
Melihat wajah pamella yang agak murung, sunnie pun hanya bisa terdiam tanpa bisa mengatakan apapun itu.
“Sunnie,” panggil Pamella dengan nada yang agak sendu.
“Eh, iya ada apa nona?” tanya sunnie.
“Kapan kakak dan ayah akan kembali?” tanya balik Pamella.
“Saya juga tidak tahu nona, namun tuan Duke dan tuan Thomson pergi saat siang hari,” jawab sunnie.
“Ah, baiklah ... sekarang sudah senja ya, apa mereka tak akan pulang malam ini?” tanya Pamella lagi.
“Emm, sepertinya tidak nona.. namun nona tak perlu takut semuanya akan baik-baik saja,” jawab sunnie menenangkan Pamella.
Pamella pun mengangguk mengerti, ia harusnya tak begitu egois untuk menginginkan agar ayah dan kakaknya tidak pergi.
Sebab.. mereka berdua adalah tonggak kekaisaran, jadi tak heran jika mereka memiliki banyak misi.
Namun.. tetap saja! Ini menyakitkan, bagaimana bisa satu keluarga ini hanya bertemu beberapa kali huh?
“Baiklah, bantu bibi-bibi yang lain untuk memasak makanan untukku, aku tidak mau makanan yang berlemak, besok kita olahraga bersama ... karena tadi aku lupa, jadi yah besok saja,” jelas Pamella panjang lebar kali tinggi.
“Baik nona.”
KRIET
Pamella duduk di samping ranjangnya ketika sunnie sudah keluar sepenuhnya.
‘ Yah, semuanya hanya akan berjalan seperti ini’ batin Pamella, ia sudah samar dengan rasa kesepian seperti ini.
Di kehidupannya yang dulu keluarganya juga orang terpandang, kedua abangnya, mamanya bahkan papanya bekerja terus-menerus.
Jadi Pamella juga sendirian, teman? Jangan bermimpi! Pamella tak pernah memiliki teman ... sebab sikap orang-orang di sekitarnya hanya settingan.
Mereka baik pada Pamella hanya karena gelar yang melekat pada diri Pamella, hanya itu.
Pamella tahu bahkan sangat tahu tentang itu.
Ia bahkan tak punya pelayan pribadi untuk bercerita, sebab di dunia modern itu sangat sulit untuk mencari orang yang bersedia menjaganya tanpa memperdulikan gelar.
Kini ia punya sunnie jadi ia tak sebegitu kesepian, namun ia masih tak menyangka jika alur kehidupannya sama saja.
__ADS_1
Jika begitu, apa Pamella akan terus sendirian seperti ini? Mengapa takdir memainkannya dengan begitu kejam?
Pamella mulai menatap ke bawah, dimana lantai dingin menjadi saksi kesepian dirinya ... selalu saja seperti ini.
Hanya lantai yang dingin, ranjang besar dan kamar mewah yang menjadi temannya.
‘ Wah! Hidup di dunia memang sebuah tantangan’ batin pamella.
CLING
Cahaya biru muncul di hadapan Pamella secara tiba-tiba.
Pamella yang terkejut reflek meraih bantalnya dan bersiap untuk melempar benda itu pada sesuatu yang akan sampai sebentar lagi.
“Halo kak!” ucap gadis yang menjadi pusat perhatian Pamella akhir-akhir ini.
Pamella mendengus kesal kemudian menaruh bantalnya lagi.
“Astaga elvareta! Aku hampir melempar bantal ini padamu,” balas Pamella menggelengkan kepalanya.
“Ah, maaf kak hehehe.. hanya saja aku baru tahu kalau kakak sendirian disini,” sahut elvareta dengan cengiran kudanya.
“Yasudahlah lupakan, ah itu ... iya kata sunnie ayah dan kakak pergi tadi siang,” ujar Pamella mulai murung.
“Eh, apa itu?” tanya Pamella penasaran, yah Pamella tetap gadis pada umumnya yang suka bergosip ria.
“Katanya, beberapa hari yang lalu ada sebuah cahaya berwarna gelap muncul di Utara negeri alpensha!” jawab elvareta dengan nada yang sengaja di horor-hororkan.
“Hah? Cahaya? Cahaya apa itu?” tanya Pamella mulai memeluk dirinya sendiri.
“Aku juga tidak tahu kak, mungkin keluarga kakak sedang menyelidiki ini,” jawab elvareta menaikkan bahunya.
Elvareta hanya berniat untuk menemani Pamella sebab ia tahu bagaimana rasanya saat menjadi kakak pamellanya ini.
Bagaimanapun elvareta adalah seorang permaisuri kekaisaran sekaligus Puteri kesayangan di kerajaannya.
Sebelum menjadi permaisuri ia adalah seorang Puteri raja.. pergerakannya dibatasi, peraturan selalu membelenggunya dan ia selalu sendirian.
Meski seluruh keluarganya, rakyat, maid bahkan pengawal kerajaan menyayanginya namun tetap saja.. mereka tak akan selalu bersama elvareta.
Keluarganya harus selalu bolak-balik keluar kerajaan, jadi elvareta tahu tentang kesakitan hati Pamella saat ini.
__ADS_1
“Apa mereka akan baik-baik saja?” tanya Pamella.
“Tentu saja, setelah mereka pergi kakak dan ren pergi menyusul,” jawab elvareta.
“Begitu ya..” balas Pamella mengerti, ia sudah agak mendingan.
‘ Jangan-jangan elvareta kemari karena ingin menghiburku?’ batin Pamella menebak.
Namun dirinya enggan untuk bertanya sebab nanti elvareta pasti akan berusaha mengelak sekuat tenaga.
“Kamu nanti tidur dimana?” tanya Pamella.
“Oh itu ... sepertinya George akan membawaku pergi,” jawab elvareta menunduk.
“Pergi kemana?” tanya Pamella dengan hati beku, baru saja ia kenal elvareta dan dia pergi? Lalu.. Bianca juga begitu bukan?
“Yah.. ke istana dimana aku jadi permaisuri,” jawab elvareta.
“Namun hanya saat malam sebab jika hari sudah pagi aku bisa pergi kemanapun asal dengan pengawasannya,” sambung elvareta membuat Pamella tenang.
“Oleh karena itu, kakak harus tetap ceria sampai besok, tadi aku mendengar bahwa kakak besok mau olahraga ya? Biar aku temani,” tanya elvareta menawarkan diri.
Pamella tersenyum lalu mengangguk, seperti nya elvareta akan membawa kehidupan berwarna terang di tengah-tengah kesepiannya.
“Yasudah, sebentar lagi pelayan kakak kemari ... aku pergi dulu ya!” pamit elvareta hendak menghilang.
Pamella mengangguk lagi lalu elvareta pergi, lagi-lagi elvareta menyisakan, cahaya biru yang menyilaukan mata.
Selalu ada cahaya itu saat elvareta menghilang tanpa jejak.
‘ Loh.. bukannya kata elvareta tadi ada cahaya berwarna gelap kan? Jangan-jangan...’ batin Pamella mulai menebak lagi.
______________________________
Hello readers, kita bertemu lagi.. kira-kira cahaya gelap itu apa ya?.
Hum.. berhubungan dengan Pamella tidak ya? Atau.. malah berhubungan dengan kaisar?
Ya sudahlah, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u
__ADS_1
-Nadira