Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
22. Suasana hati pamella (REVISI)


__ADS_3

Pamella hanya bisa pasrah saat ia ditarik oleh sang kakak menuju istana pengobatan.


Bukannya Pamella tak punya mulut untuk merenggut, namun lebih pada mood Pamella yang sedang buruk-buruknya.


Salah satu penyebab bad mood nya ini tentu karena surat yang ia dapat kemarin.


Pamella sudah tau bahwa surat itu hanya akan membawakan kabar buruk, apalagi saat Pamella mengetahui jika itu dikirim dari Bianca yang notabenenya sahabatnya. Namun tetap saja, Pamella masih membacanya.


Coba fikir, Caca yang biasanya merusuh pada Pamella malah mengirim surat? Tidak langsung bertemu Pamella? Mustahil kan?


Itu pun sudah membuat kejanggalan di hati Pamella.


Surat itu.. Pamella tak ingin mengingatnya lagi namun sesuatu yang membuat seseorang sedih tak akan mudah dilupakan, apalagi untuk orang yang berdampak.


Realitanya, manusia seringkali lupa dengan hal bahagia yang ia alami, dan manusia biasanya akan selalu mengingat kesedihannya.


Jika saja narasi di atas terbalik maka kehidupan akan menjadi mudah.


Sayang sekali, hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.


“Pamella, sampai kapan kau akan melamun?” tanya Yudha masih menarik tangan Pamella dengan halus.


Yudha tau Pamella dalam suasana hati yang buruk, makanya ia menyeret Pamella keluar ke istana pengobatan.


Dengan begitu Pamella akan sedikit demi sedikit melupakan hal-hal buruk yang terjadi di sekitarnya, walau sepertinya itu akan sulit.


Hanya saja, Yudha selalu yakin bahwa Pamella sudah dapat mengetahui jalan yang benar untuk ia tempuh, dengan begitu setidaknya Yudha tak akan terlalu khawatir kalau Pamella akan berlarut-larut dalam kesedihannya.


Sebab, manusia tidak boleh terlalu sedih hingga berlarut-larut seperti itu.


“Kakak.. aku baik-baik saja, kita kembali ke kediaman saja,” balas Pamella lirih.


Entah kemana seluruh semangat berkobar dirinya dulu, seolah-olah semangatnya sudah hilang ditelan bumi.

__ADS_1


“Prinsip kakak tidak akan berubah Pamella, kau harus di periksa oleh tabib,” sahut Yudha yang lagi lagi tidak memperdulikan Omelan Pamella.


Namun tiba-tiba Yudha berhenti dan menarik tangannya dari tangan Pamella, sedangkan adiknya itu malah membeku di tempat.


Namun menyadari jika kakaknya akan melaksanakan penghormatan pada orang di depannya, Pamella segera mengikuti dengan hal yang sama.


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri Alpensha.”


Kenapa kaisar itu ada disini?


Hanya saja Pamella berdoa kalau kaisar ini tak akan berbuat sesuatu yang akan membuat mood Pamella menjadi lebih merangkak.


________________________


“Nona, saya memiliki laporan tentang sesuatu yang aneh di kekais-” laporan si L terjeda ketika melihat raut wajah kesal dari sang nona.


“Ada apa?” pertanyaan dengan nada ketus pun ia dapatkan dari sang nona.


“Nona kesal?” tanya L tanpa sadar, apalagi ia ini orang yang terkadang lupa dengan tujuan awalnya.


“Kau tau? Aku tidak bisa mencerna laporan mu jika suasana hatiku sedang buruk!” balas gadis itu, elvareta seraya mencebikkan bibirnya kesal.


“Lalu.. memangnya nona kenapa?” tanya L khawatir, meski ia bertanya begitu namun raut wajah dan mata dingin L tidak berubah.


Begitu pula dengan S, sayangnya S sedang tidak ada disini, namun bisa elvareta pastikan jika S juga punya sifat dingin yang tak kalah dari L.


“Aku.. aku hanya memikirkan Pamella, gadis itu.. aku harap gadis itu tidak memb*nuh dirinya sendiri hanya karena salah faham padaku dan kakak,” jawab elvareta yang tak bisa menghapus kekhawatiran dirinya akan Pamella sejak kemarin.


“Nona.. sepertinya nona Thomson yang ini tak akan mudah menyerah,” balas L datar hanya untuk menenangkan elvareta agar si gadis biru itu dapat menjalani hari-harinya yang berat seperti biasanya.


Sudah elvareta bilang kan? Meski L maupun S ingin menenangkan dirinya sifat dingin mereka tak akan berubah.


Sebab mereka hanyalah kegelapan yang muncul dari cahaya, masa lalu kelam, kehilangan segalanya, dan mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seseorang yang tidak peduli dengan sekitar.

__ADS_1


Maksudnya mereka tidak peduli dengan semua orang yang ada di sekitarnya, jika seseorang terdekat L maupun S menjadi musuh yang membahayakan elvareta, maka mereka akan memb*nuh tanpa memperdulikan siapa itu.


Mengingat ini saja membuat hati elvareta berdenyut, percayalah ia mungkin seseorang yang memiliki kedudukan tinggi dan pandai menggunakan pedang termasuk berperang.


Namun ia masih memiliki hati nurani apalagi elvareta sudah tau bagaimana rasanya kehilangan segala yang di miliki dalam waktu sekejap mata.


Jika saja elvareta tak membutuhkan orang untuk menjaganya ketika ia melakukan serangan brutal maka ia tak akan tega untuk merebut kehidupan L maupun S.


Walau nyatanya L atau S memang tak mempunyai tujuan hidup.


Tunggu... Serangan brutal? Benar elvareta tak akan memperdulikan sekitarnya ketika ia melakukan serangan brutal, dimanapun dan kapanpun itu.


“Apa maksudmu dengan kata ‘Yang ini’?” tanya elvareta mengacuhkan lamunannya fokus ke pembicaraannya dengan L.


“Saya hanya merasa jika mereka adalah orang yang berbeda” jawab L, L dan S tidak menggunakan kata ‘yang mulia’ dan ‘hamba’ karena ini bukan daerah kekuasaan elvareta.


Hal ini hanya untuk memudahkan L dan S memanggil orang orang di sekitarnya jika identitas mereka terungkap.


“Berbeda? Hmm, menarik juga,” ulang elvareta dengan bingung, ia tak mengenal gadis bernama Pamella ini dengan dekat.



ilustrasi elvareta, foto by: pinterest


__________________________


Hello readers! Author muncul lagi.


Ada yang mau menebak siapa L dan S ini? Dan.. bagaimana elvareta bisa ketemu mereka?


Kalian bebas menebak, karena pertanyaan ini akan terungkap di bab bab tengah atau akhir.


Oke, seperti biasa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


Thank u and see u!


- Nadira


__ADS_2