Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
35. Ada yang salah (REVISI)


__ADS_3

Elvareta hanya memasang mata dingin ketika seluruh orang di aula pengadilan berbisik-bisik tentang dirinya.


“Stt, apa itu wanita yang berhasil menggoda kaisar ya? Lalu lady thomson bagaimana?”


“Oh, jadi dia yang menggoda kaisar lady?”


“Iya, dia menggoda kaisar. Itu sudah pasti, kasihan lady Thomson.”


Elvareta menggertakkan giginya keras mendengar bisik-bisik yang tak mengenakkan.


Namun kaisar tiba-tiba berdiri dari singgasananya.


“Jaga mulut busuk kalian, dia adik angkatku. Namanya elvareta,” ujarnya memperkenalkan elvareta dengan suara datar nan dingin.


Bukannya apa, hanya saja ... kaisar tahu bahwa elvareta kesal dengan omongan tak berbobot itu, dan lagipula elvareta menggunakan cadar jadi tak akan ada orang yang tahu wajahnya.


Dengan kata lain, orang-orang akan sulit untuk menyerangnya.


Istilahnya, bagaimana kita bisa menyerang orang yang bahkan tidak kita ketahui wajahnya?


Mendengar pernyataan kaisar seketika aula langsung sepi, Elvareta lalu menunduk anggun.


“Saya Puteri negeri alpensha memberi salam,” ujar elvareta, berhubung ia tamu disini maka ia akan berbaik hati.


Melihat elvareta yang menunduk semua orang langsung membalasnya namun posisi kepala mereka lebih menunduk dari elvareta.


“Kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha,” ujar mereka serempak.


‘ Kemana tata Krama kalian tadi huh?’ batin elvareta kesal, namun ia memaksakan diri untuk tersenyum.


Yah senyum paksa.


***


“Huh, untung aku selamat dari playboy cap gajah itu!” ujar Pamella mengelus lembut dadanya yang mulai sesak akibat berlari.


Ia sekarang tengah berdiri di depan pintu kediamannya.


Pamella lalu membuka pintunya, seperti biasanya ia memberi senyum pada pelayan maupun pengawal yang memberi hormat padanya.


Mata pamella memindai bak scanner gadis itu sedang mencari pelayan pribadinya, sunnie.

__ADS_1


Pamella lalu bertanya pada salah seorang pelayan disana “Hey, apa kalian melihat sunnie?”


“Dia sudah menunggu di kamar anda nona,” ujar pelayan itu dengan senyuman menawan.


Mendengar itu Pamella langsung mengucapkan terima kasih, lalu ia pergi ke kamarnya.


KRIET


Pintu terbuka menampilkan sosok sunnie yang lagi-lagi membersihkan debu di kamarnya, padahal sejauh mata Pamella memandang sama sekali tak ada debu yang terlihat.


Sunnie menoleh ketika mendengar suara pintu, ia tersenyum sekilas, “Nona sudah selesai berbincang dengan tuan Puteri?”


Tadi sunnie menemaninya hingga ia selesai berolahraga lalu dia meninggalkan Pamella dan elvareta berdua.


“Sudah sunnie, tolong siapkan bajuku yang biasanya oh iya ... siapkan juga bak mandi rasanya badanku sudah dipenuhi oleh keringat,” ujar Pamella.


“Baik nona, tentang bak mandi saya sudah menyiapkannya sedari tadi,” sunnie sengaja menyiapkan bak mandi itu, sebab sunnie tahu betul apa yang akan diminta Pamella.


Sebelum sunnie menyiapkan gaun Pamella ia berniat untuk membereskan debu di kamar sang nona namun sepertinya waktunya sudah habis.


“Baiklah, aku akan mandi SENDIRI,” balas pamella menekan kata sendiri karena dulu saat Pamela baru sampai di kehidupan ini ia dimandikan oleh para pelayan.


Meski Pamella di kehidupan yang dulu juga dimanja namun pemanjaan tentu ada batasnya, jadi ia tetap bisa mandiri walau sedikit-sedikit.


BYUR


Suara pelan itu muncul ketika Pamella merendamkan dirinya di bak mandi yah atau bathtub.


Namun bisa Pamella pastikan kalau disini benda yang tengah ia pakai ini pasti dipanggil bak mandi bukan bathtub.


Indera penciuman Pamella dimanjakan oleh aroma bunga lavender yang semerbak.


Akan tetapi tak terlalu kentara hingga Pamella akan menggosok hidungnya.


Pamella adalah tipe orang yang tak bisa mencium bau wangi yang teramat.


“Huh, segarnya.. setelah hari ini berlalu dengan begitu mengesalkan akhirnya bisa bersantai seperti ini,” ujar Pamella memejamkan matanya.


Benar, hari ini adalah hari yang mengesalkan bagi Pamella bahkan sekarang belum setengah hari.


Dimulai dari kakak dan ayahnya yang tak kunjung pulang, elvareta yang tiba-tiba dipanggil padahal gadis itu adalah orang yang berhasil menghiburnya.

__ADS_1


Dan yang terparah karena si Hery Morgen itu.


Hadeh!


“Apa yang aku lakukan setelah ini ya? Ah! Aku harus mencari tahu apa yang bisa menyelamatkanku dari jabatan permaisuri,” ucap Pamella membuka matanya spontan.


Namun, ingatannya tiba-tiba kembali saat kaisar dan dirinya menghabiskan waktu bersama.


DEG


‘Apa ini? Kenapa tiba-tiba saja begini?’ batin Pamella.


Pamella sendiri bingung, sejak awal tujuan awalnya adalah menyelamatkan diri dari jabatan permaisuri.


Tapi.. kenapa tiba-tiba begini? Tunggu! Ada sesuatu yang salah.


Seketika sebuah jawaban konyol terlintas di kepala kecilnya, kemudian Pamella menggelengkan kepalanya keras.


Seolah menolak jawaban yang ia temukan dengan susah payah.


PLAK


Pamella memukul kedua belah pipinya secara bersamaan.


“Apa yang terjadi nona? Kenapa saya mendengar suara pukulan?” terdengar suara sunnie diluar sana.


Pamella lalu menjawab dengan suara lirih agar sunnie tak khawatir lagi.


“Aku baik-baik saja,” Pamella tak kunjung keluar sebab ia harus memikirkan kenapa tiba-tiba jadi begini?


______________________________


Halo, maaf author telat update guys.


Beberapa hari ini author lagi punya kesibukan di dunia nyata, jadi.. yah update nya telat, huaa.


Pokoknya makasih banyak sama para readers yang tetap mendukung novel abal-abal author setelah semua ke gj-an dan ketelatan update author.


Ah ya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!


Thank u, muach~

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2