Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
21. Identitas elvareta (REVISI)


__ADS_3

Kaisar mengurut pelipis matanya yang pening dengan ucapan adiknya.


Eh.. kaisar punya adik? What the...?


“Kenapa kaisar? Huh tidak bisakah kaisar kita ini tidak mempermainkan hati seorang gadis?”


Ucapan itu terdengar dari gadis di hadapannya. Dari suaranya si gadis jelas terdengar sangat-sangat kesal.


“Gadis bungsu keluarga Thomson itu sepertinya salah faham padaku,” gerutu elvareta.


“Salah faham?” ulang kaisar yang mulai mengerti tentang alasan kemarahan elvareta.


“Dia menyangka kalau aku itu permaisurinya kaisar negeri ini kakak! Ren itu juga begitu salam nya masa ‘Kesejahteraan menyertai permaisuri’ lah lalu ren manggil aku ‘permaisuri’ bagaimana bisa begini?” gerutuan elvareta tak berhenti begitu saja.


Eh.. kakak? Yup! Elvareta itu adik angkatnya kaisar.


Entah sudah berapa orang yang mengira kalau elvareta ini permaisurinya kaisar, bukan Pamella doang karena sepertinya ren juga ikut salah faham.


“Seharusnya aku kan dipanggil ‘tuan puteri’ bukan ‘Yang mulia permaisuri’ sebenarnya bagaimana pemikiran orang di negeri kakak ini?” tanya elvareta yang akhirnya berubah menjadi cemberut.


“Jadi karena itu kamu jadi ingin menendang diriku?” percayalah itu pernyataan bukan pertanyaan.


“Benar sekali! Kakak juga begitu, sudah tau Pamella suka sama kakak, tapi kakak malah hiih mau aku gigit kak?” Tanya elvareta gemas.


Kaisar termenung sebentar lalu menggeleng pelan, adiknya bilang kalau Pamella suka padanya padahal sikap gadis itu bahkan tak ada manis manisnya pada dirinya.


Oh ayolah.. kapan salah faham akan sirna dari negeri alpensha ini?.


________________________


“Kakak! Aku benar-benar tidak apa-apa.”


Sepertinya Pamella juga ikut pening sama seperti kaisar dan suka menggerutu sama seperti elvareta, gadis yang ia kira permaisuri negeri ini.


“Bukan begitu Pamella! Tapi kesehatan dirimu harus benar benar diperhatikan!” balas kakaknya tetap Keukeh.


Berbeda dengan ayahnya, pria itu kini menatap kedua anaknya yang sudah dewasa.


Ia nyaris menyeka air matanya ketika melihat betapa keras kepalanya kedua anaknya ini.


Hah .. benar-benar menakjubkan, anaknya benar benar keras kepala entah bagaimana Pamella dan Yudha mendapatkan sifat menyebalkan seperti ini.

__ADS_1


“Ayah bilang pada kakak kalau aku baik baik saja!”


Ucapan itu membuat fokus ayahnya kembali, ia menatap ke Pamella yang masih bertengkar dengan Yudha yang overprotektif pada adiknya.


Lalu ia melihat ke meja rias Pamella terletak sebuah jepit yang terlampau mewah hadir disana.


Apa.. anaknya akan menjadi milik kaisar sebentar lagi?


Sungguh ia benar-benar tak rela.


“Ayah! Tolong bilang pada Pamella kalau dia harus memperhatikan kesehatannya,” ujar Yudha setengah berteriak.


Lagi-lagi teriakan anaknya membuat lamunan ayah dari pamella dan Yudha buyar tanpa sisa.


“Pamella, kamu harus tetap membiarkan tabib memeriksa mu entah itu besok atau sekarang,” akhirnya ayahnya ikut bicara, sebenarnya keberadaan pria kepala empat itu netral.


“Huh! Ayah sama sekali tidak menyayangiku!” gerutu Pamella tanpa henti.


Ayahnya hanya bisa menghela nafas kasar menghadapi tingkah kekanakan dari sang Puteri.


Sebenarnya ini cukup maklum mengingat bagaimana Pamella selalu dimanja apalagi usia gadis itu masih 17 tahun.


“Bukan begitu pamella, tapi Yudha benar kamu harus memperhatikan kesehatanmu,” ujar ayahnya mencoba membela diri.


DEG


Pamella yang merasa tak enak pun memperhatikan kakak dan ayahnya.


Kenapa... Suasana menjadi dingin dan hening seperti ini? Apakah Pamella mengucapkan sesuatu yang salah?


“Bukan begitu Pamella, tapi ayah dan kakak hanya mengkhawatirkan dirimu,” ujar Yudha memutuskan keheningan yang ada.


Namun Pamella sudah berfikir keras ... Mengapa keheningan terasa tiba tiba? Padahal ia tak menyatakan sesuatu yang salah menurutnya.


Karena terlalu berfikir keras Pamella sampai tak menghiraukan pembelaan dari kakaknya yang benar benar overprotektif padanya.


“Permisi.”


Ucapan itu terdengar dari luar ruangan, itu.. suara sunnie pelayan pribadi Pamella.


“Masuk saja sunnie,” ujar Pamella yang menatap ayahnya.

__ADS_1


Ayahnya itu.. entah kenapa terus diam termenung di tempatnya, apa yang difikirkan ayahnya?


KRIET


Pintu ruangan terbuka menampilkan sunnie yang membawa surat, seketika alis Pamella mengerut.


Surat siapa yang dibawakan sunnie? Dan.. untuk siapa?


“Surat siapa itu?” tanya Yudha pada sunnie, kakak Pamella ini pasti juga penasaran.


“Surat ini dikirim oleh nona bianca,” jawab sunnie tersenyum namun tidak menatap Yudha.


“Caca? Surat itu dikirim Caca? Apa surat itu untukku?” tanya Pamella beruntutan.


“Benar nona, surat ini untuk anda,” jawab sunnie melangkahkan kakinya menyerahkan surat dari Bianca untuk Pamella.


Pamella menerimanya lalu mengucapkan “Terima kasih,” pada sunnie yang baru saja keluar.


Namun.. ada pertanyaan yang hinggap di kepalanya, mengapa.. mengapa Caca mengirimkan surat? Kenapa gadis itu tidak kemari?


Apa ada sesuatu yang terjadi pada Bianca hingga gadis itu tidak bisa langsung mendatangi Pamella?


Jika benar begitu maka, apa yang terjadi?


________________________


Hari ini author double up, buat ngganti chapter saat author lagi Buntu untuk nulis alur disini.


Okelah, mari kita mulai menjelajah beberapa misteri di novel ini.


Sebenarnya author udah ngasih beberapa jejak tentang sesuatu yang mengganjal.


Satu misteri telah terbuka, elvareta bukan permaisuri kaisar cuman pamellanya aja yang salah faham.


Yah.. author emang ngerencanain buat membongkar identitas gadis ini sekarang, tapi.. untuk sekarang Pamella tetap tidak tau kalau elvareta itu adik angkatnya kaisar.


Baiklah! Sekian.


Setelah semua ini mari kita lebih serius, seperti biasa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u!

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2