Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
84. Pertempuran #4 (Pemikiran Pamella.)


__ADS_3

Azra menatap alezha yang sedang berusaha menyembuhkan triela dan zelion seusai menyembuhkan dirinya.


Dengan sihir tentunya.


“Bagaimana kau bisa sampai di dimensi ini alezha? Ini dimensi yang tidak wajar untuk dikunjungi seorang peri” lirih Azra menatap orang-orang yang tengah terlibat pertempuran fisik.


Ah ya, mental dan fisik lebih tepatnya. Meski begitu, Azra tak menatap mata indah alezha pasalnya ia pasti tak akan tahan hingga nantinya sesuatu akan mencuat dari dirinya. Rasa tidak adil itu akan kembali merasukinya.


Singkatnya, Azra hanya ingin menjaga hati.


“Mau bagaimana lagi? Aku terbiasa bersama dengan iblis yang terkenal ‘jahat’, aku mulai menyukai tempat yang dia suka” alezha membalas dengan tenang yang mana membuat Azra bungkam.


Bukan waktunya untuk membicarakan hubungan pribadi mereka. Yah setidaknya tidak untuk saat ini.


“Azra, bisakah kamu membantuku? Dan alezha, kamu sudah memastikan bahwa Azra sudah sembuh total kan?” tanya elvareta secara langsung pada keduanya.


“Hamba selalu bersedia permaisuri.”


“Tentu saja, permaisuri.”


Azra dan alezha menjawab dengan ucapan yang berbeda.


***


Pamella memukul tengkuk para pasukan yang baru dibuat Hery dengan sebilah tongkat.


Setelahnya Pamella melihat bahwa banyak gerombolan pasukan menuju ke arahnya, dengan cepat Pamella meraih kelereng yang ia sembunyikan dan melemparnya di tanah. Membiarkan kelereng tersebut tersebar tak karuan.


BRUAK BRUK


Selayaknya manusia ‘biasa’ para pasukan itu tergelincir.


“Aku mulai penasaran, sebesar apa sihir yang digunakan Hery untuk membuat pasukan selayaknya manusia begini?” gumam Pamella tanpa sengaja.


Yah, itu secara reflek.


Namun elvareta yang masih bisa mendengar pun terkikik kecil, niatnya ia mau memberikan arahan pada Azra namun Pamella membuatnya terkikik.


“Sayang sekali, permaisuri tak bisa bertarung dengan wujud rohnya itu. Padahal kalau permaisuri turun tangan pasti semuanya beres” triela berbicara setelah disembuhkan oleh alezha, zelion yang setengah sadar pun mengangguk.


Beruntung triela, zelion dan Azra masih baru dibereskan Hery saat alezha, elvareta, Pamella, kaisar dkk muncul.


“Terima kasih alezha” kompak triela dan zelion berterima kasih pada alezha.


“Tidak masalah, triela, zelion” alezha pun membalas.


Eh tunggu, bagaimana bisa alezha, triela dan zelion akrab padahal mereka berasal dari klan yang berbeda?.


Tentu saja, azra! Azra seringkali meracau pada malam hari dengan ucapan ‘Mengapa kita harus berbeda?’. Triela dan zelion yang dekat dengan Azra pun tentu merasa aneh saat temannya itu mulai kurang nakalnya.


Biasanya, Azra akan sangat merepotkan elvareta. Membuat masalah sana-sini tapi yah walau Azra tetap setia menjadi bawahan elvareta.


Eh tapi, dulu tiba-tiba Azra dikenai hukuman untuk di didik seorang peri bernama ‘alezha.’


Yah, itulah yang triela dan zelion ketahui. Selebihnya, mereka tak tau sama sekali. Cerita lengkapnya hanya Azra dan alezha yang tau.


Cerita itu tersembunyi dari semua peri dan iblis, bahkan elvareta pun tak tahu tentang cerita lengkapnya.


Hanya satu yang elvareta ketahui sedangkan yang lain tidak yakni, elvareta.. dia mengambil langkah yang salah! Tidak seharusnya ia menyuruh dua bawahannya untuk bersama. Seharusnya elvareta sadar bahwa itu sangat beresiko tentang hati.


“Azra pusatkan kekuatanmu di titik pusar Hery! S L kalian juga menyerang di saat dan titik yang sama dengan azra” titah elvareta, disini elvareta tak terlihat oleh pamella, kaisar maupun ren.


Namun suara dan wujudnya bisa terdeteksi oleh beberapa orang.


“Baik! Ayo! Satu, dua, TEMBAK!” elvareta memberikan aba-aba agar mereka kompak.


SRAA CRASH BRUAK


Akibat serangan sihir dari Azra Hery terpental jauh, sedangkan itu S dan L mengarahkan serangan di titik pusar Hery.


Bayangan kaisar alias Y yang tak tau menahu tentang elvareta pun ikut menyerang ketika sadar bahwa titik itu adalah titik kelemahan hery.


Sekejap seluruh armada pasukan yang dibuat Hery lenyap, Pamella yang awalnya bertarung dengan mereka pun menoleh kebingungan bak orang idiot.


“ARGH” Pamella baru sadar saat hery berteriak miris. Pamella seketika memandang sekitarnya dengan bingung, maksudnya bagaimana? Bukannya hery ini musuh? Lalu kenapa teriakannya begitu?.


Apakah dia berteriak miris karena merasa dikalahkan?.


“HERY! APA YANG KAU LAKUKAN? AYO BANGKIT DAN GUNAKAN SEMUA KEKUATANMU DASAR ANAK HARAM!” Pamella terjingkat saat ayah Hery berteriak dengan kencang.


‘Anak haram?’ batin Pamella bertanya-tanya, elvareta pun juga bingung. Sudah lama ia tak mengunjungi negeri kakak lelakinya, jadi ia tak tau menahu tentang gosip para bangsawan termasuk yang satu ini.


Sejenak elvareta menoleh ke arah L, gadis itu sepertinya tau sesuatu. Namun ekspresinya masih tetap datar, yah bagaimanapun L, S dan Y hanya orang-orang yang tak memiliki tujuan hidup, ah terkecuali untuk Y sebab pria itu mengejar tujuannya sendiri.


“Pandai sekali, kau membiarkan anakmu menanggung semuanya sedangkan kau sendiri adalah seorang b*jingan yang membuat dia ada di dunia ini?” kaisar membalas dengan sindiran.


“Ah, hamba mengerti! Jadi Hery Morgen ini hanya digunakan tuan besar Morgen untuk kepentingannya sendiri? Intinya, Hery Morgen itu hanya seorang pion. Begitu maksud yang mulia?” ren menyimpulkan, yang mana membuat Pamella makin kebingungan.

__ADS_1


Kepalanya serasa mau pecah memikirkan ini semua, oh ayolah! Ini lebih rumit dari pelajarannya di dunia modern dulu.


“Jangan-jangan yang menghabisi wanita bordir itu dia yang mulia!” ren menuduh ayah Hery.


Bagaimanapun, dulu pernah ada kasus. Seorang wanita malam (bordir) ditemukan tewas secara mengenaskan dengan bercak di perut seperti sudah melahirkan dan berdarah di bagian sensitifnya.


Terlebih mayat itu ditemukan dalam keadaan tanpa busana.


“Hmm, menjijikkan!” dengan mudahnya kaisar langsung menyerang ayah Hery.


Satu lawan satu, yah pedang lawan pedang.


“HERY APA YANG KAU LAKUKAN?!” Ayah hery masih berteriak namun Hery hanya menatap tanah seolah-olah dunia sedang runtuh.


“HERY! DASAR ANAK HARAM! APA YANG KAU LAKUKAN?” teriakan sampah itu memenuhi arena.


Elvareta yang awalnya fokus memberi arahan pun terpaku diam, L, S, Y dan para golongan iblis pun diam, sebab kali ini pertarungan yang dijalani hanya diantara kaisar dan ayah Hery.


***


Kaisar mengayunkan pedangnya ke arah pinggang ayah Hery, namun ayah Hery, walarran Morgen segera menghindar.


Terlambat sedetik saja maka tubuh bagian atas dan bawah wallaran jelas terbelah.


BRAK


Kaisar pun turut menghindar ketika wallaran melempar sebuah kayu berukuran sedang, dengan tatapan tajamnya kaisar mengambil posisi untuk mengincar kaki wallaran.


SRET


Wallaran menghindar dan mengincar kepala kaisar, dengan segera kaisar memajukan kepalanya untuk menyundul bagian pentis kaki wallaran.


Menyadari bahwa ada kesempatan kaisar berdiri dan kembali beradu pedang dengan wallaran.


“Yang mulia incar burungnya!” suara Pamella membuat kefokusan kaisar dan wallaran pecah.


Burung?.


Keduanya pun berhenti mendadak, padahal tadi mereka sedang seru-serunya.


“Aduh!” Pamella berdecak sebal menggunakan bahasa alaynya lalu melempar sepasang sepatunya ke tanah.


Ia berlari menuju wallaran dan langsung menendang bagian tengahnya, lalu Pamella menjauh sebab ia sadar bahwa wallaran juga mengayunkan pedangnya ke leher pamella.


Sayang sekali, wallaran kalah cepat dengan Pamella.


Sakit tiada kira pun menghampiri~.


Pada saat yang bersamaan, alezha dengan sengaja menebarkan sihir berwarna keemasan yang berfungsi untuk membuat ketidak berdayaan musuh-musuh mereka bertambah berkali-kali lipat.


Terdengar sepele, namun hal ini benar-benar sangat berfungsi untuk menyiksa. Coba fikirkan, apabila wallaran mengalami sakit sekitar 100 radius maka itu akan digandakan minimal 10 kali lipat maka akan menjadi 1.000 bukan?.


Di sisi lain..


Darksya hanya melihat beberapa belah pisau yang terlempar, matanya menatap datar lalu ia memiringkan tubuhnya ke samping.


Ah lebih tepatnya tubuh elvareta.


“Huh?” meskipun lirih namun darksya dapat mendengar bahwa sosok itu berdecak dengan sebalnya.


Seketika senyum evil darksya terbit dengan mudahnya, “Hahaha lihat dirimu! Sok-sokan ingin memb*nuh elvareta, menghadapi ku saja kau tak bisa!.”


Darksya tertawa dengan bebas, sehingga sosok itu memanfaatkan kelengahannya untuk menyerang.


TRANG SREK


Darksya langsung menghentikan senyum bodohnya dan menghindari sayatan pisau.


“Hey! Kau memanfaatkan kesempatan!” darksya berdecak sebal seolah-olah pertempurannya kali ini hanyalah sebuah pertunjukan hiburan.


Yah, darksya sendiri tak begitu serius dalam pertempuran kali ini. Ia hanya ingin bermain-main dengan orang yang berani ingin melenyapkan elvareta padahal identitas elvareta sudah tersebar di dimensi ini.


Ah, salah satu penghianat ya?.


“Kau.. kau itu salah satu penghianat yang kabur dari kejaran pasukan istana sebulan bulan lalu ya? Yang berusaha melenyapkan elvareta dan bayinya!” darksya menebak dengan tepat.


“Darksyaa! Kenapa kau belum membereskannya? Kalau kau tak bisa biarkan aku yang mengambil ragaku kembali! Urusanku sudah selesai, tinggal kakak kaisar dan kak Pamella yang membereskannya.”


Darksya mengacuhkan suara gemaan di benaknya, namun meski begitu hatinya mendengus kesal. Dia juga mau membereskan kali!.


“Karena kau berusaha untuk mencelakakan calon ponakanku, maka ayo ku akhiri kau!” darksya memejamkan matanya lalu memunculkan sebuah pedang.


SRING


Darksya memegang erat pedang tersebut dan mengayunkannya untuk membiasakan diri. Biasanya, darksya akan menggunakan sihir. Namun yah berhubung George sendiri sudah mulai mengaktifkan sedot sihir lagi maka darksya tak bisa menggunakan kekuatan sihir elvareta.


Padahal, sihir elvareta itu memukau sekaligus.. beracun.

__ADS_1


Dua ciri-ciri itu membentuk paket komplit yang sungguh sangat disukai oleh darksya.


Bukannya takut, si sosok misterius malah merasa tertantang, ia ikut memegang erat pisaunya. Pedang vs pisau, manakah yang akan menang?.


SRING TRAK


Darksya menghalau serangan pisau yang dilemparkan oleh si sosok misterius. Darksya pun berlari maju dan menggunakan ujung pedang yang tumpul untuk menohok bagian tenggorokan sosok tersebut.


Bagaimana pun, sosok ini akan mengalami hukuman yang dibintangi oleh elvareta sendiri. Disini, darksya hanya bertugas untuk membekuk si musuh sedangkan elvareta berada di akhir untuk mengeksekusi.


SRUK HUEK


Si sosok memuntahkan darah, bagaikan pelangi. Darksya menatap datar pada sosok itu, ia bahkan tak peduli sama sekali padanya.


“Itulah hukuman karena kau telah berani untuk mencoba menyakiti elvareta! Si matahari kekaisaran” darksya berucap tanpa kasihan sama sekali.


AAAAAA


Teriakan tersebut tiba-tiba menggema di arena. Entah siapa yang menyerang dan siapa yang kena, yang pasti suara itu begitu menyayat hati.


Tak ada angin, tak ada hujan. Suara tersebut terdengar memilukan.


SRING


Sebuah cahaya putih terang tiba-tiba menyelimuti si sosok yang sudah tepar setelah berteriak dengan begitu keras.


Si sosok menghilang dan menampilkan orang baru.



“Kau bawa kemana sosok itu, Angelina?” darksya bertanya dengan datar pada angelina ritria alender.


Seperti namanya, ia adalah seorang peri kanan Elvareta. Angelina tersenyum lalu menjawab, “Darksya.. jangan mengotori tanganmu seperti itu, dia akan dihukum oleh orang yang dia celakai.”


“Kau memang selalu begini ya angel? Aku tak menyukai sifatmu yang ini!” sebagai seorang ekhem mirip-mirip dengan iblis tentunya darksya merasa tak terima dengan sifat Angelina yang terlalu pemaaf.


“Darksya, bagaimanapun hanya permaisuri yang pantas untuk menghukumnya” Angelina membalas dengan ramah. Darksya jelas mencebik kesal, ia lalu menghembuskan nafasnya pelan. Ia tak akan menang jika berdebat melawan Angelina.


Sebab, Angelina acapkali membawa-bawa soal hukum, oleh karenanya darksya selalu dibuat bungkam oleh Angelina.


“Sudahlah, aku, kau dan permaisuri memiliki tugas masing-masing. Lagipula, aku juga bukan pendendam, anggap saja begitu” Angelina menggelengkan kepalanya mendengar sahutan darksya.


Darksya itu seorang pendendam, dan Angelina sendiri mengetahui hal itu.


“Biar ku tebak, kamu pasti akan menyelinap masuk di dalam taman penyiksaan lalu membantu permaisuri membereskan sosok tadi kan?” perkataan Angelina sukses membuat darksya menegang, Angelina ini terlalu mengenali darksya.


“Oh ayolah, angel! Aku tak akan begitu, yah mungkin?” darksya membalas dengan ambigu. Nyatanya, pemikiran Angelina benar adanya.


“Sudahlah, jangan berdebat. Angelina, darksya! Kepalaku serasa ingin pecah saat kalian mulai berdebat” suara elvareta lagi-lagi melintas bak angin.


Seketika, darksya dan Angelina diam. Mereka begitu patuh pada elvareta.


Tak heran, mereka itu sama-sama tangan kanan Elvareta di klan yang berbeda. Tentunya, kepatuhan mereka tak perlu diragukan bukan?.


“Angelina, lebih baik kamu kemari. Bawa alezha, aku tak bisa membiarkan dia disini sendirian bersama klan iblis lain. Kau tau sendiri, aku juga tak bisa terlalu ikut campur.”


Angelina mengangguk mengerti, meskipun ia sendiri bingung. Bagaimana bisa alezha sampai disana? Namun Angelina rasa akan lebih baik jika dirinya langsung bertanya pada alezha sendiri.


“Baik, permaisuri hamba akan pergi kesana” balas angelina.


Sedangkan itu..


Pamella menatap kekacauan yang terjadi di sekitarnya, mata hijaunya melirik pada kaisar yang masih terlihat angkuh.


Ia bahkan tidak berbaikan dengan kaisar, lantas.. bagaimana nasib bayinya?.


Lalu, apakah ayahnya akan dihukum? Salahkah jika Pamella meminta pada kaisar agar bisa merendahkan hati dan membebaskan ayahnya?.


Diam-diam elvareta yang masih berada disana melirik ke Pamella, elvareta tahu apa yang difikirkan oleh kakak iparnya, hanya saja.. kaisar jelas tak bisa melakukan itu.


Kaisar, kakak lelaki elvareta itu seorang pemimpin dengan kata lain, masa depan negeri alpensha berada di genggaman tangannya. Keputusan kaisar pun jelas sangat penting bukan?.


Bayangkan, apa yang terjadi dengan sebuah negeri apabila pemimpinnya tak adil? Itu semua tentunya akan berakibat pada kekacauan. Pamella tahu itu, namun yah dirinya tetaplah seorang anak.


Ia tentunya sangat sayang pada ayahnya walau ayahnya sudah melakukan sesuatu yang dianggap fatal.


_________________________________


Author baru tau, ternyata menulis 2.000 kata itu sangatlah susah, apalagi jika di real lifenya sedang sibuk, but, yeah author akan berusaha meskipun nyicil.


Mohon maaf ya readers 🙏.


Baik, so enjoy perkiraan up chapter depan dengan 2.000 kata sekitar tiga atau dua harian.


Lemot author mah kalau nulis 😫.


Oke, thank you~.

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2