
...Ada kalanya dimana manusia...
...merasakan kekecewaan...
...yang teramat....
...***...
Bianca menatap Pamella dengan pandangan yang tidak terbaca, Pamella pun hanya bisa menggaruk tengkuknya bingung untuk menjawab pertanyaan Bianca.
“Kaisar benar-benar harus membebaskan mu kali ini, Pamella” Pamella reflek mengernyitkan dahinya bingung, maksud Bianca apa?.
“Maksudmu apa ca?” tanya Pamella tetap dengan kernyitan di dahinya.
“Pamella, tugasmu saat menjadi alat sudah selesai kan? Harusnya kaisar bisa melepasmu!” jawab Bianca yang masih tak terima kenyataan bahwa Pamella dinikahi hanya untuk dijadikan alat seperti ini.
“Ca, aku tau kau marah dan aku pasti aneh ketika bertanya tentang hal ini padamu.. namun, kenapa kau mirip sekali dengan bawahan tabib di kekaisaran beram?” Pamella bertanya, meskipun alasan lainnya adalah untuk mengalihkan topik pembicaraan Bianca namun ini kenyataan.
Bianca terlihat sangat mirip dengan salah satu bawahan tabib yang mengobati elvareta dulu.
Jelas saja, Pamella curiga apalagi.. ketika para bawahan tabib itu seperti sangat mengenal elvareta yang notabenenya selalu dijaga ketat oleh George, tidak mungkin para tabib bahkan bawahannya bisa sekenal itu dengan elvareta, bukan?.
“Mungkin hanya perasaanmu saja, pamella” Bianca terlihat membalas dengan tenang, yang mana membuat Pamella yakin akan balasan bianca.
TOK TOK TOK
“Permaisuri, hamba ingin menghadap” Pamella menatap panik Bianca ketika mendengar suara ren.
“Ca, bagaimana ini?” lirih Pamella menatap penuh waspada ke arah pintu.
“Permaisuri, apa anda baik-baik saja? Hamba mendengar suara dari dalam sana! Hamba hanya ingin memastikan keadaan permaisuri.”
Lagi-lagi suara ren berhasil membuat Pamella bingung, Bianca langsung memegang pundak Pamella.
“Hanya satu yang ingin ku ingatkan pada dirimu Pamella, masih banyak yang menyayangimu. Jadi jangan berfikir untuk melakukan hal yang bodoh” bisik Bianca mengelus perut Pamella sebentar.
Pamella pun terpaku dengan bisikan Bianca, sesungguhnya manusia seringkali tak menyadari bahwa begitu banyak hal yang harus mereka pertahankan.
Pamella tersenyum tipis ketika menyadari bahwa ia masih memiliki alasan untuk hidup, bayinya! Bayi ini tentu harus dilahirkan, Pamella begitu menyayangi bayi ini.
Sebab, Pamella juga masih mencintai si ayah bayi tersebut. Namun, akankah perdebatan mereka akibat kebohongan ini akan sirna nanti? Andaikan kaisar memberitahu Pamella lebih awal maka ia tak akan sekecewa ini padanya.
Pada akhirnya, mereka hanya akan terus menyakiti satu sama lain.
__ADS_1
“Aku pergi, kalau kau memerlukan bantuan.. aku pasti akan selalu ada.”
Pamella mengangguk dan hanya melihat ketika Bianca keluar melalui jendela kamarnya, sejenak Pamella mengerutkan keningnya.
Sejak kapan bianca yang notabenenya adalah bangsawan bisa keluar dari jendela seperti itu?.
“Permaisuri!.”
Pamella menghela nafasnya ketika mendengar suara panik ren, ia pun melangkahkan kakinya dan membuka pintu kamarnya.
KRIET
“Apa?” Pamella hanya bertanya dengan datar, ren. Pria ini pasti juga tau bahwa dirinya hanya dijadikan alat namun dia sama sekali tidak berusaha untuk mengingatkan Pamella.
“Kesejahteraan menyertai permaisuri negeri alpensha.”
Pamella bahkan nyaris menangis ketika mendengar penghormatan ini, memangnya.. ia masih menjadi permaisuri disini hah?.
“Jangan panggil saya permaisuri, sesungguhnya saya hanya alat disini.”
Meskipun begitu, ren merasa sesak di dadanya, bukannya apa.. hanya saja, nada formal yang terdengar dari mulut Pamella itu...
“Permaisuri...” ren jelas terlihat putus asa, Pamella benar-benar kecewa dengan apa yang mereka lakukan.
“Kenapa anda ingin menemui saya?” Pamella tak menggubris ucapan lirih ren, bukannya apa.. Pamella sudah jelas terluka.
“Hamba.. mendengar suara di dalam sana, apa permaisuri baru berbicara dengan orang?” ren bertanya dengan penuh kecurigaan, fakta bahwa Pamella dikurung tentu diketahui oleh ren.
Lantas, siapa yang ditemui oleh Pamella di dalam sana?. Permaisuri itu tidak berbicara pada arwah bukan?.
“Saya tidak berbicara dengan siapapun! Sepertinya anda hanya salah faham, tuan” wajah datar Pamella nyaris membuat ren meringis.
“Tapi permaisuri—.”
“Baik, kalau tidak ada yang ingin anda bicarakan... Saya masuk lagi, senang bisa berbicara dengan Anda, tuan.”
***
Keesokan harinya...
Pamella hanya bisa memandang cahaya matahari yang mencuat hingga ke kamarnya, biasanya permaisuri itu keluar dan menikmati alam.. namun suasana kini telah berbeda. Kini ia tak bisa lagi berlarian kesana-kemari, bermain dengan sunnie sekaligus Jackson.
‘Aku bahkan tak melihat sunnie maupun jackson disini padahal aku merindukan mereka disini’ batin Pamella, Pamella pun hanya berharap bahwa sunnie dan Jackson akan baik-baik saja.
__ADS_1
Jika sampai terjadi sesuatu pada Jackson dan sunnie, maka Pamella tak akan menahan diri untuk mengamuk lagi di hadapan kaisar.
“Aku sendirian.”
Terlalu menyakitkan untuk disebut, namun inilah kenyataannya. Pamella benar-benar sendirian.
Jelas sekali bahwa kaisar membuat larangan agar sunnie dan Jackson tidak bisa menghampirinya, pria itu.. ck! Apa dia tak pernah tau bahwa Pamella sendiri memerlukan dukungan dari sunnie?.
“Ada kalanya, dimana aku bisa menjadi datar.. yang mulia” lirih pamella menatap sendu ke arah atap-atap yang menjadi saksi bisu akan tangisannya.
Ia lalu menghapus setitik air mata yang kembali menetes di pelipis matanya, ia pun memilih untuk membandingkan diri.
Yah, pamella sedang hamil muda. Tak baik baginya jika tidur terlalu larut bukan?, Akan tetapi... Siapa yang bisa tidur saat semua kejadian di sekitarnya serasa menyedihkan?.
Pamella mencoba untuk menutup matanya, meskipun matanya itu sudah panas namun tak dapat terpejam dengan pulas, meski begitu ia tetap memaksa untuk tidur.
Setidaknya, walau sedetik saja Pamella harus mengistirahatkan tubuh dan mentalnya.
Bukan begitu?.
Meskipun demikian, Pamella masih sangat berharap bahwa semuanya akan selesai dengan cara baik-baik. Namun sesungguhnya Pamella juga tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan?.
Sayang sekali, Pamella justru tak tau bahwa nyawa yang paling terancam disini adalah dirinya.
Yah, dirinya.. Pamella Thomson.
_________________________________
Maaf, author lagi agak sibuk akhir-akhir ini.. ada suatu kesibukan yang memungkinkan author tidak up selama dua Minggu ini, namun yah tetap author akan up walau jarang-jarang.
Tetapi, yah bisa dipastikan bahwa jumlah kata per bab yang baru author up selalu memenuhi 1000 kata, mengapa? Sebab jumlah kata standart apalagi untuk novel yang sudah kontrak kan segitu.
Takutnya, levelnya bukan tambah naik malah tambah turun, nanti kalau turun kan mengsad.
Hehehe, oke..
Ekhem, author terbiasa menonton atau membaca sebuah novel yang diliputi oleh beberapa drama. Tentunya, author tak akan membiarkan si mc cewek kita bahagia terlalu cepat kekeke.
But, yeah jangan khawatir ni novel akan happy ending.. happy ending versi author.
Baik, terima kasih atas semua dukungannya readers.
-Nadira
__ADS_1