
Pamella hanya bisa menggerutu sambil berjalan, sudah dua hari pelayan pribadinya itu libur! Hingga hari ini tidak ada yang menemaninya.
Ia juga tidak membiarkan ren mendekatinya beberapa hari ini karena ia masih sedikit kesal dengan pengawal putih-putih melati itu.
Bahkan ia tidak diperbolehkan keluar oleh Duke karena ayahnya itu sudah mendengar kabar kalau Pamella pernah bermain-main dengan menyamar menjadi seorang pelayan.
“Kenapa semua orang menyebalkan? Kaisar itu, ren, sunnie, kakak bahkan ayah sangat menyebalkan akhir-akhir ini!” gerutu Pamella tanpa henti.
“Mereka fikir aku tidak perlu keluar? Aku juga butuh refreshing ! Masa otakku dihadapkan pada hal yang rumit-rumit tapi tak ada waktu istirahat? Dampaknya kan bisa buruk kalau begini terus-terusan?” sambung Pamella lalu duduk di batu besar.
Tanpa sadar gerutuan tidak bermutu itu membawa dirinya ke danau teratai, di tepi danau itu ada batu besar yang kini sedang di duduki oleh Pamella.
“Huh mungkin aku harus kabur dulu biar mereka sadar kalau aku tidak bisa dikurung seperti ini!” lagi lagi otak Pamella berfikir dengan cara yang begitu aneh.
“Aku tidak mengerti dengan pemikiran otak kecilmu.”
Suara dingin itu tiba-tiba muncul dari arah belakang Pamella, Pamella yang terkejut langsung berdiri dan tanpa sadar sepatu ungunya terinjak bebatuan lalu akhirnya..
BYUR
Pamella tanpa basa-basi tenggelam di danau itu dan buruknya Pamella tidak bisa berenang!
Bisa bayangkan betapa gawatnya posisi pamella saat itu?
Di sela-sela kepanikannya, pamella melihat seseorang yang menuju ke dirinya yang hampir tenggelam ke dasar danau.
Seseorang itu bertubuh tinggi, berusaha meraihnya ke dalam dekapannya.
Setelah berhasil mendapatkan dirinya orang itu langsung menuju ke permukaan, rambut hitam orang itu terlihat sangat basah ketika mereka sudah naik ke bibir danau.
“Nona, anda baik-baik saja?” ketika mendengar suara itu Pamella menatap ren yang berada di bibir danau menunggu seseorang dan dirinya naik.
Namun.. siapa yang menyelamatkannya?
Pamella menatap ke kaisar yang tengah mendekapnya kebetulan mata kaisar juga sedang memeriksa keadaannya hingga mereka tak sengaja bertatapan dengan begitu lama, hingga Pamella terpana sendiri.
‘ Sadar Pamella! Kaisar bukan jatahmu meski dia memang tampan apalagi eye contactnya itu benar-benar aduhai tapi dia bukan tipe ideal mu!’ batin Pamella.
Ia ingin bangkit dan memberi penghormatan namun suara dingin itu mencegahnya lagi.
“Jangan bergerak atau aku akan menenggelamkan mu ke danau.”
Seketika Pamella diam dan meringkuk ke dalam pelukan kaisar memang baju kaisar basah namun dekapan nya masih tetap hangat.
Dan lagi ada sesuatu yang membuat Pamella salah fokus, akibat pakaian kaisar yang basah, Pamella tanpa sengaja melihat tubuh sixpack dari kaisar.
Terkadang Pamella bingung, bagaimana orang-orang di zaman ini membentuk tubuh?
Eh tunggu, kenapa Pamella seringkali sadar jika kaisar ini mirip dengan orang yang ia panggil ‘Pangeran’ di sekitar istana?.
Ingatkan? Saat Pamella bertemu orang yang ia kira ‘Pangeran?’ setelah itu Pamella sering bertemu dengan kaisar. Artinya, orang itu benar-benar kaisar! bukan pangeran.
Namun.. kenapa Pamella baru mengerti sekarang apa Pamella kini begitu b*doh hingga dia tidak menyadari hal ini? Padahal beberapa hari yang lalu Pamella sempat membatin tentang ini. Oh my God!
‘ S*alan! Bagaimana aku bisa tidak mengenal orang ini?’ batin Pamella.
“Nona, yang mulia, apa kalian baik-baik saja?” tanya ren membuyarkan lamunan Pamella.
Akhirnya Pamella hanya bisa mendelik kesal pada ren, sudah tahu ia dan kaisar pakaiannya sama sama basah seperti ini dan ia seenak jidatnya bertanya?
Siapapun pun tahu apa jawabannya ketika melihat kondisi kaisar dan Pamella saat ini, minimal bawain baju kek.
Tentu kondisi kaisar mungkin baik namun tidak dengan Pamella, Pamella itu perempuan mana bisa ia berpakaian tidak layak begini? Ia seorang nona bangsawan, apabila salah seorang bangsawan yang suka menggibah melihat ini pasti akan muncul scandal lagi.
“Nona?”
“Nona, ini saya anda dimana?”
Terdengar teriakan tak jauh dari tempat Pamella, kaisar dan ren berada saat ini, pamella jelas mengenal suara itu.
Ia ingin berdiri namun tubuhnya di dekap erat oleh kaisar pada akhirnya ia hanya bisa berteriak “Sunnie! Aku disini!”
“Nona, jangan berteriak saya takut suara anda habis nanti,” peringat ren sedangkan Pamella hanya mendengus.
‘ huh! Aku tidak mau bicara dengan mu ren! Aku masih marah padamu’ batin Pamella nyaris memutar matanya jengah.
Melihat ekspresi tidak senang dari Pamella kaisar menatap tajam ren tentunya dengan aura gelap yang menjalar sampai ke tubuh ren.
“Shh, kenapa hawanya jadi dingin?” gumam Pamella lirih bahkan sangat lirih namun masih di dengar oleh pendengaran tajam kaisar.
“Jemput, siapkan gaun, lalu pergi ke ruangan,” perintah kaisar seperti biasa singkat, padat namun tidak jelas namun anehnya ren bisa mengerti dan melaksanakan perintah dari kaisar.
Pamella bahkan mengerutkan keningnya seolah mengajukan protes ‘Bagaimana ren bisa mengerti ucapan bertanda perintah seperti itu?’ namun pertanyaan serta kritik itu hanya bertahan di hati Pamella.
Pamella yang merasa jika dirinya melayang ketika ia melihat seketika ia terkejut, ternyata ia sedang di gendong oleh kaisar dengan gaya bridal style. Padahal tadi kaisar sempat mendudukkan Pamella.
Seketika Pamella reflek meraih leher kaisar lalu memeluknya, hanya sekedar agar Pamella tidak jatuh.
Apalagi mengingat tingginya kaisar jika jatuh pasti sangat sakit! Orang ini.. apa orang ini yang merebut jatah tingginya? Pamella sekarang masih kecil dan memiliki tinggi rendah sedangkan kaisar?
__ADS_1
Wah Pamella harus meminta jatah tingginya kembali itupun jika dia berani, doakan Pamella agar dia bisa memperoleh keberanian lebih hari ini!
Tunggu, apa jatah tinggi itu benar-benar nyata? Pamella hanya pernah mendengar itu dari temannya dulu, yah walau Pamella tau bahwa teman itu fake, tapi ia tak tau kebenarannya hal yang dia ucapkan.
Kaisar mendudukkan Pamella di kursi ruangannya, ruangan yang pernah di masuki Pamella.
“Kenapa wajahmu seperti pernah mengenal ruangan ini Pamella?” tanya kaisar dingin.
“M-mohon maaf yang mulia.. tapi saya hanya sekedar mengagumi ruangan anda saya tidak pernah kesini sama sekali,” jawab Pamella sedikit gugup.
‘ Waduh, masa aku ketahuan? Kira kira hukuman apa yang akan di dapatkan seseorang jika berani menguping pembicaraan seorang kaisar?’ batin Pamella.
Seharusnya Pamella tahu jika ia hidup di zaman seperti ini maka ia harus menyiapkan surat warisan sejak dini!
Eh.. memang apa yang mau di wariskan Pamella? Tentu saja warisan senjata seperti pedang yang tentunya ia curi dari ayahnya, dan pisau yang ia curi dari kakaknya.
Untuk apa? Ya agar orang yang ia warisi bisa memb*nuh kaisar mengerikan ini!
‘ aku akan mencari orang yang bisa mewujudkan wasiatku nanti! Itupun jika aku berani!’ batin Pamella lagi.
“Benarkah?” tanya kaisar.
“Namun ekspresi mu terlihat lebih jujur dari omongan mu,” ucapan kaisar nyaris membuat Pamella ingin memukul tengkuk orang ini agar ia lupa segalanya.
Namun niat itu di urungkan Pamella, ia tak boleh mati untuk yang ke sekian kalinya. Jabatan orang di depannya ini sungguh tinggi, jika pamella mengusiknya sedikit maka hidupnya bisa berakhir dengan tragis.
“T-tidak begitu yang mulia..” bantah Pamella, Pamella ingin menyertakan alasan yang dianggap cukup kompeten namun tatapan tajam kaisar yang mengarah padanya membuat dirinya terpaksa bungkam.
Pada akhirnya kesunyian akan tetap melanda dua sejoli itu..
Kesunyian dan kesunyian namun Pamella sedang berkeringat dingin, kaisar ini mendudukkan dirinya di kursi sementara kaisar berjongkok di hadapan Pamella.
Oh.. bentar kalau dia membuat penguasa ini berjongkok seperti ini dia dihukum tidak ya?
Sadar dengan pemikirannya ia ingin turun namun lagi-lagi tatapan tajam itu mengarah ke dirinya rupanya kaisar ini mengamati setiap gerak geriknya.
‘ oh semoga aku masih hidup! Sunnie, ren cepat kemari!’ batin Pamella terus merafalkan doa.
Ia nyaris meninju kaisar ketika suara decitan pintu terdengar.
KRIET
Sunnie yang awalnya membawa gaun tiba-tiba terkejut, sehingga gaun yang masih ia bawa tiba tiba jatuh dengan sendirinya.
Tak berbeda jauh dari ekspresi ren.
Bagaimana mereka tidak terkejut? Bagaimana Pamella bisa mendapatkan keberanian sekarang? Keberanian siapa yang Pamella pinjam?
Tentu saja! Yang dilihat mereka berdua adalah kaisar yang sedang menangkap tangan kecil Pamella yang tengah melayangkan kepalan kepada wajahnya.
Bukan hanya ren dan sunnie, Pamella sendiri terkejut akan tingkah dirinya.
Jangan salahkan dirinya! Di kehidupan nya yang dulu ia tentunya di latih beladiri, secara lebih jelasnya ia memiliki gerakan reflek yang sangat bagus.
Bukan salahnya jika pukulan akan menjadi pertahanan simbolik darinya kan?
Namun.. point' pentingnya Pamella berani melayangkan pukulan kepada pemerintah absolut di negeri alpensha, ia baru saja akan melayangkan pukulan pada kaisar!
Oh astaga! Apa ia akan masih hidup sekarang? Atau... Tidak?
Hanya ada di antara dua, iya atau tidak, hidup atau mati.
“N-nona?” panggilan gugup dari ren membuat fokus sunnie kembali.
Sunnie ingin bersujud dan meminta maaf atas tingkah anarkis dari nonanya, namun kaki dan seluruh tubuhnya mendadak tidak berfungsi.
Begitu juga dengan ren, panggilan itu bahkan ia layangkan dengan susah payah.
Kaisar menggerakkan tangannya hanya untuk mengembalikan tangan Pamella ke tumpuan gadis itu.
Pandangannya ia alihkan ke ren dan sunnie, dimana ren masih bergetar sementara sunnie menunduk.
Entah apa yang difikirkan pelayan pribadi Pamella itu, kaisar juga dapat melihat sebuah gaun berwarna biru tergeletak di lantai.
Kaisar berdiri dan titahnya membuat Pamella terjingkat.
“Siapkan Pamella, setelahnya aku kemari lagi dan Pamella harus siap di saat itu juga,” suara dingin itu lagi-lagi mengeluarkan titah absolutnya yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.
Kaisar dan ren akhirnya keluar dari ruangan, sunnie lalu memungut gaun yang sempat ia jatuhkan lalu menghampiri nonanya.
“Nona? Ini masih nona Pamella saya kan?” tanya sunnie melihat ke arah Pamella.
“Ini aku! M-memangnya siapa lagi?” tanya balik Pamella ia sedikit gugup lantaran sunnie melihat tingkah dirinya tadi.
“Nona.. kenapa nona ingin memukul yang mulia?” tanya sunnie, Pamella yang teringat pun diam.
Melihat mimik muka nonanya, sunnie akhirnya langsung menyiapkan Pamella, seperti perintah dari kaisar.
“Nona.. saya hanya bisa mendoakan agar nona baik-baik saja setelah ini,” ucap sunnie setelah selesai menyiapkan Pamella yang kini sudah terlihat cantik nan anggun kembali.
__ADS_1
Sayangnya ucapan sunnie tadi makin membuat pamella panas dingin, ia bahkan sudah memikirkan hukuman hukuman yang akan di emban kan kaisar padanya.
KRIET
Pintu ruangan kaisar terbuka hal ini membuat Pamella dan sunnie menunduk anggun seraya berucap “Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.”
Walau nyatanya Sunnie harus menundukkan setengah badannya sedangkan Pamella hanya sebatas bahunya saja, ini semua jelas perkara yang ditimbulkan oleh sesuatu yang bernama kedudukan.
Kaisar hanya memberi isyarat jika mereka boleh bangun, namun tatapannya tertuju pada pamella yang terlihat bergetar ketika ia masuk.
Apa gadis kecil di hadapannya ini takut?
“Keluar,” satu kata membuat sunnie dan ren dengan cepat keluar dari ruangan kaisar tanpa diminta untuk kedua kalinya.
“Pamella, kau takut?” tanya kaisar.
‘ sudah tahu kenapa kau bertanya padaku huh?’ batin Pamella.
“Tidak yang mulia, saya tidak takut kepada anda, saya hanya menghormati anda,” jawab Pamella namun tetap menunduk tanpa memperhatikan atau bahkan melihat kaisar.
Memang, batin dan ucapan Pamella sangat berlawanan saat ini!
“Kau menyembunyikan sesuatu?” tanya kaisar lagi, pertanyaan kaisar ini... Pamella saat ini tak pernah mengerti mengapa kaisar menanyakan hal ini kepadanya, namun entah di masa depan?
“Maksud yang mulia?” bukannya menjawab Pamella malah menanyakan hal baru pada kaisar.
Ia jelas tak mengerti bagaimana pemikiran kaisar ini bergerak.
Karena sejak awal dia harusnya tidak terlibat terlalu banyak di dalam kehidupan kaisar tirani ini.
Seharusnya dia menjaga jarak! Namun sekarang dia malah akan jadi permaisuri kaisar ini? Apa ada sesuatu? Lagipula.. kenapa orang ini tiba-tiba menginginkan Pamella menjadi permaisurinya?
Padahal dia dulu bahkan tak melirik Pamella sama sekali kan?
Apa ada sesuatu yang tidak diketahui olehnya saat ini? Bertanya pada orang yang dihadapannya ini jelas Pamella tak berani.
Orang ini tidak boleh disinggung oleh pihak manapun, dan lagi.. sejatinya orang ini juga cukup berbahaya sama seperti gadis yang tengah dicari Pamella, gadis itu layaknya ular piton, ia tak akan melepaskan mangsanya.
‘ Ular kobra dan ular piton, bukankah itu pasangan yang sangat serasi? Walau sebenarnya tidak’.
Namun.. intinya apa yang kaisar inginkan dari gadis kecil yang tak memiliki apa-apa seperti Pamella ini? Pamella hanya memiliki sebuah jabatan, itupun karena ayah dan kakaknya berjasa pada negeri ini.
Singkatnya, Pamella hanya mendapatkan itu hanya karena dirinya terlahir di keluarga Thomson saja, tidak ada unsur usaha.
“Kau menyembunyikan sesuatu pamella,” sahut kaisar dingin dan tetap mempertahankan ekspresi datar bin ubinnya.
“Saya tidak berani yang mulia,” ujar Pamella semakin menunduk, ia jelas akan dikenai hukuman gantung jika kebohongannya ini terbongkar!.
Apalagi ia sudah menguping pembicaraan tanpa izin.
Dan itu adalah sesuatu yang gawat bagi seorang Pamella.
Apa kaisar ini bisa lupa sebentar saja akan permasalahan ini? Pamella jelas tidak mau dihukum gantung karena hal seperti ini, ia tak mau jadi arwah gentayangan lagi.
‘ lagian sih kok aku bisa ketahuan? padahal sudah aku amati di sekitar ku! bagaimana aku bisa se ceroboh ini sih?’ batin Pamella yang merasa kasihan jika dirinya harus meningg*l lagi.
Meningg*l oh meningg*l Pamella tahu kalau ia pasti akan tiada namun tidak bisakah waktu berdamai dengannya dan memberi hidup yang bahagia walau sekejap saja? apa Dewi keberuntungan telah melingkarinya hingga ia tak mendapat jatah keberuntungannya di kehidupan kali ini?
Apa sih salah anak tidak berdosa seperti Pamella?
“Terserah mu,” jawaban kaisar begitu dingin, Pamella merasa jika kaisar bukan orang yang bisa diajak berdebat apalagi gaya bicaranya yang memang relatif singkat.
Namun anehnya kenapa jika bersama Pamella.. kaisar mau saja berdebat? ataukah ada udang di balik batu seperti dahulu?
Ia jelas tidak mau mengulangi kisah lama yang hanya akan menabur cuka di dalam luka yang memang masih menganga saat ini.
“Yang mulia.. apa hamba boleh keluar dan menuju sunnie?” tanya Pamella takut-takut dengan memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
Kaisar melirik tajam pada Pamella lalu menganggukkan kepalanya singkat, Pamella tersenyum cerah ketika ia di izinkan untuk keluar dari ruangan mencekam ini.
“Terima kasih yang mulia, saya permisi dahulu,” pamit Pamella lalu menunduk anggun dan pergi dari sana.
KRIET
Pintu ruangan kaisar tertutup namun sama seperti beberapa hari yang lalu kaisar memperhatikan arah dimana Pamella keluar, sepertinya kaisar tertarik dengan sesuatu yang memang sangat berharga bagi beberapa orang.
Namun ingat masih ada kata ‘Sepertinya’!.
________________________
Janji author lunas ya!
lunas tuh! udah dua ribu kata ya, besok author mulai up rutin lagi seperti biasa nya namun tidak sepanjang ini! tapi author usahain hari Selasa, Rabu dan seterusnya akan up satu bab satu hari secara rutin.
__ADS_1
terima kasih atas support dari kalian!
- Nadira