Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
42. Perintah menemui kaisar (REVISI)


__ADS_3

Elvareta mengernyit lalu menjawab dengan pertanyaan pula, “Memangnya kakak membutuhkan sihir disini?”


“Ya bukankah akan bertambah indah jika terdapat sihir, apalagi itu sihir kunang-kunang, pasti akan sangat indah saat kunang-kunang itu bertebaran dimana-mana,” jawab Pamella membayangkan.


Bergaun gelap, di tempat yang terang disinari lampu dan kunang-kunang akan membuat orang-orang terpana.


Sebenarnya Pamella tak sekreatif ini, namun tema yang ia usulkan ini, pernah ada di kehidupannya yang lalu.


Lebih tepatnya saat perayaan hari ulang tahunnya, selaku Puteri tunggal maka kedua abangnya, papa dan mamanya pasti akan merayakannya dengan meriah dan megah.


Ia ingat, ia pernah mengomel karena hal ini ... bagaimana tidak? Keluarganya sampai menghabiskan 13 triliun hanya untuk merayakan ulang tahun dirinya, bukankah itu sudah sangat berlebihan?


Akan tetapi keluarganya tak menghiraukan omelannya, sebab bagi mereka kebahagiaan dirinya sangat berharga melebihi 100 triliun+++.


Dan benar saja, di luar ruangan yang terang, dengan gaun gelap bak Puteri raja.


Ulang tahunnya saat itu benar-benar sangat indah, megah dan mewah sekaligus.


Jadi ia ingin mempraktikkannya disini walau tidak semirip mungkin sebab bagaimanapun barang-barang yang ada disini terbatas.


Sekalian agar para bangsawan tak akan pernah melupakan hal ini.


“Bisa saja, lagipula aku akan tetap memakai cadar dan para bangsawan kan sudah tahu kalau aku seorang gadis yang pandai sihir-menyihir,” balas elvareta tersenyum.


Hal ini membuat Pamella berbinar, pasti akan sangat indah, ia jadi tak sabar untuk ini, ia pun membayangkannya seraya tersenyum lebar.


“Oh ya kak Pamella, kakak lelakiku memanggil kakak ke istana setelah kita menentukan hiasan disini,” ucapan elvareta membuat senyum Pamella memudar dengan perlahan.


“Hah? Untuk apa yang mulia memanggilku?” tanya Pamella dengan wajah horor.


Ia takut jika kaisar akan memenggal kepala cantiknya ini, bukankah kemarin kaisar seperti tak menyukainya?

__ADS_1


“Aku tidak tahu kak, tapi yah kakak ke ruang kerja kaisar saja untuk mengetahui itu. Oh ya, sekalian nanti jelasin temanya ya kak! Aku mau mencoba sihir cahaya untuk menciptakan kunang-kunang,” pamit elvareta.


“Elvareta, ayo temani a-” permintaan Pamella terpotong sebab elvareta sudah lebur menjadi butiran cahaya biru.


“Aaaa Bangs*t!” geram Pamella sebab kentara sekali bahwa elvareta ingin ia menemui kaisar sendiri.


“Astaga-astaga! Kamu mengumpat?” tanya seorang pria tiba-tiba.


JDAR


Mendengar suara yang ia hindari selama ini, Pamella menoleh untuk memastikan dugaannya.


Setelah memastikan Pamella pun tersenyum kecut.


“Ah, tuan mungkin salah mendengar! Saya sama sekali tidak pernah mengumpat kecuali mengumpati anda.” Pamella memutuskan untuk menebar cabai di kalimat pendeknya.


“Aduh, sakit sekali hati ku, bagaimana kamu bisa berkata begitu pada orang tampan seperti diriku ini?” tanya orang itu dramatis.


Pamella memutarkan matanya malas, ia beranjak pergi, namun orang itu ... Hery mencegahnya.


Pamella bukanlah gadis yang sasimo alias sana sini mau.


Pamella memiliki standard, penilaian sendiri bahkan type untuk pasangan hidupnya.


Dan Hery Morgen bukanlah type Pamella, malah gadis itu sudah menaruh nama Hery Morgen di nomor satu list orang yang ia benci.


“Kenapa sih buaya itu selalu menggangguku?” gumam Pamella pelan, gadis itu sudah jauh dari jangkauan hery.


Pamella mengangkat alisnya ketika ia melihat tempat yang tak ia ketahui, pasalnya dari tadi Pamella menggerutu tentang elvareta juga hery jadi ia tak memperhatikan jalan yang ia lalui.


TAK

__ADS_1


Pamella menginjak tanah dengan keras, kenapa Dewi Fortuna tak pernah berpihak padanya sih? Salahnya apa coba?


‘Ck, menyebalkan sekali!’ batin Pamella mengerucutkan bibirnya.


Akhirnya Pamella berkeliling kesana-kemari mencoba mencari jalan keluar, hingga akhirnya ia menemukan elvareta yang tengah duduk di danau dengan mata kosong.


“Ada apa dengan elvareta?” tanya Pamella pelan.


Pamella mencoba untuk mendekati elvareta namun langkahnya terhenti ketika mendengar sesuatu.


“Sejak awal harusnya aku tak hidup di sini, jika saja aku tidak ada mungkin mereka masih selamat.” ucapan itu Pamella dengar dari mulut elvareta.


‘Apa maksudnya? Elvareta kan kesayangan semua orang! Dia harusnya senang kalau ia hidup’ batin Pamella heran.


“Andai aku bisa menangis maka aku akan memenuhi dunia ini dengan air mataku.” lagi-lagi Pamella mengernyit heran.


Apa yang membuat elvareta tak bisa menangis?


Bukankah setiap manusia itu bisa menangis dan tertawa ketika mereka mau? Lalu apa yang membuat elvareta tak bisa melakukannya?


“Bunda ... El rindu bunda,” ucapan yang sarat dengan kesedihan itu lagi-lagi keluar dari mulut elvareta.


Pamella bahkan sampai bingung, bunda? Bukankah jika elvareta rindu bundanya dia bisa langsung menemuinya?


Kecuali jika.. bunda yang dimaksud sudah-


_______________________________


Huaa udah lama ya author ngga up :(


ah ya, kalau kalian mau request tentang alur komen saja, nanti biar author pertimbangkan yaw-!

__ADS_1


thank u for your support~


-Nadira


__ADS_2