
Kasim itu tersenyum ketika melihat wajah penasaran Pamella, “Beliau adalah tuan besar Morgen kalau lady tahu.. dia memiliki dua putera Hery Morgen dan Jordy Morgen.”
“Mereka sangat terkenal di kalangan wanita bangsawan sebab mereka hampir pernah meniduri semuanya, oleh karenanya tuan Hery maupun jordy Morgen memiliki banyak selir namun tidak ada satu pun yang menjadi isteri sah tuan muda keluarga Morgen.”
Penjelasan itu sangat panjang hingga Pamella sendiri terkesima atas kemampuan bercerita sang Kasim.
Sang kasim bahkan terlihat tau banyak hal tentang keluarga bangsawan Morgen. Eh? Rasanya sedikit aneh? Harusnya para kasim tak akan berbicara sembarangan mengenai keluarga bangsawan.
Lah yang ini? Dia bahkan menjabarkan sisi buruk dua tuan muda bangsawan. Jangan-jangan dia membenci bangsawan Morgen?
“Karena itulah.. tuan muda Morgen kembali di didik tentang tata Krama?” tanya Pamella.
“Benar lady, kalau menurut hukum kekaisaran.. tuan muda Morgen tak sepenuhnya salah sebab pasangannya juga menyetujui hal itu jadi kekaisaran tak bisa menghukum Hery Morgen, namun itu sungguh melanggar tata krama kekaisaran,” jawab Kasim itu berapi-api.
‘Kenapa Kasim ini terlihat sangat murka dengan Hery Morgen? Apakah Kasim ini benar-benar memiliki hubungan dengan Hery?’ batin Pamella menduganya.
Namun Pamella tak mengutarakan kecurigaannya, itu urusan si Kasim dan Hery bukan dirinya. Ia jelas tak boleh ikut campur dalam urusan pribadi seperti ini.
Kecuali kalau masalahnya melibatkan kekaisaran seperti tindakan kriminal, nah itu sebagai calon permaisuri tentu saja Pamella harus turun tangan.
“Nona? Kenapa nona berada disini?” tanya ren yang baru datang, Pamella pun menoleh ke arah ren.
Dapat dilihat oleh Pamella di belakang ren berbaris dua pelayan yang membawa hidangan untuk makan siang kaisar seperti yang ia ucap.
“Di dalam ada tamu jadi aku memutuskan untuk keluar dan ditemani Kasim ini,” jawab Pamella, ren pun melirik ke Kasim yang berada di dekat si nona.
Kasim itu langsung menunduk singkat pada ren, pertanda bahwa ia menghormati ren.
__ADS_1
“Hmm, jadi nona sudah lama berada di luar?” tanya ren sekali lagi.
“Tidak, aku baru saja berada di luar,” jawab Pamella menghitung waktu saat ia pergi ke luar bersama Kasim.
Baru saja ren ingin membalas perkataan Pamella namun pintu ruangan kaisar sudah terlebih dahulu terbuka.
KRIET
Dan tuan besar Morgen langsung pergi tanpa menunduk atau pun mengucapkan salam.
Iya benar Kasim dan pelayan tak boleh diberi salam sebab kedudukan morgen-morgen itu lebih tinggi.
Namun bagaimana dengan ren yang merupakan seorang keturunan bangsawan dan Pamella? diam-diam ren mendecih pelan.
“Ternyata tamu yang mulia orang yang seperti itu. Kenapa kau membiarkan dia masuk?” ren bertanya dan melirik tajam pada Kasim.
Pamella pun mengangguk mengiyakan ketika ren melirik ke arahnya.
“Sudahlah! Kenapa malah membahas orang itu? Ayo ren! Kita harus membuat yang mulia makan sekarang,” ujar Pamella langsung masuk setelah tersenyum ramah pada sang Kasim.
Nah begini seharusnya yang dilakukan tuan besar Morgen tadi!
Memang, bapak anak sama saja! Sama-sama tak punya tata Krama. Maklum dah terikat hubungan darah kan.
Pamella, ren dan beberapa pelayan pun masuk ke dalam ruangan kaisar, kaisar sendiri terlihat memejamkan matanya.
Seketika ren dan pelayan-pelayan itu berhenti, Pamella pun menoleh ke mereka semua menaikkan alisnya seolah bertanya ‘kenapa kalian berhenti?’
__ADS_1
Ren hanya menggelengkan kepalanya pertanda bahwa Pamella tak boleh mendekati kaisar sekarang.
Bagaimanapun seluruh orang yang tinggal di istana kaisar tahu! Ketika kaisar memejamkan matanya maka itu berarti kaisar sedang meredakan amarahnya.
Tidak baik jika berdekatan dengan tirani saat dia lagi marah! Kalian tahu itu kan?
“Kese—” Pamella memberi salam namun kaisar menggelengkan kepalanya, melarang Pamella meneruskan salam itu.
“Ada apa dengan yang mulia?” tanya Pamella berjalan mendekat, seketika ren menepuk dahinya lelah.
Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Pamella? Nanti pasti kaisar berucap ‘Seharusnya kau bisa melarangnya’ tapi kan kaisar yang melakukan? Huh! Dahlah terserah penguasa ya penguasa.
Namun ren kembali meringis saat mengingat tuan besar dan tuan muda Thomson! Mereka pasti akan menginterogasinya lagi.
“Pergi.” kaisar tetap memejamkan matanya namun jelas bahwa ia menyuruh semua orang termasuk Pamella pergi.
Bukannya apa, namun ia takut kalau ia akan melukai gadisnya. Sebab, kaisar tak pernah bisa mengontrol diri saat sedang dikuasai amarah.
Tetapi sayang sekali, sejak awal Pamella bukan orang yang bisa di peringatkan! Gadis itu tetap maju. Pamella tahu situasi seperti ini ia bukan orang bodoh! Ia pernah mengalami kejadian serupa di masa depan bedanya ia berhadapan dengan si Abang sulung.
Namun akhirnya Pamella bisa mengontrol emosi Abang sulungnya tuh.
‘Bagaimanapun aku harus bisa mengontrol emosi kaisar! Atau seluruh orang di istana yang akan kena akibatnya’ batin Pamella bersuara.
Pamella sendiri yakin, jika kaisar benar-benar menyayanginya maka pria itu tak akan sanggup untuk menyakitinya, jangankan menyakiti melihat air mata setetes saja ia pasti akan langsung menghapus dan membuat Pamella lupa akan kesedihannya.
Nah sekalian ini buat uji coba, apakah kaisar benar-benar menyayanginya atau tidak? Kalau tidak, Pamella siap menyerahkan formulir pengunduran dari tahta permaisuri.
__ADS_1
_________________________________