Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
83. Darksya, alezha dan Azra (tiga serangkai bawahan elvareta) Pertempuran #3


__ADS_3

Pamella menolehkan kepalanya ke arah lain saat kaisar mulai mendekat, suasa hening pun menyapa tanpa tau waktu dan tempat.


“Kesejahteraan menyertai kaisar dan permaisuri negeri alpensha” tiga bayangan itu, S, L dan Y sebut saja trio bayangan memberi salam pada kaisar dan Pamella.


Mereka memecahkan keheningan yang terjadi akibat perseteruan Pamella dan kaisar.


ARGH AAA


Ketika mendengar teriakan itu Pamella menoleh ke arah dimana sumber suara datang, tanpa bertanya Pamella langsung menuju ke sana.


“Pamella!” panggilan kaisar bahkan tak Pamella hiraukan, gadis itu terlalu penasaran pada dunia luar. Terlebih inilah alasan mengapa ia dan kaisar bertengkar.


Kaisar selalu menyimpan semua sendiri, lalu apa fungsi Pamella sebagai pendamping hidupnya?.


Hanya sebagai pajangan? Yah sorry saja, Pamella tak berniat untuk me jadi lukisan yang sama sekali tak ‘digunakan.’


“Permaisuri!” ren pun ikut berteriak sambil menyusul langkah kaki kaisar, sementara trio bayangan hanya diam namun langkah kaki mereka semakin mendekat pada Pamella.


SYUNG


Kaisar mematung ketika sebuah bola sihir melayang ke arah Pamella, “Pamella!” nyatanya jarak kaisar dan Pamella cukup jauh.


Meski begitu kaisar masih berusaha untuk menggapai Pamella.


Tetapi..


TYAR


Pamella memejamkan matanya ketika sihir itu mulai mendekat, namun..


‘Tunggu, kenapa rasanya sama sekali tidak sakit?’ batin Pamella bertanya-tanya. Akhirnya Pamella memberanikan diri untuk membuka bola matanya.


Lalu..


GREP


Kaisar terlihat memeluk Pamella dengan erat, takut tatkala permaisurinya itu meninggalkan dirinya sendirian.


“Pamella, kau tau apa yang kau lakukan? Kau hampir tiada!” mata Pamella berkaca-kaca saat mendengar ucapan kaisar.


“Memangnya yang mulia peduli pada hamba?.”


S dan L hanya menatap perlindungan yang menyelimuti tubuh Pamella, perlindungan itulah yang menghalau lemparan bola sihir tersebut.


Mereka yakin bahwa itu adalah sihir elvareta, yah.. beruntung elvareta memasang sihir perisai. Sebab lawan mereka kali ini adalah pewaris/putera mahkota kegelapan.


PROK PROK PROK


Mereka semua secara serempak menatap pada tuan besar Morgen yang tengah bertepuk tangan dengan meriah.


“Wah, bola anak hamba meleset.. yang mulia” dengan sengaja tuan besar Morgen ingin memancing amarah kaisar.


“Ah maafkan atas kesalahan hamba. Lain kali hamba yakin bahwa putera hamba tak akan meleset” hery yang berada di samping ayahnya hanya memandang Pamella dengan sulit.


Playboy, yah Hery bercap playboy. Hanya saja, suatu saat pun Hery akan mengalami yang namanya jatuh cinta. Akan tetapi, bagaimana jika orang yang kita cintai nyatanya akan terluka karena kita?.


Sayangnya, Hery sudah tak bisa mundur dari posisi ini.


“Kenapa kalian diam? Apa kalian tidak akan bertanya, ada dimana triela, zelion dan pria tadi?” ayah Hery terus berbicara namun perbincangan yang ini berhasil membuat Pamella penasaran.


“Coba lihat ke arah kanan kalian semua, wahai tuan dan nyonya” dengan santai ayah Hery menunjuk ke tiga tubuh yang digantung di atas pohon.


“Astaga!” Pamella menutup mulutnya terkejut, triela, zelion bahkan pria misterius itu berhasil di lumpuhkan?.


“Mengapa permaisuri? Yah ini salah mereka, mereka tak mau bergabung dengan kami. Mereka kan b*doh yang dihadapi kan sihir kegelapan hahaha!.”


“Aku tidak tahu menahu tentang itu, namun satu yang kutahu. Kau harus dibasmi agar tak ada korban lain, Morgen!” kaisar mulai mengeluarkan pedangnya, melepas rangkulannya pada sang permaisuri.


“Tapi yang mulia, dia..” Pamella bergumam dengan lirih, takut jika nantinya kaisar akan terluka.


“Aku adalah seorang pemimpin, pamella” mendengar balasan kaisar Pamella pun mengerti, benar.. kaisar itu pemimpin oleh karenanya ia harus menghentikan Hery morgen dan ayahnya.


Sejenak Pamella menatap Hery yang kebetulan juga menatapnya.


“Aku tidak menyangka kalau kau melakukan ini Hery!” Pamella menyentak dengan kasar, setelahnya kaisar menarik Pamella untuk berdiri di belakangnya.


Lalu..


SRET


Kaisar dan trio bayangan menyerang secara bersamaan, bedanya jika kaisar bertarung secara langsung di hadapan hery maka trio bayangan menggunakan pisau yang bisa digunakan dari jarak jauh.


Menghalau serangan yang diberikan Hery pada kaisar dan tentunya membantu agar Hery dan sihirnya bisa terpojok, lantaran kekuatan hitam yang dimiliki Hery benar-benar harus dimusnahkan.


Tanpa tersisa.


***

__ADS_1


“Blues..” elvareta terlihat memegang dadanya sendiri, nafasnya terkadang memburu.


Blues yang awalnya melamun pun tersadar, ia menoleh dengan panik ke arah elvareta. “Permaisuri?! Anda kenapa?.”


“Aku... Merasa.. ini.. tidak akh!” elvareta tak bisa melanjutkan kata-katanya, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun silam air mata elvareta meluncur dengan mudahnya.


DRESS ZRAA


Blues menatap air hujan yang langsung turun, mata blues menatap sendu. “Permaisuri.. rencana para b*jingan itu..”


“Hiks blues.. anakku” blues hanya diam, ia tak mampu melakukan apa-apa. Sihir blues pun tak akan berguna, George? Hah! Memangnya blues bisa percaya pada kaisar itu setelah dia membuat elvareta terluka?.


“Bodoh! Kau sudah tau tapi kau tak menghindarinya? Aku tau kau membenciku! Tapi setidaknya jangan biarkan anak itu hidup tanpa ibu!” elvareta memejamkan matanya pelan, sungguh.. bukannya apa, hanya saja salahkah jika ia ingin menghilang dari sini?.


“Hamba hanya ingin bebas dari Dunia ini, yang mulia hiks yang mulia hanya perlu memberitahu anak ini bahwa ibunya hiks yang meninggalkannya” elvareta menyeka air matanya dengan dramatis.


Namun George hanya menatap gadis itu datar, kemudian elvareta melirik pada seseorang sosok wanita yang tersenyum melihat ia kesakitan.


‘Yah terkadang, mereka perlu diajari. Dimana mereka berpijak, aku tadinya berfikir bahwa diriku tak perlu ikut pertempuran secara langsung, namun apakah ini?’ batin elvareta diam-diam.


Buat musuh merasa menang terlebih dahulu sehingga mereka akan lengan lalu kau bisa mengalahkannya dengan mudah dengan cara yang sangat menyakitkan baginya-Elvareta.


George pun tersenyum tipis mendengar batinan elvareta, sesungguhnya George sudah mengetahui semua perilaku elvareta. Oleh sebabnya, tak sebegitu sulit untuk George menebak perilaku elvareta.


Berbeda dengan blues, burung itu yang melihat bahwa George tersenyum tipis sekilas pun semakin yakin bahwa ia akan kehilangan elvareta.


Yah, pengalaman itu guru yang terbaik dalam kehidupan ini.


Ketika sosok itu mulai berbalik elvareta tersenyum smirk, matanya berubah seraya menatap sisi belakang sosok itu.


“Darksya, jaga dia” George memberikan perintah dengan datar.


“Memangnya berhak apa kau memerintahku? Yang bisa memerintahku hanya permaisuri saja! Kau bahkan menyakitinya, kau fikir aku bisa menerima itu dengan mudah? Bersyukurlah aku tak bisa menyerangmu karena kutukan ini kalau tidak kau pasti akan habis di tanganku!.”


Bukannya orang lain yang menjawab namun elvareta malah menyahutnya, yah benar.. ini disebut ‘kerasukan’ jika di dalam dunia modern.


Akan tetapi nyatanya, elvareta sendiri memiliki sisi gelap. Yah itulah ‘darksya.’


Blues yang masih tak faham pun kebingungan, namun ia tak bisa mencegah saat elvareta tiba-tiba turun dari jendela menara.


Lalu..


SRAK


Sayap hitam mengkilat muncul dengan cara yang indah namun seram sekaligus, lagi-lagi senyum smirk itu selalu menghiasi wajah elvareta.


***


“L, S. Serang titik bahunya, itu area yang rapuh bagi dia.”


L dan S mengangguk ketika suara angin itu datang pada mereka, dua bayangan itu tahu bahwa elvareta tak bisa hadir secara fisik namun gadis itu tetap hadir secara mental.


Mungkin, tubuh junjungannya itu sedang dirasuki. Tentunya, elvareta sendiri yang memanggil sisi gelap itu. Dan melegakannya elvareta juga masih bisa mengendalikannya.


“Gunakan pisau, jangan mendekat.”


L dan S langsung meraih pisau dan melemparnya dengan serempak ke titik bahu Hery. L bagian bahu kanan dan S bagian bahu kiri.


SRAT


Ketajaman pisau itu tak perlu diragukan, namun kekuatan Hery juga tak bisa diremehkan.


Dia bahkan menyembuhkan lukanya sendiri dalam waktu yang singkat.


“Teruslah berusaha untuk menyakiti area bahunya, lama kelamaan dia akan kehabisan energi. Kalian tau kan? Sihir tak bisa digunakan tanpa energi apalagi sihir hitam.”


Lagi-lagi bisikan itu memberikan arahan, S dan L pun tentu mengikuti.


Sebagaimana bayangan yang selalu mengikuti objeknya, maka begitulah kondisi S dan L yang selalu mengikuti arahan dan perintah elvareta.


Elvareta yang hadir dalam bentuk Roh menghela nafasnya kasar ketika melihat tubuh trio iblis yang ia kirim. ‘Bisa-bisanya dia membuat iblis kesayangan ku dalam kondisi sekarat begini!.’


Elvareta berbatin dengan kesal, ia yang sedang melayang pun mendekati ketiganya. Ia tak bisa menggunakan sihirnya karena ini di luar area istana.


Namun..


Mata elvareta berbinar tatkala matanya menatap sesosok peri yang ia kenali.


Sebagai penguasa element, tentunya ia memiliki pasukan peri dan iblis.


“Alezha!” elvareta memanggil dengan keras, meskipun suaranya tak bisa didengar oleh kaisar, pamella, ren dan bayangan kaisar namun L, S dan para bawahan elvareta yang memang setia bisa mendengarnya.


Alezha, peri tumbuhan yang dipanggil elvareta pun menoleh dan memberikan salam.


“Kenapa permaisuri memanggil hamba?” alezha bertanya dengan penasaran.


“Kamu kan peri tumbuhan, apa kamu bisa membuat tanaman penawar atau yah untuk mengobati luka yang disebabkan oleh benda beracun?.”

__ADS_1


Alezha pun langsung mengangguk membenarkan, namun matanya menjadi berkaca-kaca ketika melihat salah satu tubuh iblis yang ia sayang.


Yah, alezha dan iblis itu sama-sama tahu bahwa mereka tercipta di klan yang berbeda, tak seharusnya..


Namun, tak semudah itu!.


“Jadi, bisakah kamu membuat penawar disini? Aku tak tau mengapa kamu bisa sampai di dimensi ini. Namun aku berharap bahwa kamu bisa membantu untuk menyembuhkan triela, zelion dan azra” pinta elvareta.


Sesekali mata berlian elvareta melirik ke arah pertarungan sengit itu, Pamella bahkan terlibat di dalamnya. Yah elvareta tak tau lagi, keberanian Pamella itu sudah sangat wah!.


“S, L tetap lakukan penyerangan pada bahu Hery, sebisa mungkin jangan sampai ada yang terluka. Coba lindungi kak Pamella juga” elvareta memberikan instruksi pada S dan L.


Alezha yang fokus melihat Azra pun terpaku seraya merafalkan mantra, iblis tergila seperti Azra bahkan mampu dikalahkan oleh sihir hitam tersebut.


Pasti sihirnya tak main-main!.


SRAA


Elvareta kembali fokus ke arah alezha saat peri itu sudah memunculkan tiga tumbuhan sekaligus.


“Obati mereka, aku akan fokus pada pertarungan disana. S dan L perlu arahanku” titah elvareta melirik ke arah alezha.


“Baik permaisuri.”


“Terima kasih atas bantuanmu, alezha” alezha pun tersenyum mendapati ucapan terima kasih elvareta. Inilah yang membuat elvareta lebih istimewa di pandangan alezha.


Ketika elvareta kembali fokus ke pertarungan yang dibintangi oleh kakak lelakinya vs Hery ia baru menyadari satu hal.


“S, L apa kalian mengetahui tentang titik pusat sihir hitam? Titik itu akan muncul ketika energinya mulai melemah. Aku bisa melihatnya, karena aku sendiri memiliki kekuatan kegelapan yah walau aku menggunakannya untuk hal baik.”


“Intinya, pusatkan pisau kalian di titik pusar Hery, sekarang!.”


***


Darksya yang ada di dalam tubuh elvareta mengikuti sosok yang mengawasinya diam-diam.


“Tak ku sangka, semudah itu aku mengalahkan si permaisuri beram! Kalau tau begini aku akan memusnahkannya dari dulu.”


Mendengar ucapan girang dari sosok itu membuat darksya nyaris berdecih, ia fikir semudah itu? Heh! Elvareta bahkan bisa membereskan sosok itu dalam sekejap.


Namun ia memanggil darksya, mengapa? Darksya tau bahwa elvareta merasakan firasat bahwa dua bayangannya membutuhkannya, oleh sebabnya jika elvareta tak bisa keluar dengan tubuhnya maka ia bisa pergi dengan rohnya.


Dan sosok ini akan dibereskan oleh elvareta sendiri nanti, yah sekarang darksya hanya bisa membuat sosok itu merasakan apa yang dinamakan ‘penyiksaan awal.’


“Ah, ternyata kamu disini ya.. sosok misterius?” mendengar ucapan lirih dari belakangnya sosok itu jelas menoleh.


Matanya seketika melebar, “HAH?! BUKANNYA KAU SUDAH M*TI?!.”


Darksya terkekeh sejenak ketika mendengar teriakan sosok tersebut.


“Wah iya juga ya? Jangan-jangan aku ini arwah?” darksya malah berpura-pura terkejut.


“Pftt, bwahahah! Lucu sekali!” setelahnya darksya yang sedang menggunakan tubuh elvareta itu tertawa seperti orang gila.


“Darksya! Jangan mempertaruhkan dan menghancurkan imageku, kenapa kau tidak langsung menyiksanya?.”


Ucapan kesal elvareta asli terlintas di benak darksya, tentunya mereka masih berhubungan satu sama lain.


“Wah lihat, aku disuruh menyiksamu” darksya makin senang ketika sosok itu terlihat mencari jalan kabur.


“Kenapa kau malah terlihat takut saat aku berada di depanmu? Huh siapa cecungak yang berani mengirimmu tanpa mengetahui level keberanianmu? Ini baru menghadapi ku saja sudah begini! Apalagi kalau kau langsung berhadapan dengan elvareta.”


Cerocosan tak berguna darksya terus membuat sosok itu kebingungan.


“Agh, ya tanpa berlama-lama lagi. Ayo kita mulai pertempuran yang sesungguhnya!.”


Darksya memasang wajah serius dan berlari mendekati sosok itu yang sudah menarik senjatanya.


BRUAK


Tubuh sosok itu terbentur dinding magis saat darksya menangkis senjata sosok itu dan menendangnya.


“Ah ya, aku lupa mengucapkan ini padamu. Tapi, yah selamat datang di arena-ku!.”


Darksya tersenyum saat si sosok mulai terbatuk darah, yah tendangan darksya memang tidak main-main!.


_________________________________


Heyyo, sekarang author mulai bayar janjinya yaa! silahkan dinikmati~.


Rada nyeng saat mikir alurnya makanya jadi lelet, apalagi ini juga butuh mood, jadi ya begini deh. Mohon dimaafkan ya readers 🙏.


Memang nih, author agak sengklek.


Ya sudahlah, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


*Thank you readers~.

__ADS_1


-Nadira*


__ADS_2