Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
48. Kaisar dan Pamella #2 (REVISI)


__ADS_3

Pamella menjadi terdiam ketika kaisar hanya menatapnya lekat.


“Y—yang mulia?” panggil Pamella namun kaisar tidak mengalihkan pandangannya.


“Aku..” kaisar ingin berucap namun ia lagi-lagi menatap ke arah Pamella yang terlihat lebih gugup darinya.


KLONTANG


Pamella dan kaisar serempak menatap ke arah samping, dimana seorang wanita bangsawan hampir mengumpat pada benda antik berbentuk patung yang ia senggol.


“Tuan Puteri elvareta?” Pamella menatap terkejut ke arah elvareta.


Elvareta pun menoleh dengan kaku, ia mendapati tatapan tajam sang kakak lelaki.


“Ahahaha, aku salah tempat! Silahkan lanjutkan moment kalian. Aku akan pergi!” elvareta kini menghilang secara permanen sebab cahaya biru itu sudah menyebar.


Tingkah laku elvareta makin membuat Pamella tegang.


Ia pun kembali menoleh ke kaisar yang ternyata juga menatapnya, “Kau tahu? Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan.”


Ucapan itu berasal dari kaisar, Pamella pun menganggukkan kepalanya, memang benar dia kan kaisar jadi sudah seharusnya jika keinginannya selalu dituruti.


“Tapi.. bagaimana kalau aku menginginkan makhluk hidup?” kaisar menatap lekat Pamella seolah-olah ia menceritakan Pamella.


Pamella yang awalnya menolak keras untuk menjadi permaisuri mengetahui bahwa ada sesuatu yang aneh saat ia bersama kaisar.


Ini g*la!


“M-makhluk hidup?” ulang Pamella agak gugup.


“Aku bukan pria yang mudah mengatakan perasaanku.” kaisar berucap tapi ia mengalihkan pandangannya.


Eh?


***


Elvareta hanya mendesis kesal saat ia gagal mengintip moment terpenting antara kaisar dan Pamella.


Elvareta termenung ketika menatap gelapnya malam, segelap hatinya saat ini.


“Orang bilang, jika kegelapan sudah ada di dalam dirimu maka kau akan sulit untuk lepas dari kegelapan itu, sepertinya itu benar,” gumam elvareta memejamkan matanya pelan.


“Tapi bagaimana caraku untuk mencegah kegelapan masuk ke diriku jika aku sendiri Puteri element?” elvareta berbicara sendiri lagi.


“Ah, aku berbicara sendiri lagi.” wanita itu pun menepuk kepalanya dramatis.


Lalu...


SREK


Elvareta tak menoleh sebab ia tahu siapa yang datang di belakangnya ini, ini adalah suara yang sama seperti beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


“Kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha.”


“Kamu dalam posisi masih menyamar S?” balas elvareta yang hanya melirik namun tidak berbalik badan.


“Maaf tuan Puteri, sebab saya tak akan memiliki waktu banyak setelah ini.” suara datar itu membalas elvareta.


“Baiklah, apa yang ingin kau sampaikan hingga kamu nekat seperti ini hm?” tanya elvareta yang akhirnya membalikkan badannya.


SRET


Tatapan tajam elvareta terarah pada S, tatapan itu seolah-olah akan menenggelamkan S di jurang kehancuran.


“Saya mengetahui sesuatu, tentang sihir hitam itu.. anda benar yang menciptakannya itu pangeran mahkota kegelapan,” jawab S, agen informasi.


Terkadang yang menyampaikan informasi dari S itu L sebab S ini seringkali sibuk.


“Pangeran mahkota? Bagaimana dia bisa sampai kesini?” tanya elvareta dengan alis mengerut.


Orang yang memiliki sihir kegelapan dan digunakan untuk kejahatan tidak bisa masuk ke sini sebab elvareta sudah memasang sihir pembatas.


Elvareta memiliki sihir kegelapan namun ia memanfaatkannya untuk kebaikan, jadi ya ia tak akan terkena sihirnya sendiri.


Kalau andaikan sebaliknya kan jadi miris, senjata makan tuan namanya.


“Saya sudah menyelidikinya, seorang bangsawan tinggi sudah membantunya. Dia juga membantu membebaskan para penyihir yang anda segel beberapa tahun yang lalu,” jawab S.


Elvareta mengangkat bibirnya tipis, “Ternyata masih ada tikus disini hm? Apa saja yang dilakukan olehnya?”


“Untuk saat ini tidak ada yang dia lakukan, dia hanya bermain-main dan melakukan rutinitas seperti manusia biasa lainnya, tuan putri.”


“Tuan besar keluarga ******,” jawab S tegas, raut wajahnya sangat datar padahal ia tahu nama marga ini.


“Sudah aku duga, jauhkan kak pamella darinya!” titah elvareta turun.


S***** pun mengangguk mengerti, setelahnya ia menunduk anggun bak Puteri raja sungguhan, yang mana mata elvareta saat itu juga terlihat sedikit sendu.


“Saya permisi tuan puteri,” pamit S elvareta pun hanya mengangguk saja, elvareta harus menyampaikan informasi ini secepat mungkin pada kakaknya.


***


Pamella menenggelamkan wajahnya di dada bidang kaisar, wajahnya merona merah namun ia bahagia.


“Aku bukan pria yang mudah mengekspresikan perasaan ku, tapi sejak kau muncul di hadapanku maka kau itu milikku, milikku seutuhnya.”


Pamella berusaha menulikan pendengarannya yang sangat tajam untuk gadis bangsawan seumurannya.


“Jadi ini rencananya tuan Puteri ya, yang mulia?” tanya Pamella mendongak menatap kaisar.


Namun kaisar hanya menggelengkan kepalanya pada Pamella, “Tidak.”


Kening Pamella pun berkerut, “Lalu?” ia akhirnya bertanya karena penasaran.

__ADS_1


“Aku yang menyuruhnya,” jawab kaisar singkat namun datar, Pamella yang awalnya ingin terharu pun tak jadi, datarnya kaisar itu membuat selera terharunya menghilang.


Ajaibnya si kaisar ini bisa memikirkan hal seperti ini, atau.. ia sudah merencanakannya?


“Yang mulia, bukankah ini saatnya kita kembali? Hamba ingin melihat pesta yang sudah hamba rancang bersama tuan Puteri.” Pamella pun melepaskan pelukannya, meminta untuk di pulangkan.


“Elvareta!” kaisar memanggil adik reseknya itu.


WSSH


Sihir biru itu melapisi seseorang, yang jelas Pamella berkali-kali melihat sihir ini saat elvareta muncul dengan indahnya.


Namun siapa yang tahu bahwa sihir ini ternyata menjadi dalang dari masalah besar yang dialami elvareta? Sihir inilah yang menjadi dalang dari semua kejadian memilukan yang dialami sang Puteri.


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.” elvareta mengucap salam lalu menatap pada Pamella dan kaisar.


“Bagaimana kak?” tanya elvareta iseng pada Pamella, yang mana malah membuat rona merah di pipi Pamella makin ketara.


“Ayo pulang.” kaisar tak menggubris ucapan elvareta, jika ia menggubrisnya pasti elvareta akan makin menggodanya.


“Baiklah, kak Pamella usahakan jangan terkejut lagi ya?” elvareta masih sempat saja untuk menggoda Pamella yang akhirnya menunduk malu.


‘Tak pernah sekalipun aku merasa malu sekaligus senang seperti ini!’ batin Pamella nelangsa namun hatinya masih berbunga-bunga, elvareta yang masih bisa membaca batinan Pamella pun tersenyum senang pertanda bahwa ia tak sia-sia mengeluarkan sihir terindahnya.


Pamella, bagaikan terkena ribuan bunga yang berada di sekitarnya, ribuan kupu-kupu juga terasa menggelitik di area perutnya.


Sungguh!


Walaupun saat ia di masa depan ia pernah di tembak di depan umum, semua temannya bahkan mengetahuinya namun ia tak merasa semalu ini.


Entah kenapa sekarang ia sangat-sangat malu, padahal ini bukan pertama kali ia di tembak dor dor.


Malahan tembakan si mantan pacar yang agak rekayasa itu lebih ekstrim dan jelas daripada kaisar tetapi malah ia berdebar-debar karena kaisar bukan karena dia.


Haduh! cinta itu memang buta.


Sihir yang paling ajaib dari semua sihir itu adalah cinta, sesuatu yang tak bisa di hapus dalam waktu singkat namun terkadang waktu tumbuhnya perasaan ini sangat singkat.


lebih baik kita pandai-pandai mengatur hati, jika sudah terpikat namun nyatanya dia milik orang lain maka hancurlah hati.


Pamella sekarang sangat bersyukur sebab ternyata ia merasakan hal yang tidak salah.


_______________________________


Nah, sengaja moment kaisar dan Pamella author cut sedikit pasalnya author sendiri jomblo!


Yang ada nanti author malah nyesek.


Hihihi, terima kasih atas dukungannya!


Seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!

__ADS_1


Sekali lagi, thank u~


-Nadira


__ADS_2