Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
30. Sindiran maut ren (REVISI)


__ADS_3

Beruntung pertandingan itu tak berlangsung lama, namun pertandingan yang relatif singkat itu tetap menimbulkan rasa was-was pada Pamella maupun elvareta.


“Hey, lady yang cantik, kita bertemu lagi.”


Suara menyebalkan itu muncul lagi, Pamella sontak langsung berusaha menghindar dari seseorang yang baru memanggilnya.


Akan tetapi..


BRUK


Seseorang lelaki telah melompat dan mendarat tepat di depan pamella.


“Kenapa lady menghindari ku?” tanya pria itu dengan menyebalkan.


“Jangan sok mengenal saya tuan!” balas Pamella keras, seharusnya Pamella kembali dengan kaisar, ren elvareta dan si george-george itu.


Namun nyatanya mereka memiliki aura yang cukup suram tadi, jadi Pamella memutuskan untuk pulang sendirian.


Dan itu adalah keputusan yang sangat salah! Harusnya tadi ia bersama kaisar saja agar si Morgen ini tak mendekat ke arahnya.


“S-sok? Apa itu?” tanya pria itu, Hery dengan menatap kagum pada Pamella.


Hery jelas belum pernah mendengar kata-kata seperti itu dan.. Pamella mengetahui kata-kata itu? Tambah menarik saja!


“Sok itu seperti.. seperti.. ah sudahlah! Yang penting jangan seperti orang yang sudah kenal denganku!” jawab Pamella, sebenarnya gadis itu terbiasa menggunakan kata ‘Sok’ walau gadis itu tak mengerti artinya.


Namun kata sok biasanya digunakan seperti ‘Jangan sok kenal’ ‘Jangan sok cantik’ dan sebagainya.


Hanya itu yang Pamella tahu, selebihnya nol kosong.


Hery makin menatap Pamella dengan aneh, bagaimana orang bisa menggunakan kata yang ia tak mengerti kata apa itu?


Membuat penasaran saja bukan?


“Ehm, salam tuan morgen.”


Ucapan itu terdengar dari orang yang melangkah mendekati Pamella.


“Ah, salam tuan andera,” balas Hery menunduk khas bangsawan.


‘Cih, orang ini bisa berlagak seperti bangsawan rupanya, mencengangkan sekali,’ batin Pamella.


Pamella lalu menoleh ke ren yang sudah berada di belakangnya, diam-diam Pamella tersenyum manis sebab ren seperti bala bantuan untuk mengusir si tuan yang sok kenal ini.


“Bukankah anda memiliki kelas tata Krama hari ini tuan?” sindir ren tak tanggung-tanggung.


Memang benar, akhir-akhir ini tata Krama tuan Morgen ini agak keterlaluan, hingga tuan besar keluarga Morgen memutuskan untuk mengikutkan anaknya kelas tata Krama ‘Lagi.’


Maksud perkataan ren adalah, Hery memang harus mengikuti kelas tata Krama, singkatnya ren menyinggung tata Krama Hery sebagai bangsawan.

__ADS_1


“Maaf tuan, saya hanya berniat untuk menyapa lady yang teramat cantik ini,” balas Hery malah tersenyum lebar.


Sepertinya orang ini tak mengerti arti kata ren.


“Sudahlah, ren ayo pergi antar aku ke kediaman jangan urus tuan gi- ah maksudku biarkan tuan Morgen kembali ke kelasnya,” ucap Pamella, gadis itu hampir saja mengumpat.


Ren mengangguk patuh.


“Saya permisi tuan Morgen!” ujar ren mewakili nona Pamella dan dirinya.


Hery pun mengangguk lalu mengedipkan sebelah matanya pada Pamella.


CLING


Pamella menggosok-gosok matanya ketika dirinya tak sengaja melihat tindakan Hery, ia berharap agar matanya suci lagi.


“Nona, anda kenapa?” tanya ren khawatir.


Pamella menoleh jengkel pada ren, apa pria ini tak melihat percikan api yang disebarkan hery?


Dan lagi.. pria ini terlambat menyelamatkannya dari spesies playboy cap kuda tengil seperti Hery tadi.


Yah walau Pamella sendiri yang nekat pulang tanpa diantar, namun itu tetap salah Hery!


“Tidak apa-apa!” jawab Pamella ketus, ren akhirnya hanya bisa menatap heran pada nonanya, pada akhirnya ren tak pernah mengerti tentang sikap nonanya.


______________________________


“Aku sudah sampai ren, terima kasih ya!” ucap Pamella menundukkan kepalanya anggun sebagai ucapan perpisahan yang biasanya digunakan para bangsawan.


Akhirnya mood Pamella membaik, jadi ia melupakan rasa kesalnya pada ren.


Ren mengangguk seraya tersenyum “Tidak masalah nona, ini adalah tugas saya.”


Pamella mendongakkan kepalanya menatap pada ren yang kini melempar senyum padanya dan berbalik menjauh.


Pamella juga membalikkan badannya masuk ke kediaman tercintanya.


Ia juga tak sabar untuk berbicara dengan sunnie, yah dimana lagi gadis itu bercerita kalau bukan pada sunnie?


Miris tapi nyata, ini adalah suatu kebenaran.


Lagipula ... ia tak begitu akrab dengan ayah maupun kakaknya sebab mereka selalu saja sibuk, bahkan ayahnya hampir tak punya waktu untuknya.


Mengabaikan lamunannya, Pamella segera membuka pintu kediamannya pelan.


KRIET


Pamella melangkah masuk lalu menutup lirih pintu yang tadinya ia buka.

__ADS_1


“Nona sudah pulang? Selamat datang nona,” ujar para pelayan yang berada di kediamannya seraya menunduk.


“Iya, terima kasih ... silahkan lanjutkan pekerjaan kalian ya,” balas Pamella memamerkan senyum anggun miliknya.


Mendengar itu para pelayan semakin menunduk lalu pergi melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Pamella pun pergi ke kamar tersayang plus tercintanya.


Disana terlihat sunnie yang sedang merapihkan ranjang pamella yang nyaris seperti kandang hewan.


Kata ‘kandang hewan’ bukan dari segi kebersihan namun dari segi kerapihan.


Sunnie yang memang memiliki pendengaran tajam langsung menoleh ke arah pintu.


“Ah, nona sudah pulang? Selamat datang nona,” ujar sunnie seraya mundur dari ranjang dan membungkukkan badannya.


Pamella pun mengangguk, “Kemana kakak dan ayah?”


Ia bertanya begitu karena ia baru ingat, dirinya pasti membuat ayah dan kakaknya khawatir, sebab sikapnya saat pergi ke luar rumah itu benar-benar mengkhawatirkan.


“Tuan Duke dan tuan thomson pergi, saya hanya tahu kalau kekaisaran memiliki misi untuk tuan Duke dan tuan Thomson,” jawab sunnie.


Pamella mendengus kesal, setiap hari saja ada misi biar sekalian Pamella tidak pernah bertemu ayah dan kakaknya.


Yah Pamella sangat kesal tentang ini, ingatkah kalian? Tadi pagi baru saja kakaknya pulang dari misi.


Dan sekarang dia kembali menjalankan misi huh? Beserta ayahnya pula. Memangnya tidak ada pejabat lain yang bisa disuruh selain kakak dan ayahnya? Ya memang benar kalau keluarga Thomson itu keluarga terpandang, namun harus segini seringnya yang namanya misi?


Sekarang Pamella sendirian dengan sunnie, gadis pelayan itu pasti akan pulang nanti malam.


Malam yang dingin dan sendirian, ehm sedikit ... menakutkan, bagaimana jika ada maling nanti? Bagaimana jika tiba-tiba ada penyusup disini?


Di dunia modern mah enak, disana ada peralatan pertahanan super canggih lah disini?


Siapa yang bisa dimintai Pamella pertolongan?


Ah ... ia sedikit beruntung sebab dirinya pernah belajar bela diri di kehidupan yang dulu, ia harap tubuh kurus pamella ini memiliki stamina yang kuat agar bisa bertahan dengan segala gerakan bela dirinya jika memang terjadi hal buruk.


Namun.. semoga tak terjadi apa-apa!


______________________________


Wah.. si hery meresahkan bund :>, ngga tahu dia Pamella tu siapa beh biarin nanti biar di basmi sama kaisar, ren, Yudha, yunusha dan elvareta.


Okelah, seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2