
Beberapa jam setelah L dan S pergi...
Pamella membelalakkan matanya terkejut ketika ia melihat elvareta menggerakkan tangannya, “Blues! Tangan permaisuri bergerak!.”
Blues yang mendengar teriakan antusias dari Pamella langsung melihat teliti ke tubuh permaisurinya itu, padahal itu hanya gerakan kecil namun Pamella bisa melihatnya.
Bukankah itu berarti gadis bungsu itu menunggu elvareta si permaisuri sadar?.
“Engh” elvareta menggeliat seolah-olah ia baru saja bangun tidur, blues langsung memanggil para tabib dan menitipkan permaisurinya ke Pamella.
Blues terlalu tergesa-gesa hingga ia lupa bahwa banyak pengawal di luar yang bisa dimintai tolong untuk memanggil tabib-tabib itu.
“Elvareta! Kau baik-baik saja?” Pamella bertanya lalu menatap mata berlian elvareta yang baru saja terbuka.
“Aku— siapa?” Pamella terbelalak ketika elvareta mengatakan hal yang tak terduga, kalau begini lalu bagaimana cara dia dan kaisar meminta tolong pada elvareta?.
Kenapa?! Tunggu.. jangan-jangan para bawahan tabib tadi..
“Maaf lady, anda siapa ya?” wanita hamil itu menatap penasaran ke arah Pamella.
Lalu kemudian kaisar, George, blues dan para tabib itu mendekat.
“Tabib, katakan padaku kenapa permaisuri tidak tahu siapa dirinya saat ini?!” Pamella bertanya dengan nada tinggi membuat tabib itu terkaget.
“Apa?!” blues yang memang sangat mudah menunjukkan ekspresinya pun berteriak melebihi volume yang digunakan Pamella.
Tabib itu serempak melihat dan meneliti keadaan elvareta.
“Hey! Siapa kalian? Aku yakin kalian bukan ilsya dan bawahannya, dimana aku?! Apa kalian menculik ku dari kerajaanku? Mana kakak, ibunda dan ayahandaku?!.”
George, kaisar bahkan blues dan Pamella hanya memandang ke arah elvareta yang terlihat dapat berekspresi lebih bebas, tidak seperti di negeri alpensha.
‘Kenapa aku merasa bahwa elvareta sedari dulu tak seriang ini di negeri alpensha?’ batin Pamella bersuara, elvareta yang notabenenya sudah sadar pun mendengar batinan Pamella.
“Maaf lady, namun anda tahu darimana bahwa nama saya elvareta? Bahkan saya tadi hampir lupa nama saya sendiri?” Pamella bahkan nyaris ingin menggetok kepala elvareta ketika mendengar pertanyaan elvareta yang sama sekali tidak masuk akal.
“Keluar, biarkan permaisuri disini” Pamella dan blues melirik sengit ke George yah bertingkah begini dengan seorang kaisar di negerinya memang hal yang dilarang.
Namun.. kenapa dia menyuruh para tabib itu pergi?!.
“Hey, apa anda tidak khawatir pada permaisuri dan calon penerus kekaisaran ini yang mulia?” Pamella bertanya dengan tajam walau nadanya rendah.
__ADS_1
Akan tetapi George sama sekali tidak menjawab pertanyaan Pamella yang terkesan merendahkannya.
Para tabib itu juga sudah pergi dan lagi.. tak mungkin pengawal yang berjaga di depan mendengar sebab nada Pamella sama sekali tidak tinggi lagian mereka tak ingin bertindak tidak sopan di hadapan George.
Blues dan kaisar hanya diam dan memperhatikan elvareta yang kini memegang kepalanya.
Raut wajah bumil itu tidak kesakitan, hanya biasa saja.
“Bukankah hal ini akan lebih baik untuknya? Dia tidak akan mengingat masa lalu yang selalu membuatnya menangis di dalam hati, terlebih.. akan lebih baik lagi kalau dia bisa menangis saat ini.. selama ini dia menahannya karena ia tahu segalanya. Mengetahui segalanya itu jelas bukan hal baik.”
Akhirnya George membalas ucapan Pamella dengan dingin, pria itu bahkan memalingkan wajahnya.
“Lalu apa yang akan terjadi pada janin itu?! Pernahkah yang mulia memikirkannya?” tanya Pamella lagi.
“Aku bisa mengambilnya dan meletakkannya di bunga cermin, bunga itu bisa mengoptimalkan keadaan janin itu nanti” Pamella melongo mendengar pernyataan George.
“Lalu? Apakah yang mulia fikir seorang anak tidak akan membutuhkan ibunya?” kaisar sudah menahan Pamella untuk berucap lebih banyak.
Akan sangat berbahaya kalau elvareta curiga dan malah memaksa ingatannya.
“Siapa sih kalian?” tanya elvareta ketus memotong pembicaraan antara Pamella dan George.
Di sudut pandang elvareta mereka itu penculik, jadi tata Krama kerajaan tak akan pernah berpengaruh.
“Kenapa hiks kenapa semuanya jadi begini?” Pamella terjatuh dan terisak, ia kehilangan seorang teman untuk kedua kalinya.
“Lady, anda itu kenapa?” elvareta bertanya dengan lugunya.
“Perma— eh tuan Puteri!” elvareta menoleh ketika mendengar sapaan ini.
“Ilsya! Kau kemana saja? Kenapa kau membiarkan tabib tadi memeriksaku huh?” tanya elvareta dengan bibir mengerut.
Kaisar hanya menatap dalam ke arah elvareta, ia agak tak percaya bahwa adiknya yang memiliki banyak ‘mana’ itu bisa lupa ingatan hanya karena sebuah panah beracun.
George juga berfikir hal yang sama namun ia menepisnya ia hanya fokus ke sisi positif untuk elvareta, sesungguhnya pria itu menyayangi elvareta.
“M—maaf tuan Puteri, hamba akan memeriksa anda sekarang” jawab ilsya langsung memeriksa seluruh tubuh, mengecek mana dan memeriksa denyut nadi elvareta.
“Tuan Puteri, hamba memiliki pertanyaan” ucap ilsya.
“Apa itu?.”
__ADS_1
“Apakah tuan Puteri ingat bagaimana bisa anda berada disini? Dan siapa anda sekarang?.”
“Ih kau itu! Bukankah aku diculik mereka? Lalu kan aku elvareta Violetta briliant Puteri kerajaan berlian!” ilsya menghela nafasnya dengan berat.
Ilsya lalu menatap ke arah semua orang yang menunggu hasil pemeriksaannya, “Tuan Puteri sepertinya benar-benar kehilangan ingatannya.”
“Tidakk!!” Pamella berteriak dengan sangat kencang.
Hingga..
PLUK PLUK
Pamella terjingkat ketika seseorang menepuk pipinya, “Lady? Anda bermimpi buruk ya hingga air mata membasahi pipi Anda?.”
Gadis bungsu itu menatap blues yang terlihat penasaran padanya, “Permaisuri elvareta mana permaisuri?.”
“Kakak, kakak itu kenapa?.”
Pamella menoleh dengan cepat ketika mendengar sapaan ini, “Elva— eh permaisuri.”
“Aduh kak! Bukannya aku udah bilang ya? Panggil nama saja” elvareta membalas dengan gerutuan.
Namun Pamella tidak menghiraukan gerutuan wanita hamil itu, “Kamu baik-baik saja kan? Ada yang sakit?.”
“Ini nih akibat kebanyakan tidur! Tadi tabib sudah memeriksaku dan hasilnya aku baik-baik saja. Kalau kakak tidak percaya silahkan tanya ke blues” elvareta melirik blues yang mengangguk membenarkan ucapan dirinya, Pamella? Gadis itu tidak menoleh ia sibuk menatap elvareta.
“Masa aku tadi cuman mimpi?” gumam Pamella sepelan mungkin.
_________________________________
wkwkwk, Pamella udah panik tuh readers. ahaha yeah sepertinya petualangan Pamella akan dimulai dari sini.
Hingga nantinya sebuah konflik akan muncul dengan sedikit bumbu percintaan.
Baiklah, apakah kalian sudah menemukan identitas L dan S? kemungkinan author udah tidak akan memberi clue lagi tentang mereka, sebab cerita setelah ini akan lebih fokus ke kehidupan Pamella dan kaisar yang notabenenya adalah pemeran utama di novel ini.
ada yang penasaran dengan kata-kata author di eps kemarin-kemarin? yang author bilang kalau setiap pewaris memiliki penjaga bayangan? kalau begitu.. siapa penjaga bayangan kaisar?.
Semuanya akan terungkap, namun tentunya dengan kurun waktu yang berbeda, baiklah jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan and.. thank u~.
__ADS_1
- Nadira