
Sunnie terlihat celingak-celinguk pertanda jika ia kebingungan, ia bukannya sengaja meninggalkan sang nona.
Namun tatapan tajam dari kaisar memaksanya untuk pergi, sekarang sudah lama ia meninggalkan nona Pamella ia baru ingat kalau tadi ia belum menata rambut nona pamellanya.
Karena saat ia ingin menata rambut nonanya, nonanya mengucapkan "sudah! Nanti saja, kasian ayah sama kakak nunggu lama nanti."
Kini ia terheran-heran tadi kan ia meninggalkan nonanya bersama kaisar di hamparan bunga lavender.
Sekarang kemana mereka?
Saat ini sunnie sudah berjalan-jalan sambil meneriaki nama sang nona dengan raut khawatir ia juga tak lupa menanyakan ke orang orang yang ia temui.
Hingga netra matanya menangkap sang nona yang berada di tengah tengah aula pengadilan tinggi.
"Kenapa nona berada di aula? Di tengah-tengah pula?" Tanya sunnie pada dirinya sendiri.
Sunnie jelas tahu jika tempat tengah tengah di aula pengadilan di peruntukkan untuk seorang terdakwa saja.
Apa permasalahan nonanya hingga dia berada di tengah tengah aula? Setahunya, nonanya memang manja dan kekanak-kanakan meskipun sekarang ia sudah lebih dewasa hanya saja terlepas dari itu Pamella tak pernah membuat masalah besar bagi keluarganya.
Hingga matanya bertubrukan dengan mata sang nona.
Apapun itu sunnie berdoa jika sang nona bisa melewati semua masalah yang menghadangnya sekarang maupun nanti.
________________________
"Saksi kedua saya adalah sunnie, pelayan pribadi saya," tegas Pamella setelah membawa sunnie ke aula.
"Mohon maaf nona! Dia pelayan anda, dia pasti mendukung anda!" Bantah poerna yang kokoh pada tujuannya melengserkan Pamella dari kandidat permaisuri yang bahkan tak diinginkan oleh Pamella.
Pamella memang ingin lepas dari kandidat itu, namun ia juga ingin melakukannya tanpa menggores image yang dibangun ayahnya selama bertahun-tahun.
"Bisakah anda mendengarkan saya terlebih dahulu sebelum membalas perkataan saya tuan?" Balas Pamella dingin.
__ADS_1
GLEK
Poerna dan puterinya Raisa harus diam untuk sementara, aura Pamella ini begitu mendominasi itu membuktikan jika nona bungsu keluarga Thomson ini benar benar muak.
"Sunnie, aku ingin bertanya padamu," ujar Pamella melembutkan suaranya begitu pula dengan bahasanya yang menjadi non formal.
"Silahkan tanya apapun nona," sahut sunnie, sunnie tidak tahu apa-apa disini! Ia baru saja menginjak aula pengadilan.
"Apa kamu memiliki orang yang sangat kamu sayangi?" Tanya Pamella yang ingin disanggah oleh sunnie namun di potong terlebih dahulu oleh poerna.
"Nona! Kau melenceng dari arah pembicaraan!" Potong poerna sebelum sunnie menjawab pertanyaan Pamella.
Pamella menatap poerna dengan tajam "saya bilang dengarkan sebelum anda membalas tuan cerra! Apakah anda tidak mendengar ucapan saya?" Tegas Pamella.
Setelah semuanya hening Pamella kembali menatap sunnie seolah meminta jawaban atas pertanyaannya.
"Saya punya nona," jawab sunnie.
"Maksud nona? Saya tentu menyayangi nona," balas sunnie.
"Kecuali kan namaku terlebih dahulu, dan bersumpah lah demi orang orang yang kau sayangi jika kamu akan menjawab pertanyaan ku dan pertanyaan pejabat yang lain dengan jujur dan bertanggung jawab, apa kamu bersedia?"
Jelas Pamella panjang, sunnie akhirnya mengerti ia harus berkata jujur disini.
"Saya bersedia nona!" Balas sunnie lantang dan gamblang.
"Sunnie kemana aku kemarin?" Tanya Pamella.
"Nona kemarin pergi ke pusat kota bersama yang mulia dari pagi hingga sore setelahnya nona beristirahat karena terlalu lelah," jawab sunnie langsung tanpa berfikir, sunnie bahkan terlihat yakin dengan ucapannya.
"Apa maksud dari perkataan pelayan itu? Bersama yang mulia? Tapi yang mulia sedari tadi tidak mengatakan apapun tentang ini," balas salah seorang pejabat.
"Itu benar! Yang mulia tidak mengatakan apapun hiks tentang ini," dukung Raisa yang sedari tadi diam.
__ADS_1
"Tapi saya mengatakan yang sejujurnya saya berani bersumpah atas nama p-" balasan sunnie gantung.
"P? P siapa? Nona Pamella?" Tanya poerna.
Seketika sunnie langsung menjawab "bukan! Nona sudah memerintahkan saya untuk menyisihkan namanya terlebih dahulu."
"Lalu?" Tanya salah seorang pejabat di sekitar Pamella dan sunnie.
"Maksud saya adalah pupu, dia keponakan tersayang saya, satu-satunya keluarga terdekat saya," jawab sunnie.
"Anda dengar kan?" Tanya Pamella setelah sunnie sudah menjawabnya.
"Tunggu! Bagaimana bisa pelayan anda mengatakan seperti itu namun yang mulia tidak mengatakan apapun?" Tanya poerna lagi.
"Karena saya ingin tahu, bagaimana Pamella mempertahankan diri dari serangan politik. Dia harus bisa bertahan dengan serangan seperti ini," jawab kaisar tiba-tiba, ini pertama kalinya kaisar berbicara panjang, dan sebabnya hanya seorang gadis yang menyandang gelar bangsawan Thomson.
"Benar, yang mulia kemarin bersama nona Pamella seharian saya adalah saksi ketiga, karena saya yang mengantar keduanya pergi ke pusat kota," balas ren.
Mulut ren sudah sedari tadi gatal ingin membalas perkataan bangsawan yang menuduh Pamella namun sorotan tajam kaisar memaksanya untuk diam.
Entah berapa tetes darah yang keluar dari tangan ren, karena terlampau kesal ren mengepalkan tangannya terlalu kuat hingga kukunya menancap di telapak tangannya sendiri.
"Tuan cerra, bukankah nona Pamella sudah memperingatkan mu tentang konsekuensinya kan?" Tanya ren mewakili kaisar.
Kaisar sudah terlalu banyak bicara hari ini, mulut kaisar yang tak berfungsi hari ini bisa berfungsi sedikit hanya karena Pamella.
Hening tak ada jawaban dari kedua orang yang menuduh Pamella berbuat tidak-tidak.
Hanya saja, Pamella segera tersenyum ketika menyadari wajah pucat dari keluarga cerra. Makanya! Pamella dilawan. Pamella itu no counter (tidak ada lawan.)
Akhirnya, suasana di aula pengadilan melunak. Yudha dan ayahnya sudah tak menunjukkan raut wajah seram bak setan lagi.
_________________________
__ADS_1