh malah..


Lagipula elvareta yakin jika kaisar yang menjadi suaminya itu akan segera kemari dan menendang kepala ubanan ren ini!.


Shtt sedikit informasi sebenarnya elvareta ini datang dari dunia yang lain, singkatnya ada beberapa dunia di alam semesta dan elvareta memiliki dunia yang berbeda dengan Pamella maupun kakak angkatnya, ingat! ANGKAT.


Itu berarti elvareta pernah bertemu dengan kaisar dan menjadi keluarga angkat.


Perlu diketahui setiap dunia memiliki sebuah kerajaan, ia menjadi permaisuri di dunianya, dan disini Pamella yang akan jadi permaisuri yah begitulah prediksinya.


“Tuan Puteri, jangan marah saya hanya salah faham tentang ini,” ujar ren malah membuat Pamella makin mendelik ke orang ubanan itu.


“Enak saja main maaf maafan! Aku jadi bahan pembicaraan di istana, mereka menyebutku seolah aku pengganggu, dan kau hanya bilang maaf?” murka sudah elvareta.


Ditambah memang emosi elvareta tak terbaca beberapa hari ini, entah apa yang menyebabkan hal ini.


“Aku akan memaafkan mu jika kau berhasil menghilangkan topik yang menyangkut diriku di istana.”


Permintaan permohonan maaf yang satu ini.. ehm agak mustahil.


________________________

__ADS_1


__ADS_2