Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
47. Pamella dan kaisar (REVISI)


__ADS_3

Pamella mengernyit karena perkataan elvareta, katanya hari ini? Hari ini atau pestanya?


“Ahahah iya pastinya.” akhirnya Pamella mengiyakan perkataan elvareta tanpa mengetahui arti kata elvareta yang sebenarnya.


“Yang mulia kaisar Elliot king alpensheir telah tiba!” terdengar suara Kasim yang mengabarkan kedatangan kaisar.


Seketika semua orang termasuk elvareta dan Pamella menunduk anggun, walaupun elvareta tak sepenuhnya menunduk. Kakak lelakinya itu tak suka jika ia terlalu formal padanya.


Hmm ... dan elvareta rasa kakaknya juga tak suka jika Pamella bertingkah seformal itu.


‘Wah jadi itu nama panjang kaisar? Indah juga! Namanya tak seindah sifat orangnya’ batin Pamella mulai menggerutu.


Pamella yang tidak tahu bahwa elvareta bisa membaca batinan orang lain pun berbatin sesukanya sendiri sedangkan elvareta hanya bisa menahan tawanya.


George dan keith? Entahlah sejak kemarin elvareta tak melihat kdua pria itu, mungkin mereka memiliki urusan.


Elvareta menduga jika urusannya itu terkait dengan kekaisarannya namun ia juga tidak bisa langsung pergi sebelum mengucapkan seluruh laporan tentang sihir hitam dan menyaksikan pesta ini.


Jadi ya begitulah.


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.” semua bangsawan yang hadir mengucapkan salam secara serempak.


Setelahnya tak ada bunyi lain sampai kaisar menaiki tangga dan duduk di tahtanya.


Ketika kaisar sudah berada di tahtanya semua bangsawan langsung berdiri anggun kembali.


Dapat Pamella lihat para nona bangsawan memakai pakaian yang cukup terbuka, untuk apa? Tentunya agar kaisar melirik mereka namun sama seperti dugaan Pamella kaisar tak akan melirik siapapun.


Tapi kemudian pamella menoleh pada elvareta.

__ADS_1


‘Kenapa elvareta yang notabenenya adalah tuan Puteri kok malah berada di sampingnya bukannya harusnya elvareta mendampingi kaisar ya?’ batinan Pamella membuat elvareta tersenyum samar.


“Elvareta.” kaisar memberi isyarat pada elvareta, sejenak Pamella terpaku lalu tiba-tiba saja elvareta mengangguk lalu menyambut tangan lembut Pamella membuat Pamella bagai tersengat listrik.


Ingin terpekik namun ia tak bisa sebab ia ada di depan umum.


“Elvareta, ada apa? Kau mau membawaku kemana?” bisik Pamella sepelan mungkin.


Elvareta hanya membalas dengan tatapan teduh dan senyuman manisnya, manis namun misterius, definisi senyuman dari elvareta.


Bukan! Elvareta tidak membawanya ke kaisar melainkan dia membawa Pamella ke ruang dimensinya.


Setelahnya Pamella dibiarkan disana sendirian, entah apa sih rencana elvareta? Ingin protes namun tak sempat sebab elvareta sudah terlebih dahulu menghilang.


Karena penasaran Pamella pun menjelajah, ia berjalan ke arah selatan dan ajaibnya ia menemukan tanda panah yang disusun dengan bunga lavender kesukaannya.


Pamella mencoba menatap ke bawah, indah sekali! Namun, kenapa dunia dimensi ini berbentuk seperti emot love? Atau ini hanya perasaannya saja?


Kemudian bunga itu merendah, saat Pamella sudah menginjak tanah kembali bunga itu mengecil seperti semula.


“Wah, indah sekali.” Pamella berbinar saat ia melihat banyak sekali kupu-kupu berwarna ungu di tengah-tengah bunga lavender terdapat sebuah pohon besar.


Pamella mendekati pohon itu dan betapa terperangahnya ia saat ternyata pohon itu berisi foto-fotonya.


Kemudian pohon itu berubah menjadi pohon berlian yang sangat berkilau, namun sekarang bukan hanya foto Pamella namun terdapat banyak foto elvareta.


Dapat Pamella pastikan elvareta menggunakan sihir untuk memanipulasi pohon itu, awalnya pohon itu adalah pohon yang menampilkan gambar di daun-daunnya, gambar kenangan elvareta.


Namun dia memanipulasi pohon itu menjadi foto-foto dirinya.

__ADS_1


Menakjubkan! Sihir itu memang benar-benar mampu membuat banyak orang terkejut.


Tapi ... kenapa elvareta membawanya kemari? Bukankah pesta sedang berlangsung?


“Pamella.” panggilan itu berasal dari suara bariton di belakang Pamella.


SREK


Pamella pun menoleh ke arah belakang dapat ia lihat kaisar berdiri disana, apakah elvareta juga membuat kaisar berpindah kemari?


Atau, ini memang rencana kaisar?


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha,” ujar Pamella mau tak mau mengucapkan salam dua kali di waktu yang berdekatan.


Kaisar hanya mengisyaratkan untuk Pamella menyudahi salamnya.


“Mohon maaf yang mulia, hamba ingin bertanya,” ucap Pamella pada kaisar yang entah mengapa menatapnya dengan intens.


“Apa?” pertanyaan singkat muncul dari bibir kaisar.


“Kalau saya boleh tahu, apakah tuan Puteri juga membuat yang mulia berada disini?” tanya Pamella sopan.


“Tidak, aku yang menyuruhnya untuk membuat kau dan aku berada disini,” jawab kaisar datar, seketika Pamella mengernyit heran.


Untuk apa kaisar menginginkannya berada disini? Apa dia membuat suatu kesalahan?


“Maaf, tapi kenapa yang mulia ingin hamba berada disini?” tanya Pamella hati-hati.


_______________________________

__ADS_1


__ADS_2