Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
50. Menghilang secara bersamaan (REVISI)


__ADS_3

Pamella, kakaknya dan sang ayah sekarang sudah pulang ke kediaman, “Tuh kan aku tidak apa-apa!”


“Tapi kami mengkhawatirkan mu, sikapmu belakangan ini sangat aneh,” balas kakaknya yang diangguki oleh ayahnya.


“Iya nak, sikapmu itu aneh! Biasanya kamu tidak pernah berubah fikiran tapi kali ini apa yang terjadi? Kamu berubah fikiran untuk menjadi pendamping yang mulia,” sahut ayahnya memandang aneh ke Pamella.


Pamella pun balik menatap ayahnya dengan kikuk, sekanak-kanakan inikah dirinya disini? Lah kenapa sangat berbeda? Apa ada sesuatu yang terjadi disini? Kejadian yang membuatnya menjadi lebih dewasa di masa depan?


Tapi.. kejadian apakah gerangan?


Apa jika ia berbeda perilaku apa kejadian itu bisa berubah? Perlahan banyak fikiran dan argumen memasuki kepala Pamella satu persatu.


“Pamella?” panggil kakaknya menyenggol tangan Pamella, membuat gadis muda itu terjingkat dari pemikirannya sendiri.


“Ayah bertanya padamu,” sambung Yudha melirik ke ayahnya yang tengah menatap Pamella.


Pamella pun dengan mudahnya menjawab “Aku sudah dewasa ayah kakak, oleh karena itu aku harus bisa mengambil keputusan dengan benar dan memperbaiki keputusan ku yang kurasa salah.”


“Pamella..” ayah dan kakak Pamella sama-sama menatap sendu padanya.


“Tidak usah sampai seperti itu, kamu itu tetap Adik kecilnya kakak! Anak kesayangan keluarga thomson,” balas kakaknya.


Ayahnya pun mengelus sayang rambut ungu muda Pamella, memberikan kasih sayang pada Pamella yang kini sudah tumbuh dewasa hampir tanpa pengawasannya.


Sebagai Duke ia tentu mempunyai banyak pekerjaan yang membuatnya tak bisa berlama-lama dengan Pamella, hingga hanya Yudha saja yang selalu mengawasinya.


“Kak.. kan sebentar lagi aku akan menjadi permaisuri oleh karenanya aku harus bertambah dewasa, tapi aku tetap akan menjadi adik kakak yang menggemaskan.” Pamella berusaha memberikan pengertian.


Membuat kakak dan ayahnya berkaca-kaca, terlebih ayahnya apalagi seperti yang tadi author katakan ayahnya hampir tak pernah bersama dengannya.


“Eh kakak ayah?!”


***


Keesokan harinya Pamella sudah berjalan-jalan santai di sekitar kekaisaran, ia sedang mencari elvareta sebab biasanya Puteri kekaisaran itu selalu ada di sekitar taman dimana ia dan elvareta pertama kali mengetahui tentang identitas masing-masing.


“Elvareta mana ya? Apa aku tanya saja ke kaisar?” gumam Pamella bertanya-tanya.


Dengan siapa lagi ia harus menghabiskan waktu jika tidak dengan elvareta? Bianca sahabat baiknya pun tak mengirim surat lagi.

__ADS_1


Kabar Bianca pun ia tak tahu.


Dilema akhirnya Pamella pergi ke ruangan kaisar, dan ia melihat ren disana.


“Ren!” panggil Pamella membuat ren mendekat dan sedikit menunduk pada Pamella.


“Ada apa nona?” tanya ren dengan alis mengernyit.


“Apa kamu tahu dimana Puteri elvareta?” tanya balik Pamella namun di detik kemudian Pamella mendengus saat ren tak menjawabnya.


“Yasudah! Aku tanya ke yang mulia sendiri saja,” ujar pamella, ren pun mengangguk dan masuk ke dalam terlebih dahulu.


“Silahkan nona,” ucap ren mempersilahkan Pamella masuk ke ruangan kaisar.


Pamella pun langsung masuk ke dalam ruangan kaisar, “Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.”


“Berdiri.” mendengar ucapan kaisar Pamella pun mendongakkan kepalanya menatap ke arah kaisar yang sibuk mengerjakan dokumen-dokumen kekaisaran.


“Mengapa kamu kemari? Biasanya aku harus memanggilmu dahulu.” Pamella mencengir kuda ketika mendengar pertanyaan kaisar yang mengandung sedikit sindiran untuk Pamella sendiri.


“Hamba ingin bertanya pada yang mulia,” jawab Pamella membuat kaisar langsung menatap mata calon permaisurinya.


“Apa?” pertanyaan singkat muncul dari kaisar, Pamella yang sudah berpengalaman dengan orang es pun menjawab.


“Dia pergi,” jawaban kaisar membuat Pamella mendelik.


Apa maksudnya? Katanya elvareta akan berada disini? Jangan bilang gadis berlian itu pergi meninggalkannya juga seperti Bianca?


“Maksud yang mulia?” pamella memberanikan diri untuk bertanya.


“Elvareta pergi ke wilayahnya sebab ia memiliki tanggung jawab yang tidak bisa ia tunda,” jawab kaisar lebih jelas lagi.


Pamella pun menunduk sedih, tuh kan tidak Bianca tidak elvareta semuanya sama saja! Memang sesial itu dirinya?


“Dia menitipkan surat padaku, surat ini untukmu,” ucapan kaisar membuat Pamella kembali bersemangat.


Pamella pun menerima surat yang disodorkan oleh kaisar, “Terima kasih yang mulia. Maaf jika hamba mengganggu waktu yang mulia.”


“Tidak Sama sekali, kamu bisa datang kapan pun kamu ingin,” balas kaisar dingin, pria itu sudah mulai berkutat dengan dokumen kekaisaran lagi.

__ADS_1


“Baik yang mulia, hamba pamit undur diri,” sahut pamella, gadis itu pun keluar dari ruangan saat di luar ia menatap tajam pada ren.


Ren pasti tahu kalau elvareta pergi tapi mengapa pria itu tidak memberitahukan ini padanya?


Malas berdebat Pamella langsung pulang ke kediamannya, namun ia keningnya mengerut ketika ia tidak melihat sunnie.


“Dimana sunnie?” tanya Pamella pada salah satu pelayan, sunnie tadi pagi masih ada!.


“Pelayan pribadi nona baru saja izin tentang alasan pribadi,” jawaban pelayan itu membuat Pamella makin lemas.


Ia sendirian dong?


_______________________________


Xixixi, sunnie menghilang bersamaan sama elvareta! Wahh tanda-tanda apa ini ya?


Sekarang sudah sampe resolusi tentang masalah hati Pamella, nah keknya nih author bakal percepat waktu dimana Pamella menjadi permaisuri.


Sebab setelah itulah konflik sebenarnya dimulai.


JENG JENG JENG


Dan yah lagi-lagi tokoh utama dalam konflik tersebut tentu saja Pamella dan kaisar, kemungkinan setelah tamat ni novel bakal author lanjut ke S2.


Sebab sejujurnya author agak susah dalam mencari nama marga.


But, ya tentu saja temanya akan sedikit berbeda.


Karena author sendiri agak jengah kalau alurnya dari satu novel ke novel lain itu-itu mulu, nah kalau author aja yang buat begitu maka bagaimana dengan readersnya?


Begitu pula, yah memang di setiap novel author berbeda-beda.


Yang menikahi tuan muda yang dingin itu temanya perjodohan dan ceo.


Terus yg my mafia husband itu ceo, mafia, nah yang ini fantasi, time travel.


Gitu.


Oke, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


Thank u~


-Nadira


__ADS_2