
Pamella tak menemukan jawaban yang bisa ia gunakan sebagai alasan kecuali jawaban yang sama saat Pamella ditanya ketika ia pertama kali kembali ke kehidupan pertamanya.
Namun rasanya itu tak bisa dipahami maksudnya, alasan itu tak bisa dipakai lagi.
“Aku hanya lupa kak, hehehe,” ujar Pamella cengengesan.
“Lupa? Padahal ini adalah acara yang kamu tunggu-tunggu setiap tahun,” balas Yudha mengernyit bingung.
“Ah ya, begitulah kak. Aku itu sangat mudah lupa,” sahut Pamella menggaruk rambutnya membuat tatanan yang dibuat sunnie berantakan.
“Jangan di rusak pamella,” nasihat kakaknya sambil memperbaiki tatanan rambut adiknya, akhirnya mereka terpaksa berhenti sebentar.
Pamella pun mau tak mau harus mengakui bila Yudha memiliki jiwa keibuan yang tinggi, bagaimana tidak? Yudha bisa memperbaiki tatanan rambutnya dengan lembut dan rapi.
Yah walau tak terlalu bagus seperti tatanan sunnie namun bagi ukuran seorang pria maka tatanan rambut yang dibuat Yudha itu sangat bagus.
“Sudah belum kak?” tanya Pamella memegang tangan Yudha yang berada di rambutnya.
“Sudah, lain kali jangan dirusak nanti rambutmu kusut dan berakhir dengan rumor-rumor jelek tentangmu,” itulah kekhawatiran Yudha.
Dirinya dan adiknya itu selalu diperhatikan publik, jadi jika rambut Pamella kusut sedikit saja maka itu akan menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri.
Yudha dan Pamella pun kembali berjalan menuju kediaman keluarga Thomson bersama-sama.
“Selamat datang tuan, nona,” sambut para pelayan menunduk termasuk sunnie.
“Berdirilah,” ucap Yudha dan Pamella bersamaan.
“Sunnie, ayo ke kamarku aku ingin bertanya padamu,” ajak pamella.
“Baik nona.”
***
__ADS_1
“Jadi tebakanku benar hm?” tanya seorang gadis yang berstatus Puteri.
“I-iya tuan puteri,” jawab seorang lelaki dengan nelangsa.
KRIET
Keduanya pun menoleh ke arah pintu, sang kaisar terlihat memasuki ruangan.
“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha,” ujar lelaki itu saja, ren.
Sedangkan gadis itu, elvareta hanya diam tak memberi salam sebab kakak lelakinya memang tak suka jika elvareta memberi salam seperti itu.
“Kakak, bukannya kakak bisa langsung mengajak si Morgen itu untuk berduel? Kenapa kakak malah bertingkah menyebalkan begini? Ini pertama kalinya kakak bertindak menggunakan kekuasaan!” elvareta menegaskan pertanyaannya walau ia tahu bahwa kaisar pasti akan mengerti dengan jelas.
“Dan lagi, ini bukan kakak yang ku kenal, kakak yang ku kenal itu akan selalu mengekang apa saja yang ingin ia dapatkan,” Sambung elvareta datar.
“Aku hanya ingin memberinya kejutan nanti.”
“Kejutan? Kejutan apa maksud kakak?”
Jika elvareta dan kaisar malah adu argumen, Pamella kini tengah menjadi wartawan.
Ia mewawancarai sunnie seputar budaya-budaya di negeri alpensha ini.
“Jawab saja pertanyaanku, apa saja acara di negeri ini?” tanya Pamella menatap intens pada sunnie.
“Ulang tahun negeri alpensha, pesta dansa, perjamuan bangsawan, dan apabila kaisar sudah memilih permaisuri maka wajib untuk melaksanakan acara perjamuan khusus untuk para ratu, raja, kaisar dan permaisuri lainnya acara ini diatur oleh permaisuri yang menjadi tuan rumah.”
Jelas sunnie cepat, meski bingung namun sunnie tetap menjawab pertanyaan Pamella.
Bagaimana sunnie bisa sehafal itu? Seperti mata-mata saja!
“Kata kakak ulang tahun negeri ini sudah dekat, jadi ... kapan tepatnya? Dan apa saja yang di adakan disana?” tanya Pamella lagi.
__ADS_1
“Acara itu dilaksanakan seminggu lagi, biasanya pesta dansa yang menjadi puncak saat ulang tahun negeri namun saya tak tahu pasti sebab saya tak pernah melihatnya langsung,” jawab sunnie.
Pamella mengangguk mengerti, memang benar sunnie itu hanya pelayan jadi yah ... begitulah.
“Ah iya, biasanya calon permaisuri akan di umumkan secara langsung di depan semua bangsawan di saat acara ulang tahun negeri ini,” sambung sunnie membuat pamella membelalakkan matanya spontan.
“Di umumkan dengan langsung?” ulang Pamella seolah meminta pendeskripsian secara terperinci.
“Benar biasanya perdana menteri kekaisaran dan penasihat kekaisaran atau bahkan kaisar sendiri yang akan menyampaikan hal ini, nona.” ucap sunnie menjelaskan segalanya.
“Oh begitu rupanya, memangnya aku harus datang ya?” tanya Pamella malas, sebab ia tak suka acara begituan.
Dansa-dansa apalah itu, Pamella tak begitu pandai dalam berdansa sebab di kehidupan modernnya ia tak begitu menguasai teknik-teknik berdansa.
“Iya nona, semua bangsawan harus hadir lagipula bukannya nona selalu menantikan hari-hari seperti ini?” sunnie menanyakan hal yang mirip pertanyaan Yudha kepada Pamella.
“O-oh iya, aku hanya.. hanya sudah bosan melakukan hal seperti itu terus menerus,” balas Pamella menyertakan cengir kudanya.
Sunnie pun mengangguk mengerti.
“Nona, ini waktu yang tepat untuk memilih gaun dan perhiasan yang akan anda gunakan saat ulang tahun negeri ini,” ujar sunnie membuka tiga almari gaun Pamella sekaligus.
Ini gila, namun Pamella mempunyai banyak gaun.
Dan sunnie memilah semua gaun yang sudah dipakai dan belum dipakai.
Tiga almari itu berisi gaun-gaun yang belum dipakai sama sekali oleh Pamella.
“Atau ... nona ingin membeli gaun dan perhiasan baru?” pertanyaan sunnie membuat Pamella membola lagi.
Jika ia membeli gaun lagi padahal ada banyak yang belum terpakai bisa-bisa keluarga Thomson bangkrut!
_______________________________
__ADS_1