
FLASHBACK 2 (tentang jepit Pamella.)
***
Kaisar terlihat memandang langit yang cerah dengan datar, ia membiarkan angin menyapu rambutnya.
Hingga, sebuah suara mengalihkan perhatiannya.
“Pamella, jangan main jauh-jauh. Ayah takut kamu kenapa-kenapa.”
Kaisar yang sudah mengenal suara ini pun tersenyum smirk, ia langsung pergi ke dalam ruang kerjanya, mencurigakan. Ia sepertinya mempunyai rencana tentang keluarga Thomson jahat plus kejam? Memang, namun bagaimanapun kaisar harus bisa membereskan semuanya.
Hanya demi negeri alpensha dan orang-orang yang ia sayangi.
“Maafkan aku ibu, aku tau ibu sudah melarang ku melakukan hal trik seperti ini. Namun, aku harus melakukannya,” gumam kaisar lirih, wajahnya datar namun dari ucapannya siapapun tahu bahwa kaisar menyayangi ibunya.
Ibu tercintanya, mendiang permaisuri terdahulu negeri alpensha.
Kaisar langsung mengambil kertas kekaisaran dan pena, ia menulis suatu surat dengan cap kekaisaran. Untuk siapa surat itu di tuju pun tak ada yang tahu.
Setelahnya kaisar segera mencari liontin biru yang dapat membantunya.
BRAK SRAK
Ruang kerja kaisar jelas kacau, namun akhirnya kaisar menemukan benda yang ia cari.
TRAK
Suara itu berasal dari liontin giok yang di pecahkan oleh kaisar, seketika suatu lubang terbuka. Untuk pertama kalinya, sebab liontin itu hanya bisa digunakan satu kali saja.
Kaisar meraih surat yang ia tulis dan melemparnya pada lubang tersebut.
__ADS_1
Ren bahkan tidak tau tentang surat itu sama sekali, kaisar mengirimnya khusus untuk si penerima.
Sejenak kaisar terdiam di tempatnya, matanya terlihat kosong.
‘Semoga aku tidak melibatkan perasaan ku dalam misi ini’ batin kaisar wajahnya tetap datar namun pikirannya terlihat pusing, ia harus bisa melampaui semua konsekuensi untuk mendalami kasus ini.
Kasus terlama yang tak pernah bisa kaisar simpulkan meskipun ia berfikir sekeras apapun.
Di dimensi lain..
“Permaisuri ada surat untuk anda,” ujar blues setelah memberi salam terlebih dahulu, burung biru itu dikagetkan dengan surat resmi dari suatu negeri.
Namun, anehnya tujuannya pada permaisuri bukan kaisar.
Permaisuri itu, elvareta menoleh dengan ekspresi kaget.
“Blues, bukankah itu surat khusus? Mengapa ditujukan padaku? Bukankah harusnya tujuannya itu mengarah ke George?” tanya elvareta mengangkat alisnya bingung.
“Hmm, baik bawa kemari. Aku akan membacanya terlebih dahulu,” balas elvareta menengadahkan tangannya meminta surat itu di serahkan padanya.
“Ini permaisuri,” sahut blues setelah menyerahkan surat itu pada elvareta.
“Tetap disini blues, jika surat ini tujuannya salah maka kamu harus mengantarnya ke George,” titah elvareta seraya memandang blues yang mengangguk ketika mendengar titahnya.
Elvareta terbiasa memanggil George, suami dan kaisar kekaisaran dengan nama Saja. Sebab dari dulu, hubungan mereka memang spesial.
Elvareta mendadak tegang ketika membaca paragraf kedua dari surat tersebut, ketika ia sudah selesai membaca. Ia menyerahkan surat itu pada blues kembali.
Sejenak elvareta menoleh ke belakang dimana para pelayan pribadinya berderet. Ia lantas mengibaskan tangannya, menyuruh mereka pergi.
“Kalian pergilah dahulu, aku akan berada di sini bersama blues. Ada sesuatu yang harus ku bicarakan empat mata dengan blues,” ucap elvareta, para pelayan pun bergegas untuk menuruti ucapan elvareta, sebagai seorang permaisuri perintahnya itu absolut. Walau tentunya lebih absolut perintahnya kaisar.
__ADS_1
“Ada apa permaisuri? Apakah surat itu berisi ancaman?” tanya blues dengan nada serius.
“Tidak, hanya saja.. aku rasa kakakku mulai mengidap sesuatu, dia menyuruhku untuk melapisi mu sihir transparan dan mengirim mu kesana,” jawab elvareta memegang kepalanya.
“Kalau hanya begitu, kenapa permaisuri terlihat cemas?” tanya blues lagi, ia bukanlah burung yang tidak peka terlebih pada majikan sendiri.
“Kau tau blues? Kakak ku biasanya tidak begini.. ah sudahlah, besok aku akan mengirim mu, aku akan membalas suratnya dulu. Kamu tetap disini menunggu titah ku selanjutnya,” jawab elvareta tegas.
‘Jika kakak sampai mengecap dengan cap kekaisaran, maka ini pasti berhubungan dengan kesejahteraan negeri alpensha, semoga kakak baik-baik saja nanti,’ batin elvareta.
Kemudian, tangannya ia adahkan untuk menciptakan pena dan kertas, sama seperti sang kakak elvareta mencap menggunakan cap putri mahkota berliannya.
Sebab, sihir transparan dari elvareta itu sihir kerajaan berlian, ia hanya mendapatkan sihir itu karena ia lah sang putri mahkota.
“Antarkan ini pada kakak,” ujar elvareta menyerahkan surat yang sudah ia tulis pada blues.
“Baik, permaisuri.”
***
Hari-H dimana Pamella mendapatkan jepit legendaris..
“Blues, dengarkan aku. Nanti aku akan berbicara pada seseorang. Taruhlah jepit ini di rambutnya, dia tidak boleh sadar tentang ini! Awas jika dia tau, tamat riwayat mu!” kaisar terlihat mengancam blues dengan tatapan tajam.
Blues pun mengangguk ia menerbangkan jepit itu dengan sihir sementara tubuhnya sudah transparan, tak terlihat.
Hingga, semuanya berjalan sesuai rencana. Pamella terlihat tak sadar jika jepit itu telah di letakkan oleh blues.
Seperti sebuah tragedi pertemuan tak sengaja, namun sejatinya pertemuan ini sudah di rencanakan, semuanya memang sudah di rencanakan. Pamella bahkan masih belum mengetahui hal ini, oleh karena itu jangan bicarakan hal ini padanya.
Atau Pamella akan terlibat perang lagi dengan kaisar.
__ADS_1
_________________________________