Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
54. Duo pinter #pamellakaisar


__ADS_3

“Yang mulia..” Pamella memanggil dengan suara lembutnya, perlahan ia menghampiri kaisar.


“Pergi” lagi-lagi kaisar mengatakan itu, namun bukan Pamella jika ia mudah menyerah.


Pamella perlahan menatap mata terpejam kaisar, “Yang mulia.. bukankah yang mulia bilang bahwa hamba adalah calon permaisuri yang mulia?.”


Perlahan mata kaisar terbuka juga, ia menatap Pamella yang masih berani mendekatinya, jujur saja tak ada yang berani mendekati kaisar saat pria itu marah kecuali elvareta dan yah Pamella ini.


“Bukankah pasangan harusnya saling mendukung yang mulia? Hamba ingin meringankan beban yang mulia, hamba ingin agar yang mulia tidak terlalu terbebani dengan tuan morgen” terang Pamella lembut seraya tersenyum dengan manis.


SRET


Mendadak kaisar menarik pinggang Pamella, ia memeluk gadis itu dan tak memperdulikan keberadaan ren di dalam situ.


“Aku benar-benar tidak tahu kenapa kamu berani mendekatiku padahal aku sudah memerintahkan mu, kamu juga berani mengabaikan titah ku” mendengar ini Pamella tetap tenang.


Ia sudah tahu, ia berkali-kali diancam jadi ia tak akan pernah gentar. Jelas kalau kaisar tak akan mencelakakan dirinya, jadi untuk apa ia takut?.


Jadi perempuan itu tidak boleh lemah apalagi hanya dengan ancaman seperti ini, ia jadi ingat lagu yang berlirik ‘Hey ladys jangan mau dibilang lemah’ eh kok melenceng.


Jadi begini, Pamella tuh sudah sering di ancam Dib*nuh lah di siksa lah kalau ia mendekati Abang gantengnya.


Padahal ciwi-ciwi itu tidak tahu kalau ia adalah adik kesayangan abang-abangnya, bukannya mendapat cinta yang ada malah di depak!.


Ren melirik lega pada kaisar yang kini telah memeluk Pamella, Pamella sendiri sekarang sudah mengelus pelan rambut kaisar.

__ADS_1


Tadinya ren tegang ia mengira bahwa Pamella akan diserbu kaisar nantinya, eh nyata-nyatanya Pamella yang kini sudah membuat kaisar tenang.


“Ren pergilah keluar” ren menoleh ketika mendengar suara lembut pamella, ia mematung ketika menyadari bahwa kaisar ternyata juga melirik tajam ke arahnya.


Makanya Pamella menyuruh ren pergi sepertinya kaisar agak tak suka dengan keberadaan ren di tengah-tengah mereka.


“Baik hamba permisi yang mulia, nona” ujar ren memberi hormat.


KRIET


Setelah pintu tertutup sempurna Pamella melirik ke kaisar, selama ini ia tahu bahwa kaisar itu tak gampang marah. Terlihat jelas ketika pria ini bersama dengannya.


Tingkah dirinya ini sudah jelas menyebalkan namun kaisar tak menghukum atau marah padanya.


“Kau sudah tahu aku marah tapi kamu tak mau pergi?, Pria tua itu membuat banyak kesalahan di kekaisaran. Aku memperingatkannya tapi dia malah membuat ku marah” kaisar berucap sambil mencium tipis rambut Pamella.


Pamella miliknya.


“Hamba yakin bahwa yang mulia tidak akan menyakiti hamba, kalau begitu.. kenapa yang mulia tidak memberikan hukuman pada tua morgen?” tanya Pamella penasaran.


Nantinya jika ia menjadi permaisuri jelas ia tak boleh ikut campur dalam urusan politik makanya itu ia mau tahu sedikit saat ini.


“Masalahnya, kekaisaran sudah mengumpulkan bukti namun bukti itu menghilang mendadak, hanya tersisa cahaya gelap disana” kaisar terlihat sangat pening.


‘Jangan-jangan bukti itu diambil saat aku baru melihat cahaya gelap itu? Wah g*la sih! Ini sampai nyangkut ke sihir hitam’ batin Pamella.

__ADS_1


“Hamba juga melihat cahaya itu sebelumnya” Pamella mencoba membalas, siapa tahu ia boleh menjadi saksi?.


Eh tunggu, lalu.. siapa yang akan membuktikan kalau cahaya gelap itu benar-benar mencuri bukti? Dan itu benar-benar milik tuan Morgen?.


“Eh yang mulia, bukankah tuan Puteri memiliki sihir waktu?” mendengar ini kaisar melihat Pamella kembali.


“Dia tidak bisa menggunakan kekuatan sihir sepenuhnya jika ia tak berada di daerahnya, kekuatan waktu itu membutuhkan tenaga yang besar” jawab kaisar.


“Bukankah sekarang tuan Puteri berada di dunianya?” tanya Pamella menyeringai.


“Dan aku tidak bisa membuka portal, selain itu aku tidak bisa meninggalkan negara ini mendadak sedangkan elvareta sendiri masih belum memikirkan hal ini” jawab kaisar.


Wah! Terkadang Pamella girang sendiri, bukankah kaisar ini sangat istimewa? Ia sudah menghitung kan segala langkah.


“Tuan Puteri mengirim burung biru setiap siang untuk mengambil surat hamba” ia memberi sedikit clue pada kaisar.


“Jadi.. kita bisa menunggu burung itu untuk menyampaikan permintaan para elvareta?” entah sekarang kaisar yang aktif bertanya.


Meski dengan nada dingin? Yahh ini soal negarinya jadi memang harus begini.


Dingin-dingin begitu ternyata pria ini bertanggung jawab sebagai kaisar.


‘Tak salah aku memilihnya menjadi pendamping hidup, kecerdasannya tak main-main’ batin Pamella.


_________________________________

__ADS_1


__ADS_2