
FLASHBACK 5 (Jackson, sunnie dan Yudha. Keluarga tersembunyi.)
...“Terkadang semua orang perlu waktu sendirian untuk memedulikan keadaan mental masing-masing.”...
...-Sunnie olian rainbow...
***
“Sunnie, aku ingin kamu menjaga negeri alpensha, kakak lelaki ku yang terakhir berada disana. Aku ingin kamu menjaganya, dan bianca kamu hanya perlu bertingkah seperti biasanya di negeri kakak ku itu.”
Elvareta berbicara panjang pada dua bayangannya, sunnie dan Bianca.
Keduanya hanyalah beberapa orang untuk mengalihkan perhatian musuh elvareta pada sunnie dan Bianca. Para musuh pasti mengira bahwa elvareta sangatlah lemah, dan ia berbuat kesalahan dengan mengirim kedua bayangannya.
Namun tidak demikian dengan elvareta, ia justru menggunakan pemikiran ini untuk memancing musuh keluar dengan sendirinya. Ia tak selemah itu hingga tak bisa menghabisi beberapa b*jingan kecil.
Hanya saja, sunnie tak menyangka bahwa perintah elvareta saat itu membuatnya menempuh hidup baru.
Menyadari bahwa kedudukan mereka sangatlah jauh, sunnie dan Yudha akhirnya tak pernah bisa menyampaikan perasaan satu sama lainnya.
Berawal dari kesalahan karena sebuah ramuan yang disebut p*rangsang di dunia modern, hidup sunnie berubah drastis.
Sosok pria kecil yang selalu ada di sekitar sunnie dengan senyum lebarnya membuat sunnie semakin yakin bahwa anak semata wayangnya itu tak perlu tau tentang kondisi ibu dan ayahnya yang masih tak memiliki hubungan resmi di negeri ini.
Jackson tak perlu tau tentang flashback mengapa ia bisa ada di sini.
Bukannya apa, namun baik Yudha dan sunnie sama-sama tau bahwa mereka tak bisa bersatu. Pada dasarnya, mereka hanyalah bayangan yang selalu memiliki banyak musuh.
Jika identitas mereka terungkap, maka itu juga memiliki dampak yang besar bagi Jackson. Sunnie dan Yudha hanya ingin agar Jackson hidup seperti pria kecil lainnya.
Tak bergelimpang masalah, tak memiliki banyak musuh dan hanya bersenang-senang.
__ADS_1
Ingatkah kalian tentang chapter dimana sunnie berucap “P—” yang seharusnya diisi putraku?. Di saat itulah hati Yudha serasa beku, bagai ribuan jarum yang menusuk ke hatinya, mirisnya identitas Jackson bahkan tak diketahui oleh Yudha saat itu.
Saat itu, kakak Pamella hanya tau bahwa ia memiliki anak lelaki, hanya sebatas itu agar sunnie dan dirinya tak terlihat mencurigakan.
Hingga, sosok Jackson hadir secara tiba-tiba membuat Yudha yang memang merindukan Jackson menjadi begitu antusias.
BRUK
Suara benda jatuh itu membuat sunnie sadar dari lamunannya, ia memandang ke arah dimana sebuah buku terjatuh di dinding dekat jendela menara perpustakaan sihir. Sepertinya, orang yang berada di sebelah jendela tersebut sengaja menjatuhkan buku.
“Ada apa? Mengapa anda datang tiba-tiba kemari?” tanya sunnie dengan datar.
“Jackson merindukanmu,” jawab si lawan dengan dingin pula.
“Anda juga tau bagaimana perasaan saya, namun bagi saya.. saya hanya perlu mengawasinya dari jauh saja,” sahut sunnie dengan pandangan pedih.
“Dia akan membencimu sunnie,” balas dia dengan menatap tajam sunnie. Ia memang tak ingin Jackson dalam bahaya namun sunnie masih bisa bersurat-suratan pada anaknya ah ralat anak mereka itu kan?.
“Bukankah itu lebih baik daripada Jackson harus mengetahui kebenaran?”
Yudha hanya bisa memejamkan matanya sesaat, sejenak matanya terasa panas namun kenyataan memang ada di depan mata.
“Aku kemari untuk menyampaikan pesan yang mulia pada tuan putri, aku tak bisa menyusup masuk karena pelindung yang dipasang kaisar george. Oleh karenanya aku akan menyampaikannya padamu,” ujar Yudha datar membuat sunnie menoleh lagi padanya.
Meskipun sunnie berbicara formal padanya, Yudha tetap berbicara non formal. Keadaan mereka akan terus begini. Mungkin untuk selamanya.
“Ada apa?”
“Kekaisaran kami menemukan beberapa orang bangsawan kekaisaran beram, dan salah satunya adalah buronan tuan putri,” terang Yudha tanpa cengkok.
Sunnie pun mengangguk mengerti, “saya akan memberitahu permaisuri nanti.”
__ADS_1
‘Apa kamu tidak berniat kembali?’ batin Yudha bersuara, namun sesuatu terlintas di telinganya.
“Anda tahu kan? Demi keamanan Jackson, saya harus pergi. Identitas saya sudah mulai terendus tuan, jadi.. saya menitipkan Jackson pada anda, saya tak bisa membawa Jackson untuk melintasi dimensi. Nanti nona Pamella bisa curiga.”
“Bagaimanapun, keberadaan saya tak boleh ketahuan bahkan oleh nona Pamella sekalipun.”
Perkataan itu terngiang-ngiang di telinga Yudha, Yudha sendiri tau bahwa alasan sunnie tak begitu klise. Karena.. Jackson merindukan sosok ayah, makanya sunnie menitipkan Jackson padanya.
Walau tentu saja, Yudha tak mampu memberitahu semuanya yang menyangkup tentang dirinya dan sunnie.
Terlalu memilukan untuk disebut, namun inilah akhir yang dipilih keduanya.
Di sisi lain..
Elvareta tengah memandang ke menara sihir dari jendela kamarnya, sunnie dan yudha nampak tak sadar dengan keberadaan elvareta yang melihat segalanya.
Mengapa? Sebab ia sudah menyamarkan keberadaannya, walau beresiko ia masih ingin melihat interaksi sunnie dan Yudha.
GREP
Tangan itu memeluk elvareta dari belakang, ia sedikit terkejut dan menoleh ke samping.
“Astaga, George ku kira siapa,” ujar elvareta kembali mengarahkan pandangannya pada dua pasangan tak terikat hukum.
“Sebegitu pedulinya kau pada dia?” George bertanya.
“Tentu saja aku peduli, dia adalah bayanganku. Kau tahu itu kan? Andai aku tidak mengambilnya dia tidak menderita namun aku memerlukan kemampuannya juga, selain itu ada banyak faktor yang menyebabkan mereka tak bisa bersama. Seperti alezha dan azra.”
George mengangguk mendengar penjelasan elvareta, ia juga mengerti. Beruntungnya, bayangannya sama sekali belum terungkap.
Yang pasti, bayangan George hampir tak terikat dengan cerita ini.
__ADS_1
“Aku hanya berharap bahwa mereka bisa membuat akhir yang bahagia.”
_________________________________