Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
52. Tuan besar Morgen? (REVISI)


__ADS_3

Pamella lalu menggelengkan kepalanya pelan, jadi ini maksud terselubung si ren menyuruhnya kemari? Kalau mau kaisar makan ya bilang aja ke orangnya sendiri keles.


Kenapa malah manggil Pamella segala? Memang dasar si ren itu! Siapa yang akan menjamin bahwa kaisar tidak akan mengidap penyakit dalam karena hal ini?


“Ren! Tolong bawakan makanan kemari.” mau tak mau Pamella berucap lembut pada ren yang langsung mengiyakan ucapannya.


Bagaimanapun Pamella menyayangi kaisar, ia jelas tak mau kaisar sakit hanya karena pria itu tak bisa menjaga pola makannya.


“Kau belum makan?” tanya kaisar datar, Pamella pun menggeleng pelan.


“Hamba sudah makan yang mulia,” jawab Pamella tersenyum hangat.


“Lalu kenapa kau menyuruh ren untuk membawakan makanan kemari?” tanya kaisar dingin seraya mengangkat sebelah alisnya.


“Tentu saja untuk yang mulia, yang mulia juga harus makan, bagaimanapun yang mulia tetaplah manusia yang membutuhkan energi,” jawab Pamella tetap menyertakan senyum ramahnya.


Hal ini membuat aura Pamella menjadi lebih ceria, seketika kaisar memandang teduh ke Pamella.


Sungguh! Kaisar merindukan senyum Pamella sebab tadi saat ia memanggil Pamella gadisnya itu berwajah murung.


Dan kini, aura gadis itu kembali memancar seperti biasanya.


“Bagaimana menurutmu jika aku menobatkan mu menjadi permaisuri dua Minggu lagi?” mendengar pertanyaan ini Pamella yang sebelumnya sudah menatap ke arah lain kembali menatap kaisar.


Pria itu terlihat serius itu berarti kaisar mengatakan yang sesungguhnya.


“Jika yang mulia tidak keberatan maka hamba juga, namun alangkah baiknya kita mengundurnya menjadi sebulan lagi sebab hamba ingin tuan Puteri elvareta bisa hadir. Bukankah sekarang tuan Puteri sedang menjalankan sesuatu tugas? hamba tak ingin membuatnya terburu-buru.”


Pamella mencoba membantah, ia sesungguhnya tak apa-apa namun ia butuh waktu agar lebih dekat dengan kaisar selain itu seperti yang ia ucapkan, ia ingin elvareta hadir dan menemaninya.


“Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu.” jarang sekali bagi kaisar untuk mengiyakan usulan seseorang yang sedikit membantah darinya.


Namun.. sepertinya itu pengecualian untuk Pamella, sebab gadis bersurai ungu itu berhasil membuatnya takluk.

__ADS_1


Entahlah, sihir apa yang digunakan Pamella hingga kaisar menjadi patuh seperti ini. Tapi tetap saja, kaisar itu penguasa! Ia jelas masih angkuh dan lebih pentingnya.. kaisar merasa ia perlu membicarakan sesuatu dengan Pamella, namun ini belum waktunya.


“Terima kasih atas kemurahan hati anda yang mulia,” sahut Pamella sedikit menunduk ala-ala bangsawan zaman sekarang.


“Kesejahteraan menyertai kaisar dan calon permaisuri negeri alpensha.” saat mendengar ini Pamella jadi malu sendiri.


Padahal saat ini harusnya ia belum bisa dipanggil dengan salam kehormatan.


Selain itu kaisar terlihat sangat tergesa-gesa dalam memilikinya. Ini membuat Pamella makin gugup tidak kepalang.


“Ada apa?” tanya kaisar datar, pria itu bahkan tidak menyuruh tamunya berdiri dari salamnya.


Mau tak mau tamu itu tetap menunduk, “Apakah yang mulia memanggil hamba?”


“Ya, tapi aku pikir kau akan tahu tata krama melebihi putramu tapi ternyata sama saja,” sindir kaisar datar.


Pamella pun menahan nafasnya, bagaimanapun kaisar tak salah sebab tamu itu tak mengetuk pintu atau mengabarkan kedatangannya pada Kasim di depan.


“Ma—maaf yang mulia, tuan Morgen tadi tiba-tiba menerobos masuk.” permintaan maaf itu berasal dari seorang Kasim di depan sana.


Kasim itu terlihat gemetaran sebab ia tahu bahwa perbuatannya salah. Yah walau bukan salah Kasim itu sepenuhnya sebab tuan Morgen lah yang melakukan kesalahan.


Pamella melirik ke kaisar yang sepertinya tidak mau memaafkan Kasim itu, seketika gadis itu sedih. Iya benar sekali Pamella itu tak tegaan kalau orangnya baik.


Seperti Kasim itu, Pamella tahu betul Kasim itu baik dan kali ini..


“Yang mulia, sepertinya kaisar memiliki tamu, hamba akan menunggu di depan.” ekor mata kaisar melirik ke Pamella.


Di wajah gadisnya itu terlihat sekali kalau ia tidak tega pada Kasim itu, kaisar akhirnya menghela nafasnya pelan. Yah pria itu juga tahu bahwa ini kesalahan tuan besar Morgen.


“Baiklah, kau! Jaga Pamella di depan.” kaisar berucap pada sang Kasim.


“Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia, hamba akan menjaga lady dengan baik,” balas Kasim itu.

__ADS_1


Pamella pun tersenyum lalu keluar dari ruangan kaisar, tersisalah tuan besar Morgen dan kaisar.


“Cepat aku tidak punya waktu, aku bertanya kenapa kau memelihara budak lagi? Bukankah aku sudah memberikan peringatan padamu?”


“Pelestarian budak sangat ditentang di negeri ini! Dan ini sudah ketiga kalinya aku mengingatkan hal ini kepadamu, tuan morgen.”


Benar, negeri alpensha menggunakan peringatan sebanyak tiga kali, jika di peringatan ke tiga seseorang tak berhenti melakukan kesalahan dan terus mengulang hal yang sama.


Maka ia akan bertemu dengan ksatria bayangan kaisar dan bersiap menuju tiang gantung, tentunya ia harus disiksa dulu oleh kaisar di penjara bawah tanah.


Siapapun tahu bahwa kaisar adalah tirani yang tidak berhati.


^^^(Semua pewaris memiliki ksatria bayangan, sebenarnya elvareta tak tega namun seperti penjelasan di eps-eps sebelumnya elvareta membutuhkan mereka untuk melindunginya jika ia melakukan serangan brutal.)^^^


***


“Loh bentar, tadi katanya tuan Morgen?” gumam Pamella heran, bukankah Morgen itu marga dari si hery?


Kasim itu tak sengaja mendengar gumaman Pamella, ia pun bertanya dengan hati-hati. “Maaf tapi apakah lady penasaran tentang tamu tadi?”


“Iya, kamu benar apa kamu tau dia siapa?” tanya Pamella padanya, Kasim itu pun tersenyum lady calon permaisuri ini tidak sombong, selain itu ia juga ingin membalas budi si lady yang membuat dirinya selamat dari tirani tertinggi negeri alpensha.


_________________________________


Huaa, maaf author telat lagi ya? Author kemarin ada acara jadi ya beginilah.


But, author bakal tetep up yah walau telat-telat.


Okelah, sepertinya kita akan berjumpa esok hari lagi, kalau bisa sertakan like, favorite dan komen. Oh ya author juga butuh saran dan kritik dari kalian semua.


Thank u~


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2