Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
19. Dia yang ingin menentang (REVISI)


__ADS_3

Pamella yang masih melongo tak menghiraukan ucapan pengawal berambut merah serta biru yang tengah memanggil dirinya.


‘ A-apa aku tadi...? ’ batin Pamella tidak percaya.


Ren terlihat terkejut ketika dirinya sampai di tempat Pamella, nonanya itu terlihat bergetar tapi tidak menangis.


“Nona?” panggil ren sekali lagi.


“Kau... Kenapa kau ada disini ren?” tanya Pamella tetap bergetar.


“S-saya mencari nona, saat saya ke kediaman keluarga Thomson nona tidak ada disana,” jawab ren, dengan kata lain ren tau jika Pamella hilang.


“Lalu kau memberitahukan ini kepada kaisar?” tanya Pamella melirik sengit pada ren.


“I-iya non.”


Pamella langsung mendelik lalu menarik ren agar jatuh bersama dirinya dan memukul bahu ren.


“Dasar! Kenapa mulutmu itu ember sekali ren?!” teriak Pamella, secara tak langsung ren menyebabkan kaisar mencari Pamella.


“Dasar bule tak kenal privasi!”


Hingga akhirnya kaisar itu merebut first kiss Pamella, padahal rencananya Pamella akan memberinya kepada orang tang dia cintai.


Sekarang hancur sudah angan angan adegan romansanya!


“N-nona? Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya ren bingung walau begitu ia tetap membiarkan Pamella memukuli dirinya.


Yaiyalah! Banyak yang terjadi ren.


Jika keadaan Pamella dan ren hampir baku hantam, maka berbeda lagi dengan gadis berambut pirang yang tengah mengawasi mereka.


Gadis itu sekarang duduk di ranting pohon, sejak awal gadis pirang ini melihat segalanya dimulai dari kaisar yang merebut ‘Sesuatu’ dari Pamella lalu sekarang sampai kekesalan Puteri bungsu keluarga Thomson ini.


Sesekali gadis ini mengayunkan kakinya secara bergantian karena merasa bosan, namun sepertinya dia mengetahui tentang sesuatu yang menarik perhatiannya.


“Bukankah gadis ini memang menarik?” tanya gadis itu pada dirinya sendiri.


“Aku harus bertemu dia nanti malam, untuk pertama kalinya aku sangat ingin menentangnya!” sambung gadis itu.


“Gadis itu.. mungkin akan mengalami sesuatu yang entah berat atau ringan baginya,” gadis pirang itu kembali berucap namun ucapannya hanya mengarah pada dirinya sendiri.


Maksudnya gadis itu berbicara sendiri!

__ADS_1


Setelah itu gadis ini lagi-lagi menghilang tanpa berniat mengenalkan dirinya pada siapapun itu termasuk Pamella walau gadis bungsu keluarga Thomson ini berusaha sangat keras untuk menemui dirinya.


Ia tak pernah bertanya mengapa Pamella mencarinya karena ia cukup cerdas untuk menyimpulkan semuanya.


________________________


Sekarang Pamella sudah sedikit berbaikan dengan pengawal serba bule di belakangnya ini.


“Nona, kita harus kembali saat ini sudah menjelang malam,” ren mencoba mengingatkan pasalnya nonanya ini tak ingin kembali entah kenapa.


Pamella sedari tadi terus berjalan mengelilingi pusat kota, namun perjalanan ini bukan tanpa alasan Pamella hanya ingin mencari gadis cantik itu lagi.


Mendengar peringatan ren Pamella mendongakkan kepalanya hanya untuk melihat matahari yang sudah berbalut selimut.


Ren harus menahan jubah Pamella agar tidak merosot, bagaimanapun Pamella tengah menjadi trending topik saat ini.


Jika orang-orang ini mengetahui jika Pamella berada disini maka nonanya ini akan mendapat masalah, jika Pamella mendapat masalah maka ren yang akan menghadapinya dan itu pasti akan sangat merepotkan.


Pamella menghela nafasnya lelah “Baiklah, ayo kembali.”


Nyatanya Pamella kembali menghela nafas ketika ia sudah sampai di kediamannya.


Kakak dan ayahnya sudah menyambut Pamella dengan wajah garang mereka di depan kediaman keluarga Thomson.


“Bisakah anda menjelaskan ini tuan?” tanya ayahnya menatap tajam ren yang berdiri di samping Pamella dengan tatapan intimidasi.


Ren benar, harusnya dia langsung membawa nonanya pulang agar ia tak terkena masalah.


Ren kali ini menghadapi calon kakak ipar dan mertua kekaisaran! Sebenarnya ini semua tak masalah namun ren belum sempat melapor kepada kaisar negeri ini.


Sudahlah! Habis ren kali ini.


“Maaf tuan Thomson, namun.. nona Pamella hanya ingin berjalan-jalan dan saya hanya mengikuti keinginan nona,” jawab ren.


Jawaban ren membuat Pamella mendelik tajam ke arah ren, dengan kata lain ren berusaha melimpahkan kesalahan ini ke Pamella yang sok lugu ini seorang? Hey mana bisa begitu?


“Seingat saya anda punya mulut tuan,” kali ini Yudha yang berucap dengan tatapan seramnya.


Maksud dari perkataan Yudha ialah, ren ini punya mulut jadi dia bisa mengajak Pamella pulang kan?


“Saya sudah berusaha namun nona Pamella tidak mau pulang,” balas ren.


Pamella yang merasa terpojok pun angkat suara “Kenapa kau melimpahkan persoalan ini padaku dasar bule!”

__ADS_1


Yah jangan salahkan kata ‘bule’ sekali lagi ren ini memiliki rambut yang berwarna merah dan biru, rambut ren ini terlihat seperti mata bule pada umumnya di mata pamella.


“Kakak, ayah percayalah padaku dia baru mengajakku pulang saat matahari sudah berselimut!” sambung Pamella balik memojokkan ren.


Mendengar pembelaan dari Pamella Yudha dan ayahnya kembali menatap tajam ren seolah-olah ingin memakan hidup hidup orang ini.


“Pamella, kembalilah ke kamarmu sunnie menunggu dirimu disana,” perintah ayahnya.


“Biar kami yang mengurus tentang pria ini, tidak usah pikirkan dia dan istirahat saja yang tenang Pamella,” ujar kakaknya.


Pamella pun menuruti perkataan ayah dan kakaknya masuk ke kediaman tanpa memperdulikan ren yang terlihat sengsara.


Saat ia ingin membuka pintu kamarnya Pamella merasa jika ada orang yang mengawasi dirinya.


Pamella reflek melihat ke arah sekitar, namun tidak ada siapapun, apa Pamella terlalu lelah karena perjalanannya mencari gadis misterius itu? Yah mungkin.


Pamella langsung membuka pintu kamarnya pandangannya langsung terarah ke sunnie yang tengah menangis.


“Loh, kamu kenapa sunnie?” tanya pamella mendekat ke arah sunnie.


Kakak dan ayahnya tidak menghukum sunnie karena dia lalai menjaga Pamella kan?.


“S-saya hanya takut karena nona tidak segera kembali,” jawab sunnie terbata bata namun senyuman manis terbit di wajah cantik pelayannya ini.


“Sudahlah, kamu tidak usah takut! Katakan padaku apa kakak dan ayah memarahi mu saat aku hilang?” tanya Pamella serius.


Dan lagi lagi sunnie menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak nona, mereka sama sekali tidak menghukum hamba tuan Thomson dan tuan Yudha mengetahui jika saya sedang melaksanakan titah anda.”


“Tapi.. kamu menangis?” balas Pamella menatap mata sunnie yang sembab.


“Saya hanya khawatir pada nona,” sahut sunnie jujur.


Pamella menatap lekat wajah sunnie dan menyadari jika sunnie jujur lalu Pamella terpaku akan sesuatu yang baru ia sadari.


Sunnie ini.. wajahnya cantik! Dan.. warna kuning pada rambutnya ini warna yang langka.


Lagipula sunnie terlihat mencolok? Sulit dipercaya jika sunnie terlahir bukan dari darah bangsawan padahal wajah sunnie itu cantik, rambutnya bagai mentari.


Seketika Pamella menggelengkan kepalanya, yang ia fikirkan tidak benar kan? Bisa bisanya dia memikirkan bahwa sunnie ini merahasiakan sesuatu tentang identitas aslinya?.


Sungguh! Pamella benar benar melantur.


_______________________

__ADS_1


__ADS_2