
Pamella berlari sambil memejamkan matanya erat sebab angin kencang tengah menerpa wajahnya yang anggun nan cantik, namun tiba-tiba ...
BRUAK
Pamella serasa menabrak sesuatu yang agak keras, pamella membelalakkan matanya untuk melihat sosok yang ia tabrak.
Tangan orang itu melingkar di pinggang ramping Pamella mencegah agar gadis itu tak menyapa rerumputan yang dingin.
“Bukankah harusnya kau berhati-hati, Pamella?” pertanyaan dingin itu terucap dari kaisar, orang yang ditabrak Pamella.
Sedangkan ren sendiri sudah menyingkir dari area dimana Pamella dan kaisar bertatapan.
“M-maaf yang mulia, saya terlalu ceroboh,” balas Pamella melepaskan diri dari cengkraman kaisar.
Pamella menunduk menatap tanah yang ia pijak, rasanya ingin sekali Pamella mengomel, kenapa orang yang ia tabrak harus kaisar? Memangnya tidak ada orang lain disini yang bisa ditabrak Pamella?
Eh.. tapi tadi Pamella menabrak sesuatu yang sedikit keras kan? Lalu.. apa sesuatu itu adalah...
‘ Astaga! Apa itu tadi yang namanya rotbek?’ batin Pamella tersenyum sendiri layaknya orang gila.
TAK
Jidat Pamella di Sentil oleh kaisar, mungkin kaisar berfikir bahwa otak Pamella sedikit miring jadi ia berniat untuk membalikkan posisi otak Pamella.
“Jangan melamun,” peringat kaisar dingin, Pamella hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena ucapan kaisar yang singkat.
“Ikuti diriku,” perintah kaisar lalu berjalan mendahului Pamella.
‘ Seenaknya saja pria ini!’ batin Pamella, namun ia tak mengatakan apapun sebab kaisar adalah penguasa dan Pamella harus menuruti perkataan ataupun perintahnya.
______________________________
“Oh bagaimana menurutmu L****? Apa kakak mulai suka dengan kak Pamella?” tanya seorang gadis yang sedari tadi mengawasi interaksi keduanya dari pohon.
Menjadi stalker mungkin merupakan kerja sampingan dari elvareta, pekerjaan Puteri yang satu ini benar-benar tidak terduga.
“Sepertinya begitu nona,” jawab L.
Elvareta hanya bersama L sebab S sedang menjalankan sesuatu.
“Wahh, aku tidak sabar saat mereka menikah!” seru elvareta antusias.
“Namun sepertinya tidak semudah itu! Kakakku yang b*doh itu tidak menyadari perasaannya,” gerutu elvareta, memang benar sepertinya kaisar yang satu ini belum menyadari perasaannya.
__ADS_1
“Iya kan L?” elvareta meminta pendapat L, elvareta itu agak cerewet eits! Namun jangan salah sebab cerewet-cerewet begini elvareta tetap berbahaya.
“Sepertinya begitu nona” balas L dengan muka datar bin ubinnya.
“Tuan puteri! Kenapa anda berada di atas sana?”
Teriakan itu berasal dari bawah, sepertinya elvareta ketahuan.
Elvareta menunduk ke bawah menatap ren yang memanggil dirinya.
Elvareta menoleh sebentar ke L, L yang mengerti segera mengangguk.
Elvareta turun sedangkan L melaju dengan cepat ke tempat yang lain.
“Bagaimana kau bisa menemukanku?” tanya elvareta kesal.
Elvareta masih memendam dendam dengan ren. Rupanya Puteri biru itu tak bisa melepaskan dendamnya pada ren begitu saja.
“Yang mulia yang memberitahu saya,” jawab ren tersenyum hangat, hal ini membuat elvareta memandang malas pada ren.
Di tempat lain..
“Mengapa yang mulia membawa hamba kemari?” tanya Pamella penasaran.
“Bukan begitu yang mulia, hamba hanya penasaran saja” jawab Pamella menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Kulihat suasana hatimu sedang tak baik, jadi aku membawamu kemari,” jelas kaisar tetap dengan nada dingin khasnya.
Pamella pun menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan kaisar.
“Yang mulia, apa saya boleh bertanya?” tanya Pamella, sebenarnya Pamella hanya ingin mengorek informasi tentang gadis berambut biru.
Yah.. padahal nyatanya gadis itu adalah elvareta, elvareta Violetta briliant, adik angkat dari kaisar negeri alpensha.
Kaisar hanya menggerakkan tangannya, mengisyaratkan agar Pamella berbicara.
Sesekali Pamella memegang bunga biru yang berada di depannya.
Ia sekarang sedang berada di taman bunga, namun bukan bunga lavender melainkan bunga biru yang.. seperti berlian?
Entahlah spesies bunga apa itu Pamella juga tak tahu. Hanya saja saat melihat bunga ini, Pamella langsung teringat dengan gadis yang tengah ia cari.
Apakah mungkin jika kaisar membangunkan taman ini untuk si gadis?
__ADS_1
“Apa yang mulia mengenal gadis dengan rambut dan mata yang serba biru?” tanya Pamella hati-hati.
Kaisar menaikkan alisnya heran, “Kenapa kau menanyakan itu?” tanya kaisar datar.
“Hamba hanya penasaran sebab hamba pernah melihatnya di sekitar sini,” jawab Pamella.
Pamella tak berbohong! Pamella pernah melihat gadis itu dari jendela kamarnya.
“Apa yang mulia tahu siapa dia?” tanya Pamella lagi.
Siapa tahu ia akan mendapat informasi lebih? Lagipula kaisar kan tidak tahu misi berlapis nya.
“Elvareta.”
Jawaban yang keluar dari mulut kaisar itu membuat Pamella berbinar seolah-olah ia menemukan emas.
‘elvareta wah nama yang indah! Benar benar cocok untuk jadi permaisuri!’ batin pamella.
“Elvareta?” ulang pamella mencoba mengorek informasi.
“Itu aku!”
Teriakan itu muncul dari belakang Pamella dan kaisar, keduanya menoleh ke arah suara.
Ternyata sumber suara itu adalah gadis yang tengah dikawal oleh ren.
“Tuan Puteri, jangan berteriak nanti suara anda habis,” peringat ren membuat elvareta mendengus.
“Maksudmu apa ren? Jangan melarang ku untuk hal-hal sepele yang tidak ada harganya!”
‘ Hah apa? Tuan Puteri? Apa maksud ren ini?’ batin Pamella kebingungan.
______________________________
Xixixi, saat elvareta berbicara dengan L ada kata yang author sensor.
Sebenarnya itu adalah nama penjang si L, author sensor dulu sebab identitas L maupun S masih rahasia sekarang.
Oke! Seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u!.
-Nadira
__ADS_1