
Pamella hanya bisa meruntuk dan meruntuk di dalam hatinya ketika melihat tempat yang di datangi olehnya.
Ini pusat kota, yang namanya pusat kota pasti tempat yang ramai penduduk namun karena jepit yang dipakainya juga kaisar negeri alpensha yang berada di sampingnya, jalanan di pusat kota seperti jalanan privat.
Oh ya jika kalian penasaran kenapa Pamella bisa mengetahui nama negeri ini? itu mudah! Tentu saja ia melihat tulisan yang berada di pusat kota terlihat jelas 'pusat kota negeri Alpensha.'
Bagi Pamella jelas ini menyebalkan! Karena jalanan disini seperti memiliki karpet merah yang terbentang panjang lantaran semuanya menunduk hormat pada mereka sekaligus memberi jalan padahal mereka sendiri bersempit-sempitan.
Pamella jelas masih meruntuk di dalam hatinya, jika ia jadi rakyat biasa pasti jalanan tidak akan seperti ini! Kalau begini mah sama saja mengganggu kenyamanan rakyat dong! Bagaimana bisa seorang putri Duke bisa begini?
Apa martabat ayahnya tak akan bermasalah jika Pamella membuat para rakyat menunduk sekaligus bersempit-sempitan seperti ini? Dasar kaisar! Dia seolah-olah tak memikirkan rakyatnya sama sekali.
Namun naasnya semua hujatan plus kritik-kritik pedas hanya bisa di utarakan lewat batin Pamella sendiri mana berani ia mengungkapkan segalanya secara langsung? Nanti saja kalau Pamella berniat untuk m*ti baru ia akan mengutarakan semuanya.
Dan itu nyaris mustahil mengingat bahwa semua orang jelas masih ingin hidup dalam jangka waktu yang panjang. Terlebih Pamella sudah pernah mengalami yang namanya ‘kematian.’
"Nona.. anda mau membeli apa? Biar saya dan yang mulia yang mengantar anda," tawar ren karena Pamella diam dengan wajah nelangsa.
Ren tahu.. nona Pamella ini sepertinya tidak suka jika harus menjadi subjek pertama yang diperhatikan.
Atau mungkin Pamella memang tidak suka diperhatikan. Oleh karenanya, Pamella tak begitu nyaman apabila di specialkan seperti ini.
Ah, apa mungkin hal ini terjadi karena Pamella tidak ingin pergi dengan kaisar? Jika menurut ren dugaan nomor tiga ini yang paling tepat. Sebab tidak mungkin Pamella tak terbiasa menjadi pusat perhatian orang banyak.
"Ah.. tidak ren, aku tidak berniat membeli apapun," balas Pamella menolak tawaran ren dengan halus, senyumnya pun merekah dengan terpaksa.
"Gaun," tiba-tiba tanpa bertanya kaisar nyelonong masuk di pembicaraan Pamella dan ren tanpa diminta maupun permisi.
Bagai listrik yang selalu menyambung.
Dan hal seperti ini itu hal yang cukup ajaib bagi ren, ah ya.. ini juga tergolong moment langka.
"Gaun? Gaun apa yang mulia?" Tanya Pamella pada kaisar ketika ucapan pria itu berhasil membuat Pamella pusing, karena ren tak kunjung bertanya pada kaisar yang bahkan Pamella tidak ketahui namanya.
Ingat! Ini karena Pamella tidak mengingat apapun.
__ADS_1
Seharusnya dewa reinkarnasi memberi ingatan masa lalunya dong! Tapi malah.. ini dikirim doang tapi ingatannya mana? Tidak sepaket loh! Ini pun jelas menyusahkan Pamella untuk beradaptasi di lingkungan barunya.
"Untukmu," jawab kaisar dengan bahasa singkat yang tidak di mengerti oleh seorang Pamella. Bagaimanapun Pamella hanyalah seorang gadis polos nan lugu yang baru ada di sekitar kaisar. Setidaknya, itulah yang Pamella fikirkan tentang dirinya sendiri.
Ren yang baru tersadar dari keterkejutannya jelas melihat Pamella yang terlihat kebingungan, ia pun segera menerjemahkan bahasa kaisar ke bahasa yang bisa dimengerti oleh Pamella.
"Maksud yang mulia, beliau ingin membeli gaun untuk nona di sini," ucap ren menerjemahkan bahasa kaisar.
"Oh begitu ya ren," balas Pamella menggaruk tengkuknya, ren menduga jika Pamella bersikap begitu karena dua dugaan antara malu karena tak mengerti ucapan kaisar atau masih bingung.
Padahal pamella hanya ingin melakukannya, Pamella begitu bosan kali ini. Untung kaisar mengajaknya membeli gaun. Jika di dunia modern maka tingkah Pamella ini bisa disebut sebagai kegabutan hakiki.
"Baiklah, yang mulia.. nona.. mari biar saya tunjukkan toko gaun terbaik di pusat kota," ajak ren menunjukkan arah.
Namun tiba-tiba hawa-hawa siscon akut terasa di sekitar Pamella, hal ini membuat Pamella memberhentikan langkahnya secara mendadak.
Ia memperhatikan sekeliling namun nihil tak ada kakaknya disana, ia sangat hafal hawa-hawa seperti ini karena abangnya di masa depan pun juga punya sifat siscon yang melegenda.
Lebih dari itu, apakah Yudha alias sang kakak berada disini?
"Eh emm.. tidak papa. Silahkan dilanjutkan jalannya," jawab Pamella.
Sedangkan kaisar? Entahlah dia hanya diam melirik tajam ke samping padahal tidak ada siapa-siapa disana.
Mendadak Pamella merinding, memang kaisar bisa lihat yang begituan ya? Wah menakutkan ini mah, sudah aura dan wajahnya serem eh malah bisa lihat gituan kan kesannya tambah seram dan sangar.
Namun daripada nyawanya melayang lagi Pamella lebih memilih untuk mengikuti ren dan kaisar tanpa mengeluh atau bahkan berbicara.
Walau begitu namun tingkat kewaspadaan Pamella meningkat tajam, ia perlu waspada jika kaisar memilih langkah untuk memperdekat hubungan di antara mereka seperti saat ini. Padahal kan baru beberapa saat yang lalu mereka pertama kali bertemu.
Ia bisa menyimpulkan sesuatu disini, ia harus menjauhi kaisar secepatnya jangan kan menjadi permaisuri saat jadi calon saja ia sudah takut? Pamella juga tak mau dipaksa.
Pertanyaannya bagaimana cara dirinya agar bisa menghindar dari kaisar mengerikan ini?
Pamella juga tak bisa memanfaatkan jabatan ayahnya disini, sebab jabatan kaisar malah lebih tinggi daripada jabatan ayah Pamella.
__ADS_1
________________________
"Nona.. akhirnya anda sampai saya sempat khawatir karena saya tidak boleh ikut," ucap sunnie lalu membawakan barang belanjaan Pamella ke dalam kamar.
"Huft iya. Ini, yang mulia memberikanku gaun, apakah gaun memang seberat ini? Tanganku hampir mati rasa," Tanya Pamella ke sunnie.
"Saya tidak tahu nona, tapi saya rasa gaun tidak begitu berat. Mungkin gaunnya banyak," jawab sunnie karena ia memang tidak ikut ke pusat kota bersama Pamella, kaisar dan ren. Oleh karena itulah, sunnie hari ini hampir tak melihat sang nona.
Setelahnya sunnie langsung mengambil wadah yang dijinjing nonanya dengan segera.
"Mungkin saja, aku sangat lelah saat ini," keluh Pamella lalu masuk ke kamar.
"Biar saya pijat ya non," tanggap sunnie cepat.
"Tidak perlu sunnie.. sekarang biarkan aku istirahat sebentar disini," sahut pamella setelah sunnie menata seluruh gaun yang dipilihkan kaisar. Gaun yang mewah, dan mencolok sekaligus.
"Baik nona, kalau begitu saya keluar dahulu," balas sunnie seraya tersenyum lalu keluar dari kamar Pamella meninggalkan nonanya yang sudah berbaring di ranjang bersiap tidur.
Pamella sudah berjaga selama lima menit untuk melepas pegal sebentar, saat ini Pamella sudah mulai ingin menutup matanya menuju mimpi indah, mungkin.
Namun rencana indah Pamella rusak karena ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
TOK TOK TOK
"Pamella! Ini kakak," ujar Yudha dari luar kamar Pamella, hal ini membuat Pamella berdecak.
Bagaimana ia bisa lupa? Kakaknya dulu kan biasanya menginterogasi dirinya jika ia pulang dari luar entah itu dengan izinnya maupun tidak. Bahkan meskipun kakaknya tahu bahwa ia pergi sepulangnya ia pasti tetap di interogasi.
Yudha memang sangat ajaib, dan Pamella sudah agak terbiasa dengan sifat kakaknya yang satu ini. Rasanya ia sudah hafal dengan beberapa pertanyaan yang selalu ditanyakan kakaknya ketika peristiwa ini berlaku dahulu.
Dulu, pamella hanya keluar sendiri mengingat bahwa ia tak punya teman. Pamella dulu juga membawa pengawal namun ujung-ujungnya Pamella juga harus menceritakan semuanya sendiri.
Sifat dingin dan hangatnya memang berbeda dari sifatnya di masa depan tapi harusnya Pamella tahu kalau sifat posesif dan siscon kakaknya tidak bisa diganggu gugat!
Sifat ini jelas selalu melekat di tubuh sang kakak. Pamella tak akan mungkin lupa.
__ADS_1
________________________