Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
60. Nyasar


__ADS_3

Pamella lalu hanya celingak-celinguk mencari kaisar di tempat luas seperti kekaisaran beram, blues memang tidak mengatakan apapun padanya.


Namun firasatnya tidak baik, jadi ia beralasan bahwa ia ingin mencari barang yang terjatuh, walau elvareta sudah bilang kalau ia bisa menyuruh para pengawal di depan tetapi ia tetap kekeuh ingin keluar.


“Mana sih yang mulia?” gumam Pamella kesal, hingga ia lalu mendongak melihat pemandangan sekitar.


Kok beda begini? Heh! Wilayah kekaisaran beram (bagian istana) itu ditumbuhi banyak tumbuhan bunga berlian kesukaan elvareta dan beberapa bunga lain yang memukau.


Jelas itu dilakukan agar elvareta nyaman berada disini, lalu.. tempat apaan ini?.


‘Jangan bilang aku tidak sengaja masuk ke dimensi lain lagi?’ batin Pamella yang mengingat bahwa dirinya pernah tersesat di dimensi buatan elvareta.


Kalau memang iya.. maka pertanyaannya, siapa yang membuat dimensi ini? Pasti orangnya sangat menyeramkan!.


Bagaimana tidak? Dimensi ini bukan seperti dimensi buatan elvareta, disini hanya ada tanah yang pecah-pecah, jurang yang mengelilingi di setiap sisi dan gersang! Lebih wahnya lagi,langitnya berwarna merah darah.


‘Kalau kek gini mah fix! Yang punya pasti psikopat’ batin Pamella, matanya mengawasi area sekitar dengan waspada.


Ia tidak mau jadi korban!.


Pamella lalu melangkah mundur secara perlahan hingga...


BUK


Pamella menabrak sesuatu! Perlahan Pamella menoleh dan mendapati seorang wanita yang juga menoleh padanya.

__ADS_1


“Elvareta?.”


Pamella memanggil wanita itu dengan lirih.


“Kakak juga ada disini?” wanita itu, elvareta membalas panggilan Pamella dengan suaranya yang pelan.


“Kamu kan tidak boleh keluar? Keadaanmu belum stabil” Pamella mendengus kesal saat elvareta sudah melangkah duluan.


“Aku punya banyak ‘mana’ kak, itu bisa digunakan untuk menyembuhkan kondisi fisik” elvareta menjawab, mata permaisuri itu menelusuri area sekitar.


Pamella hanya mengangguk lalu bertanya lagi, “Kau tau dimensi ini dibuat oleh siapa?.”


“George.”


DEG


Hello!.


***


“Apakah kalian melihat permaisuri dan lady Thomson?” blues yang kebingungan pun bertanya ke seluruh orang yang ia temui.


“Bukannya mereka tadi bersama dengan anda?” pengawal yang di tanyai, balik bertanya pada blues.


“Tadi lady Thomson ingin mencari barang yang terjatuh tetapi dia tidak kembali hingga sekarang, sedangkan permaisuri.. beliau menggunakan sihirnya untuk menghilang dari ruangan” blues menjawab dengan khawatir.

__ADS_1


“Tunggu.. jadi MAKSUD ANDA PERMAISURI JUGA MENGHILANG?!” pengawal itu terlonjak kaget, bisa kena masalah mah ini.


“Ada apa berisik-berisik?” blues dan pengawal itu sama-sama menoleh ketika mendengar suara seseorang yang mereka kenal.


“Tuan zioxy” blues dan pengawal itu pun memberi salam sopan.


“Tuan, permaisuri dan lady Thomson menghilang tanpa ada jejak sama sekali” blues akhirnya melapor dengan khawatir.


Tuan zioxy, alias Keith hanya memandang langit dengan datar. “Sepertinya aku tahu kemana mereka pergi.”


Setelah bergumam demikian Keith langsung pergi dengan ambigu, Keith bahkan tidak mengatakan apapun pada blues dan pengawal itu.


‘Permaisuri.. sampai kapan anda akan terus kabur begini?’ batin Keith yang hanya bisa meratapi nasib ngenesnya.


Jika permaisurinya itu tidak kembali, dan malah George yang menemukannya terlebih dahulu maka.. habislah nyawanya kali ini!.


Sedangkan itu..


“Permaisuri kabur?” L bertanya pada S yang baru saja memberinya informasi.


S tak bisa selalu menyampaikan informasi pada elvareta secara langsung, oleh sebab itu ia memberitahu L dan L yang akan menyampaikannya nanti.


“Benar, permaisuri kabur bersama lady Thomson ke dimensi buatan yang mulia kaisar beram” S membalas dengan datar.


“Kita hanya perlu melihat bukan? Kau ingat? Permaisuri melarang kita untuk ikut campur di urusan kekaisaran agar identitas kita terjaga.”

__ADS_1


_________________________________


__ADS_2