Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
33. Adegan live streaming (REVISI)


__ADS_3

Pamella terserentak kaget ketika mendengar suara itu.


“Elvareta? Bagaimana kamu bisa sampai kemari?” tanya Pamella heran.


“Mudah saja, aku berbicara pada pelayan pribadi kakak kalau aku adalah teman kakak, jadi aku bisa masuk dengan mudah!” Jawab elvareta semangat.


Pamella menggelengkan kepalanya melihat jiwa dengan semangat membara yang sedang elvareta miliki.


“Ah kamu sudah sarapan?” tanya Pamella.


“Sudah kak, kakak mau sarapan sekarang ya? Baiklah jika begitu aku akan menunggu kakak di luar,” jawab elvareta.


Pamella ingin mencegah pamella dan memintanya agar menemaninya makan namun sayang beribu sayang elvareta sudah pergi menghilang dan menyisakan cahaya biru yang begitu menyilaukan.


‘ Astaga! Aku lupa.. aku akan berbicara soal cahaya gelap itu pada elvareta nanti’ batin Pamella.


Setelahnya Pamella langsung turun ke meja makan.


Biasanya disini ia akan makan bersama ayah dan kakaknya terkadang Pamella juga hanya bersama sang kakak namun sepertinya ada saat dimana Pamella akan makan sendirian.


“Nona sudah selesai mandi?” tanya sunnie yang sudah menunggu Pamella sampai di meja makan.


“Sudah sunnie,” jawab Pamella.


Beberapa saat kemudian …


Pamella sudah selesai sarapan kini ia berjalan ke luar bersama sunnie disana terlihat elvareta yang sedang berayun di pepohonan.


Maksudnya elvareta berayun dengan menggunakan daun merambat di pepohonan.


Entah bagaimana elvareta berhasil menggabungkan beberapa daun merambat menjadi ayunannya.


“Elvareta, bagaimana kamu bisa—” ucap gantung Pamella dengan mimik terkejut.


Sunnie yang berada di belakang Pamella bahkan menahan nafasnya sejenak.


“Ah, halo kak! Bisa apa? Oh, membuat ayunan dari daun merambat?” tanya elvareta sembari turun dari ayunan buatannya.


Ia berbalik menatap daun merambat yang kini mulai memisahkan diri dan ingin kembali ke posisinya masing-masing.

__ADS_1


“Terima kasih ya!” ujar elvareta seolah-olah daun itu bisa ia ajak bicara.


Elvareta berbalik dan mendapati tatapan horor dari Pamella.


“Kau ... bisa sihir? Hal aneh apa saja yang berada di dunia ini?” tanya pamella dengan badan bergetar.


“Tak usah di fikirkan kakak, sudahlah! Ayo kita mulai olahraga,” jawab elvareta sembali mengepalkan tangannya ke atas.


Pada akhirnya Pamella tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya.


‘ Akan lebih baik jika kakak tidak tahu terlalu banyak, atau nasib kakak akan sama seperti diriku saat ini’ batin elvareta memandang ke arah Pamella yang giat olahraga.


***


“Sampai kapan permaisuri akan seperti ini? Kita tak akan bisa melihatnya sedih terus,” ujar seorang wanita yang memiliki tanduk.


“Sungguh, kita tak akan bisa berbuat apapun, kita hanya bisa berusaha untuk selalu ada di samping permaisuri,” balas pria ungu yang memiliki ekor di samping si wanita.


“Benar, setidaknya kita bisa menemani permaisuri,” sahut si wanita menghela nafasnya kasar.


Mereka bersungguh-sungguh ingin sang permaisuri kembali seperti semula, tidak menebar senyum terpaksa seperti ini.


“Sayangnya, kita tak bisa mengabarkan hasil yang baik pada mereka,” sambung si pria.


Ucapan itu di angguki oleh si wanita mereka menghilang, bedanya mereka menggunakan portal bukan seperti elvareta yang main menghilang begitu saja.


“Ayo kak semangat!”


Ucapan itu adalah ucapan yang terakhir di dengar oleh si pria dan si wanita meski samar-samar.


Sebab mereka sudah mulai menghilang melalui portal.


“Kita akan melindungi siapapun yang disayangi oleh permaisuri itu adalah janji tersirat dalam diri kita,” ucap si wanita.


Pria yang di sampingnya hanya mengangguk sebab ia mengerti dengan sangat jelas arti ucapan janji itu.


Di sisi lain..


Kaisar tengah menjadi jelmaan c*nan, bedanya pria itu hanya diam tanpa berniat menjelaskan apapun.

__ADS_1


Padahal dia tahu semuanya.


“Ampun yang mulia, hamba tidak menemukan jejak apapun,” ucap yunusha, ayah dari pamella dan Yudha.


“Jika tidak ada jejak itu berarti bukan manusia,” balasan tak jelas dari kaisar muncul.


Ayah dan ren sendiri mengernyitkan keningnya bingung berbeda dengan Yudha yang menganggukkan kepalanya mengerti.


Sepertinya Yudha sudah banyak pengalaman tentang ucapan tak jelas kaisar.


“Jadi.. yang melakukan hal ini seorang makhluk halus yang mulia?” tanya yudha.


Pertanyaan Yudha membuat ren mendelik ‘makhluk halus’?


“Tidak, setengah manusia setengah iblis,” jawab kaisar datar.


Jawaban kaisar malah membuat ren makin ingin pulang dan menjaga pamella plus elvareta saja.


“Pulang,” titah kaisar turun lagi.


Mereka bertiga pun mengangguk, sepertinya kaisar akan menggelar pengadilan tinggi setelah mereka sampai.


***


“Wah, lelah sekali,” keluh Pamella mengelap keringatnya.


Ia kini terduduk di rerumputan setelah ia berolahraga, ingatan Pamella tiba-tiba menjelajah.


‘ Kenapa aku merasa pernah terduduk di rerumputan seperti ini?’ batin Pamella.


Seketika otak nya memutar kejadian yang sudah ia lupakan.


Pamella sontak menepuk kedua pipinya ketika adegan live streaming perebutan first kiss nya muncul.


“Apa kakak digigit nyamuk?” tanya elvareta kebingungan.


Pamella hanya bisa menunjukkan cengir kuda yang tak jelas.


______________________________

__ADS_1


__ADS_2