
Pamella bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu untuk sang kakak.
CKLEK
Baru saja pintu terbuka Yudha sudah masuk tanpa permisi setelahnya Yudha langsung menatap tajam Pamella.
"Pamella, kemana saja kamu? Kakak tadi mencarimu namun kamu tidak ada?" tanya Yudha menelisik ke arah Pamella dengan pandangan curiga.
' ah ya itu! Salahkan saja kaisar sinting itu, masa dia mengganggu kenyamanan rakyat! Selain itu dia membawa kabur diriku tanpa mengabari kakak maupun ayah!' batin Pamella tersenyum paksa terhadap kakaknya.
Entah berapa jam nanti ia akan diceramahi oleh sang kakak.
Sama seperti dulu, kakaknya memang pribadi yang dingin bagaikan es namun jika ia sudah menceramahi dirinya maka es di kakaknya itu akan runtuh dengan sendirinya.
Yah, itu adalah salah satu fenomena yang benar-benar tak akan pernah hilang dari ingatan Pamella.
"Pamella! Jawab kakak, kenapa kamu diam saja?" Tanya Yudha lagi lantaran Pamella tidak menjawab pertanyaan dirinya sama sekali. Bahkan adiknya tidak mengatakan satu katapun untuk pembelaan.
"Eh maaf kak, tadi aku pergi ke lu-" jawaban Pamella terpotong.
"Kamu pergi ke luar?! Kemana?! Kenapa tidak mengabari kakak? Kenapa sunnie juga tidak ikut denganmu?" Tanya Yudha memotong jawaban pamella, Pamella memejamkan matanya sejenak ketika suara keras Yudha menghampiri telinganya.
"Kakak.. iya aku pergi ke luar, aku pergi ke luar bersama dengan yang mulia, aku dan yang mulia pergi ke pusat kota, sunnie tidak diperbolehkan ikut entah kenapa," jawab Pamella secara terperinci agar Yudha tidak menanyakan hal sepanjang kereta padanya, sesekali ia juga mengusap telinganya dengan penuh belas kasihan.
“Bukankah kakak tau kalau tadi kaisar menjemput ku?” tanya Pamella terheran-heran.
"Kamu pergi dengan yang mulia ke pusat kota? Hanya yang mulia saja yang ikut denganmu?" Tanya Yudha lagi ternyata Yudha masih menemukan letak informasi yang kurang mendetail dari sang adik, tentu saja tanpa menghiraukan pertanyaan Pamella.
"Itu aku pergi dengan yang mulia dan ren," jawab Pamella sedikit menggerutu. Lantaran, hanya dirinya yang wajib menjawab pertanyaan Yudha sedangkan Yudha sendiri tak menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.
"Ren? Ren siapa?" Tanya Yudha penasaran hal ini tentu membuat pamella mengernyit masa kakaknya tidak mengenal pengawal pribadi kaisar? Seharusnya sebagai pejabat kekaisaran Yudha tau tentang ren bukan?
"Ren itu pengawal pribadi kaisar," jawab Pamella dengan kernyitan di dahinya.
"Oh tuan reinal andera ternyata nama panggilannya ren," sahut Yudha menganggukkan kepalanya faham.
"Tapi, kenapa kamu tidak memberitahu kakak terlebih dahulu?" Tanya Yudha lagi dan lagi.
__ADS_1
"Tidak sempat kak! Yang mulia sudah menaruh ku di kereta kuda! Memang sunnie tidak memberitahu kakak?" Tanya balik Pamella dengan nada kesal.
"Sunnie sudah memberitahu kakak, namun kakak ingin jawaban yang keluar dari mulut mu sendiri," jawab yudha dengan santainya setelah membuat Pamella terjaga lagi, padahal Pamella tadinya ingin beristirahat dahulu.
"Yasudah, kakak pergi dulu kamu istirahat saja kamu pasti lelah setelah berkeliling di pusat kota," sambung Yudha lalu pergi setelah mengusap rambut pamella.
"Iya kak."
' dari tadi juga aku mau istirahat kak! Tapi kakak mengganggu ketenangan dan kenyamanan ku!' batin Pamella.
Setelahnya Pamella menarik nafas kasar, ia kembali berjalan menuju ranjangnya dan berbaring sekali lagi, jika ada yang mengusiknya lagi maka Pamella akan meledak.
"Selamat tidur untuk diriku," ucap pamella memejamkan matanya menikmati keindahan yang akan ia ukir di atas bantal.
Beberapa menit Pamella tertidur sebuah suara menggema di kamarnya, dilihat dari bunyinya itu adalah suara ketukan dari luar.
TOK TOK TOK
"Pamella, ini ayah buka pintunya sebentar ayah ingin berbicara padamu," suara hangat dari ayah dua anak itu terdengar dari luar.
Namun Pamella yang terlanjur tidur dengan nyenyak akhirnya tidak terbangun.
CKLEK
Namun kepanikan dirinya terhenti ketika melihat sang Puteri yang tertidur lelap di ranjangnya. Raut wajah paniknya seketika menjadi tenang dan damai.
Ayahnya mendekat lalu mengusap pelan rambut pamella yang mirip dengannya "kamu pasti lelah," ucap ayah Pamella.
"Istirahatlah dengan tenang Pamella, putri kesayanganku."
Ayahnya memperhatikan Pamella dengan lekat, wajah Pamella sangatlah mirip dengan mendiang duchess hal ini membuat ayahnya seringkali merindukan istri satu-satunya itu.
Hingga sebuah suara mengganggu kedamaiannya, mengganggu rasa tenang yang ayahnya dapat dari menatap wajah putrinya.
"Ayah, perdana menteri ada di depan ingin bertemu ayah," ucap Yudha dari luar, suara anaknya itu terlihat ceria. Artinya, Yudha mengira bahwa Pamella masih terjaga sebab sedari awal hubungan Yudha dan dirinya tak begitu baik.
Yudha mungkin tak tau bahwa ayahnya juga sangat menyayangi dirinya.
__ADS_1
Jika ayahnya menebak, maka Yudha pasti sudah mencari ayahnya dimana mana sampai ia melihat kalau pintu kamar Pamella terbuka.
Dengan kata lain, Yudha benar sebab setelah ayahnya mengecek semua masalah negeri ini ayahnya langsung pergi ke kamar adiknya.
"Untuk apa? Ayah baru saja kembali dari istana," balas ayah pelan agar Pamella tak terbangun.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Namun perdana menteri menunggu ayah di ruang tamu," sahut Yudha.
Ayahnya pun beranjak dengan pelan dari ranjang Pamella entah apa yang difikirkan nya namun mata sang ayah terlihat sendu.
Mungkin ayahnya merasa sedikit sedih karena ia sudah sangat rindu dengan puterinya eh malah dipanggil namun mereka baru bertemu tadi pagi.
Ini sudah sore sih tapi kan?
Atau ada hal lain yang difikirkan oleh ayah Yudha dan Pamella ini? Namun apa?
Setelah puas memandangi Pamella ayahnya pergi menemui perdana menteri negeri alpensha diikuti oleh Yudha yang menutup pintu kamar Pamella.
- semua memiliki awalan begitu pula sebaliknya semua juga memiliki akhir.
________________________
Esoknya kabar bahwa Pamella memiliki jepit turun-temurun yang legendaris di kekaisaran menyebar.
Kabar ini menyebar dengan sangat cepat seperti angin yang berhembus.
Baru sehari Pamella memiliki jepit itu dan... Lihatlah sudah berapa keributan yang dibuat olehnya?
Seharusnya Pamella tidak ikut ke pusat kota, namun apa daya? Ia juga tidak bisa menolak perkataan kaisar yang merupakan kepala negeri ini, bisa-bisa kepalanya yang terancam punah.
"Pamella, jangan melamun ayo di makan makanannya. Apakah kamu tidak menyukai makanan kali ini?" tanya ayahnya.
"Iya Pamella, kamu ini kenapa? Akhir-akhir ini sering sekali melamun, apakah ada sesuatu yang mengusikmu?" tanya Yudha tak mau kalah dari sang ayah.
Ya, saat ini Pamella, Yudha dan ayahnya tengah makan bersama moment seperti ini itu langka karena ayahnya biasanya melewati waktu sarapan karena ia terlalu sibuk.
Jadi hari hari biasanya hanya ia dan Yudha yang berada di meja makan ini.
__ADS_1
"Tidak begitu ayah, kakak. Aku menyukai makanannya, selain itu aku juga tak memiliki masalah. Jadi jangan khawatir," balas Pamella lalu mulai memakan makanannya perlahan-lahan agar ia tidak tersedak.
________________________