
TOK
TOK
TOK
Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar.
“Nona, ini saya,” ujar sunnie dari luar sana, perkataan elvareta bahwa sunnie akan segera datang ternyata benar.
“Masuklah sunnie,” balas Pamella dari dalam.
KRIET
Pintu terbuka perlahan, mata pamella menatap sunnie yang sedang melangkah ke arahnya.
“Nona, makanan sudah siap. Nona ingin makan disini atau di bawah saja?” tanya sunnie.
“Aku makan disini saja, tolong bawakan makanannya ya,” jawab Pamella tersenyum pada sunnie.
“Baik non.”
Beberapa menit setelahnya sunnie membawakan makanan pamella, sontak saja Pamella langsung memakannya hingga habis.
Ketika makanan itu habis, sunnie langsung mengambilnya seraya berkata.
“Nona, saya akan mencuci piring ini. Setelahnya saya meminta izin untuk pulang.”
“Ya, aku mengizinkanmu. Terima kasih untuk hari ini.”
***
Pada akhirnya Pamella sekarang sendirian, sunnie juga sudah pulang, para bibi pelayan juga sudah pulang semua sama seperti sunnie.
Penjagaan? Hal ini tak perlu di khawatirkan sebab kediaman keluarga Thomson itu masuk wilayah istana utama.
Jadi jelas para prajurit akan berkeliling juga di sekitar rumahnya.
“Jadi.. benar-benar sendirian ya?” gumam Pamella memandang ke atap-atap kamarnya.
Kini gadis itu sedang tidur telentang kaki dan tangannya menjalar ke setiap sudut seperti bunga yang mekar.
Rambut putih bercampur ungu mudanya itu tergerai berantakan di ranjang besarnya.
“Huh, disini tidak ada handphone yang bisa ku gunakan, disini juga tidak ada televisi yang bisa aku tonton, lalu apa yang bisa aku lakukan kalau sendirian seperti ini?” gumam Pamella lagi.
Pamella hanya bisa menghela nafasnya lelah, dulu saat ia kesepian dirinya mempunyai handphone terbaru yang bisa ia gunakan, begitu pula televisi yang dapat on time ia tonton.
Lalu ... kalau di zaman ini ngapain? Jalan-jalan? Sudah malam! Lagipula para penjaga itu tak akan mengizinkan Pamella keluar.
Pamella pun mencoba memejamkan matanya lagi, matanya sangat panas namun ... tak dapat terpejam.
Pada akhirnya Pamella hanya bisa mengubah posisi tidurnya terus menerus.
Hingga akhirnya orang yang menemuinya tadi datang kembali.
Ketika itu pamella langsung membuka matanya “Elvareta? Kenapa kamu kemari lagi?”
__ADS_1
“Itu ... aku tadinya sedang bicara dengan George di pohon dekat kediaman kakak, aku tak sengaja melihat dan ... kakak belum tidur?” jawab elvareta.
“Lalu, kaisar George membiarkanmu pergi?” tanya Pamella, mengingat perkataan George saat ia pertama kali muncul, rasanya tak mungkin jika pria itu membiarkan elvareta kemari tanpa perlawanan.
“Yah.. seperti yang kakak duga ‘tidak’ namun dia memberi waktu tiga menit sebelum aku akan benar-benar dibawa ke kekaisaran,” jawab elvareta sedikit kesal.
Sebab tingkah angkuh George ini sangat menyusahkan bagi dirinya.
“Lalu, kenapa kakak tidak tidur? Ini sudah malam” kini giliran elvareta bertanya.
“Aku tidak bisa tidur,” jawab Pamella, ini semua karena dirinya sendirian.
Insomnia, yah Pamella mengalami hal itu, seperti nya.
“Mm ... begitu?” tanya elvareta lagi.
“Iy-” jawaban Pamella terpotong sebab elvareta langsung mengibaskan tangannya tepat pada wajah Pamella.
Dan …
BRUK
Pamella langsung tertidur lelap seolah olah gadis itu tak pernah mengalami gangguan tidur.
Sihir, benar! Itu sihir.
Elvareta bisa menggunakan sihir, dan yang paling penting.. apa itu berarti elvareta bukan sepenuhnya manusia? Atau malah bukan manusia?
“Selamat malam kakak,” ujar elvareta menatap wajah Pamella untuk kesekian kalinya.
“Sudah selesai?” tanya George datar.
Elvareta hanya memandang sinis George setelahnya ia menjawab dan.. nadanya sama datarnya dengan George.
“Apa mata anda sudah mulai buta yang mulia?”
______________________________
“Jadi.. maksudmu Hery Morgen itu sedang berusaha mendekati Pamella?” tanya orang di kegelapan, kaisar ... pria itu langsung bertanya pada intinya.
“Benar yang mulia, namun nona Pamella tidak merespon tindakan kurang ajar tuan Hery Morgen,” jawab ren.
Mata hangat milik ren tak berubah namun nadanya menjadi datar.
“Kau fikir orang itu akan berhenti menganggu Pamella?” tanya kaisar dingin.
Ren terdiam, sebab maupun dirinya juga kaisar sudah tahu jawabannya.
Hery Morgen tak akan berhenti begitu saja, ia pasti akan terus mengganggu dan mengikuti Pamella seperti angin yang selalu menemani Pamella.
Namun fikiran ren sedang bertanya-tanya, bagaimana bisa tuan Hery Morgen berani menggoda milik kaisar?
Bukankah seluruh orang di negeri ini sudah tahu kalau nona Pamella itu gadis milik kaisar?
Kecuali kalau Hery Morgen ini tidak ingin hidup lagi.
“Lalu.. bagaimana yang mulia?” tanya ren yang ingin tahu langkah apa yang harus ia ambil ketika Hery mendekati Pamella lagi.
__ADS_1
“Diam,” jawaban yang mencengangkan di dapatkan ren dari kaisar.
Diam? Itu berarti dirinya akan membiarkan Hery mendekati nona pamellanya?
“Apa? Tapi yang mulia-” ren ingin menyanggah namun..
“Ikuti perintah ku,” ucapan kaisar memotong sanggahan yang akan di sampaikan ren.
Ren pun terdiam, hanya saja ia masih tak rela jika nona pamellanya di dekati Hery Morgen yang terkenal dengan tingkah buruknya.
Cinta? Bukan! Ren tak cinta dengan Pamella bagaimanapun gadis itu nantinya akan jadi pendamping kaisar.
Ren hanya tak bisa membiarkan pamella menjadi jejak ranjang hery.
Sebab siapapun di negeri ini tahu jika Hery Morgen hanya akan memakai wanita satu kali.
Kaisar juga pasti tahu jelas tentang hal ini namun kenapa pria itu malah menyuruh ren diam? Apa ada yang salah dengan kaisar hari ini?
Detik terus berlalu, beberapa jam juga sudah berlalu kini matahari telah terbit.
Di tempat lain...
TOK
TOK
TOK
“Nona, bangunlah ini sudah pagi.”
Terdengar suara dari luar pintu kamar Pamella, gadis itu nyatanya baru bangun ketika pintunya di ketuk.
“Iya! Aku sudah bangun, masuklah,” balas Pamella sedikit berteriak agar orang di depan kamarnya bisa mendengarnya.
KRIET
Pintu kamar Pamella terbuka pelan menampilkan sosok sunnie yang kini melangkah mendekati pamella secara perlahan.
Pamella sudah duduk di tepi ranjangnya sambil mengusap matanya pelan.
‘ Bagaimana aku bisa tertidur tadi malam? Bukannya kemarin aku sedang insomnia?’ batin Pamella bingung.
Hal terakhir yang ia ingat adalah saat ia berbincang dengan elvareta, sisanya ia tak tahu mengapa ia bisa tertidur.
“Sunnie aku akan mandi sendiri kamu siapkan baju untukku olahraga, lalu siapkan sarapan untukku,” titah Pamella.
“Baik nona,” balas sunnie lalu menunduk dan pergi meninggalkan kamar Pamella, agar pamella bisa mandi di dalam.
Setelah kepergian sunnie Pamella segera mandi, setelahnya ia memakai baju yang di siapkan sunnie untuknya.
Setelah Pamella memakainya ia keluar untuk mendapatkan sarapan sebelum olahraga.
Ah ya, kata elvareta dia akan ikut kan? Lalu dimana orang itu sekarang?
“Halo kak, selamat pagi!”
______________________________
__ADS_1