
FLASHBACK 3 (Latar belakang sunnie.)
Sebenarnya, author sudah merencanakan sebuah plot twist untuk sunnie.
Dan kali ini, author akan menjabarkannya. Sudah ada beberapa petunjuk tentang latar belakang Sunnie yang ‘sesungguhnya’ di beberapa chapter yaa.
Namun author tetap memutuskan untuk menjelaskannya.
Baik, selamat membaca!.
...Terkadang kebahagiaan seseorang bisa berakhir dalam satu hari saja....
...-Sunnie olian rainbow....
***
AAAAA
Erangan frustasi itu menggema di sebuah hutan, suara yang agak feminim itu mengagetkan beberapa hewan disana.
“KENAPA?! KENAPA HAL INI HARUS TERJADI PADAKU? HIKS IBUNDAAA AYAHANDAAA ADIKK,” suara itu begitu keras.
Nyatanya, jika melihat lebih teliti lagi. Maka kalian akan menemukan seorang gadis yang berada di kegelapan malam.
Rambutnya yang kuning membuatnya sedikit terlihat di antara kegelapan. Namun, wajah cerianya malah terisi dengan air mata.
SRAK SRET
Gadis itu, sunnie olian rainbow. Putri mahkota pelangi, anak dari raja pelangi dan putri matahari terlihat menangis tersedu-sedu.
Hingga ia bahkan mencabuti rumput-rumput yang berada di sekitarnya. Hal ini ia lakukan bukan tanpa alasan.
Coba fikirkan, mengapa seorang putri mahkota berada di hutan sendirian?.
Benar, kerajaan yang harusnya di pimpin sunnie beberapa tahun lagi hancur hanya karena serangan dari kerajaan timur.
Statusnya kini menjadi buronan, sebab harusnya wanita maupun gadis apalagi putri mahkota, putri dan ratu yang berasal dari kerajaan runtuh harus dijadikan persembahan pada raja yang menang.
Sunnie tak akan lari jika ia tak sendirian, namun ibunda, adik dan ayahandanya ma ti karena serangan itu.
“Nak, larilah! Setidaknya.. kamu harus selamat, ingatlah. Kamu adalah pijar terakhir kami!”
Suara itu selalu terngiang-ngiang di kepala sunnie, perlahan ia mengeratkan kepalan tangannya. Matanya yang penuh air mata menatap bulan yang begitu tinggi di atasnya.
__ADS_1
“Aku akan membalas mereka. Bagaimanapun caranya,” ujarnya nyaris bersumpah.
PROK PROK PROK
Sebuah tepukan tangan itu membuat mata tajam sunnie mengalih, ia bahkan berdiri tanpa mengenal takut.
Harusnya, ini yang ia lakukan dari dulu. Namun sayangnya, keluarganya mendesak sunnie untuk lari.
“Hmm, jika aku membantumu meruntuhkan kerajaan itu.. apakah kau bersedia membantuku pula? Lagipula kau tak akan memiliki tujuan setelah ini dan aku memerlukan orang dengan tekad sepertimu.”
Meskipun orang itu berbicara dengan nada yang agak dingin namun sunnie merasa jika orang itu juga tidak tega padanya.
Entah itu tidak tega dalam hal apa, yang jelas tawaran orang itu sangat menarik bagi sunnie.
“Baik, aku terima tawaran mu. Siapa dirimu?” tanya sunnie menatap nyalang pada orang itu.
Perlahan, orang tersebut melangkah maju mendekati sunnie, alangkah terkejutnya sunnie ketika semua kunang-kunang mengelilinginya.
Seperti.. orang itu merupakan seseorang yang harus dijaga sedemikian rupa meskipun oleh kunang-kunang sekalipun.
“Elvareta Violetta briliant. Aku membutuhkan bantuan mu untuk sesuatu. Untuk itu, kau harus mengabdi padaku putri. Apa kamu bersedia?” elvareta memang sedari tadi berbicara dengan nada non formal.
Mengapa? Sebab elvareta ingin membuat sunnie tahu bahwa ia hampir tak pernah memandang kedudukan.
“Melihat perkataan mu, kamu jelas mengenalku. Baiklah, kamu jelas tau kenapa aku menggunakan nada non formal padamu kan? Jika kita berdua kamu bisa melakukannya, tergantung padamu juga. Aku memerlukan mu untuk menjadi bayanganku.” perlahan-lahan elvareta menjelaskan tugas sunnie.
Sebab, ia perlu menawar disini.
“Aku mengerti,” mendengar nada tegas nan datar sunnie, elvareta tersenyum puas. Tak salah ia melewati jalan sepi seperti ini di dekat istana yang baru saja hancur.
Sunnie menatap pergelangan elvareta yang mengarah padanya.
“Raihlah, aku akan menunjukkan mu pada teman seperjuangan mu, aku sungguh memerlukan dua bayangan. Kalian akan kuberi tugas berbeda, namun secara garis besar tujuan kalian sama.”
“Ingatlah, tujuan pertama mu adalah mencegah serangan mengarah padaku ketika aku dikuasai amarah,” ujar elvareta panjang.
“Dan untuk masalah mu, aku siap membantu kapanpun. Kamu tinggal memberitahu tanggalnya,” titah elvareta ketika sunnie menyahut tangannya.
“Saya mengerti permaisuri,” sunnie pun mulai menggunakan nada formal. Sejenak elvareta menghela nafasnya. Yasudahlah, ia memang harusnya dihormati begini.
***
“Perkenalkan, dia salah satu bangsawan di negeri alpensha. Leona Bianca agustine, sahabat terdekat dari orang yang penting. Pamella Thomson.”
__ADS_1
Perkenalan Leona dan sunnie sungguh berawal dari ucapan singkat yang diucapkan elvareta, selebihnya mereka hanya bisa berpura-pura tak mengenali saat pertama kali berjumpa dengan perantara Pamella.
Bahkan sunnie hanya bisa menjawab tidak tahu dengan cepat ketika Pamella dulu bertanya tentang gadis berambut biru berlian. Nyatanya, meskipun bertahun-tahun selama sunnie bersama pamella namun lebih lama lagi waktu sunnie untuk elvareta.
Menjadi bayangan elvareta seringkali membuat sunnie dan Bianca sadar bahwa seorang bayangan harusnya tidak memiliki rasa apapun, bahkan meskipun Bianca dan sunnie menyayangi Pamella.
Ketika Pamella membahayakan elvareta, maka mereka harus menghabisinya. Tragis tapi itulah kenyataan.
Untungnya, Pamella ternyata menjadi kesayangan elvareta juga.
Kemudian, sejak hari itu pula elvareta membantu sunnie menguasai beberapa teknik bahkan sunnie hampir lebih unggul dari elvareta. Kerajaan dari timur yang meruntuhkan kerajaan sunnie sudah terkalahkan.
Sebenarnya, kerajaan itu menyerang tanpa memberitahu terlebih dahulu. Dan itu harusnya pelanggaran di area kerajaan sunnie.
Jika saja kerajaan itu meruntuhkan dunia sunnie sesuai aturan maka sunnie tak akan begitu dendam pada mereka, bahkan elvareta sendiri tahu akan hal itu.
Sayangnya, sudah sangat terlambat untuk itu faktanya kerajaan itu baru menyadari saat sunnie menyerang balik mereka, hikmah yang diambil elvareta saat ini itu... Ia harus berhati-hati dalam bertindak. Siapa tahu ia akan melakukan kesalahan seperti musuh sunnie.
Kekuasaan pun bukan segalanya, melainkan kebahagiaan. Kekuasaan jelas tidak menjamin bahwa kalian akan bahagia. Seperti sunnie dan elvareta yang tak bisa bertemu keluarganya lagi, seperti kaisar yang selalu terikat tugas.
Seperti Pamella yang selalu tertekan dengan lingkungannya. Hanya tindakan yang menjamin hidup kita.
_________________________________
Yups, seperti dugaan kak luho uroe.
Bayangan elvareta alias si ‘s’ itu sunnie, latar belakang Sunnie yang ini memang sejak awal ditulis author. Namun tak terasa, identitas sunnie hanya dicurahkan author dalam bahasa yang samar-samar.
Seperti dialog Pamella pada chapter ‘Perjamuan bangsawan’ yakni “mengapa kamu terlihat mengetahui banyak hal tentang ini?” yah kira-kira begitu.
Jackson memang anak dari seorang putri dan bangsawan, namun! Sunnie sudah menjadi mantan Putri. Seperti yang di jelaskan, statusnya kini bahkan lebih rendah dari pelayan.
Sekalian juga, disini author mengungkap identitas si ‘L’ yah jika kalian perhatikan maka tidak ada orang normal di sekitar Pamella wkwkwk, author memang sengaja juga untuk ini.
Yah begitulah~.
Baik, mari berjumpa lagi di chapter selanjutnya. Tak terasa pula, author memberikan ucapan pembuka dan penutup dua kali. Yah, author hanya ingin menjabarkan saja.
Iseng juga untuk menambah jumlah kata, anggap saja begitu.
Terima kasih!.
-Nadira
__ADS_1