
“IBUNDA!” Pamella terjingkat tatkala indera pendengarannya menangkap suara khas anak-anak yang cempreng.
Pamella segera tersadar dari lamunannya dan menatap dua bocil di sekitarnya sesekali Pamella mengusap telinganya yang masih berdengung karena teriakan dua bocil tersebut.
“Hah, ada apa winniar, Daisy?.”
Pamella bertanya dengan nada non-formal mengingat bahwa area dimana ia dan dua tuyul itu berada benar-benar sepi, tak terdapat pelayan sama sekali.
Memang, karena area ini dibangun hanya untuk keluarga kekaisaran dan tentunya, yang bisa mengunjungi hanya pamella, elvareta, George, axello (Putra elvareta dan george), putra-putri negeri alpensha, kaisar dan orang yang di beri izin kesana oleh delapan orang tersebut.
Mengapa delapan? Sebab, anak pamella ada tiga!.
“Ibunda itu yang kenapa? Kami panggil tidak menyahut? Bunda memikirkan apa?” tanya keduanya dengan nada kesal.
Pamella pun menyibak senyumnya, “Ibunda hanya mengingat masa lalu, winniar.. daisy” dapat Pamella perhatikan bahwa wajah kedua anaknya terlihat penasaran.
Dua anak? Yah, sudah delapan tahun berlalu setelah kejadian tersebut.
Pamella dan kaisar nyatanya memiliki tiga anak, Lion king alpensheir sang putra mahkota (7 tahun) yang kini sedang menempuh pendidikannya untuk dijadikan kaisar dimasa depan.
Pamella bahkan masih ingat bagaimana lion bersikeras untuk turun dari tahtanya, putra sulungnya itu menunjuk winniar sebagai penggantinya namun winniar juga menolak dengan keras.
Winniar menunjuk adik kembarnya, Daisy tetapi Daisy pun menolak. Lain dari yang lainnya, ketiga pangeran dan putri alpensha itu tidak bernaf su untuk tahta.
Ah ya.. kemudian, dua tahun setelah lion terlahir Pamella bunting lagi. Hal ini tentu membuat elvareta yang saat itu berkunjung geleng-geleng kepala.
Eh, ternyata hasil Buntingan-nya itu dua bocil berbeda jenis. Yakni, winniar king alpensheir dan Daisy lavender king alpensheir.
Sedikit informasi, kaisar memang menyiapkan banyak nama, namun akhirnya ia hanya menamai anak bungsunya, yakni Daisy.
Sebab lion dan winniar adalah nama dari Pamella, dua nama itu aslinya berasal dari bahasa Inggris. Lion\= singa dan winniar pelesetan dari winner \= menang.
Sejujurnya, Daisy dulu ingin dinamai lavender hanya saja elvareta melarang, sebab putri mahkota dari negeri bunga juga dinamai lavender.
“Masa lalu? Apa itu bunda?.”
Pamella lagi-lagi tersenyum.
Flashback on
Pamella terkejut tatkala Hery mengebom dirinya sendiri, bagaimana ya? Mirip ter— entahlah!.
Lebih tepatnya, Hery menggunakan sihir terakhirnya untuk membuat dirinya menjadi bom yang siap meledak.
“ily!” satu kata terakhir itu berasal dari bibir Hery, Pamella masih sempat mendengarnya sebelum S dan L menarik dirinya.
‘ily?... Itu artinya, i love you kan?’ batin Pamella menatap sendu.
“HERY!” Pamella menatap wallaran yang terlihat marah, seketika Pamella mengepalkan tangannya erat.
__ADS_1
“Jawab saya! Apa yang anda inginkan dengan membuat Hery jadi pion?! Apa manfaat yang anda peroleh dengan melakukan ini?! Segitu serakahnya anda hingga membuat masa depan seorang anak hancur?!.”
Tepat disaat Pamella membentaknya, wallaran terdiam. Sepertinya pria itu sedang berfikir akan sesuatu.
Namun, beberapa saat kemudian wallaran terkikik seraya berkata “Pfft, hamba rasa hamba tidak melakukan sesuatu yang salah, permaisuri!.”
“Anda—!” ucapan Pamella terpotong oleh ucapan trio iblis.
“Maaf karena memotong perkataan lady, namun kita harus segera pergi. Saat ini tanah sudah mulai bergoyang karena getaran yang dibuat oleh he— ah maksud saya, mendiang tuan hery” sebenarnya, alezha dan Azra tadi bekerja sama dengan menggunakan sihir.
Untuk apa? Tentu untuk melindungi semua orang dari bom-an Hery. Eh agak sia-sia juga, sebab nyatanya Hery mengatur ledakan dengan efek kecil bagi sekitar namun besar bagi dirinya sendiri.
Alhasil, Hery sudah jelas menjadi ‘mendiang.’
Baru saja Azra berucap getaran yang dibilang Azra terasa oleh Pamella dkk.
Perlahan tanah di sekitar mereka runtuh, “Yang mulia! Bagaimana dengan tuan besar morgen? Dia harus mempertanggungkan perbuatannya! Lalu, Hery bagaimana?.”
Pamella masih sempat-sempatnya bertanya, kaisar pun berdecak pelan. Melihat kakak lelakinya yang kesal elvareta pun cepat tanggap.
“Triela, zelion bawa tuan wallaran dan mendiang tuan hery! Azra, alezha kalian buat portal untuk kembali ke negeri alpensha dengan cepat!” elvareta memberi perintah.
Bagaimanapun, trio iblis plus alezha tak akan bergerak jika bukan elvareta yang menyuruh oleh karenanya kaisar diam.
“Ren, beritahu aku bagaimana keadaan di sini?” kaisar perlu membuat perhitungan.
Kaisar pun menoleh, ia menyeringai ketika mengetahui pola jatuh si tanah.
“Ren, ikuti aku!” ren mengangguk, kaisar pun berlari ke dekat tanah runtuh.
“Yang mulia?” Pamella yang berada di gendongan kaisar pun memanggil dengan bingung.
Namun, sayang sekali kaisar tak menjawab Pamella.
GRUBYAK
Bukannya tanah yang diinjak kaisar dkk yang runtuh, malah tanah sebelumnya yang menjadi pijakan mereka saat berfikir.
“HAH?!” Pamella tentu berteriak bingung, bagaimana bisa kaisar memprediksi ini semua?.
“Lady, kaisar. Mari masuk!” karena zelion bukan orang yang gampang hormat pada orang selain elvareta, George ia pun berbicara dengan asal.
Akan tetapi, akhirnya mereka semua berhasil keluar. Wallaran harusnya dijatuhi hukuman ma ti namun mempertimbangkan kejahatannya kaisar memilih untuk wallaran mendekam seumur hidup di penjara.
Jika dipandang memang remeh, namun disana wallaran mengalami siksaan. Digunjing, di cambu ki pula, kaisar ini ingin... membuat wallaran merasakan apa yang dirasakan oleh Hery dulu.
Anak sulung wallaran ditemukan ma ti Bu nuh diri.
Dengan demikian, kaisar dkk mengalami hidup seperti sebelumnya. Ah, ada yang berbeda. Kali ini, Pamella hidup tanpa bantuan sunnie. Entahlah, pelayannya itu meninggalkan Jackson disini.
__ADS_1
Otomatis, Jackson tumbuh dengan perasaan tak menentu. Terkadang, dirinya membenci sunnie dan terkadang pula dia begitu merindukan sunnie.
Jackson dirawat di kediaman Thomson, ayah Pamella masih tetap di penjara.. penjara seumur hidup. Dan tentunya, Pamella tak bisa melarang hal tersebut.
Setidaknya, Pamella bisa mengunjungi ayahnya. Yudha kini menjadi Duke yang baru, pria itu jelas berusaha keras untuk mengembalikan nama kejayaan Duke thomson.
Setelah berhasil, pria itu mengangkat Jackson jadi anak plus penerusnya. Yah, walau memang harusnya begitu.
Flashback off
Daisy dan winniar hanya memperhatikan Pamella yang terdiam.
‘Dimana sunnie sekarang ya?’ batin pamella memandang langit. Mengapa pelayannya itu menyerahkan Jackson pada Yudha begitu saja? Padahal dulu sunnie begitu tak ingin jika Yudha mengetahui identitas Jackson?.
Ada hal apa gerangan?.
“Kesejahteraan menyertai permaisuri, pangeran dan tuan putri negeri alpensha” mendengar penghormatan ini ketiganya menoleh ke seorang pria yang terlihat tegas.
Salah satu orang dekat yang diizinkan masuk ke area ini.
“Berdiri kak Jackson!” Daisy berbicara, anak bungsu itu memang sedikit lengket pada Jackson.
“Baik, tuan putri.”
“Jackson, mengapa kamu berkunjung? Ada hal apa?” tanya Pamella.
Jackson terdiam begitu lama hingga ia akhirnya menjawab, “Tidak ada apa-apa Permaisuri.”
***
“S! Kau yakin dengan keputusan mu? Anak mu tumbuh tanpa mengetahui bahwa dirimu selalu mengawasinya. Dia jelas-jelas merindukan sosok seorang ibu.”
Elvareta yang notabenenya seorang ibu dari golden Hunter axello, axello jelas khawatir.
“Hamba tak masalah dengan hal itu permaisuri, ini keputusan yang paling tepat untuknya. Hal yang dikerjakan hamba saat ini benar-benar berbahaya, selain itu.. dia juga ingin merawat putranya.”
Elvareta menghela nafasnya saat ia tak bisa merubah jalan fikir S.
“Terserah kau saja!” akhirnya elvareta menyahut dengan perasaan kesal.
_________________________________
Ini disebut, chapter menuju ending. Sebentar lagi, ending akan datang. Terima kasih untuk semua readers, baik yang silent readers maupun aktif readers.
Terkhusus untuk pendukung setia author, thanks u very much and lope tentunya!.
Baik, see u!.
-Nadira
__ADS_1