
...FLASHBACK 6 (tentang semua bayangan.)...
...Kita hanya bisa mengikuti arus tanpa tahu kemana arah kita selanjutnya....
...-Sunnie, Bianca dan Yudha....
...***...
Semua orang memiliki tujuan, dulu prinsip hidup ketiganya sangatlah berbeda. Sunnie yang berambisi untuk menjadi ratu yang agung, Bianca yang ingin mengalami hidup menyenangkan sebagai bangsawan dan Yudha yang ingin adiknya bahagia.
Tiga-tiganya memiliki tujuan yang beragam, namun pada akhirnya tujuan mereka kini secara besar sama yakni melindungi majikannya dan membekukan hati mereka sendiri untuk menjadi sebuah alat.
Itulah mengapa, ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa kita tidak pernah tau kemana kita akan terbawa oleh arus kehidupan.
“Yudha, apa kamu yakin?” Yudha melirik kaisar dan mengangguk pelan.
Yang pasti, ini lagi-lagi berurusan dengan sesuatu yang bergerak di bawah tangan kaisar namun ia tidak terikat hukum. Mau menghukum ma ti dengan cara apapun ia tak akan dikenai hukuman.
“Hamba diberitahu salah satu bayangan putri elvareta yang mulia,” jawab Yudha menyampaikan informasi yang ia dapatkan dari sunnie pada kaisar.
Kaisar terdiam sejenak dan menatap manik mata Yudha, mata bayangannya itu masih dingin.. sama seperti sebelum-sebelumnya.
Tak mau ikut campur dalam urusan pribadi, kaisar pun membisikkan sesuatu pada yudha lalu keluar dari ruangan untuk menemui permaisuri tersayangnya.
Ah ya, ia juga ingin melihat sekilas keadaan anaknya yang baru saja menikah tanpa persetujuan si putra. Siapa lagi kalau bukan lion dan zyu?
“Apapun itu, kau harus tetap menyelidikinya.”
Yudha hanya terdiam di tempatnya dan keluar dengan lincah dari jendela, seorang bayangan seringkali keluar masuk lewat jendela, bak burung dengan sangkar.
Lama Yudha termenung, ia baru menyadari bahwa dirinya sudah sampai di kediamannya.
TAK TAK TAK
Suara langkah kaki kecil itu membuat Yudha tersenyum sejenak, mungkin.. Jackson masuk dalam daftar prioritasnya saat ini.
__ADS_1
“Ayah!” Jackson berlari lalu memeluk kaki Yudha. Yudha pun segera mengangkat dan menggendong Jackson di dalam pelukannya.
“Jackson, mengapa kamu belum tidur nak?” tanya Yudha membelai rambut Jackson.
Rambut Jackson itu sangat mirip dengan rambut Yudha, namun Yudha berharap bahwa takdir Jackson tak akan sama seperti dirinya. Anaknya harus memiliki masa depan yang cerah bersama dengan orang yang dia cintai.
“Aku tidak bisa tidur tanpa ayah,” jawab Jackson dengan wajah imutnya.
“Dan, aku juga merindukan ibu. Apa ayah tau kemana ibu pergi?”
Pertanyaan ini membuat mata Yudha makin membeku, ia kembali menormalkan ekspresinya dan menatap Jackson dengan ekspresi hangat.
“Ibumu sedang mengambil apel emas, jackson.”
“Apel emas? Kapan ibu akan pulang ayah? Padahal Jackson berharap bahwa kita bisa hidup bertiga,” sahut Jackson dengan menduselkan kepalanya di bahu Yudha.
Yudha pun mengelus rambut Jackson pelan.
‘Itu tak akan pernah terjadi nak, itu hanya ada di dalam haluanmu saja, ibumu itu orang yang sangat berpendirian teguh akan sangat sulit untuk membuatnya melanggar ucapannya,’ batin Yudha menghela nafasnya susah.
“Emm, ibu tidak akan dibilang wanita malam lagi kan? Walau aku tidak tau apa artinya.. namun, itu pasti perkataan yang buruk kan yah?”
Yudha menghentikan langkah kakinya, ia menatap mata Jackson dalam-dalam.
“Nak, darimana kamu belajar kata-kata seperti itu?” tanya Yudha dengan nada hangatnya.
“Emm, beberapa orang disekitar ibu dan aku mengatakan itu yah, ibu bahkan hanya bisa diam. Apa itu perkataan yang buruk?” tanya balik Jackson menatap manik mata Yudha.
“Ucapan itu ditujukan untuk ibumu?” bukannya menjawab pertanyaan Jackson, Yudha malah menanyakan hal lain.
“Iya ayah.”
DEG
Jantung Yudha berdetak dengan kencang, ia tak tahu jika sunnie harus mengalami banyak halangan. Bukannya tak menyelidiki, namun Yudha lebih memilih agar Jackson dan sunnie hidup tenang tanpa hinaan para bangsawan.
__ADS_1
Sayangnya, takdir berkata lain. Mereka bahkan menganggap bahwa Jackson hanyalah anak angkat Yudha. Huh, biarkan saja mereka menyimpulkan, yang penting baik Jackson, Yudha maupun Pamella sama-sama tahu bahwa Jackson itu memiliki darah murni bangsawan.
“Ada apa ayah?”
Pertanyaan lugu itu membuat Yudha tersadar dan melanjutkan langkah kakinya.
“Tidak ada apa-apa Jackson, ini sudah malam akan lebih baik jika kamu tidur,” ujar Yudha mengelus lembut punggung Jackson.
‘Akan ada kalanya dimana kita tidak bisa memiliki seseorang yang sangat kita sayangi bahkan meskipun orang itu memiliki rasa yang sama,’ batin Yudha yang menyadari bahwa kisah romantis di dunia dongeng hanya akan di alami oleh sekitar 30% orang.
KRIET
Yudha membuka pintu kamar Jackson dan membaringkan Jackson yang nyatanya tertidur di dekapannya ketikan ia dan anaknya sedang menuju ke kamar ini.
“Istirahat yang tenang nak,” kata Yudha hangat dan mengecup sekilas rambut Jackson.
Setelahnya, Yudha membiarkan Jackson tidur sendirian. Yudha juga memerlukan sesuatu yang bisa melepaskan lelahnya, hanya satu.
Mengawasi dan membereskan beberapa orang yang membahayakan kaisar.
Di pagi hari Yudha akan menjadi seorang Duke yang menjadi wajah bagi negeri alpensha sementara saat di malam hari, ia akan menjelma menjadi bayangan yang sama sekali tak tau arti hati nurani jika bersinggungan dengan musuhnya.
Yudha memang hampir tak pernah memiliki waktu istirahat, namun anehnya ia selalu bangun dengan bugar setiap harinya.
Sesekali, Yudha juga bertemu dengan sunnie. Dan itu berkedok membicarakan masalah antara dua kekaisaran, padahal mereka juga perlu waktu bicara.
Beginilah hubungan mereka, saat ini dan seterusnya.
_________________________________
Hey hey, author triple up nihh. Wkwkwk iya author emang lagi sibuk-sibuknya tapi tetap saja jika jengah author akan mengetik sebuah naskah.
Maka dari itu, Author perlu healing sebentar 😌. Mungkin juga author akan mengupdate double lagi. Entahlah author juga tak tau pasti.
Baik, *See you anak-anak tercinta.
__ADS_1
-Nadira*