
One months later...
Pamella POV
Oh astaga! aku tidak menyangka bahwa hari seperti ini akan datang juga padaku, besok! Satu hari lagi aku resmi menjadi pasangan seseorang yang aku sayang selama ini.
Ini sudah malam, dan parahnya aku tidak dapat tidur seharian ini.
Aku melirik pintu kamarku yang perlahan terbuka, sunnie lalu menjulurkan lehernya dan melihat padaku.
Sunnie, malam ini harus menginap di kediaman Duke Thomson, nyatanya pelayan pribadiku itu harus mempersiapkan aku pagi-pagi buta.
Aku tau! Aku harus bangun pagi, mungkin sekitar jam 5? Tapi.. bukannya pernikahanku ini malam hari? Lalu kenapa harus bangun pagi ya?.
“Nona kenapa anda belum tidur? Nona terlalu gugup?” pertanyaan ini membuat kesadaran ku pulih seutuhnya.
Aku menatap sunnie, “I—iya.. entahlah? Kenapa aku gugup ya?.”
Sunnie hanya tersenyum memandangku, ia seolah-olah pernah gugup seperti ini eh! Memangnya sunnie sudah menikah?.
Aku menggelengkan kepalaku pelan, tidak mungkin! Aku sendiri tau bahwa sunnie itu orang yang jomblo.
“Tapi non, nona harus benar-benar tidur dengan posisi yang ‘tepat’ besok adalah hari terpenting bagi nona dan negeri ini.”
Tentu saja! Aku yang menikah ini akan menjadi permaisuri negeri alpensha! Sudah pasti ini hari yang penting. Justru karena itulah aku tidak bisa tidur.
“Tapi aku memang tidak bisa tidur” aku menjawab dengan sedikit dengusan kesal, sudah berapa kali ya aku terkena insomnia?.
Ah! Berpuluh kali di kehidupan sebelumnya (di dunia modern) dan dua kali disini.
Wahh, rekor!.
Aku memperhatikan sunnie yang menggelengkan kepalanya, mungkin pelayannya ini melihat tingkah aneh dirinya lagi.
__ADS_1
Saat mengingat tentang insomnia, aku jadi ingat tentang elvareta, bukankah gadis berlian itu yang membuatnya tertidur dulu?.
Lalu kalau begini keadaannya gimana?.
Aku bahkan belum bertemu elvareta setelah kejadian itu! Tapi yah elvareta kan sudah berjanji akan datang.
Di tengah ini terkadang aku berfikir, bukankah biasanya orang-orang yang akan menikah sepertiku di dampingi oleh sahabat baiknya?.
Bianca.. bangsawan yang akrab ku panggil Caca itu.. bagaimana keadaannya ya?.
“Sepertinya kakakku ini tidak bisa tidur ya? Pilihan yang tepat untukku datang kemari” aku mengalihkan pandangan pada sesosok siluet yang berdiri di dekat jendela (sudah masuk di kamarku.)
Kenapa siluet? Sebab ini sudah malam dan hanya terlihat kegelapan, segelap hati sosok itu saat ini.
Sepertinya.. sebuah lembaran jawaban baru saja terlampir di hadapannya.
“Apakah itu benar kau elvareta?” aku pun bertanya pada sosok siluet itu.
“Entahlah kak.. ah sunnie keluar saja, aku yang akan menemani kakak hingga dia tertidur” aku hanya menyimak saat elvareta mengucapkan tujuannya pada sunnie.
KRIET
CKLEK
Pintu kini sudah tertutup, hanya tinggal aku dan elvareta saja yang ada di kamar ini.
“Apa kau akan menggunakan sihirmu lagi agar aku tidur?” aku lagi-lagi bertanya pada gadis itu.
“Yah, mau bagaimana lagi kak? Besok itu hari besar dan kakak adalah tokoh utamanya, tokoh utama harus lebih bersinar daripada yang lainnya.”
“Tapi.. setidaknya aku senang bahwa kau datang kemari” aku mengucapkan kata-kata itu dengan setengah sadar sebab elvareta sudah mulai menebar sihirnya lagi.
Gadis itu hanya membalas perkataanku dengan senyuman, “Andai kakak tau.. apa yang akan menanti kakak dimasa depan, jika kakak tahu.. apa yang akan kakak perbuat? Hal yang sama seperti diriku? Atau.. hal yang lain?.”
__ADS_1
Sesungguhnya, tak banyak yang bisa mengerti pemikiran liar sari elvareta, gadis itu terlalu misterius untuk di tebak jalan fikirannya.
Aku bahkan tidak terlalu mendengar ucapan elvareta, tapi ada satu hal yang aku yakini selama ini, elvareta mengetahui sesuatu dan gadis itu berusaha menyampaikannya seolah-oleh gadis itu tidak mampu untuk mengatakan semuanya secara jelas dan nyata.
Namun di atas semua itu.. gadis itu menyimpan banyak luka sendiri.
Dan parahnya, aku itu satu sekte dengannya.
Pamella POV end.
***
Pamella memijat keningnya yang nyut-nyutan karena ia dibangunkan lebih pagi dari dugaannya.
“Apa sih sunnie? Bukannya acaranya itu malam hari? Aku masih bisa bersiap nanti kan?” Pamella mengomel pada sunnie yang nyatanya tetap kukuh menyeretnya ke bak mandi.
Pamella lalu kaget ketika para pelayan mengerubunginya, sekitar.. 10 orang lebih.
Seketika satu pertanyaan hebat melintas di kepala cantik pamella, untuk apa mereka disini? Lalu.. apa jangan-jangan aku terlalu meremehkan pernikahan seorang penguasa?.
Yah sayangnya pertanyaan itu hanya bertahan di kepala Pamella tanpa berniat untuk bertanya secara langsung.
“Siapkan bunga lavendernya!.”
“Aksesoris nona mana?!.”
“Astaga! Mata nona bengkak, ambil air beku!.”
“Nona lemaskan tubuh anda.”
Pamella jadi bertambah pusing ketika mendengar teriakan-teriakan itu.
‘Terkadang aku bertanya-tanya, memangnya penampilan seorang bangsawan itu penting ya? Aku kira hidup disini itu enak! Kan tidak ada tetangga yang bergrusak-grusuk’ batin Pamella.
__ADS_1
Namun nyatanya, ekspetasi tak seindah kenyataan.
_________________________________