
Pamella dan sunnie kini menyingkir dari aula tengah, Pamella sudah bukan tersangka dan sunnie sudah bukan saksi.
Semuanya sudah jelas, Pamella tidak bersalah dan tuduhan Raisa sekaligus tuan cerra tidak benar adanya, dengan kata lain mereka menuduh Pamella.
Dan ini termasuk pencemaran nama baik bangsawan, apalagi Pamella ini calon pendamping kaisar, calon permaisuri negeri alpensha.
Walau Pamella sendiri tak setuju akan hal ini namun itulah kenyataannya, kaisar sudah memilih Pamella walaupun kini ‘alasan mengapa kaisar memilih Pamella masih belum diketahui.’
Kini hanya tinggal kaisar yang memutuskan apa hukuman yang akan di emban oleh keluarga bangsawan cerra.
"Tuan, menurut anda apa hukuman yang paling ringan dan paling berat untuk anda?" Tanya ren ia hanya ingin agar para bangsawan memiliki pelajaran bahwa mereka tidak boleh mengganggu milik kaisar.
Di antara keduanya tidak ada yang menjawab.
' kalau berdasarkan peristiwanya, yang paling ringan... Mungkin pencabutan kepemilikan di suatu daerah? Kalau yang paling berat.. pasti pencabutan gelar bangsawan' batin Pamella menduga-duga, kemudian Pamella menganggukkan kepala menyetujui argumennya.
Sebab, di novel romantis ala kerajaan yang ia baca di kehidupan sebelumnya, itulah hukuman yang biasa diberikan jika ada yang melanggar aturan atau bahkan menyakiti si protagonis wanita.
Apalagi jika si protagonis pria sangat bucin dan posesif pada pasangannya, hukumannya bahkan bisa lebih dari itu.
"Mohon maaf yang mulia! Tolong yang mulia memberikan hukuman yang berat! Pencemaran nama baik telah terjadi pada bangsawan yang tinggi kedudukannya!" Ucap salah satu bangsawan dengan oktaf suara tinggi. Alhasil suara itulah yang terdengar lebih keras dari semua grusak-grusuk bangsawan.
"Dan tidak menutup kemungkinan jika mereka tidak akan berbuat hal yang sama pada kami!" Sambung orang itu.
"Benar! Jika mereka saja berani menuduh nona Pamella yang kedudukannya lebih tinggi, apalagi kami yang tidak ada apa apanya dari tuan Duke," sahut orang yang lain.
' ahaha, oke sudah ku pastikan melihat dari suasana panas di sini hukuman yang diberikan pasti..' batin Pamella.
Kaisar ini harus memberikan hukuman yang adil.
Jika langsung di hadapkan dengan hukuman berat maka hukuman ini tidak akan di rasa tidak adil oleh keluarga cerra, jadi hukuman yang diberi..
"Baik, setelah saya pertimbangkan dengan yang mulia, maka hukuman yang diberikan..."
__ADS_1
________________________
Pamella akhirnya bisa bernafas lega setelah merasakan hawa panas di aula pengadilan tinggi yang baru pertama kalinya ia injak.
Telinga Pamella bahkan masih terngiang-ngiang hukuman yang diucapkan oleh ren.
"Keluarga cerra, harus melaksanakan pengasingan sebagai peringatan jika mereka melakukan hal semacam ini lagi maka gelar bangsawan mereka akan dicabut!"
"Nona, apa anda ingin membersihkan diri terlebih dahulu?" Tanya sunnie selesai masuk kamar nona mudanya. Senyum sunnie merekah ketika melihat wajah damai nonanya.
"Ah iya! Jangan lupa berikan aroma bunga lavender!" jawab Pamella lalu duduk di tepi ranjang.
Sedari dulu Pamella sangat menyukai bunga lavender, entah kenapa dirinya sangat menyukainya namun, ketika ia memandang bunga itu maka perasaan damai akan terus menyertai hatinya.
Entah ada apa? Yang jelas mencium aroma bunga lavender sudah menjadi candu untuknya.
"Maaf nona? Bukankah selama ini nona memang selalu menggunakan wewangian bunga lavender?" Tanya sunnie heran.
Sunnie tahu kalau sang nona sangat menyukai bunga lavender oleh karenanya sunnie mengajak Pamella ke hamparan bunga lavender.
Mangkanya ia tidak merindukan aroma bunga lavender! Di kehidupannya dulu wewangian di kamar maupun parfum yang ia gunakan selalu memakai aroma bunga lavender. Jangankan begitu warna semua barang yang digunakan Pamella dulu selalu ada unsur warna maupun gambar bunga lavender.
Ia pun agak bingung kenapa disini ia tidak merasakan perasaan rindu pada aroma itu, ternyata aroma bunga lavender sudah ada di kehidupannya sehari-hari tanpa terkecuali.
"Baik nona, saya akan menyiapkan air bunga lavender untuk anda terlebih dahulu," balas sunnie lalu kembali keluar dari kamar Pamella.
"Huft, tak heran.. ini kehidupan pertamaku kan? Makanya ada kemiripan antara aku dan Pamella! Karena Pamella ini tubuh masa laluku!" Ucap pamella mengerti dengan keadaan yang terjadi.
Bukannya ia tidak percaya dengan ucapan dewa reinkarnasi namun.. ia harus melihat dulu baru ia bisa memutuskan apa itu benar dan apa ini salah. Dan ia sudah terbiasa dengan prinsip seperti itu.
"Pamella, saat kakak amati, kamu akhir-akhir ini sangat suka sekali melamun? Ada apa dengan dirimu?" Tanya Yudha di ambang pintu.
Pamella ter serentak kaget lalu reflek melihat ke arah pintu dilihatnya sang kakak sedang memandang ke arah dirinya.
__ADS_1
"Kak! Kakak harus mengetuk pintu dulu, aku kan jadi terkejut jika suara kakak tiba-tiba ada di kamarku tanpa aba-aba," Balas Pamella kesal.
"Kakak sudah mengetuk pintu kamarmu tiga kali Pamella! Namun kamu tidak membukanya jadi kakak langsung masuk kemari," sahut Yudha tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Yang benar saja kak? Aku tidak mendengar suara sama sekali. Jangan-jangan kakak tidak menggunakan tenaga kakak untuk mengetuknya? Atau malah kakak sekarang sudah tidak punya tenaga lagi?" Tanya Pamella heran, segitunya ia melamun hingga ia sama sekali tidak mendengar suara ketukan pintu?
"Sembarangan, lagipula kamu itu kenapa? Kenapa kamu suka melamun akhir-akhir ini? Apa kamu memiliki masalah?" Tanya Yudha dengan menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar tuduhan Pamella.
"Melamun?" Ulang Pamella dengan tanda tanya.
"Iya, asal kau tau biasanya kamu selalu memiliki banyak tingkah dan tentunya tidak pernah melamun dalam jangka waktu panjang. Kau dulu benar-benar aktif Pamella," jawab Yudha.
"Lalu sekarang kenapa kamu tiba-tiba selalu melamun?" Tanya Yudha melangkahkan kakinya dan duduk di samping adiknya, adik satu-satunya yang sangat ia sayangi.
"Tidak tahu kak, tapi.. entah kenapa kejadian akhir-akhir ini terasa aneh bagiku," jawab Pamella memulai sesi curhat.
Mungkin Pamella lupa jika Yudha sama sekali tidak tahu tentang transmigrasi nya ke tubuh masa lalunya.
"Aneh? Kakak tidak menyangka kamu merasakannya?" Tanya Yudha.
' eh.. kakak tahu aku transmigrasi? Aku ketahuan dalam jangka waktu hari? Seburuk ini kemampuanku dalam penyamaran? Hingga kakak langsung menyadarinya?' batin Pamella setelah sadar apa yang ia ucapkan.
________________________
Hayoloh Pamella ketahuan ngga ya? Masa ketahuan dalam waktu singkat? Cuma beberapa hari Pamella ada di dunia itu namun ia sudah ketahuan oleh kakak lelakinya?
Hahaha, entahlah silahkan kalian duga duga.
Jangan lupa rutinitas nya! Letakkan jempol di tempatnya dan beri komentar entah itu saran atau kritik yang pastinya bersifat membangun.
Terima kasih!
Salam hangat!
__ADS_1
- Nadira