
Pamella menolak keras ajakan sunnie, “Ah tidak perlu sunnie! Lagipula masih banyak gaun yang belum aku pakai mau dikemanakan gaun itu? Diberikan ke biawak?”
Sunnie pun mengangguk mengerti, namun tiba-tiba tubuh sunnie menegang.
“Tunggu, bukannya nona bilang ingin berbelanja untuk ulang tahun negeri ini beberapa bulan yang lalu?” tanya sunnie malah bertambah curiga.
Pamella mengernyit mendengar pertanyaan sunnie yang mengandung pernyataan.
Itu berarti dirinya dulu benar-benar menantikan hari ini, bahkan sampai-sampai ia sudah merencanakan segalanya beberapa bulan yang lalu.
Wah amazing!
“Oh tidak jadi, aku berubah fikiran,” balas Pamella, ia sungguh tak bisa memikirkan apapun ketika di curigai seperti ini makanya ia hanya bisa memberi alasan itu-itu saja.
“Ah begitu rupanya, baiklah nona.. apa nona ingin berendam? Sebentar lagi siang hari,” ujar sunnie.
Tanpa berfikir panjang Pamella mengangguk, tak heran jika bangsawan sepertinya akan berendam plus mandi tiga bahkan empat kali sehari.
Sebab bangsawan besar seperti Pamella ini akan selalu menjadi pusat perhatian publik.
Sama seperti di kehidupannya yang lalu, jadi pamella tak perlu banyak menyesuaikan diri karena kehidupan yang ini sama dengan kehidupannya di dunia modern.
“Nona, saya lupa bahwa madam varsya akan kemari besok,” ucap sunnie seraya menepuk jidatnya pelan.
“Madam varsya?” ulang Pamella bertambah bingung.
“Bukannya nona yang mengundang madam varsya untuk datang agar mengajarkan nona berdansa?” bukannya menjelaskan sunnie malah bertanya, makin banyaklah kecurigaannya terhadap nona anehnya ini.
“Apa?! Kapan madam varsya sampai?” tanya Pamella panik.
Ia harus menjaga pola makannya jika ia harus bertemu seorang madam yang merupakan guru dansa!
“Besok nona.”
JDER
Bagai tersambar petir Pamella terjingkat dari tempatnya, “Apa?!.”
***
Keesokan harinya, elvareta melakukan kegiatannya seperti biasa.
Ia berjalan-jalan menelusuri wilayah istana kakak lelakinya itu, wilayah istana makin besar saja dari saat lima tahun yang lalu ketika ia juga sedang mengunjungi kakaknya.
Namun alis sang Puteri mengernyit ketika melihat seseorang yang dikenalnya seperti memaksakan diri.
“Kak, kakak kenapa? Kalau udah tidak kuat olahraga, istirahat saja jangan dipaksakan,” tanya elvareta mendekat ke arah Pamella.
__ADS_1
Ini masih pagi, pukul 4 dini hari.
“Eh kamu udah bangun elvareta?” tanya balik Pamella, elvareta pun mengangguk.
“Ah ya, aku sedang berolahraga sebentar lagi madam varsya akan datang,” jawab Pamella tersenyum paksa.
“M-madam varsya?! Kak, bukannya dia itu guru dansa?” balas elvareta seraya menahan pekikannya.
“Iya, dia akan melatihku. Itu sebabnya aku harus terlihat kurus agar tidak terkena amarahnya madam varsya,” balas Pamella terus melanjutkan olahraganya.
Baru saja elvareta ingin mencegah kakaknya namun sunnie sudah berlari mendekat.
“Kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha,” salam sunnie seraya menundukkan kepalanya.
“Berdirilah,” balas elvareta, elvareta sedang tak memakai cadarnya.
‘Eh kok elvareta terlihat biasa saja? Harusnya dia panik kan sunnie melihat wajahnya? Dan.. bagaimana sunnie bisa mengenali elvareta?’ batin Pamella bersuara bingung.
Akan tetapi Pamella tak menanyakannya, siapa tahu kalau sunnie sudah mengenal elvareta?
“Nona, saya mohon anda sudah olahraga sejak tadi, anda juga belum sarapan,” sunnie mengeluh khawatir.
Elvareta yang mendengar pun membelalakkan matanya, “Kak! Sudah hentikan kakak sudah lemas.”
Sunnie maupun elvareta sama-sama khawatirnya.
“Nona, saya akan dimarahi oleh tuan Duke jika anda seperti ini terus,” sahut sunnie dengan nada memohon.
“Kak, apa kakak mau aku adukan ini ke kaisar? Biar dia yang langsung melarangmu,” ancam elvareta.
Kedua ucapan dari sunnie dan elvareta mampu membuat Pamella menegang.
“Baik-baik aku akan berhenti,” akhirnya Pamella menyerah juga menghadapi sifat keras kepala milik elvareta plus sunnie.
Elvareta dan sunnie pun menghela nafasnya lega, “Mari nona ... saya sudah menyiapkan makanan anda.”
“Tidak! Aku mau makanan vegetarian! Ah salad buah saja, aku tidak ingin memakan makanan berlemak,” tolak Pamella.
Kali ini elvareta pun ikut menoleh dengan kebingungan ke arah Pamella.
“Apa itu sa-salir?” tanya sunnie.
“Salad! Salad buah, itu makanan yang dibuat dari beberapa jenis buah seperti apel dan lain sebagainya,” jawab Pamella menjelaskan.
“Tunggu! Darimana kakak tahu tentang hal seperti ini?” kini giliran elvareta yang bertanya.
Mendengar itu sejenak tubuh Pamella tegang, “Ah itu, aku hanya mengetahuinya dari salah satu buku di perpustakaan.”
__ADS_1
‘Lagian sih! Kenapa pake asal ceplas-ceplos saja? Kan jadi kayak gini akhirnya’ batinan Pamella hanya bisa meruntuk apa yang sudah terjadi.
“Perpustakaan negeri ini? Aku sudah membaca semua buku disini tapi aku tidak menemukan hal yang seperti itu,” balas elvareta mengangkat satu alisnya.
“Ah, itu ... aku ... aku ... aku membacanya setelahnya aku menyimpan buku itu, namun aku lupa dimana aku meletakkan buku itu.”
Sekarang Pamella hanya bisa berdoa jika elvareta dan sunnie akan mempercayai ucapan pembelaan miliknya ini.
Akhirnya elvareta mengangguk mengerti, hal ini membuat Pamella menghela nafas lega.
“Lalu ... apa itu vegetarian?”
TYAR
Pamella pun tersenyum dengan paksa.
_______________________________
Hallo, maaf ya author lagi-lagi ngga up berhari-hari..
But, author kasih bocoran nih.. bentar lagi novel ini bakalan sampai di satu titik resolusi (penyelesaian masalah.)
Yah ini untuk komplikasi yang pertama (pertengkaran kecil antara Pamella dan kaisar.)
Tapi nanti masalah (komplikasi) yang akan dihadapi bakalan makin memuncak-memuncak dan memuncak hingga mencapai ending.
And, untuk perkataan yang ada di akhir cuplikan novel ini.
“Harusnya aku tak mengorek informasi terlalu dalam”-pamella.
“Aku tak akan melepaskanmu” -kaisar.
Sama..
“Alat tetaplah alat” -??
^^^Yah kira-kira begitu kan kata-katanya?^^^
Nah itu akan jadi petunjuk buat para readers, kira-kira apa yang dikorek oleh Pamella? Dan siapa yang menjadi alat?.
Itu akan terungkap di eps" menjelang ending.
Ah ya, sekian untuk penutup eps hari ini.
Thank u~
-Nadira
__ADS_1