
Elvareta mengerut tajam pada kakak perempuannya itu, “Mimpi? Maksud kakak.. kakak benar-benar mimpi buruk? Blues bilang setelah para bawahan tabib memberiku ramuan kakak tertidur.”
Pamella menoleh dan mendapati wajah horor dari elvareta dan blues, memangnya ada sesuatu yang salah tentang mimpi?.
“Kenapa wajah kalian menjadi jelek begitu?” tanya Pamella ke arah elvareta, gadis berlian itu pun menjawab.
“Karena kakak aneh, kakak tahu tidak? Siapapun yang sudah berada di kawasan istana kekaisaran beram yang diliputi sihir ini sembilan puluh sembilan persen tidak akan mendapatkan mimpi atau bunga tidur yang buruk” elvareta menjelaskan dengan cerewetnya.
Blues pun ikut mengangguk ketika mendengar penjelasan permaisurinya, hal ini membuat Pamella bergidik ngeri. Maksudnya.. ada yang salah dengan dirinya? Begitu?.
“L—loh terus aku tadi bagaimana?” Pamella bertanya dengan wajah pucat, membuat tawa elvareta muncul.
“Oh astaga kakak lucu sekali! Hahaha tenang saja kak meskipun aku dan blues heran namun bukankah aku tadi hanya bilang sembilan puluh sembilan persen? Ada kemungkinan satu persen untuk bermimpi buruk, walau itu kecil kesempatannya namun bukan berarti tidak akan pernah terjadi.”
Permaisuri kecil berperawakan bak berlian itu menjelaskan dengan lugas, Pamella bahkan sampai terheran-heran bagaimana bisa elvareta berbicara sepanjang itu tanpa berbelit sekalipun?.
Namun mengingat berbicara, Pamella sepertinya melupakan sesuatu.
“... Oh iya!” gadis bungsu itu menepuk keras telapak tangannya.
Blues hanya menggelengkan kepalanya, blues bisa menebak apa yang akan Pamella lakukan namun sayangnya sepertinya Pamella agak tidak peka dengan kode dari blues.
‘Kenapa blues menggeleng seperti itu? Memangnya elvareta tidak boleh tau kalau kaisar dan george sedang bersiteru saat dia dirawat ya?’ batin Pamella membuat elvareta membelalakkan matanya terkejut.
__ADS_1
“Kakak lelakiku.. kaisar ada disini?! Blues! Kau bilang kak Pamella hanya datang sendiri, kau membohongiku?!” Pamella terserentak ketika elvareta lagi dan lagi bisa membaca batinannya.
“M—maksud permaisuri?” blues membalas dengan sedikit gugup.
“Blues.. mengaku padaku, kau berbohong ya?!” sahut elvareta nyaris berdiri dari ranjangnya namun Pamella ikut-ikutan mencegah elvareta.
“Jangan! Tolong fikirkan keadaanmu, kalau kau lemah begini kamu tidak akan bisa berdiri nantinya. Setidaknya fikirkan juga janin yang ada di perutmu” elvareta berhenti memberontak ketika mendengar kata ‘janin’.
“Apa para tabib itu bilang kalau aku mengandung kak? Dan... George tahu?” elvareta bertanya mendadak tanpa aba-aba.
“Iya tabib itu mengatakannya tentu saja kaisar George tahu! Makanya jangan bertingkah berlebihan atau kaisar George akan marah nantinya” Omelan Pamella membuat blues hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
“Lady” blues terlihat mengingatkan dengan halus namun Pamella masih tak mengerti.
D*mn it!.
“K—kakak tidak ikut-ikutan bohong kan?” elvareta akhirnya mendudukkan diri di ranjangnya, Pamella benar kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Itu sebabnya elvareta agak terbata-bata.
“Tentu saja! Aku tadi hanya bermain-main dan mengetesmu saja” balas Pamella tersenyum, gadis ini berusaha agar tidak berbatin.
Blues yang melihat betapa kerasnya Pamella mengelak hanya menghela nafasnya saja, ia tak berani berbatin sama seperti Pamella namun ia berharap bahwa George dan kaisar akan segera kembali.
__ADS_1
Pasalnya saat blues ingin agar para pengawal memanggil mereka, merekanya tidak ada di sudut ataupun wilayah manapun.
Sampai saat ini pengawal tadi masih mencari keberadaan kaisar dan George.
Blues sama sekali tidak memberitahukan Pamella maupun elvareta tentang hal ini, sebab apa? Nanti mereka berdua malah akan bersikeras untuk membantu menemukan kaisar dan george.
Sedangkan mereka itu perempuan, tak baik bagi perempuan berada di luar terlalu lama bisa menimbulkan grusak-grusuk tetangga eh! Maksudnya gosip-gosip rakyat.
Apalagi bagi elvareta yang sudah memiliki banyak gosip, terlebih elvareta juga sedang mengandung dan.. kondisi tubuhnya belum sembuh sepenuhnya.
Blues jadi bertanya-tanya, bagaimana elvareta itu bisa langsung bangun? Padahal tadi tabib bilang permaisurinya membutuhkan waktu untuk elvareta mengumpulkan ‘mana’ kembali.
DEG
Blues jadi teringat pada para bawahan tabib itu, mungkin blues akan bertanya pada tabib kerajaan.
Sementara itu elvareta hanya memandang blues dengan penasaran lantaran blues melamun namun dia tidak berbatin, sebenarnya.. apa yang terjadi?.
“Blues! Berhentilah melamun” elvareta sedikit kesal ketika Pamella membuat blues kembali ke alam sadar.
Padahal ia tadi sudah bisa membaca kalau blues hampir ingin berbatin.
Kalau tentang berfikir.. elvareta perlu mantra, namun kalau tentang batin itu semua bisa muncul secara langsung.
__ADS_1
Metodenya berbeda? Jelas berbeda sebab fikiran dan batin adalah dua hal yang berbeda.
_________________________________